MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 100


__ADS_3

~ Selamat malam sesama author~


Jangan tapi mahaur ahh, baca-baca sana 😂💓💓 ulun bahagia haja pian mambacai tulisan ulun.


💓💓💓


Ini Wati, ini Budi. Baik teman-teman, cus lanjut cerita.


**


Tampak terlihat seorang anak kecil sedang lari karena habis dikejar beberapa warga, Sahara yang waktu itu melihat langsung menolong.


" Bapak-bapak, kasihan dia Pak tolong jangan di hajar." Ucap Sahara kecil.


" Maaf Dik, anak ini telah mencuri dan sudah beberapa kali kami lihat." Sahut Seorang Bapak.


" Ya sudah, kalau begitu saya ganti kerugiannya." Ucap Sahara kecil.


" Non Ara yakin mau membantu dia." Ucap pengawal Ara.


" Iya Paman, sesama manusia harus saling menolong. Ya sudah Pak, ini." Ara memberikan lembaran uang, dan meminta anak itu di lepaskan.


" Terimakasih, dan kamu anak kecil jangan ulangi lagi untung ada anak sultan yang baik kalau gak habis kamu. Ee.. ya sudah kami pergi dulu ya Dik, ayo bapak-bapak kita pergi." Ucap Bapak itu mengajak yang lainnya pergi.


Anak kecil itu hanya memandang bapak-bapak yang pergi lalu tertunduk karena malu, dia rasanya tidak punya muka.


" Kenapa kamu menunduk." Tanya Ara.


" Emm... aku malu."


" Kenapa malu?"


" Karena kamu, aku jadi malu."


" Kenapa harus malu denganku, sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum mencuri. Aku tidak akan menghakimu karena mencuri, itu adalah tanggung jawabmu. Oiya, ini untukmu aku harapa kamu tidak mencuri lagi." Ucap Ara seraya menyodorkan amplop.


Dengan sedikit ragu dia menerima amplop pemberian Ara.


" Terima kasih."


" Iya, ayo paman kita pulang."


" Iya Non."


Ara dan pengawalnya berpaling dan jalan untuk pulang, saat dekat mobil anak itu memanggilnya.


" Hey, nama kamu siapa?"


" Sahara, panggil aja Ara senang bertemu denganmu gabus hitam hehhe." Ucap Sahara cengengesan lalu masuk mobil.


" Ehh palamu manggil aku gabus hitam, tapi terima kasih yahh buntal dan salam untuk keluargamu dan ingat namaku Jauhar. Aku akan kembali nanti, tunggu saja." Teriak Jauhar walaupun perlahan mobil itu pergi.


" Iya, akan aku ingat nama kamu Sahara." Ucap Jauhar.


" Jauhar yahh, baiklah nama yang bagus." Ucap Sahara dalam mobilnya.


Saat Jauhar membuka amplop itu dalam kamarnya, betapa terkejut dirinya karena isi amplop itu...?


" Wohh, ya ampun ini beneran uang banyak banget. Pasti cukup buat operasi Ibu, iya Ibu pasti bisa sembuh." Jauhar sangat senang.


**


" Kamu sudah ingat, aku Jauhar anak kecil yang pernah kamu tolong." Ucap Jauhar.


" Iya aku ingat, kamu yang aku panggil gabus hitam saat aku mau pulang kan." Sahut Ara.


" Syukurlah kamu sudah ingat, aku jadi senang."


" Hmm.. tapi kamu tidak mencuri lagi kan, ingat yahh aku gak suka pencuri." Cerocos Sahara.


" Aduh.. sut sut, siapa yang nyuri itu kan dulu waktu aku masih bocah saat kismin-kisminya." Sewot Jauhar.


" Ahaha, ya siapa tahu kan." Sahut Ara.


" Lagian emang kamu gak lihat apa, aku pakai seragam apa?" Ucap Jauhar dengan nada yang merajuk.


" Iya-iya aku lihat, selamat yahh udah jadi Dokter."


" Ouhh ya kamu mau pulang yahh, aku aja yang ngantar gimana?"

__ADS_1


" Emang kamu gak ada pasien yang diperiksa."


" Ada, tapi sore."


" Ouhh boleh."


" Ok, ayo."


**


Orang yang memotret Awan ternyata adalah suruhan Dila, dia memantau semua aktivitas Awan dan melaporkan segera.


" Ini Nyonya." Lapor orang itu.


" Bagaimana Bram, apa dia mulai berubah." Tanya Nyonya Dila.


" Akhir-akhir ini seperti mendapatkan banyak sekali masalah, terutama sama wanita yang kemaren baru saja dia temui malah menolaknya." Sahut Bram.


" Apa wanita Luna." Batin Dila.


" Kamu siapa nama wanita itu?" Tanya Dila lagi.


" Kalau tidak salah dia memanggil Luna, iya Luna."


" Benar dugaanku, ya sudah Bram terima kasih ya."


" Iya Nyonya saya permisi." Bram pun pergi.


" Sepertinya hubungan mereka sudah tidak bisa di selamatkan lagi, karena memang Awan lah yang pengecut dan tidak bertanggung jawab." Batin Dila.


**


Pertemuan Tuan Kusuma dan Nyonya Abila, berlangsung di kantor Kusuma.


" Apa yang bisa kami bantu, Nyonya." Tanya Tuan Kusuma.


" Sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tanyakan, tapi karena berhubung ini masalah bisnis dan pribadi jadi saya mengedepankan bisnis. Saya ingin membeli.......? High School Company, kalau bisa secepatnya." Ucap Nyonya Abila.


Degg..


" Apa maksud anda ingin membeli sekolah itu, kenapa mendadak seperti ini." Sahut Tuan Kusuma.


" Ada apa ya, tidak seperti biasanya seorang Abila membeli sekolah seperti ini." Batin Tuan Kusuma.


" Ehem.. sebaiknya Tuan pikirkan baik-baik penawaran saya ini, harga 100 Milyar menurut saya cukup untuk harga sekolah ini." Ucap Abila.


" Nanti saya pikirkan." Sahut Tuan Kusuma.


" Baik, saya permisi." Ucap Nyonya Abila lalu pergi.


Melihat Nyonya Abila telah pergi, Tuan Kusuma langsung mengadakan rapat di kantornya.


Menurutnya ini bukan hal yang lazim, tidak biasanya Ceo Abila membeli yang standar setahu Tuan Kusuma Nyonya Abila selalu membeli di atas 500 Milyar.


" Ada apa ini, adakan rapat sekarang." Ucap Tuan Kusuma di telpon kantornya.


**


" Mika, saya pergi dulu yahh." Ucap Rhumi.


" Perlu ditemani Non." Tanya Mika.


" Tidak usah, saya sendiri saja."


" Tapi-


" Tidak apa, sebentar aja kok."


" Mm.. iya."


" Saya pergi." Ucap Rhumi.


" Kata-kata Non Naawa tadi, dia memakai kata saya tidak biasanya." Batin Mika.


**


" Bos, target sudah keluar dari rumah Bos."


" Hmm.. bagus, ayo."

__ADS_1


Preman suruhan Chloe bersiap ingin menyerang Naawa, sedangkan Naawa yang diperjalanan menelpon anggota.


" Halo, ada cecunguk sampah yang ingin menghancurkan saya dia sekarang mengikuti saya kalian kepung mulai sekarang." Titah Rhumi pada anggotanya.


" Kamu jangan macam-macam dengan saya Chloe, kamu pikir saya tidak tahu selama ini apalagi Papa kamu yang ingin mengejar cinta Mami saya. Himphh.. tidak semudah itu, sialan." Ucap Rhumi dalam mobilnya.


Beberapa anggota sudah mulai menyebar, mereka sudah lama tidak mendapatkan mangsa.


" Huh, inilah yang kita tunggu." Ucap anggota 60.


" Kamu pikir ini ajang lomba." Sahut anggota 55.


" Hahah.. kalian ini bagaimana sihh, ayo cepat jangan biarkan mangsa mendahului kita." Ucap anggota 100.


Shiittt...


Para preman itu menghadang mobil Rhumi, lengkap dengan senjata dan alat pukul lainnya. Mereka berdiri dengan gagah, tanpa mereka sadar dan tahu yang mereka hadapi adalah Sang Queen Mafia Galaxi.


" Huh, mereka menghadangku ternyata? Baiklah, sepertinya aku mengenal mereka ahh aku ingat..?" Batin Rhumi.


" Keluar." Ucap salah satu preman.


Bugh...


Dengan cepat Rhumi keluar dari mobil dan bertarung dengan mereka, ternyata mereka membawa senjata api sedangkan Rhumi hanya membawa senjata pedang saja, tapi Rhumi masih bisa mengimbanginya.


Doar...


Satu tembakan mengarah pada Rhumi namun melesat, itu membuat preman marah.


" Ahh sial."


" Kurang ajar, Crakss.." Dengan cepat Rhumi menebas tubuh preman itu, karena sudah berani memberikan tembakan walaupun tidak kena.


Ting.. Jrkk... Bress...


Tebasan dan pukulan tidak bisa dihindari, bahkan Rhumi hampir kena pukulan Bos Preman itu untungnya masih bisa menghindar.


" Hebat juga lo bisa menghindar serangan gue, tapi kali ini apa lo bisa menghindar." Ucap lantang Bos preman itu.


Hia...


Doar...


Satu tembakan mengenai perut Bos preman itu, dan dia terjatuh.


" Akhh.." Rintih preman itu.


" Kalian." Ucap Rhumi melihat anggotanya datang.


" Tunggu apa lagi, hajar sisanya." Ucap anggota 100.


Hiaa.. Bugh.. Grakk.. Bressh.. Krakkk.. Jress...


Hia.. Hia.. Hahhh...


Beberapa menit kemudian mereka semua tumbang dikalahkan oleh anggota.


" Kau siapa?" Tanya Bos preman itu terbata.


" Apa kau ingin tau siapa aku." Sahut Rhumi.


" Akhh.. iya, siapa kau?"


Rhumi kemudian merentangkan tangannya, dan salah satu anggota memberikan topeng lalu Rhumi memakainya.


" Sekarang aku ini siapa?" Tanya Rhumi setelah memakai topeng.


" Kau...?" Mata Bos preman itu terbelalak karena tidak menyangka, siapa yang dia lihat sekarang.


**


💓 Selamat membaca yahh 💓


*Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan jangan bom like ingat yahh jangan bom like, nakal banget sihh bom like mulu.


Pokoknya aku gak mau kalian bom like, bom hatiku juga tidak apa eaa.. Dasar nihh author mentang2 jomblo.😂😂


#Bye*

__ADS_1


__ADS_2