Love In Underground

Love In Underground
Situasi yang tak diinginkan


__ADS_3

"Kita makan dulu ya Pa...Ma?" pinta Julian


"Terserah sopirnya aja.." jawab mama Julian.


Julian pun menepikan mobilnya setelah dekat dengan restoran yang ditujunya.


Setelah mobil terparkir, mereka segera keluar mobil dan berjalan menuju restoran.


Julian menggandeng Kiran, seolah tak mau lepas. Mama papanya Julian pun saling pandang dan tersenyum melihat kelakuan anak laki-lakinya itu.


Sampai di dalam restoran, mereka mencari bangku yang kosong.


Setelah mendapatkan bangku kosong, mereka segera duduk dan memanggil pelayan untuk minta daftar menu.


Selesai memesan, mereka berbincang-bincang kembali.


"Ma...pa Julian mau menikah" kata Julian serius.


"Aku mau menikah dengan Kiran, boleh kan Ma..pa?" lanjut Julian sambil memegang tangan Kiran yang ada diatas meja.


Semua pun menatap Julian,ada keseriusan terpancar di mata pria yang sedari tadi tak melepaskan tangannya dari Kiran.


"Julian, kalau kamu sudah yakin akan pilihanmu. Pastinya kami merestuimu kalian" kata Papa Julian.


"Asalkan kamu bahagia, kamipun ikut bahagia sayang" kata mama Julian.


"Aku lihat kalian serasi, yang satu ganteng dan yang satu cantik, iya kan Pa" kata mama Julian sambil melirik suaminya dan mereka pun tersenyum.


Kiran dan Julian saling pandang dan tersenyum dan tersirat ada kelegaan di hati mereka.


"Tinggal orang tuamu" bisik Julian pada Kiran. Kiran pun menepuk tangan Julian yang memegang tangan kanannya dan membalas Julian dengan anggukan.


Akhirnya makanan mereka datang. Dan mereka segera menyantap hidangan tersebut.


Setelah makan, Julian segera membayar makanan mereka.


Dan mereka berjalan menuju parkiran mobil.


Kemudian mereka segera masuk dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.


"Julian, sebetulnya papa ingin kamu nerusin usaha papa. Tapi kamu malah usaha sendiri, nanti mau papa wariskan sama siapa?" kata papa Julian.


"Mbak Helen saja suruh nikah pa, biar dapat anak laki-laki baru" jawab Julian santai.

__ADS_1


"Julian..tahu sendiri mbakmu di suruh nikah malah kabur..." kata Mama Julian kesal.


Tiba-tiba Julian menghentikan mobilnya.


Di lihatnya ada sepeda motor yang teronggok di pinggir jalan.


Sepertinya dia mengenal sepeda motor tersebut.


Dan ada empat buah motor yang tak di ketahuinya "ada kecelakaan kah?" kata Julian.


Kiran pun melihat sekeliling, dan dia mengenali salah satu sepeda motor tersebut.


Mereka melihat kerumunan, seperti mengepung seseorang.


"Mas ILO...!" pekik Kiran dan Kiran bergegas keluar mobil.


Julian melihat sesuatu yang tak di inginkan "Kiran jangan keluar..!" teriakan Julian seperti tak di dengarkan oleh Kiran.


"Papa,telfon om Ari dan Ambulan..!" seru Julian pada Papanya. Dan Julian keluar menyusul Kiran yang setengah berlari menuju kerumunan tersebut.


Dia pun menyibak orang yang menghalangi pandangannya, mencoba mencari tahu siapa korban kecelakaan itu.


"Mas ILO...!" jerit Kiran.


"Kenapa harus prgi?" kata Kiran dalam hati, lalu dia mengalihkan pandangannya ke sekeliling, dia pun mundur beberapa langkah.


"Mas Angga..."desis Kiran.


"Hallo manis, pucuk di cinta ulam pun tiba" kata pria yang sebelumnya memegang kerah baju ILO dan menyadari kemunculan Kiran dia melepaskannya.


"Ayo manis ikut denganku kita bersenang-senang.." kata Angga


"Mau apa kalian, kenapa kau sakiti Mas ILO?" tanya Kiran.


"Alah hanya buat kenang-kenangan saja" jawab Angga.


Ayo sini, kita lanjutkan yang dulu tertunda" kata Angga.


"Siapa dia bos?" tanya salah seorang anak buah Angga.


"Dialah yang aku cari selama ini" jawab Angga.


"pantesan kinyis-kinyis, lebih ranum dari kakaknya ha..ha.." kata anak buah Angga yang lainnya dan mereka tertawa di antara ketakutan Kiran dan ILO.

__ADS_1


"Pergi...!" jerit ILO saat memukul salah satu anak buah Angga dari belakang.


.Melihat ada kesempatan untuk lari, Kiran segera lari menjauhi tempat itu.


"Tolong-tolong...!!" jerit Kiran berusaha mencari bantuan.


"Kiran.," panggil Julian yang tadi menyusul Kiran dari belakang.


"Ternyata ada pahlawan kesiangan" kata Angga dengan senyum sinisnya.


"Serahkan gadis itu, maka aku biarkan kau pergi!" pinta Angga.


Julian memposisikan dirinya didepan Kiran.


"Tak kan kubiarkan.." bentak Julian.


"Kiran cepat masuk mobil" bisik Julian.


Kiran tanpa berkata-kata melangkahkan kakinya menuju mobil.


"Kurang ajar..serang dia!!" perintah Angga pada anak buahnya.


Karena kalah jumlah, jelas saja Julian kewalahan.


Baru beberapa jurus Julian terpukul mundur. "Julian..." teriak Kiran bersamaan dengan mama Julian.


"Pa..Ari cepat suruh kesini" pinta mama Julian


"Sudah ma, Sudah dalam perjalanan kesini" kata papa Julian.


"Kalian disini, aku bantu Julian...!" lanjutnya.Papa Julian pun keluar dari mobil.


Dia tak tega anaknya di kepung delapan penjahat.


Baru melangkahkan kakinya, rombongan polisi datang, dengan sigap polisi-polisi itu turun dari mobil patroli.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2