
Aku dan bu Dila pun lari hingga sampai teras rumah ,namun tidak sempat mereka sudah menghadang terlebih dahulu.
" Awas bu " Ucapku sambil menarik kembali bu Dila untuk menghindari serangan anak buah tuan Agie.
" Haaaaaahhh." Teriak bu Dila.
Saat ini aku dan bu Dila sudah terkepung.
" Nak Rhumi bagaimana ini." Ucap bu Dila cemas .
" Ibu ikuti saja yang aku lakukan." Sahutku
Perkelahian pun tidak bisa dihindari.
Bugh....aku menendang orang yang ingin menamparku , aku menarik bu Dila seperti boneka agar tidak bisa di sakiti .
" Aaakhhhhhh ." Teriak bu Dila
Braaakkkkkkk....ku pukul kepala salah satu dari mereka lalu ku lempar ke dinding karena ada cela untuk jalan , aku mencoba sedikit untuk berjalan membawa bu Dila .Kegesitan ku dalam bertarung dan bertahan tidak diragukan lagi , bahkan saat ini satu persatu dari mereka ku tanpar bagian tenggorokan dan leher ,sreeeetttttt ku seret mereka lalu hiyaaaaaaaaa...krekkkk patah tangan mereka , mereka memakai senjata seperti pisau dan pistol aku juga tidak mau kalah duarrr....mereka mengarahkan pistol itu ke arah ku namun bisa ke hindari ssttttt...
" Si*l*an kalian cari masalah." Umpatku pada mereka .
" Seranggg..." Ucap mereka bergerombol mendatangiku .
" Duar.....duar ...duar .." Tepat sasaran aku menembak mereka , sedangkan bu Dila tampak kaget dengan aksiku .
Dengan mulut menganga dan mata melotot bu Dila memandangi aksiku .
" Rhumi diaaaa...memakai senjata api." Batin bu Dila .
Aku tidak memperdulikan reaksi bu Dila yang sekarang aku fokuskan adalah musuh.Sat set sat set dengan cepat aku mengambil senjata api mereka lalu menodongkan kembali pada mereka " Jangan bergerak atau nyawa kalian melayang " Ucapku sambil berjalan mendekati bu Dila kemudian menarik tangannya agar ada disisiku , dengan perlahan aku mundur menuju mobilku , aku mendorong bu Dila sedikit kasar ke mobil agar cepat kemudian aku masuk mobio dengan senjata yang masih menodongkan pada mereka saat waktu yang tepat dengan cepat aku menghidupi mobil lalu tancap gasss bremmmmmmmmmmm ....
" Cepat kejar mereka " Kata mereka dari belakang
" Si*al ." Umpatku didalam mobil .
" Apa yang harus kita lakukan nak Rhumi." Ucap bu Dila dengan panik .
Aku melajukan mobilku sehingga membuat bu Dila histeris ketakutan.
" Aaaaakhhhh Rhumi stop , Rhumi saya mohon stop ini kecepatan Rhumi." Teriak bu Dila tapi tidak ku hiraukan.
Mobil mereka dengan cepat mengejar mobilku .
" Terlatih juga mereka." Ucapku .
Mereka terus memepet mobilku " Akhhh awas Rhumi." Ucap bu Dila."
Mereka berhasil memancing mobilku masuk hutan, hingga mobilku oleng " Awasss nak Rhumi ." Teriak bu Dila." Dan brakkkkkkk.....mobilku jatuh ke jurang hingga paling dasar doarrrrrrrr mobilmu meledak entah kenapa.
__ADS_1
...----------------...
Sedangkan Abila merasakan sesuatu yang sangat ia takutkan , perasaan yang tidak bisa dijelaskan yang membuat gelas yang Abila pegang jatuh prakkkk..." Perasaan apa ini , perasaanku tidak enak ! Apa ini berhubungan dengan Naawa ." Batin Abila .
Ara dan Taufan mendatangi suara seperti benda jatuh ." Astaga tante , tante kenapa.? Tanya Ara .
" Perasaan tante ga enak , ini pasti ada hubungannya dengan Naawa ." Ucap Abila .
" Ee...Abila kamu istirahat dulu biar mas yang cari Naawa yahh , tunggu dulu marni...marni..." Ucap tuan Taufan memanggil pelayan.
" Iya tuan ."
" Tolong kamu bereskan gelas ini yahh ."
" Baik tuan."
" Abila ayo mas antar kamu ke kamar ."
" Tapi mas , aku perasaan aku ga enak ini pasti ada sangkutannya dengan Naawa atau jangan-jangan Naawa dalam bahaya mas " Ucap Abila dengan cemas .
" Iya ,ini mas sama anak buah yang lain berusaha mencari ."
" Aku ikut mas , aku mau cari Naawa ."
" Kamu masih sakit Abila ,nanti kalau dijalan kenapa-kenapa bagaimana.?
" Iya tante kata papah benar ." Timpal Ara .
" Kamu jangan nekat ,keadaan kamu masih belum stabil ."
" Aku lebih buruk kalau aku belum menemukan anakku mas , kamu kan tau aku sudah kehilangan orang yang aku cintai ,dan aku gak mau ini terulang lagi ." Ucap Abila penuh emosi .
Taufan terdiam sejenak ia memang tidak bisa melihat Abila menangis dan menderita seperti ini .
" Baiklah kalau kamu ingin mencari Naawa , tapi kamu gabung sama mas ,Ara kamu juga kalau mau ikut boleh ."
" Bener mas ." Ucap Abila dengan nata yang berkaca-kaca."
" Iya pahh ini beneran ." Ucap Ara tak percaya karena selama ini ia juga ingin mencari Naawa ,tapi dilarang sama papahnya karena bahaya .
" Iya ,lagian kita juga mencarinya bersama polisi dan anak buah papah." Ucap Taufan.
Tanpa sepengetahuan mereka ternyata pembicaraan mereka didengar oleh Lili dan Denis .
" Aku juga ikut om tante." Ucap Lili yang diikuti Denis .
" Kalian , kalian ngapain kesini hah." Ucap Abila.
"Kita kesini mau mencari Naawa tante." Ucap Lili dengan berani dengan tegas .
__ADS_1
" Saya tidak ingin melibatkan banyak orang lagi ." Sahut Taufan.
" Tapi aku sahabatnya Naawa om." Ucap Lili meyakinkan.
" Tetap tidak boleh ,ini berbahaya dibuat kamu." Kata Taufan .
" Tapi om ...."
" Pulanglah." Kata Ara lagi
" Tapi aku mau..."Ucap Lili yang langsung di cegah oleh Denis .
" Sudah Li nanti kita pikirkan sebaiknya kita pulang " Ajak Denis .
" Tapi Den..."
" Kita pulang Dulu , ayooo." Ajak Denis sambil menarik tangan Lili keluar .
Melihat Denis dan Lili pergi ,Taufan pun menyuruh untuk siap-siap berangkat .
" Ya sudah kita juga harus siap-siap berangkat." Kata Taufan yang di anggukkan oleh Abila dan Ara .
...----------------...
Anak buah tuan Agie melihat dari atas jurang " Sepertinya mereka sudah bin*s*." Ucap salah satu dari mereka .
"Apa perlu kita cek bos." Ucap yang satunya lagi .
Bos mereka memperagakan tangan untuk mengatakan tidak .
" Tidak usah ,lagi pula ga ada orang yang selamat dari mobil yang terbakar dan jurang yang dalam ini , sudah ayo kita pergi."
"Baik bos."
Mereka pun pergi untuk memberitahu tuan Agie bahwa mereka semua tewas karena jatuh ke jurang dan terbakar dimobil .
" Mereka sudah mati terpanggang dalam mobil tuan ." Ucap bos preman itu .
" Benarkah." Ucap tuan Agie meragukan."
"Tuan tidak perlu meragukan kinerja kami , karena kami ini sudah sangat terlatih akan pekerjaan ini ."
" Ok saya percaya." Ucap tuan Agie lalu melanjutkan perkataannya lagi " Tapi saya akan lebih percaya jika melihat mayat mereka secara langsung."
" Jadi maksud tuan , apa yang harus kita lakukan ."
" Kalian kembali dan bawa mayatnya ."
...****************...
__ADS_1
Aku dan bu Dila selamat sebelum mobil itu meledak, walaupun keadaanku cukup terluka sedangkan bu Dila ? Aku menatap ke arah bu Dila yang ku bawa dengan keadaan pingsan.
" Brengs*k kamu Agie , kamu benar-benar mencari mati dengan saya ."