Love In Underground

Love In Underground
CLBK yang dapat restu


__ADS_3

Jam dinding rumah sakit menunjukan pukul setengah tiga.


Ilo yang masih penasaran dengan cerita Kiran,tak berhenti menatap ke arah pintu ruangannya..


Sedangkan Ana menuju ke apotik, mengambil obat sesuai resep dokter untuk kesembuhan ILO.


Tiba-tiba pintu ruangan di ketuk seseorang. "Permisi, maaf pergantian shift perawat. Saya hendak memeriksa pasien" kata seorang perawat yang tak lain Helen.


ILO menoleh ke arah sumber suara, dia terperanjat."Helen..."panggil Ilo


"Mas ILO, sudah sadar" jawab Helen sambil mengembangkan senyum khasnya.


"Kamu jadi perawat disini?" tanya ILO.


"iya, sebentar ya mas" kata Helen sambil meneruskan pekerjaannya.


ILO terus memperhatikan Helen


."Helen... kenapa ponsel kamu tidak bisa dihubungi?" tanya ILO saat tahu pekerjaan Helen selesai.


"Mas ILO, maaf bukannya saya sengaja memutuskan hubungan kita. Karena waktu itu rumit sekali" jawab Helen


"Rumit? maksud kamu apa?" tanya ILO.


Helen menarik nafas panjang. "mas ILO,dulu orang tuaku mencoba menjodohkan aku.

__ADS_1


Karena mereka mengira aku belum punya pacar,dan sedangkan aku masih ingin mengejar cita-cita aku. Waktu itu aku kabur-kaburan dari orang kepercayaan orangtuaku. Dari pindah-pindah tempat itu tak sengaja ponsel aku jatuh. Dan aku tak dapat kesempatan mengambilnya. Karena orang kepercayaan Orangtuaku selalu mengejar ku." kata Helen menjelaskan tentang dirinya kala itu.


"Helen tak bisa hubungi mas ILO, karena Helen lupa menyimpan nomor mas ILO dalam Diary, ,aku pun hanya tahu nomor ponsel mas Ilo sedangkan alamat belum tahu. Maafkan Helen mas" lanjut Helen.


"Kamu tidak salah Helen, malah aku yang salah.Kenapa dulu belum mengajak kamu ke tempat kos aku" kata ILO sambil memegang tangan Helen, dia merasa bersalah.


"Tapi ada hikmahnya mas, aku sudah jadi perawat sekarang dan merawat mas ILO" kata Helen sambil tersenyum.


Mereka pun saling pandang. "Helen,apa kamu sudah punya penggantiku?" tanya ILO.


"Belum mas, karena saya masih mencintai mas ILO. Jadi saya belum membuka hati buat yang lain" jawab Helen.


"Helen, aku pun demikian.." kata ILO, dan mereka saling pandang seolah melepaskan kerinduan mereka.


"Hm..hm..ada yang CLBK..Cinta Lama Bersemi Kembali nih...!!" goda seseorang yang masuk keruangan.


Namun dengan sigap di tangkap oleh Kiran dan di kembalikan ke meja.


"Suit...suit..jadian lagi ya!" goda Julian.


"Wah..kalau kalian balikan, Kita gimana ya Ran?" tanya Julian.


"Gimana apanya?"Kiran balik tanya.


"Kan mbak Helen kakak perempuan aku, otomatis harus duluan nikahnya. Padahal kan kita kepingin cepat-cepat nikah" kata Julian.

__ADS_1


"Oh Julian..adikku sayang yang gantengnya sedunia yang ngebet nikah. Mbak Helen belum mau menikah dulu. Mbak Helen masih ada kontrak kerja dua tahun.Dan mbak kepingin menikah dengan uang sendiri, walaupun Mama papa kita tergolong mampu. Tapi ada suatu kebanggaan bila menikah dengan uang sendiri." jawab Helen panjang.


"Iya Ran, mas ILO juga masih harus mulai usaha lagi dari nol. Tahu sendirian, usaha mas ILO dihancurkan mas Angga" kata ILO yang juga ingin menjelaskan.


"Kalau mau menikah dua tahun lagi,nggak apa-apa.Tapi selama dua tahun nanti,apa ILO mau bekerja di perusahaan Papa?" tanya Dani papa Julian dan Helen yang ternyata sedari tadi sudah masuk ruangan.


"Nah sudah dapat lampu hijau, tunggu apa lagi?" goda Kiran.


"Tapi aku ingin kita menikah lebih dulu" kata Julian menatap Kiran."Karena mungkin waktuku nggak sampai dua tahun" kata Julian pelan.


Tapi semua mendengarnya."Julian..."kata Mama Julian sambil memeluk anak laki-lakinya.


"Tadi mbak kan sudah bilang, kalau mbak masih ada kontrak kerja nggak boleh nikah yang masih dua tahun lagi." kata Helen pada Julian agar adiknya tak mengkhawatirkan masalah pernikahannya.


"Nah nggak ada yang perlu di khawatirkan lagi, Sekarang tinggal kami ingin ketemu kedua orang tuamu calon mempelai wanitanya." kata Mama Julian.


"Kiran...Apa kamu sudah benar-benar ingin menikah dengan Julian?" tanya Ana yang baru saja masuk ruangan dengan membawa obat untuk ILO.


"Iya mbak" jawab Kiran sambil memeluk kakak perempuannya.


"Baiklah kalau memang itu mau kalian, mbak nanti akan hubungi ayah bunda, sekalian memberi kabar tentang ILO dan status mbak sekarang" jelas Ana.


***


**Bagaimana kisah selanjutnya,..?

__ADS_1


Mohon like dan dukungannya ya..


Terima kasih**.


__ADS_2