Love In Underground

Love In Underground
Kena Rayuan Alfin


__ADS_3

"Hei...kemana sih kamu Kiran..??" gerutu Alfin yang tak menemukan orang yang di carinya.


Alfin kemudian terus berjalan dan sesekali menengok kesana dan kemari. Mencari keberadaan Kiran.


Dia kemudian menelfon Kiran,namun tak juga di angkat oleh Kiran.


"Kau di mana Kiran..?" Alfin yang masih menggerutu dan mencari kesana kemari.


Sementara itu Kiran dan Atun sudah lumayan menjauh dari perusahaan tempat mereka bekerja.


"Ran kita sudah aman belum ya..?" tanya Atun yang celingukan


mencari sesuatu, karena kini hanya tinggal mereka berdua yang sedang berjalan kaki.


"Entahlah...!! yang penting terus saja berjalan." kata Kiran yang memang terus melangkahkan kakinya berjalan di atas trotoar.


Tiba-tiba ada yang memanggil Kiran dari belakang.


"Kiran..!! kamu kah itu...!! Kiraaann..!!" seru seseorang bersama deru suara sepeda motornya.


"Kiran, siapa yang memanggilmu..?"bisik Atun tanpa menoleh.


"Entahlah, tapi aku takut..!!" bisik kiran tanpa menoleh.


Mendadak ada sepeda motor berhenti di samping trotoar di mana Kiran dan Atun melangkahkan kaki mereka.


"Alfin....!!" seru Kiran yang tetep berdiri di tempat.


"Kenapa kamu menghindar? kamu kan janji kalau kita mau ke temuan..?" Kata Alfin yang turun dari sepeda motor sportnya.


πŸ“†Flashback on.


...πŸ“žπŸ“žπŸ“ž...


Kiran


"Assalamu'alaikum.."


^^^Alfin^^^


^^^"Wa'alaikumsalam...!"^^^


Kiran


"Tumben telepon...! ada apa..?"


^^^Alfin^^^


^^^"Mau tidak aku ajak kamu ke kantor cabang aku yang baru..?"^^^


^^^(Kata Alfin yang bohong)^^^


Kiran


"Boleh, besok sehabis kerja ya..?"


^^^Alfin^^^


^^^"Ok, sampai jumpa besok..!'^^^


Kiran


"Assalamu'alaikum..!"


^^^Alfin^^^

__ADS_1


^^^"Wa'alaikumsalam...!"^^^


...πŸ“žπŸ“žπŸ“ž...


Eh maaf aku lupa...!' kata Kiran yang memandang ke arah Atun.


"Apa kamu nggak kasihan sama Anjar dan Erika nanyain dan nungguin kamu..?" bujuk Alfin.


Kirana memandang ke arah Atun, dan Atun tetap menggelengkan kepalanya.


"Kita sebentar saja, setelah itu kita pulang..!" ucap Alfin yang membuat Kiran kini membuat Kiran semakin bingung.


"maaf saya Atun, teman Kiran. Kami sedang ada perlu jadi sekali lagi kami minta maaf." kata Atun yang membantu menolak ajakan Alfin.


"Permisi...!" ucap Kiran yang hendak pergi, namun tiba-tiba tangan sebelah kiri Kiran di cengkeram kuat olleh Alfin.


Dan laki-laki itu tiba-tiba berlutut, memohon dengan sangat.


"Apa-apaan ini...! lepaskan tanganku..!!" ucap Kiran kesal.


"Aku mohon Kiran...sekali ini saja..!!" rengek Alfin yang tetap berlutut.


Kiran dan Atun saling pandang. Dan Alfin terus merengek.


"Maaf ya, kami sedang ada perlu. Lain kali saja..!!" ucap Atun yang mencoba membantu Kiran keluar dari masalah ini.


"Sekali ini saja, aku mohon...please....!!" ucap Alfin yang terus memohon.


"Hei..kau..! cowok apaan..! pemaksa sekali..! besok kan bisa..! kenapa harus sekarang..!!" hardik Atun kesal.


"Karena aku perlu dengan Kiran nya sekarang..!!" seru Alfin.


Dari kejadian itu, banyak orang yang melihat mereka dari jauh.


"Kiran..! aku sampai menjatuhkan harga diriku..! bila kamu sampai menolakku..! entah apa yang akan aku lakukan padamu nantinya..!!" kata dalam hati Alfin.


"Kiran...! aku mencintaimu..!!" seru Alfin yang meyakinkan.


"Apa kau bilang..?!" tanya Kiran memastikannya.


"Aku mencintaimu... sungguh.. sungguh mencintaimu..!" ucap Alfin yang terus memohon.


"Baiklah aku akan pergi, tapi sekali ini saja ya..! janji sebentar saja..!!" ucap Kiran yang mulai luluh hatinya.


"Kiran...! jangan...!" seru Atun yang sangat mengkhawatirkan Kiran.


"Aku tak apa-apa Tun..! Allah akan melindungiku..!!" bisik Kiran untuk menenangkan sahabatnya.


"Janji sampai lokasi hubungi aku..!!" bisik Atun yang tetap saja cemas.


"Jadi bagaimana ini? apa aku boleh berdiri..!?" tanya Alfin yang masih berlutut.


"Iya, sekalian nanti mampir ke tempat servis handphone ya..!" jawab sekalian pinta Kiran seraya mengedipkan mata pada Atun, guna memberi tanda.


"Oke, hati-hati ya Kiran..! dan kau Alfin jaga dia. Habis Maghrib bawa Kiran pulang. Karena kami ada acara..!" ucap Atun yang tidak rela sahabatnya pergi dengan Alfin.


"Atun, aku juga ingin tahu siapa Alfin sebenarnya..!" bisik kiran saat memeluk sahabatnya untuk pamit berpisah.


"Iya,jangan lupa sharelock ya..! " ucap Atun dengan kecemasannya.


"Assalamu'alaikum..!!" ucap salam Kiran pada Atun sambil memakai helm yang di berikan oleh Alfin.


"Wa'alaikumsalam..!" ucap balas salam dari Atun yang melambaikan tangannya.


Kiran pun membalas dengan melambaikan tangannya juga, saat naik di atas boncengan Alfin yang mengendarai sepeda sportnya.

__ADS_1


Atun menghela nafasnya.


"Semoga tak terjadi apa-apa dengan Kiran..! Aamiin ya Robbal alaamiin." ucap do'a Atun yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat kosnya.


Namun sebelumnya dia mampir ke warung kopi si Jack.


"Lho.. kok sendirian..??" tanya Kodok yang saat tahu Atun duduk di depan warung kopinya dengan lesu.


"Kiran jadi jalan sama Alfin..!" kata Atun yang terus menatap layar ponselnya.


"Ha...! apa kamu tak bantu mencegahnya..?" tanya Kodok yang kemudian duduk disamping Atun.


"Sudah..! Alfin punya jurus maut rupanya..!!" jawab Atun dengan muka masamnya.


"Jurus maut..?" tanya Kodok yang penasaran.


"Iya, berlutut..! jadi hati Kiran meleleh..!!" ucap Atun dengan perasaan cemasnya.


"Kiran itu mudah terbawa perasaan..! kita sudah peringatkan dia, dia masih nekat..!!" seru kodok geram.


"Siapa yang nekat..!!?" tanya Jack yang keluar dari dapur dengan membawa sepiring gorengan.


"Ini teman kerjanya Atun, nekat pergi sama orang yang baru di kenalnya." kata Kodok yang memberi kode pada Atun untuk dia yang menjawab.


Dan Atun pun mengerti.


"Kiran mana..?!" tanya Jack yang sadar tak adanya gadis pujaan hatinya itu.


"Oh dia pulang ke rumahnya mbak Ana..!!" kata kodok yang berbohong.


" Hm, kalau begitu aku pergi dulu ya..!!" ucap Jack yang sudah membawa kunci motornya dan bersiap untuk pergi.


"Iya, hati-hati Jack..!!" seru kodok sambil melambaikan tangannya.


Jack pun membalasnya dan segera melajukan sepeda motornya.


"Dok...! kenapa nggak terus terang sih sama Jack .?" tanya Atun yang sedikit kesal


"Jack sedang kerja jadi pemotor di tong setan..! kalau dia di beritahu, bisa-bisa dia tidak berangkat kerja..!! atau kerja dengan perasaan cemas..!!"jelas Eko nama asli dari Kodok.


"Oiya, benar juga..! trus kita bagaiMana..?" tanya Atun yang sangat cemas dengan sahabatnya Kiran.


"Kita tunggu kabar dari Kiran..! sekarang, apa kamu mau makan..?" tanya kodok yang kemudian berdiri dan masuk ke dalam warung kopi tersebut.


"Iya..! seperti biasanya saja..!" pesan Atun yang kemudian membenarkan posisinya duduk di atas kursi plastiknya itu.


"Oke z


siap..!!" seru Kodok yang kemudian membuatkan pesanan Atun.


"Semoga batu handpone Kiran tidak lobet..!!" kata dalam hati Atun, karena tahu semalam Kiran tak sempat mencharge ponselnya.


"Ini pesanannya..!!" ucap Kodo yang datang dengan pesanan Atun.


"Makasih..!" ucap Atun yang segera menyantap makanannya.


...~Β₯~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2