Love In Underground

Love In Underground
Mengenal Keluarga Kiran


__ADS_3

Selepas Maghrib, Kiran datang ke warung kopi si Jack.


"Assalamu'alaikum..!!" salam Kiran saat berada di depan pintu warung kopi yang telah tutup.


"Wa'alaikumsalam..!!" balas Jack dari dalam warung kopi.


"Ayo Jack..!!" ajak Kiran dan Jack mengunci pintu warung kopinya.


Dan mereka pun segera naik sepeda motor dan melajukannya menyusuri sepanjang jalan menuju ke rumah Ana.


"Ran, mampir dulu yuk..!!" ajak Jack saat berhenti di depan penjual martabak telur yang baru saja buka.


"Mau apa..??" tanya Kiran yang terkejut.


"Beli martabak dulu..! buat oleh-oleh..!" kata Jack dan mereka pun turun, Jack pun memesan dua porsi martabak special pada pedagangnya.


Hal ini kembali mengingatkan Kiran pada saat Julian yang juga membeli martabak untuk oleh-oleh pada saat kencan pertamanya dulu.


📆Flashback On


Julian pun menepikan sepeda motornya, setelah tahu ada penjual es degan di pinggir jalan.


Mereka turun dari sepeda motor dan Julian segera memesan dua gelas es degan.


Disamping penjual es Degan itu ada gerobak penjual martabak


"Tunggu disini ya..!" pinta Julian pada Kiran. Julian berjalan ke gerobak martabak untuk memesan dua martabak special.


Kemudian Julian menghampiri Kiran yang sedang duduk dan menikmati es degannya.


"Kamu beli apa?" tanya Kiran.


"Oh,.itu buat oleh-oleh yang dirumah" Jawab Julian.


"Oh..."Kiran mengangguk.


"Ini cak martabaknya" kata penjual martabak, Julian pun segera membayarnya dan juga membayar Es degan mereka.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Ana.


***


Akhirnya mereka sampai di depan rumah Ana.


Di lihatnya mobil Julian terparkir di sana.


"Assalamu'alaikum.." salam Kiran saat masuk rumah.


"Wa'alaikumsalam.."jawab ILO dan Ana bersamaan.


"Widih yang berbunga-bunga" goda ILO.


"Memangnya ada apa Antara mereka?" tanya Ana pada ILO.


"Hm..hm.." ILO cuma menjawab dengan deheman.


"Apa sih mas ILO, lha kita cuma berteman" jawab Kiran agar tidak salah paham.

__ADS_1


"Teman tapi mesra..." goda ILO lagi.


"Dah ah, mandi dulu.."kata Kiran sambil melempar bantal sofa ke arah ILO.


"oh iya Mas mbak, ini sedikit oleh-oleh" Kata Julian saat menghentikan tawanya.


"Mencium aromanya, martabak pasti. he..he..sering-sering ya, kalau mau dapat restu kami.ha..ha." kata ILO sambil tertawa.dan semuanya pun tertawa.


Setelah mandi dan berhias diri, Kiran pun keluar kamar.


Kiran yang memakai baju warna putih dengan setelan rok putih selutut dengan rambut terurai.


Julian tak melepaskan pandangannya.


"Kiran kamu beda sekali" kata Julian dalam hati.


"Kiran, kamu balik ke kos temanmu. Mas ILO malam ini juga balik ke Lamongan. Mbak Ana jarang dirumah,nggak mungkin kan Julian tidur disini?" kata ILO sambil melirik Julian.


Julian yang sedang makan martabak pun tersedak ,buru-buru Kiran ambilkan air putih untuk Julian.


"Mas ILO.." kata Kiran sambil menggelengkan kepalanya.


"Sorry bro.." kata ILO pada Julian sambil mempertemukan kedua telapak tangannya.


Julian pun mengacungkan jempol tanda memaafkan ILO.


📆Flashback Off.


"Ran..hei..Kiran...!!" panggil Jack seraya melambaikan tangannya di hadapan Kiran.


"Kamu kenapa..?" tanya Jack yang penasaran.


"Ingat Julian saja Jack...! dulu Julian juga beli martabak buat oleh-oleh mbak Ana dan Mas ILO...!!" jawab Kiran yang menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes.


"Rasanya sakit sekali, tapi buat apa cemburu pada orang yang telah tiada..?" batin Jack yang menatap Kiran dalam-dalam.


"Cak ini martabaknya..!!" ucap penjual martabak itu seraya menyerahkan martabak pesanan Si Jack.


"Terima kasih cak.." ucap Jack seraya mengajak Kiran kembali naik ke sepeda motornya.


"Sudah, jangan sedih lagi..! kan ada aku di sini..!!" ucap Jack saat memberikan helm pada Kiran dan dia pun memakai helmnya juga.


"Iya Jack, ma'af karena kembali teringat Julian..!" kata Kiran yang merasa bersalah.


"Jangan ingat Julian lagi ya..! ingat saja diriku saat ini..!!" ucap Jack seraya menarik tangan kiri Kiran dan mengkaitkan tangannya pada tangan Kiran.


Kini Kiran seperti memeluk Jack dari belakang.


Kembali mengingat kejadian dimana dia di bonceng oleh Julian dengan sepeda motornya.


Tak berapa lama mereka sampai di halaman rumah Ana.


Dilihat oleh Kiran sebuah sepeda motor milik kakaknya Ilo sudah terparkir.


"Jack, nampaknya kamu harus menghadapi dua orang atau lebih ya..?" kata Kiran sedikit cemas.


"Apa maksud kamu..??" tanya Jack yang penasaran.

__ADS_1


"Itu ada sepeda mas ILO, kemungkinan mbak Helen juga ada di sini..!!" jawab Kiran yang menebak-nebak.


"Serius...!! malah nggak apa-apa sekalian aku kenal semua keluargamu."kata Jack serius.


Dan mereka pun melangkah masuk ke teras dan mengetuk pintu rumah Ana.


"Tokk....tokkk.....tokkk....!!"


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam Jack dan Kiran yang hampir bersamaan.


"Wa'alaikumsalam..!!" balas semua orang yang ada di dalam rumah dan mereka pun menoleh ke sumber suara.


"Hei adikku yang paling cantik..!!" goda ILO seraya memeluk adiknya yang lama tak bertemu.


"Aduh mas..basi, adik mas kan cuma aku. Ya jelas saja aku cantik karena nggak ada saingannya..!!" gerutu Kiran sambil tersenyum.


"Kiran adik ipar dan calon adik ipar..!!" sapa Helen yang kemudian memeluk Kiran dan menciuminya seolah menumpahkan rasa kangennya.


"Eh, kakak ipar dan calon kakak ipar..!!" Kiran yang membalas ucapan dan pelukan Helen.


"Kamu ajak siapa dan..??" tanya ILO yang penasaran. Karena adiknya bersama seorang laki-laki berambut panjang dan memakai celana jean serta kaos hitam yang bersablon tulisan nama band underground.


"Oiya mas, kenalin ini Jack. Hmmm... teman dekat Kiran." kata Kiran yang memperkenalkan Jack pada kakak laki-lakinya.


Jack dan Iko saling berjabat tangan.


"Apa kau menjadikan dia pengganti Julian..??" tanya Helen penasaran saat menjabat tangan Jack.


Kiran menatap Jack dan kemudian dia pun menjawabnya.


"Ya....! aku akan menerima dia sebagai pengganti Julian." jawab Kiran yang kemudian menatap ILO dan Ana secara bergantian.


"Ada apa sih..? kok ramai sekali dari belakang sampai kedengaran lho..!!" seru Ana yang menghampiri adik-adiknya.


"Mbak Ana, ini Jack yang Kiran maksud."kata Kiran dan memperkenalkan Jack pada Ana.


Ana menerima uluran tangan Jack dan melihat dari atas sampai bawah fisik Si Jack.


"Oiya, ini ada martabak. semoga suka..!!" ucap Jack yang menyerahkan martabak yang di belinya tadi pada Ana.


Dan Ana pun menerimanya.


"Pantas saja dari tadi aku mencium aroma Martabak..! Jadi ingat mendiang Julian..!!" seru ILO seraya mengambil martabak dari tangan kakaknya Ana dan kemudian membuka martabak yang di bawa Jack.


"Mas ILO kalau ada martabak jadi lupa deh..!" goda Kiran dan semua tertawa.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2