Love In Underground

Love In Underground
Kedatangan keluarga Kiran


__ADS_3

"Berangkat dulu ya bro" pamit Gio pada Julian.


Julian hanya melambaikan tangan dan meneruskan memainkan gitarnya.


Kiran datang dengan membawa segelas air puti dan beberapa vitamin untuk Julian.


"Mas di minum dulu vitaminnya" kata Kiran.


"Aku tidak mau.Buang saja!" teriak Julian


"Mas ayolah di minum, biar kamu tetap sehat.." kata Kiran belum selesai sudah di potong Julian


."Vitamin itu sudah tidak ada efeknya buatku, jadi buat apa aku meminumnya. Buang.,...!"seru Julian.


"praaang...!!"


Tiba-tiba Julian membanting gelas di tangan Kiran. Gadis itu kaget, segera dia memungut pecahan gelas.


Tanpa sengaja, tangannya tergores pecahan gelas.


Darah segar menetes, Kiran berusaha menutupi, tapi darah yang keluar semakin banyak.


Kiran pun segera masuk ke rumah.


Julian kaget,kenapa Kiran tiba-tiba masuk rumah.


Di lihatnya di pecahan gelas ada darah segar. Julian pun segera menaruh gitarnya di kursi dan menyusul Kiran.


"Bibi, mbak Helen..apa ada obat luka" seru Kiran.


"Kenapa Kamu?" tanya Helen segera mengambil kotak P3K.


"Kena pecahan gelas" jawab Kiran.


Helen pun segera mengobati luka Kiran.


"Kiran...Kiran..maaf kan aku. kamu nggak apa-apa?" tanya Julian sambil tergopoh-gopoh mencari Kiran.

__ADS_1


"Kamu apakan Kiran, Kiran itu anak orang. Katanya kamu cinta, kenapa kamu buat berdarah..."kata Helen sedikit marah pada Julian.


Setelah mengobati Kiran, Helen memerintahkan Bibi membersihkan pecahan gelas.


"Sebentar lagi orang tua Kiran datang. Kalau tau anaknya terluka gimana?" kata mama Julian.


"Julian minta maaf, Julian hanya tak mau minum obat-obatan lagi. Julian jadi ingat di rumah sakit terus..." Julian membela diri.


"Aku sudah tak apa-apa.Hal seperti ini adalah sudah sering saya alami, kadang kena pisau, kadang kena bambu. Saya hanya panik,soalnya ini masih pagi.Jadi darah sulit berhenti" kata Kiran, yang tak mau semua menyalahkan Julian.


"Ayo keluar, ajari aku main gitar"ajak Kiran sambil tersenyum.


Melihat senyum Kiran,Julian ikut tersenyum lega. Mereka pun segera menuju ke teras.


Mama Julian dan Helen menggeleng- gelengkan kepala.


"Mereka memang jodoh ya Ma..saling melengkapi" kata Helen.


"iya, Kiran mampu mengatasi sifat kekanakan Julian" kata Eva lirih


Kiran duduk di kursi di mana Julian tadi duduk. Julian mengarahkan jari-jari Kiran ke nsenar gitar.Posisi Julian seperti memeluk Kiran dari belakang.


"Auw...kayaknya jari yang luka tadi kena senar gitar." kata Kiran tiba-tiba.


"coba lihat.." kata Julian.


Gadis itu menunjukan jari yang sakit tadi. Julian pun langsung mencium jari itu


"semoga cepat sembuh"kata Julian.


"Aamiin"jawab Kiran.


"Kamu aja yang main gitarnya, aku yang request lagunya he..he.." kata Kiran terkekeh sambil menyerahkan gitar pada empunya.


Beberapa menit kemudian..


"Pim.." suara klakson mobil masuk kehalaman rumah.

__ADS_1


"Mereka sudah datang" kata Julian


"Mama Papa..ada tamu" panggil Julian.


Kiran pun berdiri menyambut Orang tua dan kakaknya.


Kiran mama dan kemudian memeluk ILO.


"Semuanya sehat-sehat kan?" tanya Kiran


"Kami semuanya sehat, malah kami mengkhawatirkan kamu" jawab ILO sambil memeluk adiknya.


Kemesraan kedua kakak beradik itu membuat Julian dan Helen cemburu. "Mas ILO sudah sembuh" kata Kiran yang duduk di samping ILO


."Sudah adikku sayang" kata ILO sambil memencet hidung Kiran.


"Hm...hm... Kiran jaga sikap. Kamu sudah punya tunangan dan Mas mu juga punya pacar.Hargai mereka" kata Ayah Kiran.


"Iya Yah.." kata Kiran sambil beralih tempat duduk, kemudian dia duduk di samping Julian.


"Maaf, mereka kalo ketemu seperti itu.Tapi kalau sering bertemu malah kadang kayak kucing dan tikus.He,..he." kata Ayah Kiran.


"Katanya Nak Julian sakit,kok sepertinya sehat-sehat saja?" tanya Bunda Kiran.


"Iya,kami pun juga heran padahal dokter sudah angkat tangan. Kemarin saja dia masih terbaring, tadi pagi bisa bangun ke kamar mandi dan sholat subuh." jawab Mama Julian sambil mengusap rambut Julian.


""Itu kan karena perawat cinta" celetuk Helen.


"Perawat cinta? maksudnya?'" tanya ILO yang belum paham.


"Ya karena Kiran lah yang merawatnya.. siapa lagi..!!" jawab Helen dan semua pun tertawa.


Sedangkan Julian dan Kiran wajahnya memerah tersipu malu.


***


Terima kasih telah membaca novel karya saya..

__ADS_1


Mohon like dan dukungannya ya..


__ADS_2