Love In Underground

Love In Underground
Mangga Alpukat dan Merenda Senja


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan jam satu siang, dan rombongan Jack sekeluarga pun sampai di rumah.


Setelah menidurkan Aya di tempat tidurnya, semuanya mengerjakan sholat Dhuhur berjama'ah. Dengan Jack sebagai Imam di musholla keluarga yang ada.


"Ran, setelah sholat Ashar nanti ikut aku sebentar ya..!!" pinta Jack saat selesai sholat dan ibu serta kedua adiknya berjalan menuju ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat.


"Kemana Jack..?" tanya Kiran yang penasaran seraya menaruh mukenanya di tempatnya.


"Ada deh, sana istirahat dulu..!!" ucap Jack yang menaruh sarung dan pecinya di tempat yang sama dengan Kiran namun beda sisi.


"Oke deh..! asal nggak masuk sumur atau jurang..!!" kata Kiran sambil mengulas senyum.


"Apa'an Dan garing..candaan lama tuh..!!" goda Jack dengan sedikit berlari.


"Jack..! awas kau ya...!!" seru Kiran.


Kiran hendak mengejar Jack, namun pandangannya tiba-tiba tertarik pada buah kuning yang menggantung di pohon.


Perempuan itu segera menghampiri buah itu.


"Eh...Kiran, mau kemana..?" tanya Jack dalam hati yang penasaran dan kemudian mengikutinya.



"Jack..!! aku mau itu...!" seru Kiran seraya menunjuk ke arah buah mangga itu.


"Yang mana..?" tanya Jack seraya melihat buah mangga yang menggantung itu.


"Yang matang itu Jack..!" seru Kiran seraya menunjuk ke arah buah mangga yang menggantung dan matang.


"Oh yang itu..!!" balas Jack yang kemudian mengambil galah untuk mengambil buah mangga yang jadi incaran Kiran.


Kurang lebih ada sepuluh buah mangga yang di ambil oleh Jack.


"Ran...! ambil pisau sama sendok ya..!!" pinta Jack pada Kiran saat memegang hasil buruannya.


"Oiya..!" ucap Kiran yang kemudian berjalan menuju ke dapur.


Tak berapa lama Kiran kembali dengan membawa pisau dan juga dua buah sendok.


"Sebenarnya buat apa pakai sendok segala .? bukannya piring sama garpu...?!" pikir Kiran dalam hati yang penasaran.


Ternyata Jack sudah duduk di tepi teras rumah dengan buah mangga yang sudah terkumpul.


"Ini Jack sendok dan pisaunya..!!" ucap Kiran seraya memberikan sendok dan pisaunya.


"Pisaunya saja, kalau sendok bawa aja dulu..!!" ucap Jack yang kemudian mengiris buah mangga yang di pegangnya.



"Eh..kok bisa begini..? seperti buah Alpukat saja..!!" ucap Kiran saat menerima buah mangga dari Jack.

__ADS_1


" Ini memang mangga Alpukat, jadi cara makannya sama Alpukat. Pakai sendok cara makannya..!" ucap Jack sambil melummat biji buah mangga itu.


Kiran pun mencoba menyendoknya dan menelannya pelan-pelan untuk merasakan rasanya.


"Hmm...manis..!!" ucap Kiran seraya tersenyum.


"Manis ya, seperti yang makan..!" kata Jack seraya mengulas senyum pada Kiran.


"Gombal..!!" umpat Kiran sambil meruncingkan bibirnya.


"Eh, beneran kamu manis, buktinya semut selalu mengikuti kamu..!" goda Jack seraya mengambil satu sendok yang belum terpakai, untuk memakan mangga alpukat itu.


"Mana..! nggak ada semut di sini..! kamu salah Jack..!" seru Kiran seraya melihat ke arah samping kanan dan kirinya.


"Semutnya itu aku..! he..he..!!" ucap Jack seraya tertawa renyah.


"Nggak lucu..!!" ucap Kiran yang melanjutkan makan mangga Alpukatnya.


Jack pun menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Jack, aku kalau di kampung sering makan pepaya yang di belah kaya gini...!!" ucap Kiran setelah selesai makan mangganya.


"Oya..!?" tanya Jack yang penasaran.


"Iya, tapi pepaya yang kecil- kecil, udah pernah di panen beberapa kali. Kan nggak layak di jual tuh, makanya sering dimakan sendiri. Karena ukurannya yang kecil-kecil...makanya kalau makan pakai sendok..!!" jelas Kiran.


"O..begitu..! " ucap Jack sambil menganggukan kepalanya tanda mengerti dan paham.


Tak berapa lama terdengar adzan sholat Ashar.


Dan Mereka pun sholat Ashar bergantian.


"Kita berangkat sekarang ya..!" kata Jack saat setelah sholat Ashar.


"Sebetulnya kita kemana...?!" tanya kiran yang penasaran.


"Sudah nanti juga tahu..!!" Jawab Jack yang mengambil sepeda motornya dan menyerahkan helm pada Kiran.


Karena Ibu dan yang lainya belum bangun dari tidur siang mereka, Jack hanya berpamitan dengan Adiknya Ahmad yang sedari tadi ngurusin ayamnya.


Sepeda motor itu melaju dengan kecepatan sedang, menuju ke sebuah danau yang ada di belakang rumah Jack.


Namun harus di tempuh dengan sepeda motor , karena jaraknya yang lumayan jauh.


Dan mereka memilih memakai sepeda motor untuk transportasi mereka.


Tak berapa lama, mereka pun sampai dan saat ini Jack dan Kiran sedang memarkirkan sepeda motor mereka.


"Belum ramai nampaknya..!!" ucap Jack saat sedang memarkirkan sepeda motornya.


__ADS_1


"Segini banyaknya belum ramai Jack..!!" seru Kiran yang melihat banyak orang yang sedang berselfi ria di tepi danau itu.


"He..he..!! biasanya lebih padat lagi..!!" ucap Jack yang kemudian mengajak Kiran membeli camilan dan juga minuman.


Setelah itu mereka mencari tempat yang agak sepi pengunjung.



"Di sana saja Jack...!!" seru Kiran yang seraya menunjukkan tempat yang begitu bagus buat Selfi.


"Lihat noh...Antriannya bejibun...!!" ucap Jack seraya menunjukkan antrian yang begitu panjangnya.


Jack kemudian menggelung rambutnya dan menutupnya dengan topinya.


"Kamu nampak lain Jack..!!" kata Kiran yang terus melihat ke arah Jack.



Matahari semakin menunjukkan bias jingganya dan menunjukkan dia hendak pergi menuju ke peraduannya.


"Jack makasih ya..!!" kata Kiran seraya menikmati indahnya matahari terbenam.


"Makasih untuk apa..? tanya Jack yang penasaran.


"Semuanya..! terutama yang ini..!!" seraya menunjuk ke matahari yang hampir tenggelam.


"Aku hanya ingin membuatmu bahagia sesuai kemampuan aku, aku bukan Don Juan yang bisa mengajakmu Plesiran ke luar negeri maupun ke Bali atau ke pulau Lombok...!! Ya inilah aku dengan apa adanya...!!" ucap yang menatap ke wajah manis Kiran yang tambah mempesona maka kala terkena bias senja matahari yang tenggelam.


" Jack..! aku akan menerimamu apa adanya, karena itulah kamu menerima aku apa adanya juga ya Jack..!!" kata Kiran lirih dan membalas tatapan si Jack.


"Sudah mau Adzan Maghrib..! kita pulang yuk...!!" ucap Jack dan Kiran pun menyetujuinya.


Setelah menghabiskan makanan dan minuman mereka, keduanya pun perlahan meninggalkan danau itu.


Mereka pulang kembali ke rumah dengan menggunakan sepeda motor sport milik Ahmad yang tadi mereka gunakan.


"Pegangan ya Ran...! aku mau ngebut, ibu pasti marah jika Maghrib belum sampai rumah..!!" seru Jack dan Kiran pun mempererat peganganya.


Dan tak berapa lama, mereka sampai telah sampai di depan rumah Jack.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang telah menunggui mereka sejak tadi.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2