
Acara pun dilanjutkan dengan hiburan.
Banyak para tamu undangan yang request lagu maupun menyumbang lagu.
Semuanya pun menikmati lagu-lagu tersebut.
Tiba-tiba Jack berdiri dan melangkahkan kakinya pada pembawa acara, Jack seperti membisikkan sesuatu.
Jack kemudian membawa sebuah alat musik gitar dan berdiri di tengah-tengah panggung untuk para penyanyi yang menghibur para tamu pernikahan.
"Hm..hmm..test..!"
"Assalamu'alaikum...!"
Ucap Jack di depan mikrofon dengan pandangannya menebar ke semua arah.
"Wa'alaikumsalam..!!" balas semua tamu undangan pengantin tanpa kecuali Kiran, Atun dan keluarga Jack.
"Kak Jack mau ngapain sih..?" tanya Zulaikha yang penasaran.
"Ibu juga tidak tahu.." jawab ibu Ida seraya mengusap kepala Aya.
"Sepertinya Jack nya menyimbang lagu Bu..!!" Kiran yang menebak.
"Iya..Bu..!!" Ahmad yang membenarkan tebakan Kiran.
Dan semua memperhatikan ke arah Si Jack.
Sementara itu Jack mulai memetik gitar yang di bawanya.
"Saya ingin menyanyikan sebuah lagu buat perempuan yang sangat saya cintai setelah keluarga saya...!" kata Jack yang mulai menyanyi dan di iringi band pernikahan.
...π΅π΅π΅π΅π΅...
...KIRANA...
...by. DEWA 19...
...Kucoba memahami tempatku berlabuh...
...Terdampar dikeruhnya satu sisi dunia...
...Hadir dimuka bumi tak tersaji indah...
...Kuingin rasakan cinta...
...Lusuh lalu tercipta mendekap diriku...
...Hanya usung sahaja kudamba Kirana...
...Ratapan mulai usang nur yang kumohon...
...Kuingin rasakan cinta...
...Manis seperti mereka...
...Ayah bunda tercinta satu yang tersisa...
...Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia...
...Hidup tak kusesali mungkin kutangisi...
...Kuingin rasakan cinta...
...Peluhku pun mengering menanti jawabmu...
...Takkan pernah usai cintaku padamu...
...Hanya kata yang lugas yang kini tercipta...
...Kuingin rasakan cinta...
...Smakin jauh kumelangkah...
...Smakin perih jejak langkahku...
...Hariku pun semakin sombong...
...Meski hidup terus berjalan...terus berjalan...
...Kirana jamah aku jamahlah rinduku...
...Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu...
...Ayah bunda tercinta satu yang tersisa...
...Mengapa kau tiupkan nafasku kedunia...
...Hidup tak kusesali mungkin kutangisi...
...Kuingin rasakan cinta...
...Manis seperti mereka...
...Tulus seperti adanya...
__ADS_1
...Suci seperti dirimu...
...Ingin rasakan cintamu...
...Kirana jamah aku jamahlah rinduku...
...Takkan pernah usai cintaku padamu...
...Hanya kata yang lugas yang kini tersisa...
...Kuingin rasakan cinta...
...π΅π΅π΅π΅π΅Β ...
"Degh...!!"
Jantung Kiran seakan berhenti.
Belum lagi Ibu Ida, Zulaikha, Ahmad dan Atun, semua menatap ke arah Kiran dengan mengulas senyum mereka.
"Hm..hmm..yang namanya Kirana" goda Atun seraya melirik ke arah Kiran.
Wajah Kiran pun memerah bak udang rebus. Dia pun menutup wajahnya.
"Jack..kau membuatku tengsin...!!" jerit Kiran dalam hatinya.
Sementara itu di panggung Kodok ternyata ikut bernyanyi dengan Jack, dan kembali mereka menyanyikan sebuah lagu dari Dewa 19.
...π΅π΅π΅π΅π΅...
...ELANG...
...By. Dewa 19...
...Aku ingin terbang tinggi...
...Seperti elang...
...Melewati siang malam...
...Menembus awan...
...Ini tanganku untuk kau genggam...
...Ini tubuhku untuk kau peluk...
...Ini bibirku untuk kau cium...
...Tapi tak bisa kau miliki... aku...
...Tak usah kau terus tangisi kepergianku...
...Air mata takkan memanggilku...
...Untuk kembali......
...Sang perawan yang bermain dengan perasaan...
...Ini tanganku untuk kau genggam...
...Ini tubuhku untuk kau peluk...
...Ini bibirku untuk kau cium...
...Tapi tak bisa kau miliki... aku...
...Tak usah kau terus tangisi kepergianku...
...Air mata takkan memanggilku...
...Untuk kembali......
...Ini tanganku untuk kau genggam...
...Ini tubuhku untuk kau peluk...
...Ini bibirku untuk kau cium...
...Tapi tak bisa kau miliki... aku...
...Tak usah kau terus tangisi kepergianku...
...Air mata takkan memanggilku...
...Untuk kembali......
...Ini tanganku untuk kau genggam...
...Ini tubuhku untuk kau peluk...
...Ini bibirku untuk kau cium...
...Tapi tak bisa kau miliki... aku...
...Tak usah kau terus tangisi kepergianku...
__ADS_1
...Air mata takkan memanggilku...
...Untuk kembali......
...(Aku adalah mimpi - mimpi, tiada arti)...
...(Aku ingin terbang tinggi seperti elang)...
......π΅π΅π΅π΅π΅......
Dan semua tamu undangan yang tahu tentang lagu itu pun ikut bernyanyi.
Selesai menyanyi, Kodok memeluk Jack.
"Makasih ya Jack, kamu meramaikan acara pernikahanku...!!" ucap Kodok saat mereka saling berpelukan.
"Sama-sama..! dan kamu semoga Sakinah mawarrdah warohmah, langgeng sampai akhir hayat..! aamiin ya Robbal alaamiin." do'a Jack.
Dan Kodok pun meng-aamiin-kan.
Jack pun turun dari panggung dan melangkahkan kakinya menuju ke meja keluarganya.
"Hm..πΆKirana jamah aku, jamalah rinduku..!!πΆ" goda Atun, Zulaikha dan Ahmad saat Jack mendekat.
Kirana yang tak bisa menguasai rasa malunya terus menundukkan kepalanya.
"Kenapa sih kalian..! caca' kan sedang usaha..! bantuin kek..!!" gurau si Jack.
"Bantuin apa cak, jelas-jelas Ning Kiran nerima dan ibu dan Ayah dah merestui kalian, dan kami juga suka sama Ning Kiran..! bantuin apa lagi..??" tanya Zulaikha seraya tersenyum.
"Bantuin do'a agar kedua orang tua Kiran menerima Caca'...!" jawab si Jack seraya tersenyum.
"Jack..! Kiran tuh...!!" seru Atun yang menunjukkan ke arah Kiran dengan bola matanya.
Jack pun menyadarinya, Kiran yang sedari tadi diam menundukkan kepalanya.
Jack pun mengambil kursi dan menghampiri Kiran.
"Sayangku...kamu kenapa..?" tanya Jack dengan sedikit merayu.
"Jack..!" panggil Kiran lirih.
"Iya, kenapa..?" tanya Jack yang lirih juga.
"Malu, Jack..!" jawab Kiran yang kini menatap wajah Jack.
"Kamu itu pakai baju, cantik lagi..! ngapain juga malu..?" goda Jack seraya mengulas senyumnya.
"Ah Jack, kau ini buat aku tengsin aja..!!" ucap Kiran lagi.
"Kalau mau beli bensin itu di SPBU nona, bukan di sini..!!" goda Jack lagi yang tetap dengan senyum khasnya.
"Jakaaaa...!!" seru Kiran yang gemas dan mencubit lengan Jack.
"Auw...mulai nakal ya..!!" seru Jack yang gemas.
"Sukurin...kamu sih godain terus..!!" seru Kiran sedikit merasa menang.
"Aku balas ya..!!" seru Jack yang hendak mengaitkan tangannya ke pundak Kiran.
"Eet..tet..tet..tet...!!"
"Belum halal...!!" seru Kiran dengan posisi tangan menolak.
Dan Jack pun mengembalikan posisi tangannya ke belakang kepalanya dan menggaruknya walaupun tidak gatal.
"Aih...jadi pengen cepat halalin..!" gumam Jack dan itu pun di dengar semua orang yang di dekat mereka.
"Dunia bagai milik mereka berdua, yang lain ngontrak nih..!!" celetuk pak Syaiful yang menggoda putra sulungnya dan juga Kiran.
"iya..Yah..sampai kita nggak di pedulikan...!!" Ahmad yang membenarkan ucapan Ayahnya.
"Ahmad tahu apa..! besok kalau kamu jatuh cinta pasti juga seperti caca'..!!" sahut Jack yang membela dirinya.
"Apa iya Ning..??" tanya Ahmad pada kakaknya Zulaikha.
"Ya...begitulah..!!" jawab Zulaikha sambil tersenyum.
"Hmm..ngeri juga ya..! he..he..!" kata dalam hati Ahmad.
Tak lama kemudian, mereka undur diri. Dan kini Pak Syaiful memisahkan dirinya dari keluarganya.
Pak Syaiful mencari keberadaan Sulima, walau bagaimanapun dia masih istrinya.
Sedangkan Jack dan yang lainnya, setelah berpamitan dengan kedua mempelai, mereka pun berjalan menuju ke rumah mereka.
Dan Aya yang tertidur, kini dalam gendongan Jack.
...~Β₯~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...