
Lili di rumah kepleset di kamar mandi .
" Kayaknya wajah aku dah bersih , mending pakai masker ajalah dulu ." Ucap Lili
Lili memasang masker di wajahnya , tapi dia tidak hati saat mau keluar .
" Sleeeeeeppppp , Awwwwww akhhhhh...."
Luna mendengar teriakan Lili dari kamar mandi , segera mendatangi Lili.
" Lili , kamu ga papa di dalam Li ? Tanya Luna .
" Aaawwwwwww aisss sakitnya ." Ucap Lili memegang kakinya .
" LIli kamu ga papa li tok....tok...." Luna mengetuk pintu kamar mandi .
Karena tidak ada sahutan , Luna memutuskan untuk membuka pintunya dan benar saja Lili jatuh .
" Astaga Lin, kamu kenapa dek ." Tanya Luna yang memegang kaki Lili .
" Jatuhhhhh ." Ucap Lili tanpa sadar bersikap manja pada kakaknya itu .
" Ya sudah sini kaka bantu yahh , " Ucap Luna .
Luna pun memapah Lili untuk keluar dari kamar mandi .
" Iyaa , kamu tunggu sini dulu kayaknya kaki kamu keseleo , biar kaka ambil balsem dulu yahh . " Ucap Luna yang di anggukkan oleh Lili .
Luna mencari balsem.
" Mana yahh balsemnya ,perasaan ada disini ouhh ini dia ." Ucap Luna menenteng baksem itu ." Ketemu juga kamu akhirnya ." Ucap Luna lagi .
Luna memijat kaki Lili , Lili merintih sakit .
" Aaawwwww , pelan dikit napa ." Ucap Lili menahan sakit.
" Iya maaf maaf yahh , tapi kamu tahan dulu yahhhhh ." Sahut Luna .
" Ishhhhhhhh akhhhh " Rintih Lili .
Luna memandang Lilin dengan tatapan yang sulit di artikan .
" Kamu kelihatan manja dek , andai aja kita kaya dulu lagi ." Batin Luna
Lili melihat kakaknya Luna menatapnya .
" Ehemmmmm , ini ini niatnya mau nolongin apa ga sihhh." Ucap Lili ketus .
" Iya ini ditolongin , jangan galak-galak kenapa ntar cantiknya hilang ." Goda Luna .
" Apaan sichh ga jelas ." Ucap Lili padahal dia seneng banget digituin sama kakaknya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abila pingsan ditengah hutan yang di tolong oleh anggota Galaxi .
Abila kembali sadar dan dia bingung dia dimana, dan rumah ini kecil tapi layak dipakai lalu siapa yang buat rumah ditengah hutan begini pikir Abila .
" Badanku sangat lelah , tapi aku belum menemukan Naawa." Ucap sedih Abila .
__ADS_1
Abila kemanapun selalu membawa foto Naawa , baginya Naawa adalah nyawanya
" Kamu dimana ? mami kangen sama kamu Wa....."
Hiks....hiks ...Abila menangis karena dia rindu anaknya yang hampir 15 hari menghilang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Awan mengetahui kebusukan tuan Agie .
" Saya ingin perusahaan ini menjadi satu dengan perusahaan saya " Ucap tuan Agie kepada pengacara.
" Bisa tuan ,itu pekerjaan mudah asal tuan Agie membayar saya dengan baik." Ucap pengacara itu .
" Baiklah , tapi saya ingin real dan bersih ."
" Lalu bagaimana dengan tuan Awan ."
" Anak itu bodoh , biarkan saja biar aku yang mengurusnya "
" Baiklah , kalau begitu saya pergi "
Mereka saling berjabat tangan ,namun pembicaraan mereka didengar oleh Awan.
" Apa-apaan ini , kurang ajar tuan Agie sangat serakah ." Batin Awan rasa tidak percaya ." Tapi , ini aneh mama sama papa tidak ada apa itu ulah dia kalau sampai itu ulah dia aku tidak akan memaafkannya ." Ucap batin Awan lagi .
Awan langsung mendatangi tuan Agie .
" Maksud om apa ? Menyatukan perusahaan om sama perusahaan papa saya ."
" Udahlahh , ini kan juga bagus dua perusahaan bersatu dan menjadi sangat besar bahkan bisa mengalahkan pt.Abila ."
" Tapi om melakukan ini , tanpa persetujuan papa ."
" Maksud om apa."
" Memangnya kamu tidak merasa , orang tua kamu tidak pulang ke rumah ."
" Apa maksud om " Tanya Awan dengan lantang ."
" Awan awan kamu itu bodoh apa ga peka , mana ada orang tua kamu keluar negeri, mungkin orang tua kamu sedang berurusan dengan Izrail ."
" Jangan bilang kalau selama ini om-"
" Iya saya sudah membunuh orang tua kamu ."
" Kenapa om , bukankah om sahabat papa."
" Ya saya sahabatnya , karena saya sahabatnya maka saya ingin dia bahagia bertemu anaknya yang selama ini dia kira sudah membunuh kakeknya ."
Awan semakin terkejut dengan ucapan tuan Agie .
" Kurang ajar bugh......." Awan menampar tuan Agie hingga jatuh , Agie tidak terima dia memanggil satpam .
" Satpam , cepat kesini satpam "
" Iya tuan ada apa ?
" Usir dia, karena dia sudah tidak memiliki hak apapun lagi di perusahaan ini ."
__ADS_1
"Jaga mulut anda tuan Agie , selamanya perusahaan ini milik papa saya dan tidak akan saya biarkan jatuh ke tangan anda ."
" Hohh kamu nantangin saya anak ingusan , apa lagi yang kalian tunggu cepat seret orang ini ." Ucap Agie dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Lepaskan saya , hey kalian berani sama saya hah , lepaskan saya sial*n woyyy lepasin saya ." Itulah teriakan Awan yang diseret dari kantor papanya sendiri .
Awan di dorong satpam hingga keluar gerbang .
" Aakhhh." Awan kesakitan di dorong satpam ." Brengs*k kalian." Ucap Awan .
Awan pun pergi dalam keadaan emosi dan kalut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku membantu ibu Dila mencari suaminya tuan Qaza ,sedangkan ibu Dila dari tadi menatapku di sepanjang jalan dalam mobil.
"Anak ini mirip sekali dengan Rhumi " Batin Dila
" Anda kenapa menatap saya begitu ."Ucapku .
" Saya hanya merasa kamu mirip sekali dengan anak saya ." Sahut Dila
" Memang anak ibu kemana ? Aku berpura-pura bertanya .
" Rasanya sakit , kalau harus menceritakan tentang anak saya ."
" Maaf , saya jadi tidak enaka ."
" Ouhh tidak papa nak Rhumi , ibu hanya teringat dia saja, anak saya menghilang saat usia 5 tahun dalam kecelakaan.Saya tidak tau , tapi jenazahnya sama sekali tidak ditemukan berbagai bantuan tim sar tidak ditemukan , jadi polisi mengatakan bahwa anak saya sudah meninggal tapi saya masih berharap dia hidup ." Curhat Dila
" Ouhh pasti ini berat yahh buat seorang ibu seperti anda ."
Aku dan nyonya Dila memeriksa tempat kejadian kecelakaan.
" Seperti yang saya katakan mobilnya tidak ada , kemana ? Ucapku .
"Anehhh kok bisa yahh , kalau suami saya yang bawa ga mungkin."
" Tapi kan ini emang tidak ada ."
Tiba-tiba ada suara orang datang , aku langsung menarik tangan nyonya Dila lalu membekap mulutnya supaya tidak berteriak dan bersembunyi di belakang pohon besar .
" Tuan Agie benar-benar serakah , dia sudah menyingkirkan sahabatnya sendiri."
" Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini , tapi aku perlu uang."
" Iya kamu bener ."
" Ya sudah ngapain kita disini ,ayo kita telusuri hutan ini , siapa tau dia ada disini ."
Dila benar-benar shock dengan apa yang dia dengar .Aku melepaskan tanganku dari mulut bu Dila.
" Sahabat suami saya sendiri,melakukan hal keji ." Ucap Dila tak percaya.
Sebenarnya orang yang datang tadi adalah suruhan ku , karena aku ingin nyonya Dila mengetahui kebusukan sahabat suaminya sendiri .
" Bagus sepertinya rencanaku berhasil ,hanya waktu mainnya saja nanti dimulai ." Batinku
" Ibu Dila ga papa."
__ADS_1
" Saya ....saya....saya ga saya papa." Sahut nyonya Dila gugup lalu pingsan.
BERSAMBUNG