
Mereka pun berbalik , dan saat berbalik tiba-tiba ada yang membekap mulut Abila dan Ara .
" Aaaaaaaaaakhhhhhhh " Teriak mereka berdua .
" Suuuuuuuuuutttttt " Ucap Denis dan Lili .
" Kalian..." Ucap Ara sedikit terkejut.
" Untuk apa kalian disini ." Ucap Abila .
" Tante ...tenang dulu , mending kita sembunyi dulu baru kita selamatkan tuan Taufan " Ucap Lili menenangkan .
Karena ingin tuan Tuafan selamat , akhirnya Abila dan Ara mengikuti apa yang di suruh Lili dan Denis .
" Kita sembunyi disini dulu tante " Ucap Lili.
" Terus apa yang harus kita lakukan " Tanya Ara .
" Aku sama Denis sudah menyusun rencana" Ucap Lili .
Denis pun menjelaskan rencana mereka untuk melumpuhkan musuh "
" Tante rencananya begini ................" Selesai Denis menjelaskan .
" Baiklah boleh dicoba " Ucap Ara mengangguk .
" Ide yang bagus " Sahut Abila juga .
Mereka pun melakukan seperti yang dijelaskan Denis , anak buah preman itu ada lima .Jadi Denis dan yang lainnya sudah menyiapkan jebakan, lalu akan membuat anak buah itu berpencar.
" Heyy kalian " Ucap Ara kepada anak buah preman .
" Itu dia , cepat kejar " Ucap para preman .
Ara pun berlari sesuai rencana , ada 5 orang yang mengejar kemudian muncullah Lili di arah yang berlawanan.
" Halooooo ....kalian ngapain gak akan bisa tangkap diaaa.." Teriak Lili .
" Wahh kurang ajar , kejar dia " Ucap preman itu , dan 3 orang yang mengejar Lili .
Lili juga lari sesuai rencana , saat Lili di kejar masuklah Abila untuk mengecoh mereka dari arah yang berlawanan juga .
" Kalian ngapain hah , ga bisa nangkap kita yahh " Teriak Abila .
" Wahh song*ng dia " Tunjuk preman itu .
" Lo kejar dia biar gue yang habisin ni bocah " Kata preman itu kepada temannya .
" Baiklahh ,walaupun gue harus kejar emak-emak " Sahut temannya .
Akhirnya satu orang yang mengejar nyonya Abila .
Dari titik tertentu , Denis sudah berada di tempat jebakan untuk preman yang mengejar Ara disaat Ara sudah mulai sampai dengan gesit dia belok kiri dan saat itu juga Denis memotong tali jebakan .
" Tessssss" Denis memotong tali .
" Hufff...aaaaaaaaaakhhh " Teriak 2 preman itu di tangkap oleh jala dan di angkat ke atas .
" Hahahahaha" Ara mentertawakan kedua preman itu.
" Brengs*k kalian bocah " Teriak preman itu .
" Syukurin bang , makanya jadi krang jangan jahat " Sahut Ara .
" Woy lepasin kita gak" Ucap preman itu dengan nada yang membentak .
" Apa bang mau minta dilepasin ,gak mau ahh ntar nanti kita semua di tangkap lagi ." Ejek Ara .
" Ka Ara " Panggil Denis pelan " Ka Araaa..."
Ara pun menoleh ke arah Denis " Denis "Kata Ara .
" Sini " Kata Denis .
" Daahh bang preman wleeeeeee..." Ara sambil menjulurkan lidahnya .
" Woyy bocahhh mau kemana lo hah" Ucap mereka .
__ADS_1
" Haduhh kita di tinggal lagi bang " Ucap teman preman itu.
" Ka Ara bantu tante Abila dan aku bantu Lili" Ucap Denis .
" Beres Den " Kata Ara yang sudah siap .
Lili sudah hampir dekat ditempat jebakan" Itu dia " Ucap batin Lili , Lili pun dengan cepat mengambil jalan itu lalu lompat seperti perhitungan Denis .
" Brakkkkkk " Preman yang mengikuti Lili jatuh ke dalam lobang .
" Aakhhhhh , si*l " Ucap mereka .
" Lo berhasil Li " Puji Denis .
" Kan ini ide dari lo pasti berhasil dong " Ucap Lili sambil senyum manis bagai madu .
" Ya ampun Li senyum lo itu ...bikin gue jantungan tau gak , manis banget " Ucap batin Denis sambil menatap Lili .
Lili yang melihat Denis bengong ,entah siapa yang dilihatnya .
" Heyyy " Ucap sambil mengibaskan tangan didepan wajah Denis. " Laahh kesambet ni anak " Ucap Lili lagi namun Denis masih dalam lamunan indahnya 😂Lili pun menepuk pundak Denis " Denissss..."
" Ahh , li " Denis terkejut .
" Lo kenapa ?
" Gue "
" Iya , dari tadi gue perhatiin kesambet lo "
" Ahahhhaha apaan sih lo , kesambet ? Gak lahh iya kali kesambet " Ucap Denis .
" Ya habisnya lo bengong tadi " Kata Lili .
" Iya iya , ya udah sekarang kita bantuin tante Bila yahh" Ucap Denis mengalah .
" Ouhh iya tante Abila " Ucap Lili yang baru ingat .
Dengan cepat Denis dan Lili menutup lubang itu dengan batang kayu yang didapat dari hutan , lalu pergi untuk menemui Abila .
Sedangkan Abila juga sudah sampai di tempat tujuan , dengan cepat Abila bersembunyi dibalik pohon besar .
" Stststststs" Tiba-tiba kaki preman itu terjerat dan terangkat ke atas .
" Aaaaaaaaakhhh , apa ini aaaaaakh " Teriak preman itu .
" Yes berhasil " Ucap Abila .
" Tante " Ucap Ara .
" Ara ? Sahut Abila .
" Tante gak papa kan " Tanya Ara .
" Tante gak papa , kamu juga gimana " Tanya balik Abila .
" Aku juga gak papa tante " Sahut Ara.
" Sepertinya tante berhasil ngalahin preman itu " Ucap Denis dan Lili yang sudah berada disamping mereka .
" Ya ampun ini kan juga idenya kamu " Ucap Abila .
" Tau nih Denis , lagian karna ide lo juga kita bisa ngalahin preman itu " Kata Ara .
" Emang sih idenya dari aku , tapi tetap aja kalian juga yang menjalankannya kalau gak ada kalian aduhhh barabe nanti hi..hi..hi.." Sahut Denis .
" Udah-udah kalian jangan senang dulu , kita samperin om Taufan " Kata Lili .
" Astaga papa , ya ampun aku lupa " Ucap Ara kaget .
" Ya udah kita kesana " Sahut Abila .
" Iya tante " Ucap Lili .
" Ayo Li " Ucap Denis .
Mereka pun pergi ke tempat tuan Taufan .
__ADS_1
" heeee3hh mereka kemana sihh , makan banyak waktu buat mengurus dua perempuan itu " Batin Araf .
"Aku harus mengalahkannya dengan cepat " Batin Taufan .
" Sepertiga tidak ada pilihan lain " Ucap Araf .
" Seperti yang saya tunggu " Sahut Taufan .
Bugh...mereka saling menampar satu sama lain .
" Hiyaaaa " Araf menendang Taufan namun berhasik di tahan oleh Taufan dengan tangannya .
Dengan cepat Taufan membelokkan badannya dan berputar lalu menyerang balik Araf .
" Krakkkkkkkk" Tendangan Taufan berhasil mengenai wajah Araf .
" Aaakhhhh " Araf memegang wajahnya yang tadi di tendang Taufan .
" Si*l baru kali ini ada orang yang berhasil menyentuh wajahku selain ketua mafia Galaxi " Batin Araf .
" Saya harus berhati-hati, sepertinya dia orang yang terlatih " Batin Taufan .
Araf pun melancarkan serangannya dengan membabi buta .
" Hiyaaa , sssttatst....bugh.....krekkkk...." Serangan Araf masih bisa di tahan oleh Taufan .
" Si*l dia masih bertahan , padahal aku sudah mengeluarkan beberapa jurus " Batin Araf .
" Semua tulangku terasa nyeri dan sakit " Batin Taufan .
...****************...
Sedangkan aku dan suami istri yang aneh ini sedang berjalan untuk mencari jalan keluar , walaupun aku tahu jalan keluarnya dimana .
" Kita lewat mana yahh mas " Tanya Dila.
" Kita lewat sana aja " Sahut Qaza .
Dari tadi aku hanya diam dan membiarian tuan Qaza yang memandu jalan.
Aaarrrghhhhhh ...suara yang begitu gagah dan menakutkan .
" Suara itu apa..."
" Mas suara apa itu mas " Ucap bu Dila ketakutan.
" Itu seperti suara harimau " Ucap tuan Qaza .
" Aduhh gimana ini mas , aku takut " Kata bu Dila.
" Kita cari tempat persembunyian " Kata Tuan Qaza .
" Nak Rhumi , ayo ikut kita sembunyi " Ucap bu Dila mengajakku .
" Eeeee...tapi bu "
" Udah gak ada tapi-tapian , ayo kesini " Ucap bu Dila yang langsung menarik tanganku .
Saat bu Dila menarik tanganku , ternyata harimau itu sudah ada dibelakang kita .
" Haero , kenapa dia keluar " Batinku .
" Aaaaaaaaaa" Teriak Dila hingga membuat Haero terusik dan bergerak.
Tuan Qaza yang melihat harimau itu mau menerkam .
" Ayo lari Dila " Tarik tuan Qaza .
Dila pun lari bersama tuan Qaza , masih melihat ke arah Rhumi .
" Rhumiiii..." Teriak Dila .
" Happppp " Harimau itu langsung menuju ke arah Rhumi .
" Aaaaaaaaaa " Teriak Dila yang melihat aku diterkam harimau .
" Mas Rhumi mas " Ucap Dila ketakutan bercampur khawatir .
__ADS_1
Tuan Qaza pun berhenti lalu menoleh , menarik tangan Dila untuk bersembunyi .
BERSAMBUNG...