
Hari sudah berganti pagi, seperti biasa Kiran dan Atun berangkat kerja bersamaan dan kini mereka telah sampai di ruang kerja masing-masing.
Tak berapa lama datang seorang laki-laki ke ruangan Kiran.
"Kiran...!" panggil seorang laki-laki yang sangat di kenal oleh Kiran.
"Eh Pak Agung...! ada apa pak..?" tanya Kiran setelah meletakkan tasnya, dan tahu siapa yang memanggilnya dari belakang tadi.
" Bisa kamu ke ruang meeting sekarang..!" seru Agung Prasetya.
"Ba..baik pak..!!" balas Kiran yang kemudian mengikuti Agung Prasetya dari belakang.
Semua karyawan pun melihat Kiran dengan penasaran, karena setelah kejadian Mr. Fu kemarin.
Tak ketinggalan kedua sahabat Kiran, Atun dan Mila.
"Mil, Kiran kenapa lagi..?" tanya Atun saat menghampiri Mila.
"Aku juga tidak tahu Tun..!! Jangan-jangan karena kasus kemarin ya..?" tanya Mila yang masih penasaran.
"Ah, sudahlah..! dari pada menduga-duga, lebih baik kita tunggu kabar dari Kiran saja nanti..!!" ucap Atun yang kemudian balik ke ruang bagiannya.
"Baiklah..! kerja lagi dengan semangaat...! biar dapat tunjangan Hari Raya..!!" seru Mila menyemangati dirinya sendiri.
Sementara itu Kiran sudah berada di ruang meeting, di sana sudah banyak yang hadir. Termasuk Kakak perempuannya Ana.
"Assalamu'alaikum... Selamat pagi semuanya..!!" ucap salam dari Agung Prasetya.
"Wa'alaikumsalam...pagi juga pak..!!" ucap semua orang tanpa terkecuali Kiran.
"Dengan di pulangkannya Mr.Fu, karena kasus yang kurang menyenangkan, secara otomatis Kedudukan kepala bagian produksi telah kosong. Maka dari itu, maka dari itu kami telah mengadakan rapat kecil, dan berniat mencari pengganti kedudukan Mr. Fu. Dan kami sepakat mengangkat seorang karyawati menggantikan Mr.Fu saat ini juga. Dialah saudari Kiran..! berikan semangaat untuk Kiran..!!" ucap Agung Prasetya.
"A..aku jadi Kepala Bagian Produksi...? menggantikan Mr. Fu..?" kata dalam hati Kiran yang tak percaya.
"Kiran, kami memilihmu bukan karena kakakmu di sini, tapi kamu telah berkali-kali dihantam masalah yang begitu berat, namun kamu bisa mengatasinya." kata Agung Prasetya. Mengingatkan saat awal masuk kerja, Kiran sudah di hantam banyak cobaan. Namun dia bisa menyelesaikannya.
📆Flashback on.
Kejadian saat ada yang memfitnah Kiran.
Siapa yang bertanggung jawab digudang 1...!" seru seseorang.
"Saya.." Kiran pun menjawab
"Ayo ke kantor, jelaskan pada pimpinan" kata orang itu sambil menarik tangan Kiran.
Atun yang tahu sahabatnya di tarik ke kantor, berusaha mencari informasi ke teman satu ruangan dengan Kiran.
Tapi jawaban mereka juga Nihil. Atun pun merasa khawatir.
"Pak, demi Allah bahan sudah saya kirim ke tiap bagian" jelas Kiran.
Tapi semuanya tidak terima dan terus memojokkan Kiran.
__ADS_1
"Sudah..sudah..jangan ribut..!! Kalian semuanya ikut aku" Ana menengahi.
Ana mengajak mereka ke sebuah ruangan, yang tak lain ruangan satpam. Dimana tersedia layar monitor Cctv perusahaan.
"Pak Satpam, tolong anda putarkan kejadian tanggal yang tertera ini." perintah Ana
"Baik Bu" jawab Satpam itu.
Merekapun mengeceknya. Dan akhirnya ketemu juga pelaku utamanya.
Yang tak lain teman seangkatan Kiran dan Atun, yang beberapa hari yang lalu meledek Kiran.
"Cari dia dan serahkan pada Personalia, agar mengeluarkan dia tanpa pesangon." Perintah Ana.
"Baik Bu" jawab beberapa Satpam dan bergegas melangkah keluar.
📆Flashback off.
Dan juga mengingat kasus mr.Fu yang baru saja terjadi.
Semua setuju kalau Kiran di angkat menjadi kepala bagian produksi.
"Selamat ya Kiran...!!" semuanya memberi ucapan selamat dan menjabat tangan Kiran.
"Kiran...selamat ya, dan semoga sukses..!!" ucapan dari Ana yang kemudian memeluk adiknya secara spontan.
"Terima kasih mbak, tapi aku kan cuma lulusan SMA.." kata Kiran yang belum percaya diri.
"Terima kasih mbak..!!" seraya menyeka air matanya.
"Oke, Kepala Bagian Produksi yang baru..! waktunya kenalan dengan bawahanmu..!" kata Agung Prasetya saat berhadapan dengan Kiran.
"Iya pak..!!" balas Kiran yang kemudian kembali mengikuti Agung Prasetya, pergi ke ruang kerja Mr.Fu yang sekarang menjadi ruang kerja Kiran.
Agung Prasetya kemudian menyuruh seorang karyawati untuk memanggil semua supervisor, kepala meja dan juga para staff untuk berkumpul di ruang kepala bagian produksi.
Lima belas menit kemudian semuanya telah berkumpul.
"Assalamu'alaikum...selamat pagi semuanya..!!" sapa Agung Prasetya pada semua orang yang hadir di depannya.
"Wa'alaikumsalam....pagi juga pak Agung..!!" balas semuanya secara serentak
"Bagus, saya akan memberi kabar berita untuk kalian.. setelah Mr.Fu di pulangkan, ruang kepala bagian produksi menjadi kosong. Kami semua sudah bermusyawarah dan memutuskan, kalau kepala bagian produksi yang baru akan di gantikan oleh Saudari Kiran. Dan mulai hari ini, Kalian harus bisa bekerja sama dalam menjalankan roda perusahaan kita ini...!!" kata panjang lebar Agung Prasetya.
"Selamat bekerja mbak..!!" ucap salah satu supervisor dan diikuti oleh semua orang yang hadir.
Semuanya pun membubarkan diri mereka, termasuk Agung Prasetya yang kembali ke ruang kerjanya.
Kini Kiran menjadi pergunjingan semua karyawan dan karyawati.
Sedangkan kini Kiran berusaha beradaptasi di lingkungan barunya.
"Ini rejeki kamu debay, semoga ibu bisa mengemban amanah sebagai kepala bagian produksi. Aamiin ya Robbal alaamiin." kata lirih Kiran seraya mengusap perutnya.
__ADS_1
Tak berapa lama, bel istirahat pun berbunyi.
"Teeeett....teeeeeett...!!"
Semua karyawati pun berhamburan pergi ke kantin perusahaan.
Kiran pun menunggu Atun dan Mila di depan ruangannya, karena jika mereka akan ke kantin, maka mereka akan lewat di depan ruangannya.
Dan benar saja, tak berapa lama Atun dan Mila datang.
"Widih, jadi sungkan nih ngajak mbak Kiran ke Kantin..!!" goda Atun sambil cengengesan.
"Iya, kayak gimana gitu ya .! he..he. !!" Mila yang menambahi
"Kalian ini ya, Kiran ya masih seperti Kiran yang dulu." ucap Kiran sambil tersenyum.
Dan ketiganya pun pergi ke kantin dan mereka pun makan bersama.
Terdengar banyak gosip miring tentang Kiran, namun semua dianggap angin lalu oleh Kiran.
Hingga akhirnya, bel masuk kerja pun berbunyi.
Kiran kembali ke ruang kerjanya demikian juga Atun dan Mila.
Dan mereka bekerja sesuai bagian masing-masing.
Pukul 16.00 wib, waktunya pulang. Dan tak terkecuali oleh Kiran.
Kiran pulang dengan membawa paper bag berisi seragam barunya.
"Atun dan Mila, nampaknya mulai besok kita tidak bisa pulang sama-sama nih..!!" ucap Kiran dengan sedikit kecewa.
"Nggak apa-apa, kan berangkatnya bisa sama-sama..! he..he..!" balas Atun.
"Dan istirahat kita masih bisa sama-sama...!" Mila menambahi.
"Kalian memang best friends lah..!!" seru Kiran seraya merangkul kanan dan kiri sahabat-sahabatnya itu.
Dan akhirnya mereka berpisah di persimpangan jalan dengan Mila.
Kiran dan Atun pun menuju ketempat kos Atun.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1