Love In Underground

Love In Underground
Permintaan maaf


__ADS_3

Tiba-tiba darah segar muncul dihidung Julian. Mimisannya kambuh manakala banyak pikiran. Julian terkulai tak berdaya,pingsan.


"Mas ILO,Kiran....bantu aku!" Teriak Helen.


"Mbak Helen...!" seru Kiran.


,"Dari kamar Julian" kata ILO dan setengah berlari menuju kamar Julian di ikuti Kiran yang penasaran.


"Julian kenapa?" tanya ILO saat masuk kamar.


"Dia pingsan...mungkin terlalu banyak pikiran" jawab Helen.


Kemudian ILO dan Helen mengangkat Julian ke tempat tidur.


Kiran memperhatikan keadaan Julian,segera diambilnya tisu yang ada di meja makan. Kemudian di bersihkan ya darah di hidung Julian.


"Dek sampai kapan kamu akan begini terus. Jika kamu seperti ini akan menjadi beban buat istrimu" kata Helen pelan.


"Kiran, kamu disini saja.Jaga Julian" kata Helen sambil membereskan piring bekas makan Julian dan Kiran tadi.karena lari dari Julian, maka tak sempat membesihkannya.


Sebetulnya Kiran masih takut, tapi karena Helen yang memintanya, Kiran tak bisa menolaknya.


Setelah Helen dan ILO meninggalkan ruangan.Kiran mengambil Kursi dan duduk di samping Julian.Ditatapnya wajah Julian dalam-dalam.


Sementara itu di luar kamar Julian.


"Ada yang datang,.Mbak Ana dan Atun datang" kata ILO saat melihat keluar rumah.


"Assalamu'alaikum.." salam Ana dan Atun saat sampai depan pintu rumah.


"Wa'alaikusalam,..masuk mbak Ana, Atun" Jawab Helen saat berada di samping ILO.


"Kiran dan Julian mana ya?" tanya Ana. setelah menyalami orang-orang berada diruang tamu.


"Ada di kamar Julian, mari saya tunjukan" jawab Helen sambil berjalan menuju kamar Julian di ikuti Ana dan Atun.

__ADS_1


"Kiran,mbak Ana dan Atun datang" kata Helen saat mengetuk pintu kamar Julian.


"Masuk saja mbak tidak dikunci.." jawab Kiran sambil berdiri untuk menyambut kakak dan sahabatnya.


"Mbak Ana.." Kiran memeluk Ana.


"Kamu yang sabar ya.." kata Ana pelan berusaha menenangkan adiknya.


"Kiran...maaf aku nggak bisa selalu mendampingimu" kata Atun.


Kiran mendengar suara sahabatnya, segera dia melepaskan pelukannya pada Ana dan kemudian memeluk Atun.


Mereka pun saling berbincang-bincang.


"Kiran,mbak sudah bawain baju kamu.Mbak berdoa semoga pernikahanmu SAMAWA,


langgeng terus" kata Ana


"Aamiin makasih doanya mbak" komenta Kiran. "Ran..kalo kamu nikah, kita tidak bisa sekamar lagi.he..he" canda Atun. Dan semua tertawa.


"Julian sadar..!" Seru Ana.


Dan semua menoleh ke arah Julian.


"Dimana saya?kenapa saya di kelilingi bidadari?apa saya sudah di Surga?!" celoteh Julian sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Padahal sedang sakit, masih saja bercanda.." gumam Atun.


"Kepala kamu sakit mas?"tanya Kiran mendekati Julian.


"Sedikit pusing, bantu aku duduk" kata Julian.


"i..iya"jawab Kiran gugup.


"Kalau kamu sakit, jangan dipaksakan" Kata Ana.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mbak, aku bosan tidur terus" kata Julian.


"Julian,aku titip sahabat terbaikku.Jaga dan lindungi dia. Jangan buat dia menangis.lihatlah matanya sembab, pasti gara-gara kamu ya" canda Atun.


Julian menatap Kiran.


Gadis itu mengalihkan pandangannya.Air matanya menetes manakala dia mengingat kejadian sebelum Julian pingsan.


"Kiran, maafkan aku. Bila aku selalu membuatmu menangis. Maukah kamu memaafkanku.." kata Julian sambil memegang tangan Kiran.


Gadis itu menatap Julian, seolah melihat kesungguhan di mata kekasihnya itu.


"iya...saya maafkan"jawab Kiran


."Alhamdulillah.." kata Julian sambil tersenyum lega.


"Syukur deh sudah akur lagi.." kata Helen saat masuk sambil membawa teh hangat untuk tamu yang ada di dalam kamar.


"Eh mbak Helen repot-repot segala makanannya ada mbak?" celetuk Atun.


"Ada di ruang makan banyak" jawab Helen..dan semua tertawa.


Setelah menghabiskan teh yang di bawa Helen.


Ana dan Atun pun pamit undur diri, di susul ILO dan Ayah bundanya.


Mereka pulang mempersiapkan diri untuk pernikahan Kiran dan Julian besok pagi.


***


Makasih dah sampai di sini...


masih ada kelanjutannya lho...


Mohon like, komentar, favorite dan votenya ya...

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2