MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 67


__ADS_3

Hampir satu minggu aku tidak masuk sekolah, dan banyak kejadian yang tidak bisa aku saksikan. Pembullyan disekolah makin meluas, para guru tidak berani menegur atau menasehati karena sering dapat ancaman dari orang tua sang pembully. Aku jengah dengan pemberitaan ini, hari ini juga aku akan mengambil kendali sekolah itu. Sudah cukup aku membiarkan mereka seenaknya, aku yang akan memberi pelajaran kepada pembully itu nanti.


"Mami, hari ini Naawa mau berangkat sekolah."Pamitku pada Mami, Mami tidak melarang karena memang kondisi sudah baik.


"Iya..hati-hati ya sayang."Cium Mami kepadaku.


"Iya Mami."Sahutku.


Aku langsung berangkat sekolah, dan benar saja hanya aku yang datang lebih dulu.


Yang kedua datang Sinta dan Dito, aku lihat mereka sangat akrab.


" Sejak kapan mereka akrab."Pikir Naawa.


" Tapi ahh sudahlah, itu bukan urusanku." Pikir Naawa lagi.


Sedangkan Sinta dan Dito tidak tau, kalau Naawa sudah ada dalam kelas. Dito mengantar Sinta ke kelas, saat depan kelas Dito berkata :


" Mulai sekarang lo jangan hadapi masalah sendiri, gue selalu ada buat lo cerita aja." Kata Dito.


" Makasih ya Dit, cuma lo yang mau berteman sama gue." Jawab Sinta terharu dengan kata-kata Dito.


" Gak masalah, gue bukan tipe orang yang mandang status."Jelas Dito.


" Hehe kamu bisa aja."Sinta terkekeh pelan.


" Ya sudah, masuk gih." Suruh Dito.


" Gak, lo aja yang jalan duluan." Kata Sinta lagi.


" Gue mau lihat lo masuk kelas."Kata Dito.


" Ihh kok gitu, emang kenapa sih."Heran Sinta.


" Biar kamu aman." Kata Dito.


" Gak untuk kali ini, orang gue udah didepan kelas kok mending lo jalan aja dulu. Gue mau mastiin jalan, masuk kelas gak atau jangan-jangan nanti bolos." Serius Sinta.


" Idihhh, tau banget ama pikiran gue."Goda Dito.


" Tuhh kan." Sinta mencubit pinggang Dito.


" Aawww sakit tau, galak banget sihh." Dito pura-pura kesakitan.


" Gitu aja sakit, cemen banget sihh."Ketus Sinta.


" Udah sana jalan." Suruh Sinta lagi.


" Kasih hadiah dulu." Pinta Dito.


" Hadiah apa lagi sih." Kesal Sinta karena kelakuan Dito.


Dito menunjuk pipinya.


" Apaan sihh." Timpuk Sinta dengan tangannya.


Dito tertawa, lalu pergi. Setelah melihat Dito pergi, Sinta masuk kelas dan ternyata ada Naawa di kelas.


" Naawa." Kata Sinta tampak kaget.


Naawa hanya melirik sekilas, lalu kembali membaca buku.


Sinta jadi salah tingkah, dengan yang dia lakukan tadi sama Dito.

__ADS_1


" Aduhh, Naawa tadi lihat gak yahh." Batin Sinta tampak gusar.


" Sudah tidak usah gelisah, anggap aja aku gak lihat." Kata Naawa tanpa menoleh.


" Dan itu juga bukan urusanku." Tambah Naawa lagi.


" Hmmmm." Sinta hanya berdehem.


Sinta memberanikan diri untuk bertanya?


" Beberapa hari ini, kamu kemana?" Tanya Sinta.


" Aku ada urusan, gak bisa ditinggal." Jawab Naawa.


" Ouhh kirain." Kata Sinta.


" Kirain apa?" Sambung Naawa.


" Kirain kamu nyesel, kan kemarin kamu belikan banyak barang keperluan rumah." Kata Sinta lagi.


" Heh, udah gak usah diperhitungkan anggap aja itu salam perkenalan dan pertemanan." Jawab Naawa datar.


Sinta pun tersenyum, karena dia merasa kali ini Naawa bukan orang jahat seperti dirinya dulu.


Sesaat kemudian Lili datang, dia melihat Naawa seketika heboh.


" Naawa.."Panggil Lili dengan teriak.


Naawa menoleh ke arah Lili.


" Naawa...gue seneng banget lo sekolah lagi." Peluk Lili sumringah.


" Aduhh Li, aku gak bisa nafas." Sengal Naawa karena nafasnya sesak di jejal Lili.


" Enak aja ngeram, emang aku ayam." Jawab Naawa tidak terima.


" Heheh." Lili terkekeh pelan.


Tidak lama kemudian, Chloe pun juga datang bersamaan dengan Foni dan Vania.


Chloe menatap sinis ke arah Naawa dan Sinta, dia gak habis piikir kalau Naawa kembali masuk.


" Wahh, harimau sudah datang nih sama seigala." Sindir Chloe.


Foni dan Vania tidak mau ikut campur, mereka memilih duduk dan menutup kuling mereka rapat-rapat.


Lili yang mendengar perkataan Chloe, langsung mengarah ke Naawa.


" Maksudnya Chloe apa ya Naawa." Tanya Lili yang tidak mengerti.


" Gak usah dengerin, gak penting." Jawab Naawa.


Chloe yang mendengar jawaban Naawa, seketika hatinya mendidih panas.


" Kurang ajar Naawa, ngacangin gue dia awas aja nanti." Batin jahat Chloe bergejolak.


Sinta hanya diam, dirinya sadar dengan perkataan Chloe.


Chloe membuka tasnya, lalu mengambil PR Matematikanya.


" Eh gemb*l, nihh ..kerjain PR gue."Perintah Chloe kepada Sinta.


Sinta hanya menurut, dia memeriksa PR itu satu persatu. Saat Sinta mulai mengerjakannya, tiba-tiba Naawa mendekati Sinta lalu mengambil PR Matematika Chloe.

__ADS_1


" Ehh."Kata Sinta sedikit terkejut.


" Biar gue aja yang ngerjain." Kata Naawa lalu membawa buku itu ke mejanya.


Chloe yang melihat aksi Naawa terkejut, tapi dia sembunyikan keterkejutannya. Chloe menghampiri Naawa, dia minta bukunya dikembalikan.


" Balikin buku gue."Pinta Chloe.


" Ambil aja kalau bisa." Tantang Naawa.


Chloe berusaha mengambil bukunya dari tindihan tangannya Naawa, tapi tetap tidak bisa.


" Aakhhhh." Kata Chloe yang tidak bisa mendapatkan kembali bukunya.


" Balikin buku gue gak."Bentak Chloe, namun tidak dihiraukan oleh Naawa.


Lili dan yang lainnya hanya diam, dengan keributan ini karena mereka tidak ingin ikut campur. Apalagi sekarang yang bertengkar, adalah orang yang keduanya sangat berpengaruh menurut mereka. Padahal pengaruh keluarga Aslam jauh dibawah keluarga Alastar.


Tiba-tiba Pak Sadi masuk Guru Matematika.


" Sial*n."Batin Chloe.


" Selamat pagi anak-anak, sekarang kumpulkan PR kalian."Pinta Pak Sadi.


" Baik Pak .." Jawab murid serentak.


Semua murid sudah mengumpulkan PR mereka, Pak Sadi memeriksa semua buku hanya buku Chloe yang tidak ada kalau Naawa itu wajar karna kemarin dia tidak masuk.


"Chloe, mana PR kamu."Tanya Pak Sadi.


" Ahh si*lan lo Naawa."Rutuk Chloe dalam hati.


"Chloe, saya tanya kamu." Tanya Pak Sadi lebih tegas lagi.


" Itu Pak anu...itu..eee bukunya anu itu."Kata Chloe yang tidak jelas bicaranya.


" Anu apa kamu hah, apa? Tanya Pak Sadi lagi saat mengatakan apa dengan teriakannya yang menggelegar.


" Ini Pak, bukunya Chloe." Kata Naawa mengacungkan bukunya Chloe.


" Kenapa buku Chloe ada dikamu Naawa."Heran Pak Sadi.


" Chloe menyuruh saya untuk mengerjakan PR-nya, Pak Sadi kan tau aku gak masuk kemaren mana ngerti jadi aku gak bisa jawab."Kata Naawa dengan enteng.


Foni dan Vania melongo tidak percaya dengan perkataannya Naawa, karena ini sangat jarang terjadi.


" Gila! Naawa, ini bahaya nih."Batin Vania.


" Chloe pasti gelagapan, pasti dia takut."Batin Foni.


" Naawa.. lo makin bikin gue penasaran tau gak, cerdas banget lo balas si Chloe." Batin Lili mengagumi Sinta.


" Naawa, kenapa lo lakuin ini. Kayaknya lo sudah mau menunjukkan diri lo yang sebenarnya, lo beda banget sekarang dari awal masuk." Tebak batin Sinta.


" Chloe, istirahat nanti kamu ke ruangan guru."Pinta Pak Sadi dengan wajah yang sulit ditebak, yang sebelumnya tidak pernah Pak Sadi perlihatkan di sekolah.


" Mati gue, kalau kayak gini. Naawa lo awas aja, gue bakalan balas lo." Batin Chloe memandang Naawa penuh dengan benci.


Namun pandangan itu seketika berhenti, karena Naawa membalas tatapan itu dengan penuh teka-teki.


BERSAMBUNG


SELAMAT MALAM, AUTHOR UP LAGI BIAR SEMANGAT UPNYA KASIH JEJAK DONG HEHEHπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAHH.


__ADS_2