Love In Underground

Love In Underground
Demi ibu Hamil


__ADS_3

Pagi hari ini seperti biasa, setelah dari pasar Jack membuka warung kopinya.


Sementara Atun menghampiri Kiran di rumah Ana, Kiran menceritakan kejadian kemarin sore pada sahabatnya Atun di sepanjang jalan menuju tempat mereka bekerja.


"Ternyata orang tuamu kolot juga ya..??" ucap Atun yang berpendapat.


"Ya mungkin maksudnya supaya aku tak terlantar begitu." pendapat Kirana.


"Kalau di pikir-pikir betul juga sih apa yang di katakan kedua orang tua kamu. Tapi beda lagi kalau pak Syaiful masuk ke keluarga mereka." ucap Atun dan hal itu membuat keduanya berharap pak Syaiful kembali ke keluarganya dan bisa menafkahi keluarganya kembali.


"Semoga saja ya Tun..!" kata Kiran yang berharap.


"Aamiin..!" jawab Atun dan mereka telah masuk ke ruangan kerja masing-masing.


Tiba waktu pulang kerja, Atun dan Mila lebih dulu pulang kerja.


Kiran seperti biasa masih berkutat dengan berkas-berkasnya.


"Sudah waktunya pulang, Apa Jack jemput aku ya..!?" kata dalam hati Kiran yang kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang keluar perusahaan.


Senyum mengembang tersungging di mulut kiran saat melihat sosok yang berambut panjang sedang berbincang dengan penjemput lainnya.


"Jack...!!" seru Kiran dan Jack pun menoleh dan melambaikan tangannya.


Hari-hari terus mereka lalui berulang-ulang seperti itu, walau belum ada restu dari orang tua Kiran.


Tiba waktunya acara pertunangan Ana dan Agung Prasetya di rumahnya.


Sedangkan saat ini usia kandungan Kiran sudah berjalan empat bulan.


Jack juga hadir dalam acara tersebut, dan rangkaian demi rangkaian acara telah terlaksana.


Akhir acara ada acara hiburan, banyak yang request lagu dan banyak yang menyumbang lagu.


"Jack, kamu bisa nggak nyanyi dangdut..?" tanya Kiran yang penasaran.


"Nggak bisa..!!" jawab Jack sambil mengulas senyum.


"Yah, padahal dedek pingin dengar papa Jack menyanyi dangdut..??" ucap Kiran sambil mengusap perutnya.


Jack pun menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan.


"Baiklah demi dedek bayi dan cintaku padamu Kiran..!!" ucap Jack yang kemudian naik ke panggung.


Cukup menegangkan sebetulnya hal ini bagi Kiran yang menyaksikan Jack akan menyanyi dangdut.


Karena yang Kiran tahu kalau selama ini Jack sama sekali tidak pernah bernyanyi dangdut.


"Bismillah...tes..., Assalamu'alaikum... " sapa Jack saat sebelum dia menuanyi.


"Wa'alaikumsalam...!!" jawab semua yang mendengarkannya.


"Mohon maaf bila saya mengganggu sebentar. Saya mau menyanyi sebuah lagu request dari ibu hamil, walaupun bukan genre saya..!" kata Jack saat di tengah panggung.


"Ning vokalis band tolong bantu ya...! Cuma kamu, dari Haji Rhoma Irama. Selamat menyaksikan..!" lanjut Jack dan seorang wanita vokalis band maju dan menghampiri jack di tengah panggung dan bersiap berduet dengan Jack.


"Penasaran sama Jack yang menyanyi dangdut..!!" seru Gilang yang terus memandang ke panggung.


Pada awalnya semua tak menghiraukan Jack bernyanyi, namun setelah Jack menyanyi. Mata mereka tak pernah lepas memandang Jack dan vokalis band itu berduet.


Kiran pun tak ketinggalan merekam aksi Jack yang jarang terjadi itu.


...🎵🎵🎵🎵🎵...

__ADS_1


...CUMA KAMU...


...Rhoma Irama...


...Vokalis band...


...Cuma kamu sayangku di dunia ini...


...Jack...


...Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini...


...Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini...


...Vokalis band...


...Cuma kamu sayangku di dunia ini...


...Jack...


...Tiada kalimat dapat melukiskan...


...Betapa cintaku kepada dirimu...


...Tiada ibarat sebagai umpama...


...Betapa sayangku kepada dirimu...


...Vokalis band...


...Itu dapat kurasa dari belai tanganmu...


...Itu dapat kurasa dari pandang matamu...


...Vokalis band...


...Cuma kamu sayangku di dunia ini...


...Jack...


...Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini...


...Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini...


...Vokalis band...


...Cuma kamu sayangku di dunia ini...


...🎵🎵🎵🎵🎵...


Tepuk tangan bergemuruh setelah mereka bernyanyi.


Jack dan vokalis band itupun saling lempar pujian.


Setelah turun dari panggung, Jack segera menghampiri Kiran.


Kiran memberikan dua jempol dan mengulas senyumnya.


"Bisa juga kamu nyanyi dangdut Jack..!!" seru Atun yang duduk di samping Kiran.


"Ini karena permintaan ibu hamil, kalau tidak.,.! aku pilih makan dan minum saja sama kalian..! ha..ha..!" celoteh Jack.


"Tapi benar lho, nggak nyangka kalau kamu bisa nyanyi dangdut." ucap Kiran yang terus menunjukkan senyum mengembangnya.

__ADS_1


"Jangan suruh nyanyi lagi ya, aku mau makan..!" seru Jack yang mengambil makanan di meja prasmanan.


"Iya papa Jack..! dedek tidak akan minta papa Jack nyanyi lagi deh..! tapi selalu ada ya buat mama Kiran..!!" ucap Kiran dengan nada seperti anak kecil dan mengisap perutnya.


Semua tertawa saat kiran berbicara.


"Ha..ha..bisa aja kamu Ran, jadi pingin cepat punya baby..!!" seru Atun sambil tertawa kecil.


"Eh nikah dulu baru punya baby..!!" seru Jack seraya meminum minumannya.


"Iya..iya..masih lima bulan lagi..!!" ucap Atun dan Gilang bersamaan dan mereka pun tertawa kembali.


Kiran, Jack, Atun dan Gilang makan dan minum melanjutkan bersama dalam satu meja.


"Ran, pernikahan mas ILO bulan depan di rumah Orangtua mbak Helen, terus Ngunduh mantunya kapan..?" tanya Atun di sela-sela perbincangan mereka.


Di jadikan satu sama pernikahannya Mbak ana bulan depan, itu kata Ayah kemarin..!!" jawab Kiran sambil meminum minumannya.


"O..begitu..!!" seru Atun.


"Dan sepertinya kamu nggak bisa lihat pernikahan kami Ran...!!" kata Gilang yang juga mengikuti perbincangan kedua perempuan itu.


"Iya, sepertinya begitu." balas Kiran yang mengingat tanggal dan bulan yang sama.


"Sepertinya juga mendekati hari kami melahirkan juga Ran.." tanya Jack yang mengingatkan.


"Oiya..ya, bakal ribet banget nantinya..!!" ucap Kiran yang membayangkan jika di rumahnya nanti ada pernikahan dan kelahiran di hari yang sama.


"Ah, sudahlah itu di pikirkan nanti..! sudah malam, kita balik yuk..!!' ucap Atun yang kemudian dia bangkit dari duduknya.


"Ayo, kita balik ya Ran..!!" pamit Gilang yang mengulurkan tangannya pada kiran dan di ikuti oleh Atun.


Lalu keduanya berpamitan dengan Ana dan keluarga Kiran yang lainnya.


Sementara itu, Jack masih duduk dengan Kiran.


Dan tak berapa lama, Jack pun berpamitan.


Walaupun mereka bersalaman, namun ayah dan Ibunda Kiran belum mau menerima Jack sebagai menantunya.


Jack pun meninggalkan Kiran dan keluarganya dengan sepeda motor bututnya yang tiap hari di boncengi Kiran.


...****...


Keesokan harinya, seperti biasa Atun menghampiri Kiran dan mereka berdua berangkat bersama-sama untuk bekerja.


"Ran, padahal baru pertunangan. Acara semalam meriah sekali ya..!" ucap Atun saat dalam perjalanan mereka ke tempat kerja.


"Iya, kamu pakai acara tunangan tidak..?" tanya Kiran pada sahabatnya itu.


"Tidak, ah..! langsung ijab kobul aja, nggak boros-boros amat biayanya. Kan yang terpenting Ijabnya dan buki nikahnya..!!" ucap Atun yang di benarkan oleh Kiran.


Tak terasa mereka telah sampai di dalam perusahaan, dan keduanya pun perpisah menuju ruangan masing-masing.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2