Love In Underground

Love In Underground
Duduk persoalan


__ADS_3

Kemudian Ana pun menjelaskan,bahwa beberapa hari yang lalu Angga datang menemui Ana dirumah.


Angga tidak mau bercerai, kalau pun bercerai dia minta harta gono-gini bagian dia yang 80 persen. Kalau tidak Kiran sebagai gantinya.


"Aku marah sekali,waktu itu aku sudah rekam semua omongannya. Tapi dia tahu, langsung dia merebut ponselku dan membantingnya. Kemudian dia pergi" jelas Ana.


"Mungkin habis dari rumah, mas Angga ketempatku mbak. Mas Angga marah-marah mencari Kiran. Aku waktu itu pas pulang dari Lamongan." cerita ILO.


"Kiran tidak ada disini,aku jawab begitu saat dia tanya Kiran. Karena Kiran memang tidak ada di Showroom dan bengkel. Eh...lantas dia dan anak buahnya menghancurkan dan membakar semuanya. Teman dan karyawanku sibuk memadamkan api. Aku mengejar Angga dan anak buahnya, pikirku kalau satu lawan satu aku bisa mengatasi. Waktu itu mereka main keroyokan..sampai akhirnya aku ketemu JKiran dan Julian "jelas ILO panjang lebar.


"Kamu itu dari dulu menantang bahaya" kata Ana.


"Terus sekarang Angganya dimana?" lanjut Ana.


"Kemarin langsung ditangkap polisi mbak" jawab Julian.


"Biar membusuk dia di penjara" kata Ana geram.


Mas Angga menjadikan aku sasarannya, untuk membalas sakit hatinya pada mbak Ana" kata Kiran dan air matanya pun menetes.


"Sudah jangan menangis, yang penting dia sudah dipenjara sekarang. Om Ari tak kan membiarkan dia lepas dari jeratan hukuman" kata Julian mencoba menenangkan hati Kiran.


Karena tak kunjung diam, Julian pun memeluk Kiran.


"Oya Mbak Ana dan mas ILO...saya sungguh berniat mau menikahi Kiran. Kemarin Kiran sudah aku perkenalkan sama papa dan mamaku"kata Julian berusaha mengalihkan topik, agar Kiran tidak sedih lagi.


"Baguslah, karena Kiran memang perlu ada yang menjaga dan mengayomi.Tapi kapan?" tanya Ana.


"Secepatnya mbak" jawab Julian.


"Melihat kalian seperti ini, kapan ya calon istriku menemuiku?" kata ILO.


Mendengar kata-kata ILO, Kiran teringat akan Helen.

__ADS_1


"Sebentar lagi mas, kurang lebih nanti jam setengah tiga sore.


Mas ILO akan bertemu jodohnya" Jawab Kiran yang masih dalam pelukan Julian."Siapa sih yang? jadi penasaran?" tanya Julian.


"Ada deh nanti juga tahu" kata Kiran menggoda.


"Kamu itu jangan bikin mas ILO pusing,kan tahu mas baru sembuh!?" kata ILO.


"Pokoknya tunggu aja nanti" kata Kiran sambil tersenyum.


"Oya Mbak Ana, tahu kabar kami di rumah sakit dari siapa?" tanya Kiran.


"Dari temanmu, waktu masuk kerja tadi aku berpapasan. Dan dia menceritakan kalau kalian ada dirumah sakit. Aku langsung minta cuti beberapa hari dan langsung kesini" jawab Ana.


"Atun kamu memang bisa di andalkan..!" kata Kiran dalam hati.


"Mbak Ana dan mas ILO, saya mau ijin bawa Kiran jalan-jalan dulu" pinta Julian.


"Kiran sayang...dari kemarin kamu itu nangis terus, sampai nggak ada waktu buat aku. Ayo keluar sebentar cari es cream?" bpinta Julian


Ana dan ILO menggelengkan kepala melihat tingkah polah Julian dan Kiran.


"Sana pergi, kenali lah calon suamimu lebih jauh.." bujuk Ana


Kiran pun tersipu-sipu, dia pun menarik tangan Julian keluar ruangan "daaaa...semuanya!" pamit Kiran.


Ana dan ILO pun tertawa. "Tadi di ajak nggak mau, sekarang narik-narik. Sifat perempuan susah di tebak" gumam Julian.


Mendengar hal itu,Kiran hanya tersenyum simpul.


"Kita makan di luar rumah sakit ya, biar tidak bau obat" kata Julian.


"Boleh, makan soto atau rawon kayaknya segar nih.." pinta Kiran.

__ADS_1


"Itu disana ada yang jual rawon,ayo kesana!"ajak Julian."ayo.."timpal Kiran,dan mereka bergegas ke warung yang jual rawon.


"Bu Nasi dan Rawon dua, es lemon tea dua ya..!" pesan Julian.


"Di sini saja ya..." kata Kiran saat berada di bangku sudut warung rawon.


Julian dan Kiran duduk berhadapan. Sambil menunggu makanan di hidangkan, Kiran dan Julian Krupik kulit sapi yang ada di atas meja.


"Sayang, siapa sih yang akan bertemu mas ILO?" tanya Julian.


"Ya mbak Helen lah... siapa lagi?" jawab Kiran.


"Ya Allah... aku kira sama siapa! aku jadi kasihan sama mbak Helen bila mereka tidak balikan." kata ILO.


"Tapi...'" Kiran tiba-tiba berubah sedih.


"Tapi kenapa?" tanya Julian.


'"Apa bisa ya mereka menikah? kalau kita menikah?" tanya Kiran.


"Besok kita tanyakan sama Ustad ya..." jawab Julian. Dan mereka segera menyantap Tawon yang sudah dihidangkan pelayan warung rawon.


***


**Adik ipar sama adik ipar


Kakak ipar sama kakak ipar


?????


Mohon like, komentar, favorite dan votenya ya..


Terima kasih**..

__ADS_1


__ADS_2