MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 47


__ADS_3

Dengan rasa penasarannya,Sinta pergi ke kantor papinya.


"Ada apa non Sinta ke sini."Tanya pak satpam.


"Saya kesini mau ke ruangan papi,ada yang ingin saya ambil."Jawab Sinta.


"Ouh ya sudah non,silahkan masuk."Kata pak satpam itu.


Sinta masuk ke ruang kerja papinya,Sinta hanya memandang ke arah laptop Agie.Sinta mulai membuka laptop Agie,dan memeriksanya.


"Apa yang sebenarnya papi sembunyikan dari Sinta pi."Batin Sinta.


Betapa terkejutnya Sinta melihat rekaman penyiksaan anak buah Agie,Sinta sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Papi,melakukan ini semua."Kata Sinta.


Tak habis pikir bagi Sinta,papi yang selama ini dia anggap sangat baik bisa berbuat keji seperti ini.


"Apa menghilangnya mama sama papa dan kak Awan,karena papi sama mami."Kata Sinta.


Sinta terus curiga mengarah hilangnya keluarga angkatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini juga tuan Qaza dan yang lainnya melihat bangunan tua, namun masih berdiri kokoh.


"Bangunan apa ini mas."Tanya nyonya Dila.


"Mungkin ini yang disebut markas oleh mereka."Jawab tuan Qaza.


"Apa kita masuk aja."Kata Denis.


"Jangan siapa tau ada jebakan didalam sana."Kata tuan Taufan.


"Benar,kita harus hati-hati kali ini."Kata Abila.


"Kita masuk pelan-pelan."Kata tuan Qaza.


Mereka masuk dengan menyamping,seakan sedang latihan tentata.Mereka berhasil masuk,tapi bangunan ini terlihat sepi dan sunyi.Walaupun masih banyak alat yang mereka tidak mengerti,dan masih banyak senjata yang tersimpan disini.Tapi,ruangan sudah penuh dengan debu dan sarang laba-laba.


"Ruangan ini sangat mas."Kata Abila.


"Kamu benar Bil,kemana mereka semua."Jawab tuan Taufan.


Nyonya Dila masuk ke sebuah ruangan.


"Aaaaaa."Tiba-tiba nyonya Dila berteriak.


"Dila ada apa."Tanya tuan Taufan sangat Khawatir.


"Itu mas."Tunjuk Dila ke arah tengkorak.


Karena teriakan nyonya Dila yang lainnya pun ikut menyusul.


"Ada apa nyonya Dila."Kata Abila,yang kemudian dibuat terkejut.


Begitu juga Denis dan Lili,mereka juga dibuat terkejut dan hampir mual.


"Hueekkkkk."Muntah Lili karena tidak tahan melihat banyaj tengkorak manusia dan hewan di bangunan ini.


"Lili lo gak papa."Tanya Denis.


"Gue gak papa Den, tapi gue jijik lihat tengkorak mereka."Jawab Lili.


"Apa-apaan ini,mengerikan sekali perbuatan mereka."Emosi tuan Taufan.


"Siapa yang keji melakukan hal perbuatan terkutuk seperti ini."Emosi tuan Qaza meluap-luap.


Denis melihat sebuah komputer,lalu membuka komputer itu.


"Uhukk,ehmm banyak sekali debunya."Kata Denis.


"Emang masih nyala Den."Tanya Lili.

__ADS_1


"Kita coba aja Dulu."Kata Denis.


"Kamu mau ngapain Den."Tanya Ara penasaran.


"Mau ngapain anak itu."Tanya tuan Taufan.


"Entahlah mas,coba kita lihat."Kata Abila.


"Ayo mas kita kesana."Ajak Dila pada Qaza.


Denis berusaha membuka komputer itu, walaupun sedikit susah tapi akhirnya terbuka juga.


"Nahhh nyala juga akhirnya."Kata Denis.


"Lo hebat Den."Puji Lili.


"Iya dong,siapa dulu Deniss."Kata Denis memuji dirinya sendiri.


"Sudah,coba dibuka apa aja isinya."Kata tuan Taufan.


"Iya om."Kata Denis.


Denis pun membuka satu-persatu file yang tersembunyi,saat membuka file tersembunyi dari atas.Klik,rekaman video pun dimulai.


Terlihat beberapa orang yang memakai topeng sedang menyiksa orang.


"Ampun tuan,ampun hiks ...hiks...."Tangis mereka menyayat hati.


"Sudah ku katakan jangan pernah melawan."Jawab orang bertopeng itu.


"Ampuni kami tuan,ampuni kami...hiks...hiks...hiks..."Mereka memohon ampun dan bersujud supaya diberi keringanan.


"Hahahaha,kalian minta ampun pada kami sedangkan kalian sudah melakukan pelanggaran yang membuat pemimpin kami murka."Teriak orang bertopeng itu.


"Katakan pada kami,siapa yang menyuruh kalian."Bentak orang bertopeng itu.


"Yang menyuruh kami..."Orang itu tertahan.


"Cepat katakan bajing*n."Bentak orang bertopeng itu lagi dengan emosi yang meluap-luap.


"Cepat katakan sialan,jangan sampai kesabaran kami habis."Bentak orang bertopeng itu.


"Tuan Agie."Ucap orang itu.


"Ouhhh si pria brengs*k itu."Kata pria bertopeng itu.


"Berapa kau dibayar ha."Kata orang bertopeng itu sambil meletakkan pisau tajam di wajah.


"500 juta tuan."Jawab orang itu ketakutan, walaupun dia sudah babak belur dihajar oleh kelompok bertopeng itu.


Kemudian datanglah seseorang.


"Sang Queen hormat kami."Kata orang bertopeng itu.


Sang Queen itu duduk dengan anggun.


"Kenapa kau menerima uang yang jumlahnya sedikit."Tanya sang Queen.


"Saya sangat butuh uang,untuk pengobatan ibu saya yang sakit keras."Katanya dalam penyesalan.


"Hmmmmm."Sang Queen itu hanya mengangguk,"Apa ibumu sudah sembuh sekarang."Kata sang Queen itu lagi.


"Tidak sang Queen."Jawab orang itu.


"Apa itu artinya uang yang 500 juta itu."Kata sang Queen.


"Hiks ...hiks ...hiks ..."Orang itu hanya bisa menangis.


"Saya kasih kamu kesempatan kedua."Kata sang Queen.


Orang itu yang tadinya menangis tiba-tiba berhenti.


"Apa itu sang Queen."Katanya dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


"Salah satu klienku, menginginkan mobil yang jatuh 12 th yang lalu didanau untuk dicari.Apa kau sanggup mencari bangkai mobil itu,jika kau sanggup aku akan lepaskan kau dengan beberapa syarat."Kata sang Queen itu.


"Baik sang Queen,saya menyanggupinya."Kata orang itu.


"Lepaskan dia."Kata sang Queen.


"Baik."Kata orang bertopeng itu.


Orang itu langsung membungkuk tanda hormat.


"Saya ingatkan jangan pernah mengkhianati saya, keluarga kamu adalah jaminannya."Kata sang Queen.


Orang itu mengangguk.


"Saya pastikan,saya tidak akan mengkhianati sang Queen."Jawabnya dengan mantap dan yakin


"Buktikanlah."Kata sang Queen.


Orang itu pun pergi,pria bertopeng itu masih bingung dengan sikap sang Queen mereka.


"Maaf sang Queen,kenapa anda begitu mudah melepaskan mangsa."Kata pria bertopeng itu.


"Dia bukan musuh kita."Jawab sang Queen.


"Tapi dia sudah membunuh Tuan Zaki."Kata pria bertopeng itu.


"Tidak masalah,dia hanya perlu uang pada saat itu."Kata sang Queen.


"Lalu bagaimana,apa kita perlu mengawasinya saat mencari bangkai mobil itu."Kata pria bertopeng itu lagi.


"Tidak perlu,aku yakin dia akan menemukan bangkai mobil itu.Justru Agie lah yang harus kalian awasi dan intai."Kata sang Queen itu.


"Baik kami akan mengawasi keluarga Agie,apakah keluarga Ranoya juga perlu kita awasi terutama tuan Qaza."Kata pria bertopeng itu.


"Tuan Qaza ya, sepertinya tidak perlu orang bodoh seperti dia di awasi."Kata sang Queen.


Mereka yang melihat rekaman itu tenganga.


"Apa-apaan ini."Kata tuan Qaza dengan wajah yang sulit di artikan.


"Ayah,jadi selama ini ayah."Kata nyonya Dila.


Tuan Taufan memandang tuan Qaza.


"Memangnya apa yang terjadi,tuan Zaki?Apa yang terjadi dengan tuan Zaki,yang saya dengar tuan Zaki sakit."Kata tuan Taufan.


Abila juga sedikit bingung dengan ini semua,dia bingung apa yang harus dikatakan.


"Ini sangat mengejutkan."Kata Ara yang tidak percaya dengan rekaman itu.


"Ini pasti sangat sulit."Kata Denis.


Tuan Qaza pun terduduk dengan tiba-tiba.


"Mas,kamu gak papa."Tanya Dila.


"Aku salah Dil,aku salah selama ini aku sudah salah sama dia."Kata tuan Qaza yang mulai menangis.


"Iya mas,iya kamu tenang dulu."Kata Dila yang menenangkan suaminya.


"Denis coba lihat lagi file yang dibawahnya."Kata tuan Taufan.


"Baik om."Jawab Denis.


Denis pun membuka file yang satunya lagi terlihat sosok Marina,David,dan Naawa.


Marina disiksa oleh anggota dengan siksaan yang amat mengerikan hingga mati,sedangkan David juga di siksa namun dilepaskan.Sedangkan Naawa tengah berbincang dengan orang bertopeng,Naawa direkaman itu masih memakai baju rumah sakit.


"Om ini ada dimana."Tanya Naawa.


"Cabang markas mafia Gakaxi."Jawab pria bertopeng itu,yang berbeda dengan pria bertopeng yang pertama tadi.


***BERSAMBUNG...

__ADS_1


Semoga kalian suka dengan novel yang saya buat yahh***.


__ADS_2