Love In Underground

Love In Underground
Mas ILO siuman


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Kiran tersadar dari pingsannya.


Di lihatnya Julian sedang memeluk tangannya, Dan yang lainnya duduk di tikar, ada yang tidur ada yang memainkan ponsel.


"Aku dimana..?"tanya Kiran


"Kiran,kamu sudah sadar?"Julian kaget.Yang lain menoleh dan mendekat Kiran.


"Kamu di rumah sakit Ran."jawab Julian.


"Mas Ilo,...Julian" Kiran mengingat kejadian demi kejadian yang telah dilaluinya.


"Sudah jangan banyak pikiran dulu, yuk makan.


Tadi aku beli bubur ayam di kantin rumah sakit." kata Atun yang membawa stereofoam yang berisi bubur ayam.Dan kemudian menyuapi Kiran.


Gadis itu makan dengan lahapnya, karena ingin cepat pulih.


Dia tak mau membuat yang lainnya khawatir.


"Kamu libur dulu ya, aku tadi sudah minta surat ijin dari rumah sakit" kata Atun.


"Iya nak, lebih baik kamu ijin dulu beberapa hari" timpal Mamanya Julian,Eva.


"Atun,kalau kamu kerja nanti tolong hubungi mbak Ana. Ponselnya dari tadi tidak bisa dihubungi" pinta Kiran


"okey,tenang saja"jawab Atun sambil menyuapi sahabatnya.


Akhirnya bubur ayam yang ada di tangan Atun, habis pindah ke perut Kiran.


"Atun, kamu bawakan baju ganti untuk Kiran?"tanya Julian memperhatikan keadaan Kiran, bajunya banyak noda darah ILO.


"oh iya bawa. ayo Ran aku bantu ke kamar mandi.sudah bisa kan berdiri dan berjalan?"tanya Atun.

__ADS_1


"Iya saya coba dulu" Jawab Kiran yang masih sedikit gemetaran.


Dan mereka menuju ke kamar mandi.


Setelah Kiran membersihkan diri, Atun dan Gilang berpamitan untuk pulang ke tempat kos.


***


Pagi itu di ruangan tempat ILO yang belum juga sadarkan diri, hanya ada ILO yang masih ditempat tidur, Kiran yang duduk di samping ILO dan Julian yang sudah tidak pakai kursi roda berdiri dekat jendela memandang keluar ruangan.


"Mbak Ana kok nggak bisa dihubungi ya?" kata Kiran sambil berjalan menuju ke tempat Julian berdiri.


"Mungkin ganti nomor ponsel?!" kata Julian sambil menarik nafas dalam-dalam.


Kiran menyandarkan kepalanya di bahu Julian, serasa ingin melepaskan bebannya.


Julian membiarkannya, paling tidak bisa membuat Kiran nyaman.


"Kiran mau jawab kenapa Kiran ingin teriak di konser kemarin." kata Kiran tiba-tiba.


"Kiran ingin melepaskan semua beban Kiran.


Beban pekerjaan Kiran, beban mantan I..par Kiran yang mau menyakiti Kiran... Dan beban dari keluarga, yang tak membolehkan aku bergaul sembarang orang termasuk berhubungan dengan musik Underground." jelas Kiran.


"Kita hadapi sama-sama ya..!" kata Julian sambil mengusap air mata Kiran.


Tiba-tiba tangan ILO bergerak, ILO mulai siuman.


"Mas ILO sadar" Julian berbisik pada Kiran. Gadis itu langsung melihat ke arah ILO.


"Mas ILO.,.." panggil Kiran


"Aku panggilkan suster dulu ya" kata Julian sambil keluar ruangan.

__ADS_1


"Aku dimana?" tanya ILO.


"Di rumah sakit mas" jawab Kiran.


Selang berapa saat seorang dokter jaga di ikuti suster dan Julian masuk keruangan. Di periksa dulu ya mas" kata dokter detak jantung dan nadi ILO.


"Alhamdulillah pasien sudah dalam kondisi stabil. Besok bisa pulang. Kalau mau bertanya,yang ringan-ringan dulu ya. Pastikan istirahatnya cukup." kata dokter


"iya dokter" kata Kiran. Dokter jaga itu yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan di ikuti suster yang selesai mengkontrol infus.


"Alhamdulillah mas Ilo" kata Kiran sambil memeluk dan mencium kening ILO.


"Hm..aku juga mau" kata Julian.


"kamu harus pingsan dulu dua hari" kata Kiran.


"Apa...mau aku pingsan dua hari ya?tapi sebelumnya aku mau bikin kamu pingsan dulu"


kata Julian sambil mencium kening dan memeluk dari belakang gadis pujaannya itu.


"Ehh ngapain sih, malu sama mas ILO" kata Kiran berusaha melepaskan pelukan Julian.


"Biarin, tadi kamu cium dan memeluk mas ILO juga nggak apa-apa" bantah Julian dan terus memeluk Kiran.


"Kalian ini tau aku jomblo malah mesra-mesraan di hadapan ku bikin sensi saja" kata ILO dan semua tertawa.


"Aduh ramenya, sampai nggak tahu siapa yang sakit" kata seorang wanita yang tiba-tiba masuk keruangan.


"Mbak Ana...kemana saja?" kata Kiran sambil memeluk Ana setelah Julian melepaskan pelukannya.


"Kiran dan ILO...maafkan mbak. Kemarin ponsel mbak rusak" jawab Ana setelah Kiran melepaskan pelukannya.


***

__ADS_1


Mohon like, komentar, favorite dan votenya ya..


Terima kasih..


__ADS_2