
Selesai sholat Jack keluar dari kamar dan alangkah terkejutnya dia karena Ana sudah ada di depan pintu.
"Jack..! sedang apa kamu di sini..?" tanya Ana yang penasaran.
"Sholat mbak..!" jawab Jack yang jujur.
"Iya, tahu kalau kamu sedang sholat..!!" ucap Ana yang mengarahkan tangan agar Jack duduk di ruang tamu.
Tak berapa lama Kiran yang selesai mandi, berjalan menuju ke kamarnya.
Dia melihat kakaknya Ana, Agung Prasetya dan juga Jack berada di ruang tamu.
"Mbak Ana, sudah pulang mbak..?" tanya Kiran.
"Iya, mbak ingin bicara padamu..!" jawab Ana yang menoleh ke arah Kiran.
"Oh..iya mbak sebentar ya..! Kiran mau sholat dulu...!!" ucap Kiran yang kemudian masuk ke kamarnya dan segera menunaikan kewajibannya.
Beberapa menit kemudian, Kiran telah selesai sholat dan menghampiri semua orang yang berada di ruang tamu.
"Ada apa ya mbak..??" tanya Kiran yang penasaran.
"Kamu sama Jack berdua di sini..? kalian nggak ngapa-ngapainkan..??" tanya Ana khawatir.
"Ngapain apa sih mbak..? Kiran kan pulang kerjanya sekarang lebih sore, dan Kiran nggak barengan dengan Atun. Karena itulah Jack menjemputmu. Sesampainya di rumah, aku mandi dan Jack sholat. Itu aja..!!" jelas Kiran seraya ikut duduk di ruang tamu itu.
"Benar hanya itu..?"tanya Ana memastikannya.
"Iya mbak..!" jawab Kiran dengan pasti.
Ana menatap Kiran dan Jack bergantian.
"Baiklah mbak percaya, kalian tidak berbuat apa-apa di rumah ini..!" kata Ana lega.
"Tapi kayaknya ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan kayaknya..?" tanya Agung Prasetya yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Benar, saya mau minta ijin pada mbak Ana selaku kakak dari Kiran..!" kata Si Jack dengan hati-hati.
"Ijin apa Jack..?" tanya Ana penasaran.
"Hari Sabtu, Kodok menikah. Aku akan mengajak Kiran ke rumah ku sekalian memenuhi undangan pernikahan Kodok." jawab Jack masih dengan hati-hati.
"Apa hanya Kiran saja..?" tanya Ana yang penasaran.
"NNggak mbak nanti sama Atun juga mbak..!" sahut Kiran.
"Baiklah, kalian akan berangkat kapan..?" tanya Agung Prasetya sambil makan camilan di toples.
"Jum'at malam, agar bisa lihat ijab kobulnya si Kodok..!" jawab kiran yang meyakinkan kakaknya.
__ADS_1
"Mbak memberi ijin, tapi ingat kalian jangan kebablasan..!!" pesan Ana.
"Iya mbak, Kiran tahu itu..! makasih ya mbak...!" ucap Kiran yang sebelumnya duduk berjauhan dengan Ana, kemudian dia mendekati kakaknya itu.
"Iya..!!" seraya memegang tangan adiknya.
"Kiran ingin bertemu ibu yang melahirkan Jack dan juga putri serta adik-adik Jack, mbak...!!" jelas Kiran.
"Ya sudah mbak berdo'a d setelah semoga kalian berjodoh ya..!!" ucap Ana yang kemudian memeluk adiknya itu.
Dan Kiran membalas pelukan kakaknya Ana.
"Nah sekarang kamu, Jack..! jaga Kiran ya..! kami percaya kalau kamu itu orang baik..!" ucap Agung Prasetya yang merasa ikut memikirkan Kiran, karena sebentar lagi dia akan menjadi kakak Ipar Kiran.
"Iya mas, saya janji akan jaga Kiran seutuhnya..!"jawab Jack yang sungguh-sungguh.
"Mbak lega, uang mbak inginkan agar kiran bahagia." ucap Ana.
Kemudian mereka bercanda dan saling berbagi informasi hingga jam dinding menunjukkan pukul 22.00 Wib.
"Mbak Ana, Kiran.. saya undur diri ya..!!" pamit si Jack yang di susul agung Prasetya yang juga undur diri.
"Iya, hati-hati ya untuk kalian semuanya..!!" ucap Ana yang bersama Kiran mengantarkan kedua laki-laki itu berjalan ke teras dan menuju ke kendaraan masing-masing.
"Assalamu'alaikum..!!" salam dari Jack dan Agung Prasetya secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam...! hati-hati ya..!!" balas Kiran dan Ana seraya melambaikan tangan mereka.
"Mbak dan ILo setuju saja kamu dengan Jack..! tapi kami nggak tahu dengan Ayah bunda" kata Ana saat menutup pintu rumahnya.
"Iya mbak, do'akan saja ya.." Kiran. Dan mereka pun kemudian menuju ke kamar masing-masing.
...****...
Hari berganti hari, tibalah hari Jum'at saat pulang kerja.
"Jack...lama ya ningguinnya..?" tanya Kiran yang keluar dari perusahaan dan menghampiri si Jack.
"Belum, belum genap sehari...! he..he..!" jawab Jack seraya memberikan helmnya pada Kiran.
"Rupanya bisa ngebanyol juga...!!" seru Kiran saat menerima helm dari si Jack.
"Kau kira aku nggak bisa..?" Jack yang balik bertanya.
"He..he.! Sudahlah, ayo kita pulang. Nanti bisa kemalaman naik bisnya..!" ucap Kiran seraya menepuk punggung si Jack.
"Ok..! ayo..!!" balas Jack seraya menyalakan sepeda motornya.
Sepeda motor itu perlahan-lahan melaju ke perumahan dimana rumah Ana berada.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Ana, waktu sudah menjelang sholat Maghrib.
Kiran segera mandi dan si Jack mengambil air wudlu dan menunaikan sholat Maghrib.
Setelah mandi, Kiran pun menuju kamarnya dan menunaikan sholat Maghrib, sedangkan Jack sudah berada di ruang tamu.
Menunggu Kiran yang sedang sholat.
Usai sholat Maghrib, Kiran mengambil tas ransel yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Rani tadi pagi sebelum berangkat kerja.
Dan merekapun pergi menuju tempat kos, dan ternyata Gilang dan Atun sedang duduk di kursi plastik warung kopi.
"Kalian menungguku..?"tanya Kiran pada saat menghampiri Atun dan Gilang.
"Ya iyalah...! habisnya nungguin siapa lagi..!" jawab Atun yang kemudian berdiri dari duduknya.
"Kalau begitu,ayo berangkat..!" seru Gilang yang kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke mobil.
"Iya nunggu Jack dulu..!!" ucap Kiran yang melihat ke arah di Jack.
Sementara Jack yang sehabis memasukkan sepeda motornya ku warung kopinya, kini mengunci warung tersebut.
"oiya Lang, apa kamu ikut ke Pasuruhan? "tanya Kiran di sela-sela menunggu si Jack.
"Nggak aku cuma ngantar kalian sampai di Terminal Bungurasih saja...!" jawab Gilang seraya membukakan pintu mobil buat Atun, kemudian membukakan pintu mobil buat Kiran.
Jack yang sudah selesai mengunci semua pintu warung kopinya, kemudian masuk ke mobilnya.
Dan mobil itu berjalan perlahan ke jalan raya, dan kemudian dengan kecepatan sedang melaju ke terminal Bungurasih.
"Jack, aku titip Atun ya..!" ucap Gilang tiba-tiba.
"Iya, Ceritanya aku pengawal dua bidadari ya.,!" ucap Jack seraya tertawa kecil.
"Ya bisa di bilang begitulah..!!" balas Kirana saat ada di dalam mobil sambil tersenyum.
Mereka saling menyanyi dan bersendau-gurau. Dan tak terasa sudah sampai di terminal Bungurasih, terminal pemberhentian bus antar kota itu.
Sesampainya di terminal, Gilang berpamitan pada Atun, Kiran dan Jack. Karena Gilang sedang di buru target mengerjakan sablon kaosnya.
Sementara satu orang laki-laki dan dua orang perempuan itu, melangkahkan kaki menuju ke Masjid atau musholla, karena menunjukkan waktu untuk sholat isya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...