Love In Underground

Love In Underground
Kembalinya Helen


__ADS_3

"Permisi...pergantian shift perawat. Maaf saya mau mengecek pasien" Kata perawat yang kemudian masuk menghampiri Julian.


"Mbak Helen...!" seru Julian. Dani dan Eva menoleh ke perawat itu.


Eva langsung memeluk perawat yang tak lain Helen,anak perempuannya kakak Julian.


Tangisan ibu dan anak tak terbendung.


"Maaf ma, bukan maksud Helen jadi anak durhaka.Helen hanya mau mengejar cita-cita Helen." kata Helen menjelaskan ke orang tuanya.


"Sudahlah, gimana keadaan kamu? sehat kah?" tanya Eva.


"Helen dalam keadaan baik-baik saja Ma..Pa"jawab Helen.


"Julian kenapa Ma?" tanya Helen.


Kemudian Julian menceritakan saat menjemput Mama dan Papanya dari bandara.


"Boleh tahu siapa nama calon adik ipar ku?" tanya Helen.


"Kiran namanya" jawab Julian.


Helen tersentak kaget, "apa kakaknya bernama ILO?" tanya Helen.


"iya mbak...Mas ILO tadi dipukuli mantan kakak iparnya" jawab Julian.


"Mereka ada di ruangan Anggrek" jawab Helen.


"Bagaimana keadaan mereka mbak? Ki..Kiran apa masih nangis mbak? dia sudah makan belum? bajunya tadi kena darah kakaknya,sudah ganti apa belum? apa nggak ada yang menemaninya?"Julian melontarkan banyak pertanyaan.


"Mbak mau jawab yang mana dulu Julian..." kata Helen sambil mengelus rambut Julian.


"Tadi mbak lihat, dia sendirian. Kiran masih dalam keadaan nangis" jawab Helen.


Julian tak tega membayangkan keadaan Kiran saat ini. Ingin rasanya Julian ada di sisi Kiran saat ini. Tapi karena keadaan Julian yang masih sakit, dia tak bisa kemana-mana.


"Ma ponsel aku mana?" tanya Julian sambil mencari ponselnya.


"Ada di mama, kamu mau telfon siapa?" tanya Eva.

__ADS_1


"Teman ma" jawab Julian sambil mencari nama temannya.


Setelah ketemu yang dicari, segeralah Julian


menelfon.


"Gilang...angkat!" gumam Julian.


"Gilang...Aku dan Kiran ada di rumah sakit. Kamu bisa ajak Atun kemari, sekalian bawa baju ganti buat Kiran" kata Julian yang belum menjelaskan semuanya. "oke cepat sedikit ya.." kata Julian saat menelpon Gilang.


"Mbak Helen, aku ingin menemui Kiran,aku ingin disampingnya" pinta Julian.


"Kamu masih lemah adikku" kata Helen. "Pakai kursi roda"Julian memaksa.


"Baiklah..saya siapkan kursi roda untukmu" Helen menghela nafas, keras kepala adiknya mengingatkan dirinya.


Sementara itu di ruangan di mana ILO masih terbaring, Kiran masih menangis terisak di sampingnya.


"Mas ILO bangun mas...ayo kita main tebak-tebakan lagi, Kiran janji deh tidak akan curang lagi. Ayo bangun mas...bangun mas" Isak Kiran.


"Kiraaaan...!," tiba-tiba ada yang memanggil namanya.


"Ju..Julian kamu kenapa? kenapa pake kursi roda?" kata Kiran sambil bersimpuh di depan Julian guna mensejajarkan dirinya dengan Julian yang dipenuhi pertanyaan.


"Nggak apa-apa, cuma kecapekan aja kok" kata Julian berusaha menenangkan hati gadis pujaannya itu.


"Kita berdoa ya, semoga mas ILO cepat sadar dan pulih seperti biasa" kata Julian sambil mengelus pipi Kiran yang basah dengan air mata. "Aamiin"jawab Kiran.


"Assalamu'alaikum...Kiraaan" salam dari seseorang yang setelah mengetuk pintu ruangan.


Dia setengah berlari memeluk Kiran.


Kiran tidak bisa mengendalikan dirinya, tubuhnya tiba-tiba lemas,pandangannya berkunang-kunang.


Gadis itu pingsan. "Ran..Kiran..." Atun panik, menggoyang-goyangkan pipi sahabatnya.


Melihat Kiran pingsan,Julian semakin panik.


"Angkat dan baringkan disini" kata Helen sambil membereskan tempat tidur pasien samping ILO yang kebetulan hari ini kosong.

__ADS_1


Gilang dan Atun menggotong Kiran dan membaringkan di tempat yang di sediakan Helen.


Helen memanggil dokter jaga dan dokter itu memeriksa keadaan Kiran.


"Tidak apa-apa, Nona ini hanya butuh istirahat" kata dokter jaga setelah memeriksa Kiran.


"Syukurlah kalau Kiran nggak apa-apa" kata Atun sambil mengusap kening sahabatnya itu.


"Kiran cepat sadar sayang.." kata Julian sambil mencium punggung tangan pujaan hatinya.


Kedua orang tua Julian tak kuasa melihat kesedihan pada anak laki-lakinya.


Mama Julian berjalan mendekati Julian dan memeluk Julian dari belakang seolah ingin memberi ketenangan pada anaknya.


"Yang sabar ya.. Kiran pasti cepat sadar.." bisik mama Julian.


"Mas ILO seperti ini, kejadiannya bagaimana?" tanya Atun pada Julian.


Dan Julian pun menceritakan apa yang terjadi pada Atun.


"Angga....!!" kata Atun geram.


"Memangnya ada apa?" tanya Gilang yang ikut penasaran.


"Waktu itu Angga pernah menggoda Kiran dan Aku. Kami terjebak di dalam kamar, dan aku pun minta pertolongan Jack dan Kodok. Dan kami bisa keluar dari rumah mbak Ana waktu itu." kata Atun.


"Makanya sejak saat itulah Kiran tidur di tempatku karena mbak Ana sering keluar kota dan keluar Negeri" lanjut Atun.


"Jadi begitu ya..." kata Julian yang terus memandangi wajah KIran yang belum sadar dari pingsannya.


***


**Mohon maaf ada gangguan, karena ini karya pertama saya.


Jadi banyak perbaikan di sana-sini.


Mohon like dan dukungannya ya..


Terima kasih**.

__ADS_1


__ADS_2