Love In Underground

Love In Underground
Rencana licik Alfin


__ADS_3

"Jack..!!" panggil Kiran saat berada di atas sepeda motor yang di kemudikan oleh si Jack.


"Ada apa..?" tanya Jack yang tetap memandang ke jalan raya.


"Ternyata suara kamu bagus ya..!" puji kiran pada Jack.


"Ah biasa saja..!" sahut si jack yang merendah.


"Beneran bagus, hm .. lebih bagus lagi kalau tidak ada botol miras lagi di warung kopi kamu..!!" ucap Kiran yang sedikit menyinggung.


Tiba-tiba Jack menghentikan motornya.


"Apa kau tahu perasaanku..? hancurnya hatiku..! istriku berselingkuh dengan ayah kandungku, sakit rasanya...!" kata Jack tanpa turun dari sepeda motornya.


"Maaf Jack, jika aku membangkitkan kenangan burukmu. Tapi minum+minuman keras itu tak baik untuk kesehatanmu. Ingatlah kamu masih harus menafkahi ibu, adik-adikmu dan juga putrimu. Kalau kamu sakit, siapa yang jadi penopang mereka..!" jelas Kiran.


Jack terdiam, dia memikirkan ucapan Kiran.


"Kamu benar juga, apa lagi aku juga akan mencarikan ibu baru buat Aya..!" kata Jack yang menghela nafasnya dan kemudian melajukan kembali sepeda motornya.


"Nah itu baru Jack yang aku kenal...!!" ucap Kiran yang kembali berpegangan pada si Jack.


Jack dan Kiran mengendarai sepeda motornya sudah memasuki wilayah tempat tinggal mereka.


Dan saat melewati sebuah kios Play station, ada dua pemuda memperhatikan mereka.


"Alfin...calon pacar kamu tuh..!!" ucap salah seorang pemuda itu yang tak lain adalah Anjar.


"Sial, gadis itu harus jadi milikku..!!" ucap Alfin dengan mengepalkan tangannya.


"Kejar dan Pepet dia..! Kakaknya sekretaris pabrik sepatu..! uangnya pasti banyak..!!" ucap Anjar yang seakan mengajari Alfin.


"Benar juga, apa kakaknya saja ya yang aku pacari..? dia kan janda, belum punya anak lagi .?" kata Alfin yang menggebu.


"Udah adiknya dulu, nggak sayang tuh masih kinyis-kinyis..!!ha..ha.." ucap Anjar sambil tertawa.


"Ah.. sudahlah..! ayo kita balik ke ruko..! sebelum tidur, aku kerjai dia nanti..!!" ucap Alfin mantaap dan mereka melangkahkan kakinya menuju ke ruko di mana tempat kantor pemasaran kompor gas dua tungku, tempat mereka bekerja.


Sementara itu Jack dan Kiran sudah sampai di depan pintu pagar tempat kos Kiran dan Atun.


"Jack makasih ya..!!" ucap Kiran saat sudah turun dari sepeda motornya Jack.


"Sama-sama, cepat istirahat. Kamu pasti capek ya..!" ucap Jack yang mengkhawatirkan kondisi Kiran.


"Iya, Assalamu'alaikum..!" salam pamit Kiran sambil melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam..! cepat masuk..!wanita hamil di larang keluar rumah di malam hari..!!" pesan Jack.


"Oiya..makasih dah di ingatkan..!!" ucap Kiran yang kemudian melangkahkan kaki masuk ke kawasan kos tersebut.


Setelah Kiran hilang dari pandangannya, Jack menjalankan sepeda motornya ke warung kopi di mana kodok masih berbincang-bincang dengan pelanggan yang sedang minum kopi.


"Assalamu'alaikum..!" salam Jack pada orang-orang yang ada di dalam warung kopi itu.


"Wa'alaikumsalam..!" balas Kodok.


"eh Jack..! ayo kita pesta lagi..!" ucap salah satu pelanggan warung kopinya si Jack.


"Maaf ya, aku nggak mau pesta dulu. Sedang prihatin dulu..!" tolak si Jack dengan halus.


"Ah..prihatin itu sudah bagian hidupmu. Apa jangan-jangan ada gebetan ya..?!" goda pelanggan yang lain.


"Tahu saja..!!" ucap Jack yang tak bisa membohongi dirinya.


"Cepetan samber sebelum di samber orang...!! he..he..!" goda kodok sambil membuatkan Jack secangkir kopi.


"Main samber saja, memangnya barang..! ha..ha..!" balas Jack sambil tertawa.

__ADS_1


...****...


Kita tinggalkan Jack yang sedang bercanda gurau dengan teman-temannya.


Kini kita tengok apa yang di lakukan Alfin di dalam ruko.


Pemuda itu mengotak-atik ponselnya, dia mencari nama Kiran dari daftar kontaknya.


"Kiran, aku harus mendapatkanmu..!!" ucap Alfin dalam hati.


...📞📞📞...


Kiran


"Assalamu'alaikum.."


^^^Alfin^^^


^^^"Wa'alaikumsalam...!"^^^


Kiran


"Tumben telepon...! ada apa..?"


^^^Alfin^^^


^^^"Mau tidak aku ajak kamu ke kantor cabang aku yang baru..?"^^^


^^^(Kata Alfin yang bohong)^^^


Kiran


"Boleh, besok sehabis kerja ya..?"


^^^Alfin^^^


Kiran


"Assalamu'alaikum..!"


^^^Alfin^^^


^^^"Wa'alaikumsalam...!"^^^


...📞📞📞...


"Yess...akhirnya, umpanku berhasil..!! dompetku akan terisi kembali..!!" ucap Alfin yang senyum-senyum sendiri.


"Cie..cie..! gimana..? dah berhasil incaran kamu..?" tanya Anjar pada Alfin.


"Tenang saja, akan aku bawa dia ke gang Mawar..! kalau uangnya tak keluar, aku kan dapat dengan cara lain..!! he..he..!!" jawab Alfin dengan senyum liciknya.


"Dasar licik...! apa kau tak menyukainya..? sampai mau menjualnya pada Madam Mawar..?" tanya Anjar pada sahabatnya itu.


"Tahu saja..aku menyukainya..! tapi cuan lah yang paling aku suka. Ha..ha..ha...!!" seru Alfin yang sudah membayangkan duit beberapa gepok di tangannya.


...****...


Sementara itu Kiran yang habis menerima telepon dari Alfin, senyum-senyum sendiri.


"Besok ketemuan dengan Alfin, pemuda yang wajahnya mirip dengan mendiang suamiku. Apakah sifatnya sama dengan suamiku ya..?" kata dalam hati Kiran sambil berguling-guling di atas tempat tidur.


"Jack...hmmm.. wajahnya gak sama persis dengan Julian. Namun cara bernyanyi dan tingkahnya sama persis dengan mendiang suamiku..!!" kata dalam hati kiran.


"Ah sudahlah...lebih baik dengarkan musik Underground saja..! " gumam Kiran yang kemudian mengotak Atik ponselnya dan mencari aplikasi yang ada musik Undergroundnya


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk seseorang.

__ADS_1


"Tokk...tokk..tokk...!!"


"Assalamu'alaikum...!!"


Salam seseorang dari depan pintu.


"Wa'alaikumsalam...!!"


Balas Kiran yang kemudian bangun dan membukakan pintu kamarnya.


"Ceklek..!!"


"Oh kamu Tun..! dah pulang..?" tanya Kiran yang setelah tahu yang datang itu sahabatnya.


"Iya, Martabak Ran..!" kata Atun seraya memberikan bingkisan dalam kantong plastik putih.


"Hmm...baunya..mantaaap..!!" seru Kiran saat menerima kantong plastik berisi martabak telur itu.


Kiran pun membukanya dan mengambil satu iris martabak telur itu dan melahapnya pelan pelan.



"Ran, nampaknya kita akan berpisah..!!" kata Atun tiba-tiba.


"Pisah...?" tanya Kiran yang terkejut.


"Iya soalnya....Gilang sudah melamarku...! dan bulan depan kami akan menikah..!!" seru Atun dengan wajah berbinarnya.


"Wah selamat ya..!!"ucap Kiran sambil memeluk sahabatnya dengan erat.


Atun pun menceritakan perjalanannya dengan Gilang sambil memakan martabak yang dia bawa tadi.


Sedangkan Kiran menceritakan saat membeli rujak cingur sampai ke rumah Julian.


Kiran pun menceritakan tentang Alfin yang mengajaknya pergi.


"Ran, aku punya firasat buruk tentang kamu dan hubungan kamu dengan si Alfin sekarang..!!" kata Atun yang khawatir.


"Sudahlah...; kamu jangan khawatir, aku juga bisa jaga diri." kata Kiran yang meyakinkan sahabatnya.


"Iya, kalau ada apa-apa, hubungi aku ya..!!" ucap Atun yang sangat khawatir.


"Iya, nanti aku akan coba sharelock, saat kami sudah sampai di tujuannya..!"


kata Kiran meyakinkan sahabatnya.


Atun sangat khawatir, karena sahabatnya itu termasuk masih baru menjejakkan kakinya di kota Surabaya.


Selesai makan martabak, mereka mencuci tangan sekaligus berwudlu ke sumur.


Dan mereka menunaikan sholat Isya' berjamaah di dalam kamar.


Jam dinding menunjukkan pukul 23.00 Wib, kedua perempuan itupun berangkat ke peraduan.


Mereka pun menuju ke alam mimpi masing-masing.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2