
Beberapa menit kemudian, Mereka telah masuk ke dalam bis Executive jurusan Surabaya-Pasuruhan yang berada di terminal Bungurasih itu.
Karena bertepatan dengan hari libur nasional, sehingga hampir semua bis banyak yang penuh.
Jack, Kiran dan Atun beruntung memperoleh tempat duduk paling belakang.
"Nggak apa-apa kan, kita duduk yang paling belakang..!!" ucap Jack yang mempersilahkan Atun duduk di pinggir samping jendela, kemudian Kiran di tengah dan dia di sebelahnya Kiran.
"Nggak apa-apa, yang penting dapat tempat duduk...!" kata Kiran yang menaruh tasnya di belakang kursi, dan demikian juga Atun dan Jack.
"Kira-kira kita sampai di rumah kamu jam berapa?" tanya Atun yang mulai memasang headset di ponselnya dan mengotak-atik ponselnya.
"Kalau tidak macet kita sampai di terminal lama pukul 23.00 wib. Terus kita nanti oper angkutan kecil, kurang lebih satu jam kita sampai di kampungku. Jadi ya kurang lebihnya jam 12 malam kita sampai di rumah ...!" kata Jack yang sudah memposisikan dirinya untuk duduk di atas kursi itu.
Sementara itu, bus semakin lama-semakin penuh, dan suasana semakin penat.
Ini adalah saat pertama kalinya Jack dan Kiran duduk berdekatan selain saat naik sepeda motor.
Keduanya saling bertatap muka dan saling melemparkan senyum mereka.
"Kalau mau tidur, tidur saja. Nanti aku bangunkan..!!" kata jack yang kemudian kemudian melihat ke depan, karena kondektur sudah melakukan tugasnya di antara desakan para penumpangnya.
Kiran tahu siapa yang di lihat Jack, Perempuan itu pun mengeluarkan dompet dalam tasnya.
"Sudah masukkan kembali, biar aku yang bayarin kalian..!" ucap Jack yang sempat melihat ke arah Kiran.
"Ya..tapi Jack..!!" seru Kiran yang masih saja tidak menuruti kata Si Jack.
"Masukkan lagi dompet kamu..!!" kata si Jack dengan nada sedikit meninggi.
"Nggak ah Jack, biar aku bayar sendiri..!!" seru Kiran yang masih mengeyel.
Jack sedikit emosi, di ambillah dompet Kiran dan di pegangnya kuat-kuat.
"Jack..!!" panggil Kiran, karena dia belum sempat mengambil uang untuk bayar ongkos naik bis pada kondektur.
Tiba giliran Jack yang di tarik ongkos naik bis oleh kondektur bis tersebut.
Setelah membayar ongkos mereka, Jack mengembalikan dompet Kiran secara utuh.
Kiran menerimanya dengan sedikit kesal. Kemudian dia bersandar pada Atun, yang sudah terlelap dalam tidurnya dengan headset ada di telinganya.
Dan perempuan itu, pura-pura memejamkan matanya.
Jack merasa canggung dan bersalah, dengan caranya memaksa Kiran seperti tadi.
Dengan mengumpulkan keberaniannya, Jack memegang jemari Kirana yang berada di atas paha kiri perempuan yang ada di sampingnya itu.
__ADS_1
"Ran, maaf bila cara ku salah. Aku harap kamu jangan marah ya sayang..!" ucap lirih Jack pada Kiran yang pura-pura sedang tidur.
Selang beberapa menit, Kiran membuka matanya dan melihat Jack yang duduk bersandar, dengan mata terpejam.
Dan jari tangannya masih memegang tangan Kiran.
"Jack, Kiran nggak marah kok..! hanya kesal saja..!" ucap lirih Kiran yang tentu saja di dengarkan oleh si Jack.
Jack mempererat pegangan tangannya, Kiran pun terkejut.
Kiran melihat ke arah Jack, laki-laki itu pun tersenyum tanpa membuka matanya dan berseru
"Terima kasih ya, sudah tidur saja lagi..!!"
Kiran pun mengulas senyumnya, dan kemudian memposisikan kembali dirinya tidur bersandar di bahu sahabatnya Atun, yang masih terlelap itu.
Kini Kiran pun ikut terlelap dalam mimpinya.
Satu jam kemudian, terjadi kemacetan yang begitu panjang.
Jack terbangun, dan melihat situasi dan kondisi yang terjadi.
Kernet bis yang sebelumnya keluar untuk melihat keadaan, kembali naik ke dalam bis.
"Harap tenang, ada kecelakaan di depan..!" seru kernet tadi.
"Kecelakaan apa dengan apa Net..?" tanya salah satu penumpang.
"Truck muatan pasir sama sepeda motor..! posisinya di kanan jalan..!' jawab si kernet itu.
Bis jurusan Surabaya Pasuruhan itu melintasi tempat kejadian kecelakaan dengan perlahan-lahan.
Kiran yang semula bersandar di bahu Atun, kini bergantian bersandar di bahu si Jack dengan telapak tangannya menutup ke mukanya.
Jack terdiam, dia saat ini merasakan jantungnya yang berdecak tak karuan.
Tiba-tiba bis yang mereka tumpangi, melewati jalan yang berlubang.
Dan tentu saja membuat Kiran bergoyang, dan Jack reflek memeluk Kiran, karena takut perempuan yang ada dalam hatinya itu terbentur jok kursi di depannya.
Kiran dengan terpaksa menerima pelukan Jack, karena dia juga takut bila akan berpengaruh pada kandungannya.
Akhirnya jalan berlubang itu pun telah mereka lalui, Kirana melepaskan diri dari pelukan Jack.
"Maaf, aku khawatir saja pada keadaan kamu..!!" ucap Jack dengan rasa bersalahnya.
"Nggak apa-apa kok..! kan kita nggak tahu tentang apa yang terjadi saat ini..!!" balas Kiran yang kemudian memposisikan dirinya duduk tegap kembali.
"Makasih Kiran..!" kata Jack dan Kiran pun mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Hm..hm..! berasa nonton FTV..!!" celetuk seorang gadis yang tak lain Atun yang ternyata sedari tadi sudah bangun dan memeperhatikan dua sejoli yang sedang memadu kasih.
"Eh, sejak kapan kamu bangun Tun..?" tanya Kiran yang wajahnya sedikit memerah.
"Ya sejak ajud-ajudan tadi..!!" jawab Atun yang kemudian memasukkan ponsel beserta headsetnya ke dalam tas kecilnya.
"Kalau ada Gilang pasti kami yang melihat FTV..!!" celetuk Jack yang membalas celetukan Atun.
"He .he..! iya mungkin..!" kata Atun sembari tersenyum.
"Sudah dekat, ambil tas kalian .!!" seru Jack kemudian saat melihat ke luar jendela yang walaupun gelap, namun dia hafal betul kota kelahirannya itu.
Atun dan Kiran segera berdiri dan mengambil tas mereka masing-masing, dengan di bantu oleh Jack.
"Net, jangan lupa..! terminal lama ya...!!" seru si Jack yang kemudian melangkah maju, guna memberi jalan pada Kiran dan Atun untuk keluar dari tempat duduknya.
"Siap bos..!!" balas si kernet yang kemudian menyiapkan uang koin.
"Tekk..tekk...tekkk..tekk..!!"
"Ya terminal lama..terminal lama..!!"
Si kernet itu memukulkan koin uang pada kaca pintu bis dan berseru lokasi yang jadi tujuan penumpangnya untuk turun dari bis yang mereka tumpangi.
Dan bis pun menepi di depan terminal lama sesuai arahan si Jack.
Tak berapa lama mereka bertiga sudah turun dari bis yang mereka tumpangi.
Jack mengajak Kiran dan Atun masuk ke terminal, dan tak lupa dia membawa tas ransel milik Kiran.
Ketiganya berjalan masuk ke dalam terminal, yang walaupun sudah larut malam ternyata masih ada beberapa angkutan yang ngetime malam ini.
"Tumben masih rame..!!" kata Jack saat melihat situasi di depannya.
"Mungkin karena bertepatan dengan tanggal merah, kan banyak orang yang mudik..!!" ucap Kiran yang juga di benarkan oleh Atun.
Jack kemudian menghampiri sebuah angkutan jurusan ke desanya yang hampir penuh.
...~¥~....
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1