
Keesokan harinya, mereka sudah bersiap untuk kerja di perusahaan sepatu tempat mereka bekerja.
Pada saat menutup pintu kamar, ternyata Rosida teman baru Kiran dan Atun yang menempati kamar sebelah kamar Atun, juga sedang menutup dan mengunci pintu kamarnya.
"Selamat pagi..!!" salam Rosida saat melihat Kiran dan Atun yang akan melewatinya
"Eh Rosida..! pagi juga..! tumben berangkat pagi..?" tanya Kiran pada Rosida.
"Iya nih mau cari sarapan dulu..!" jawab Rosida sambil tersenyum.
"Lha biasanya apa nggak sarapan..?" tanya Atun saat mereka jalan beriringan menuruni tangga.
"Biasanya kan sarapan roti dan susu, saat ini stoknya habis. Nunggu gajian dulu..! he..he..!!" ucap Rosida.
"Ya sama aja kalau begitu..!!" sahut Kiran yang berjalan di belakang Atun dan Rosida.
"Oiya pulang nanti kita ngobrol-ngobrol lagi ya Ran...?!" pinta Rosida sambil menoleh ke arah Kiran.
"Wah kalau nanti sore, aku nggak bisa..! aku ada janji sama seseorang..!" kata Kiran yang sudah selesai menuruni tangga.
"Janji sama siapa..? pacar..?" tanya Rosida penasaran.
Saat mereka telah berada di jalan depan pagar dan hendak menyebrang jalan.
"Belum pacar, baru pedekate..pendekatan begitu ceritanya...!" sahut Atun saat mereka menyeberang jalan.
"Oya..!! wah kalau dah jadian kenalin dong...!!" ucap seru Rosida saat sudah sampai di depan warung kopi
"Seru amat..! mau ngenalin siapa..?" tanya Kodok yang sedang mengeluarkan aneka gorengan buatan Jack.
"Ini si Kiran katanya nanti sore mau pedekate sama seseorang..!!" jawab Rosida seraya mengambil kursi plastik buat duduk mereka.
"Apa sih kalian, di buat heboh saja..!!" ucap Kiran yang kemudian mengambil ote-ote (bakwan) dan satu cabe rawit hijau.
"Alfin ngajak ketemuan sama Kiran..!!" sahut Atun yang juga mengambil Ote-ote (bakwan) dan dua cabe rawit hijau.
"Alfin..!" seru Rosida, Kodok dan Jack yang baru keluar dari dapur.
Kiran dan Atun saling pandang.
"Apa nggak salah dengar aku tadi .? kamu mau jalan dengan Alfin..?" tanya Jack yang sangat cemas dan juga cemburu.
"Iya..! kalian pada kenapa sih .?" jawab sekaligus tanya Kiran.
"Kami sangat mengkhawatirkanmu Kiran..!" ucap Jack yang terus memandangi Kiran.
Kiran mengalihkan pandangannya dari pandangan Jack
"Apa Alfin mantan eh salah bekas pacarku itu..?" tanya Rosida penasaran.
__ADS_1
"Iya Da..! Kiran akan jadi korban Alfin selanjutnya..!!" jawab Kodok yang ikut khawatir.
"Alfin itu mantannya Rosida..?" tanya Atun yang tambah penasaran
Rosida mengeluarkan ponselnya dan membuka peyimpanan fotonya.
Lalu di perlihatkannya foto dirinya bersama Alfin pada Kiran.
"Apa yang kamu maksud Alfin yang ini..?!" tanya Rosida yang penasaran.
"Ah..iya..!" kata Kiran saat melihat foto dalam ponsel Rosida. Dan dia mulai khawatir.
"Jadi benar dia..?" tanya Rosida sambil jari telunjuknya menunjuk ke foto Alfin.
Kiran mengangguk.
"Coba kamu ingat alasan aku pindah kos kemarin..!" ucap Rosida yang mengingatkan awal pertemuan Kiran dan Rosida.
...📆Flashback on ;...
Iya, nama saya Rosida. Saya dulu kos di tempat kos pak Imam. Mbak tahu kan..?" jawab dan tanya Rosida.
"Tempat kos pak Imam kan lebih besar dan nyaman? kenapa pindah ke sini mbak..?" tanya Kiran yang kemudian mereka duduk di kursi depan kamar kos.
"Karena laki-laki mbak..!" jawab Rosida yang duduk di samping Rosida.
"Karena laki-laki .?" tanya Kiran yang semakin heran.
"Eh kok gitu sih..?" tanya Kiran
"Iyalah...! Masak aku di suruh bayarin cicilan sepeda motor sportnya yang katanya tinggal dua bulan, dengan alasan setelah lunas akan menikahiku..? buktinya aku sudah bayarin cicilannya, malah katanya dia mau buka kantor cabang. Dengan alasan itu dia menunda melamarku, dan malah minta bantuan uang buat tambah modal dia buka kantor cabang itu..! eh besoknya aku dengar banyak gadis yang punya keluhan sama aku, dan orangnya pun sama. Karena itulah aku kabur, dan pindah kos..!" jelas Rosida.
"Berarti dia cowok matre ya..!" kata Kiran yang mendengarkan cerita Rosida.
...📆Flashback Off....
"Baiklah, nanti aku akan batalkan saja pertemuan dengan Alfin..! dan sekarang sebaiknya kita sarapan dulu ya .!" ucap Kiran yang kemudian memesan nasi beserta lauknya pada Jack.
Jack dan kodok ternyata sudah menyiapkan semua pesanan ketiga perempuan itu.
Dan mereka pun sarapan dengan lahapnya.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan dan minum teh hangatnya.
"Ingat Kiran..! kamu harus hati-hati dengan Alfin..!!" pesan Jack pada Kiran.
"Iya Ran, jangan sampai kamu jadi korban selanjutnya." pesan Rosida yang juga cemas akan apa yang akan terjadi pa da Kiran jika Kiran benar jadian dengan Alfin.
"Iya..!" jawab Kiran yang kemudian mereka berpisah.
__ADS_1
Rosida bekerja lain perusahaan dengan Kiran dan Atun. Tempatnya bekerja lebih jauh, jadi dia masih naik angkutan umum.
Setelah berpamitan dengan Jack dan kodok, Kiran dan Atun meninggalkan warung kopi tempat sarapan mereka.
Dan mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke perusahaan sepatu tempat mereka berdua bekerja.
Mereka berdua telah sampai di tempat mereka bekerja.
"Ran..!" panggil seorang laki-laki dari belakang Kiran dan Atun.
"Eh Mr. Fu...!" sebentar ya, kami mau Check clock dulu..!" ucap Kiran.
"Oke, aku tunggu..!" ucap Mr. Fu dan benar dia menunggui Kiran dan Atun yang sedang mengantri di depan mesin check clock.
Lima menit kemudian mereka telah selesai, dan mereka menemui Mr.Fu yang duduk di kursi taman yang berada di taman depan perusahaan sepatu itu.
"Ada apa Mr. mencari saya..?" tanya Kiran saat sudah berada di di depan Mr. Fu.
"Apa kakak kamu Ana sudah pulang ke rumah..?" tanya Mr. Fu yang sudah tak tahan bertemu dengan Ana.
"Mr. kalau mbak Ana pulang, pastinya dia ke kantor. Jadi kalau di kantor mbak Ana tidak ada, berarti Mbak ana belum pulang..!!" ucap Kiran yang sedikit kesal pada Mr.Fu.
"Jadi pulangnya kapan..?!" tanya mr. Fu dengan wajah kusutnya.
"Sabar saja ya Mr...! maaf ya kami mau bekerja..!" kata Kiran.
"Kiran, sebentar...!!" seru Mr.Fu yang kini merasa kesal
"Daa Mr.Fu..!!" ucap Kiran dan Atun bersamaan.
Dan mereka segera bekerja seperti biasanya.
Dengan waktu istirahat dan pulang pun di jam yang sama pula.
Pada saat pulang kerja, sehabis melewati pintu gerbang perusahaan, Kiran dan Atun melihat Alfin yang nangkring di atas sepeda motornya denga gayanya.
"Ran, apa kamu tadi tidak membatalkan acara kalian..?" tanya Atun yang was-was.
"Lupa Tun..! pura-pura nggak lihat aja yuk..!!Nyempil-nyempil di antara teman-teman..!!" bisik Kirana.
"Iya ayo..sebelum dia melihat kita..!!" seru Atun sambil menarik lengan Kiran dan mereka berjalan di antara karyawan dan karyawati perusahaan sepatu itu yang sama-sama mau pulang ke tempat masing-masing.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...