
Mereka terkejut karena kamar Lili sudah sangat rapi, tidak seperti biasanya yang berantakan.
" Lili, kamu dimana?" Panggil Luna, dengan sigap Luna membuka isi lemari.
" Ma, pakaian Lili gak ada." Ucap Luna.
" Hah, Lili kemana?" Qila mulai panik.
" Lili, Lili." Panggil Luna dan cek semua yang ada di kamar Lili.
" Coba kamu telpon Lili." Suruh Qila.
Tut..tut..
Tut..tut..
Teng neng teng neng..
Teng neng teng neng..
Suara handphone Lili terdengar didalam kamar itu juga.
" Nahh itu handphonenya." Tunjuk Luna.
" Astaga Lili, kamu kemana Li." Qila menangis.
" Lili kabur." Ucap Ranu.
" Papa kita harus cari Lili Pa." Ucap Luna.
" Gak perlu." Sahut Ranu.
" Mas.. kamu itu apa-apaan sih Lili itu kabur mas, pergi dari rumah. Kamu malah ngomong, gak perlu?" Emosi Qila.
" Lili itu anak manja, pasti dalam 24 jam dia bakalan balik lagi ke rumah. Mana sanggup dia, hidup tanpa uang." Ucap Ranu mantap.
" Papa keterlaluan, ini bukan saatnya bercanda Pa! Cari Lili sekarang kalau Papa gak mau bantu jangan halangi kami." Ucap Luna dengan lantang.
" Sekeras apa hati kamu mas, tega kamu." Ucap Qila yang menyeka air matanya lalu pergi.
Ranu terdiam mematung, karena serangan omongan dua perempuan yang dia sayangi.
" Kalau sampai Lili tidak kembali dalam 24 jam, ini sangat berbahaya." Batin Ranu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayah Denis Ilham Renaldi, bingung dengan Denis yang tiba-tiba menghilang.
" Bagaimana mas, apa ada kabar tentang Denis." Tanya Kamila Mamanya Denis.
Ilham hanya diam, dia menatap sendu istrinya. Istrinya belum sembuh atas meninggalnya Divanna, dia masih belum meneriman kepergian putrinya. Kini Denis juga tiba-tiba menghilang, Ilham sudah mengerah anak buah untuk mencari Denis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Denis demam tinggi, dia terus mengigau nama David untuk minta maaf dan sesekali dia memanggil nama perempuan yang biasa dia panggil Divanna.
__ADS_1
" Bagaimana ini Sang Queen, dari tadi terus mengigau apa yang harus kita lakukan." Ucap anggota."
" Rawat saja dia dulu, jangan dibawa ke rumah sakit." Perintah Rhumi.
" Baik Sang Queen." Sahut anggota.
Satu anggota kemudian datang, dia mengatakan :
" Sang Queen, David sudah." Ucap anggota itu terhenti.
" Saya sudah tahu." Ucap Rhumi.
Anggota itu hanya tertunduk.
" Awasi keluarga Denis dan David, dan jaga Denis." Titah Rhumi.
Rhumi belum tahu jika Lili sahabatnya, kabur dari rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Foni dan Vania menangis histeris, setelah mendengar berita David bunuh diri.
" Fon ini bener gak sih, David bunuh diri." Ucap Vania dengan mata yang berkaca-kaca karena tidak percaya dengan berita.
" Kayaknya benar deh Van, soalnya PT.Dirga Sejahtera sedang berduka cita ada kok dipostingan halamannya." Ucap Foni.
" Haaaa aa ...aaaa ...." Tangis pecah mereka berdua, karena biar bagaimana pun mereka pernah ada rasa suka dengan David.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reani tidak bisa menerima kenyataan pahit ini, dia masih belum percaya bahwa David telah tiada.
" Reani.. sudah, ikhlaskan saja mungkin ini yang terbaik." Bujuk Kusuma yang juga terlihat tidak berdaya, mungkin kurang tidur atau istirahat.
Banyak para pengusaha yang berdatangan, termasuk Abila dan Taufan. Mereka beri semangat kepada Bu Reani, jangan sampai putus asa.
" David.. hiks..hiks.. kenapa kamu tinggalin Mama nak, Mama gak mau pisah sama kamu." Itulah ucapan Reani yang terus memegang jenazah itu, padahal mau dikuburkan.
" Ini kapan kita nguburnya." Ucap warga.
Kusuma merasa tidak enak mendengar perkataan warga tadi, dia berusaha membujuk Reani.
" Reani, kasian David. Ayo kita kubur sekarang." Bujuk Kusuma.
" Gak mas, David cuma tidur dia pasti bangun lagi kok? Lihat aja, David pasti bangun lagi." Ucap Reani sambil senyum melihat mayat anaknya itu terbungkus kain putih.
Kusuma memandang langit, dia melihat mau hujan sedangkan David belum di tanam. Dengan terpaksa Kusuma akan memilih jalan pintas, untuk membawa paksa Reani.
" Ikut aku." Tangkap Kusuma pada tubuh Reani secara mendadak, lalu Kusuma membawa Reani ke dalam mobil.
" Gak mas, aku gak mau. Aku mau nemenin David mas, hiks..hiks .. aku mau nemenin David mas." Berontak Reani, tapi masih bisa ditahan oleh Kusuma.
Acara pemakaman lancar, sedangkan Reani dikurung Kusuma di kamar. Sebenarnya Kusuma tidak tega harus mengurung Reani di kamar, tapi kalau tidak begitu Reani akan menyakiti dirinya sendiri.
" Reani, maafkan mas. Mas janji akan mencari tau alasan David bunuh diri, dan secepatnya mas akan memulihkan mental kamu sayang." Batin Kusuma.
__ADS_1
" Tolong kamu cari tau, apa yang dilakukan anak saya setelah pergi dari rumah sakit. Kamu cek semua cctv, kemarin pihak rumah sakit bilang cctv nya rusak. Tapi saya minta rekaman cctv yang rutenya berhubungan denga rute kamar anak saya." Ucap Kusuma di telpon.
" Kalau dugaanku benar, aku harus menemui Renaldi." Batin Kusuma mengarah praduganya selama ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yato Aslam melihat berita tentang bunuh dirinya seorang anak dari Ceo PT.Dirga Sejahtera.
" Heh, anak muda zaman sekarang pemikirannya sempit." Komen Yato dengan masalah yang menimpa Keluarga Dirga.
Tiba-tiba Chloe masuk.
" Papi, udah tau belum tentang keluarga Dirga Pi." Tanya Chloe sambil duduk diruang Papinya itu.
" Sudah tahu, kebetulan Papi baru menjalin kerja sama dengan PT.Dirga Sejahtera." Ucap Yato.
" Papi tau gak, anak itu Si David! Kakak kelasnya Chloe Pi." Cerita Chloe.
" Ouhh ya, berarti dia satu sekolah dong sama kamu sayang." Ucap Yato.
" Papi juga ingat kan waktu Chloe cerita dulu, cowok yang Chloe sukai." Ucap Chloe ragu
Yato memandang Chloe, dia tau apa yang dimaksud anaknya.
" Jangan bilang, kalau cowok itu...David." Ucap Yato.
Chloe mengangguk pelan.
" Iya Pi, Papi gak marah kan." Ucap Chloe takut jika Papinya marah.
" Ahahahahah.. kenapa Papi harus marah, justru Papi bingung sama kamu. Katanya suka, tapi kenapa gak pacaran sama dia." Tanya balik Yato.
" Itu.. anu.. Chloe .. Chloe gak berani nyatain suka sama David Pi. Soalnya David itu di sekolah, banyak yang suka." Ucap Chloe.
" Ouhh." Sahut Yato kalem.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Qaza dan keluarga serta PT.Ranoya News juga ikut berduka cita kepada keluarga Dirga.
" Aku tidak menyangka anak Kusuma satu-satunya, nekat bunuh diri." Ucap Qaza di depan tv yang di temani Dila sama Awan.
" Iya mas, sempit sekali pikirannya mau bunuh diri." Sambung Dila.
Qaza dan Awan langsung memandang Dila, orang yang di pandang tidak sadar lagi asyik nonton tv.
" Apa dia sudah lupa, dulu mau coba bunuh diri." Batin Qaza.
" Mama.. Mama, apa dia lupa dengan kejadian yang kemarin." Batin Awan mau ngakak dengar omongan Mamanya.
Tanpa mereka sadari, Rhumi yang memakai topeng ada dibelakang mereka dekat jendela.
" Dia depresi karena kesalahannya sendiri." Ucap Rhumi.
Qaza, Dila, dan Awan terkejut mendengar suara itu. Mereka berbalik badan, terkejut sudah pasti.
__ADS_1
" Aaaihhh." Mereka terkejut bersamaan.
Bersambung