
~Selamat pagi pembaca gak ada akhlak~
🤣🤣🤣
Biar lu stres dahh, biarin.
**
Saat Rhumi istirahat tiba-tiba Arwah Naawa muncul, dia menawarkan bantuan kepada Rhumi.
" Hay." Ucap Arwah Naawa.
Rhumi yang awalnya tidur kemudian terbangun karena suaranya.
" Kau." Sahut Rhumi.
Rhumi memandang Arwah Naawa yang sedang duduk di jendela, Rhumi kesal dengan munculnya orang ini.
" Siapa yang menyuruhmu." Tanya Rhumi.
Jleb..
Arwah Naawa menghilang dan seketika muncul di samping Rhumi, Naawa asli ingin membantu.
" Apa kau kesusahan." Tanya Naawa.
" Bukan urusanmu." Jawab Rhumi.
" Tapi kau terlihat sangat lelah, apa tidak masalah jika aku membantumu."
" Pergilah." Ucap Rhumi.
" Ayolah." Sahut Naawa.
" Ingin ku hajar lagi." Ucap Rhumi dengan tegas.
" Ok ok, aku pergi." Sahut Naawa lalu menghilang.
**
Dani dan Feli sedang dalam mobil karena ingin pergi makan siang di sebuah restoran dekat dengan kantor, Dani benar-benar gugup.
Deg deg deg..
" Ya ampun ini jantung, dah mau copot aja." Batin Dani yang gugup karena dekat dengan Feli, apalagi ingin melamarnya nanti.
" Saya harus bersikap tenang, supaya bisa mengendalikan topik pembicaraan nantinya. Iya, saya harus tenang." Ucap Batin Dani lagi.
" Sebenarnya? Dani mau ngapain sihh, ajak aku kesini segala nanti kalau ada karyawan yang lihat bisa kacau." Batin Feli sambil memegang kedua tangannya.
" Aduhhh.. moga aja gak ada hal yang aneh, aku sangat takut." Ucap batin Feli lagi.
Akhirnya sudah sampai depan resto, Dani kemudian memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mobil.
Ya iyalah diparkiran mobil, masa parkiran singa.🤣🤣🤣
Dani lebih dulu keluar, kemudia dengan sigap membuka pintu mobil untuk Feli keluar.
Feli tersenyum lalu mengucapkan rasa terima kasihnya.
" Makasih yahh." Ucap Feli.
" Iya." Sahut Dani dengan senyuman.
Mereka berdua pun duduk dan memesan makanan.
**
Mau tidak mau, Rhumi ingin mengakhiri masalah ini dia ingin hidup normal seperti orang biasanya.
" Apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin menyakiti mereka berdua." Batin Rhumi.
Rhumi mengingat masa kecilnya bersama Mama Dila, kemudian lanjut dengan Mama Abila.
Teringat penawaran Naawa, Rhumi rasa tidak salahnya jika dirinya menerima tawaran itu.
__ADS_1
" Tawarannya, mungkin membantu." Ucap Rhumi seketika.
" Aku jadi ingat Lili, dia selalu saja kabur tidak ingin bertemu kasihan orang tuanya." Ucap Rhumi lagi.
" Ahh iya.. aku lupa memberikan perintah untuk mereka." Ucap Rhumi sambil memeriksa ponselnya.
**
Ara pergi ke sebuah rumah sakit, karena ingin menyembuhkan traumanya dimasa kecil.
" Semoga saja, traumaku bisa lekas sembuh aku tidak ingin terpojok dalam ketakutan ini dengan waktu yang panjang." Bagin Sahara sambil melangkah ke rumah sakit, namun tiba-tiba..?
Brakk...
Sahara menabrak sesuatu, karena saat dirinya jalan tadi tidak begitu melihat sekitar.
" Aww." Ucap Sahara.
" Ishh.." Desis orang yang ditabrak Sahara tadi.
Karena merasa bersalah, Sahara langsung meminta maaf.
" Maaf yaa, saya gak senga-
" Kamu." Ucap Sahara.
" Kamu yang kemaren kan." Sahutnya.
" Ouhh, itu yahh.. maaf saya lupa."
" Kok minta maaf, kan gak salah." Ucapnya lagi.
" Hmph.." Sahara hanya berdehem.
" Ouhh ya kenalin, Jauhar." Ucap Jauhar sambil menyodorkan tangannya untuk kenalan, lalu dibalas oleh Sahara.
" Sahara, panggil aja Ara." Sahut Ara.
" Nama yang bagus." Puji Jauhar.
" Ouhh ya, kesini mau ngapain." Tanya Jauhar.
" Sa.. saya kesini.." Seketika Ara terdiam sejenak, dan batinnya berkata.
" Kenapa juga saya harus jawab pertanyaannya, baru juga ketemu." Batin Ara.
" Maaf saya harus pergi." Ucap Ara tiba-tiba lalu pergi.
" Ehh tunggu... ya ampun, terburu-buru sekali dia huh.. emang yahh hemm cantik." Ucap Jauhar sambil memandang Ara pergi.
**
Qaza telah bebas dari sekapan anak buah Rhumi, kini dirinya pulang untuk bertemu dengan istrinya.
" Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Dila, astaga aku baru ingat!" Qaza baru saja ingat, jika Dila sudah pergi.
" Aku harus bagaimana lagi." Ucap Qaza.
Tiba-tiba ada sebuah truck yang datang, dan beberapa orang.
" Permisi Pak." Ucap seseorang.
" Ya, kalian mau apa." Tanya Qaza.
" Kami atas perintah Nyonya Dila, ingin mengambil semua barang yang ada di rumah ini." Terang orang itu.
" Apa? Apa maksudnya ini, barang Nyonya Dila dia itu istri saya mau ngapain bawa barang istri saya." Ucap Qaza sedikit emosi.
" Maaf, tapi kami hanya menjalankan tugas. Permisi, ayo semuanya angkut barang Nyonya."
" Hey hey, mau apa kalian hentikan itu barang istri saya jangan dibawa. Woyy, letakkan kembali barang itu." Ucap Qaza dengan emosi.
Namun tidak ada yang menghiraukan ucapan Qaza, itu yang membuat Qaza makin emosi dan menghajar para petugas itu.
Bugh.. Plak.. Jrekk...
__ADS_1
" Kurang ajar kalian, berani kalian sama saya hah!" Bentak Qaza.
" Ternyata benar, apa kata Nyonya Dila.. Tuan Qaza orangnya sangat temperamental gak kebayang seperti apa Nyonya Dila hidup bersama orang ini." Batin petugas.
" Ok, semuanya ayo kita pergi." Ajak petugas itu kepada temannya.
" Pergi kalian." Usir Qaza.
Setelah semuanya pergi, Qaza benar-benar frustasi kemana lagi dia harus mencari Dila.
" Kamu dimana Dila, tidak mungkin kita akan bercerai." Ucap Qaza sedikit lemas.
**
Ternyata selama ini Lili bersembunyi di sebuah kontrakan dengan bekerja di restoran, Lili juga mengikuti perguruan silat guna melindungi dirinya dari marabahaya khususnya para pedofil.
Alasan Lili pergi dari rumah karena merasa tertekan, dan tidak ada ruang untuk bercerita.
" Li." Panggil seseorang.
" Iya Pak." Sahut Lili.
" Tolong kamu siapkan makanan untuk meja nomor 8, ini catatan pesanannya." Ucap Pak Fano.
Pak Fano adalah manager direstoran Al-baba, di daerah Tebet.
" Siap Pak." Sahut Lili dengan semangat.
" Haha, anak itu selalu semangat meskipun pekerjaannya melelahkan dari yang lain." Puji Manager Fano.
Dengan cepat Lili menuju arah dapur dan menyiapkan makanan untuk pelanggan.
" Ok pesanannya ada tiga, Jus Alpukat, Jus Nanas, dan Jus Apel. Ok, Spagheti, Stiek, dan Rawon. Hmm.. ok mari kita buat." Ucap Lili dengan sigap dan telaten membuat bumbu serta jus.
Lili sebenarnya rindu kepada sahabatnya, tapi kerinduannya terhalang dengan rasa kecewanya kepada keluarga serta teman lelakinya.
Beberapa menit pesanan pun siap disajikan dan di antar, Lili sekarang memang sudah sangat mandiri.
Dengan penuh senyuman, Lili membawa pesanannya itu ke pelanggan.
" Ini Pak pesanannya, silahkan dinikmati." Ucap Lili dengan ramah lalu pergi.
Pelanggan yang di meja nomor 8 itu pun menganggukkan kepalanya, tanda dia berterimakasih dan menghargai pekerjaan Lili.
Saat Lili ke belakang, untuk mencuci tumpukan piring kotor tiba-tiba teman kerjanya yang bernama Yanti menghampiri.
" Ya ampun, rajin banget lo gue heran dehh lo punya tenaga berapa." Tanya Yanti yang sebenarnya iri dan kagum.
" Ya ampun Yan, namanya juga harus kerja memenuhi kehidupan ya harus rajin lahh." Sahut Lili.
" Iya gue tahu, tapi gue lihat lo kerja keras banget gue salut banget sama lo the best dehh pokoknya." Puji Yanti.
" Ah bisa aja lo." Sahut Lili.
" Hahahah." Mereka tertawa hangat.
Namun Sang Manager Fano melihat candaan mereka dan tersenyum, tapi kemudian menegur dou kerja itu.
" Hey kalian, cepat selesaikan pekerjaannya sebentar lagi jam makan siang." Ucap Manager Fano.
" Ahh iya maaf Pak Fano." Ucap keduanya gelagapan.
**
~BERSAMBUNG~
💓💓💓
*SELAMAT MEMBACA YAHH*
**
Silahkan dah kalian komen sesuai pikiran kalian, jangan pikiranku.
🤣🤣🤣
__ADS_1
🥀WASSALAM🥀