Love In Underground

Love In Underground
Perjuangan Cinta


__ADS_3

"Jack..! ceritakan, kamu kemana saja selama ini..?mana tidak kasih kabar sedikit pun..?" tanya Kiran yang mewakili semua rasa penasaran semuanya.


"Iya Jack..! kamu tahu, Kiran sempat kontraksi dini karena stress banyak pikiran. Ya mikirin kamu itu..!!"seru Ana yang duduk bersanding dengan suaminya Agung Prasetya.


"Ma'af jika aku membuat kamu khawatir bahkan sampai kontraksi Ran, aku pun juga bingung waktu itu..!!" kata Jack yang melihat ke arah ayahnya seolah minta pendapat pada ayahnya.


"Sudah ceritakan saja Jack..! Demi kebaikan semuanya." kata Pak Syaiful seraya menepuk pundak putranya.


"Baiklah ceritanya begini..!!" kata Jack yang sebelumnya menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya secara perlahan-lahan.


"Saat itu aku mendapat kabar dari Zulaikha kalau sakit ibu sedang kambuh. Jadi aku pulang dengan tergesa-gesa ke Pasuruhan, sampai-sampai ponsel ku ketinggalan di warung kopi..!!" lanjut Jack.


"Dan ponsel kamu sekarang ada padaku..!!" kata Kiran yang masih memangku bayinya.


"Terima kasih Ran, baiklah saya lanjutkan lagi ceritanya..! Waktu itu aku bolak-balik mengurus ibu ke rumah sakit, dan aku sudah kehabisan uang, sama sekali tak punya uang..!" kata Jack sedikit menunduk.


"Lalu selanjutnya bagaimana...!" kata Kiran yang penasaran.


"Aku yang waktu itu, sedikit renggang dengan Ayah, dengan terpaksa menghubungi ayah untuk meminta bantuan." kata Jack lirih.


"Awalnya aku kurang yakin, tapi ternyata ayah mau membiayai semua pengobatan ibu, dan ibu sehat kembali." lanjut Jack.


"Waktu itu aku sudah menalak Sulima, namun Sulima tidak menerima apa keputusanku. Dia mau menculik Aya, dan naas..dia tertabrak mobil dan meninggal di tempat. " kata pak Syaiful.


"Innalillahi wa innalillahi roji' uun...semoga amal dan ibadah Sulima di terima di sisi-Nya. Aamiin ya Robbal alaamiin." Do'a Kiran yang turut prihatin akan nasib Sulima.


"Aamiin ya Robbal alaamiin.." kata semuanya serempak.


"Ayah berusaha kembali pada ibu, awalnya ibu masih enggan menerima ayah. Namun karena usaha Ayah yang gigih, akhirnya ibu mau menerima ayah kembali. Ayah dan ibu kini telah rujuk kembali." kata Jack sambil tersenyum.


"Betulkah..? Alhamdulillah...ikut bersyukur dan bahagia..!! selamat ya pak Syaiful..!!" ucap Kiran yang mengulas senyum.


"Iya terima kasih kiran, maka dari itu aku ingin Jack segigih ayahnya dalam memperjuangkan cintanya..! ha..ha..!" ucap pak Syaiful yang melirik ke putranya dan membuat semuanya pun ikut tertawa.


"Ayah bisa saja..!!":ucap Jack yang wajahnya memerah.


"Setelah aku dan ibunya Jack rujuk, aku memberinya kesempatan memegang marketing perusahaan. Dan mobil itulah yang dia dapat." kata pak Syaiful yang bangga akan kinerja Jack.

__ADS_1


"Ah, ayah kan nggak segampang itu. Sebelumnya kan susah dulu..!!" kata Jack yang protes.


"Oiya, he...he..yang terpenting..!!" kata pak Syaiful sambil tertawa


"Maksud kamu susah bagaimana Jack..?" tanya ILO yang sedari tadi diam mendengarkan.


"He..he..dulu kan aku masih berambut panjang, jadi sering di tolak customer. Tapi setelah aku ingat janjiku pada keluarga Kiran, dan sekalian aku menaikkan omset produk-produk perusahaan ayah, aku memotong rambutku dan mengganti penampilanku ya jadi seperti inilah..!" ucap Jack sambil tersenyum.


Kiran dan yang lainnya pun ikut tersenyum bahagia.


"Nak Jack, jadi saranku bisa jadi rejeki ya..!!" canda pak Warso.


"He..he iya pak..!!" jawab Jack sambil tersenyum.


"Hmmm...Jack..! aku mau tanya..!" kata Kiran yang ingin tahu jawaban rasa penasarannya.


"Tanya apa Ran..? kamu tahu alamatku dari siapa..?" tanya Kiran penuh selidik.


"Dari Atun..!!" jawab Jack singkat.


"Kok bisa..? kan ponsel kamu dibawa kiran..?" tanya Ana penasaran.


"O, jadi itu kamu nak Jack..! yang buat ibu dan Kirana penasaran..!!" seru Ibu Watik yang ikut nimbrung.


"Iya, ma'af..! waktu itu aku takut bertemu Kiran karena kesalahanku tak memberi kabar. Dan setelah aku tahu kalian pulang kampung, berusaha cari alamat kalian dari Atun. Dan aku ingat waktu itu kodok menyimpan nomor Atun. Dan dari situlah aku menghubungi Atun untuk menanyakan rumah kamu."ucap Jack yang sesungguhnya.


"Alhamdulillah sudah jelas sekarang..!!" ucap Kiran dan yang lainnya walaupun tak bersamaan.


"Masalah Jack sudah jelas nih ya..! yang belum, kapan kalian berdua nikahnya..!" seru pak Syaiful.


"Nah lo kapan..? Ibu ayah..kalian beri restu mereka donk..!!" seru Ana yang bersemangat.


"Sebaiknya setelah tiga bulan mulai dari sekarang, kalian bisa menikah. Mengingat Kiran yang baru melahirkan dan juga bayinya Kiran yang masih kecil." usul pak Warso.


"Ok, aku setuju..bagaimana dengan kamu Jack .! sanggup nahan sampai tiga bulan..?ha..ha..!!" kata pak Syaiful sambil tertawa.


Jack memandang Kiran, dan Kiran pun tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, aku terima. Dan Jack minta, Ayah jangan melirik apa Alfi mengambil istriku lagi...!!" bisik Jack pada ayahnya, dan ayahnya pun paham.


Pak Syaiful hanya membalas dengan mengacak rambut putra sulungnya Jack.


Setelah itu hari dan tanggal pernikahan Kiran dan Jack di tentukan.


"Eh, sampai lupa..! Ran, cucuku kamu beri nama siapa..?" tanya Ibu Eva yang penasaran.


"Oiya, belum kasih nama ya..! he..he..ma'af Bu..!!" ucap Kiran yang tersenyum simpul.


"Hooh nih aku juga bingung mau manggil si kecil apa..!" ucap Helen yang mencium kening keponakannya.


"IKHLAS JULIANSO...Bagaimana menurut kalian..?" tanya Kiran yang meminta pendapat.


"Sepertinya kamu sudah benar-benar bisa meng-ikhlaskan Julian ya..?" tanya Jack penasaran.


"Iya, Julian sudah tenang di sana, dan aku juga akan merawat ikhlas tanpa bayang-bayang masa lalu.Masa lalu hanya bisa di kenang dan tak mungkin terulang kembali...!" kata Kiran.


"Lagi pula, aku telah menemukan pengganti Julian yang pantas menjadi ayah untuk putraku Ikhlas...!! itu kamu Jack..!" lanjut ucap Kiran dan semua bertepuk tangan karenanya.


"Jack...maafkan ayah bila ayah bersalah...! kamu memang pantas untuk putriku Kiran...!!" ucap pak Warso yang kemudian memeluk Jack.


"Terima kasih ayah..!! putrimu memang perlu di perjuangkan...!!" kata Jack seraya menerima pelukan ayah kiran.


"Kiran, kesabaran dan ketulusan cinta kalian telah mengalahkan keegoisan kami..! Kiran ma'afkan ibu Nak..!!" ucap ibu Watik dan Isak tangis keduanya tak terbendung saat mereka saling berpelukan.


Dan tangis haru mengiringi mereka. Tanpa sadar malam telah larut dan mereka pun beranjak ke peraduan untuk beristirahat.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


.


__ADS_2