
Mereka pun membawa tuan Taufan ke gubuk tua itu,dan istirahat bersama karena hari sudah malam.
...****************...
Sinta sangat takut dan bingung,kemana orang tuanya pergi.
"Papa sama mama gak ada,papi sama mami juga gak ada pada kemana sih mereka."Kata Sinta yang bingung tentang keberadaan mereka berempat.
"Sin lo kenapa.?Tanya Voni.
"Iya Sin,dari tadi gue lihat lo kaya banyak pikiran kayak gitu."Ucap Vania.
"Gue lagi mikirin orang tua gue pada kemana,mereka semua gak ada kabar.Kak Awan juga gak ada kabar,gue khawatir sama mereka." Kata Sinta.
Vania dan Voni saling pandang,karena mereka tidak tahu harus ngapain.Kebetulan Vania dan Voni,memang lagi menginap.
Dito sangat frustasi.
"Aaaahhhhhhh,Denis lo kemana sih.David juga,gak ada kabar please dong kalian berdua jangan buat gue khawatir kayak gini." Kata Dito yang sedang berada di tongkrongan mereka biasanya,yang juga bisa dijadikan tempat mereka menginap.
...****************...
"Lepasin gue brengs*k."Teriak seseorang dalam sebuah ruangan." Woyyy,bedeb*h kalian semua."Ucap orang itu lagi.
Ada seseorang orang yang di sekap di ruangan yang gelap, entah siapa itu tidak tahu.
...----------------...
Saat tuan Taufan dan yang lainnya tertidur pulas di gubuk tua itu,ada orang yang bertopeng secara diam-diam meletakkan kotak.
Tak lama kemudian,mereka bangun.
"Huwaaaaaaaaaaa aaaaaahhhh."Mereka semua menguap dengan sedikit elegan, maklum mereka kan dari golongan orang kaya.
"Ahhh,rasanya tidak mungkin kita bisa ketiduran disini."Kata Ara.
"Iya kamu benar Ra."Sahut Abila.
"Kayaknya Lili harus cuci muka dulu deh."Ucap Lili.
"Gue juga mau Li,bareng aja gimana"Ajak Denis.
"Hmmmm...,bolehlah."Ucap Lili.
Saat kaki Lili menginjak tanah.
"Kreeeeekkkk."Bunyi suara.
"Suara apaan nih."Ucap Lili yang masih belum melihat kebawah.
Saat Lili melihat kebawah.
"Ini apa yah."Kata Lili,lalu mengambil kotak itu.
"Kotak apa itu Li."Tanya Denis penasaran.
"Gue juga gak tau Den."Sahut Lili.
"Coba buka Li."Suruh Ara .
"Iya kak."Sahut Lili.
Saat Lili membuka kotak.
"Foto."Ucap Lili.
"Foto apa Li."Tanya Abila.
Lili hanya diam.
"Lili gak tau ini foto apa?tapi,ini seram banget."Ucap Lili.
"Coba sini."Ambil Abila.
Abila pun melihat foto itu,betapa terkejutnya dia.
__ADS_1
"Ini." Ucap Abila terkejut.
"Kenapa tante.?Tanya Ara.
Abila memperlihatkan foto itu.
"Tante Marina."Kata Ara.
"Marina."Ucap Taufan.
"Ini benar-benar mengerikan,Naawa."Kata Abila yang mulai kambuh depresinya.
"Coba lihat."Ambil tuan Taufan sambil mengamati foto itu.
"Dalam foto ini mereka berdua disiksa."Kata tuan Taufan.
"Coba om lihat deh,tante Marina lebih dulu disiksa."Ucap Lili.
"Tapi yang nyiksa mereka siapa.?Ucap Denis penuh tanda tanya.
"Ya allah Naawa"Ucap Abila.
"Tante jangan panik dulu,mungkin kita ada kesempatan buat nemuin Naawa.Iya gak om,om percaya kan sama omongan Lili semuanya juga kan."Ucap Lili menenangkan semuanya.
"Apa yang dikatakan Lili benar tante."Ucap Ara.
Denis melihat sekitar gubuk lagi,lalu Denis melihat bercak darah.
"Tunggu,ini apa ya.?Kata Denis.
Semuanya pun menoleh ke arah Denis.
"Kenapa Den.?Tanya Lili.
"Itu,coba lihat."Tunjuk Denis.
Tuan Taufan menyentuh bercak darah itu.
"Ini darah."Kata tuan Taufan.
"Om kayaknya darah ini masih segar,apalagi berceceran kek gini mending kita ikutin aja kemana arahnya.Siapa tau kita dapat petunjuk,dimana Naawa berada."Ucap Denis dengan pendapatnya.
"Kamu benar, ya sudah kita ikuti aja kemana darah ini."Kata Taufan yang juga penasaran.
Mereka pun mengikuti darah itu,sekitar 10 menit tiba-tiba bercak darah itu menghilang.
"Bercak darahnya menghilang sampai disini."Kata Abila.
"Mas juga gak tau."Sahut Taufan.
Mereka semua bingung,akan tetapi disaat mereka dilanda kebingungan.Mereks mendengar orang yang sedang bertarung,karena penasaran mereka melihatnya.
Tink...Bugh ...ststststst...krak....duarrr...suara perkelahian antara anggota Galaxi dan anak buah Agie didengar oleh Taufan.
Duar suara tembakan.
"Suara apa itu."Kaget Abila yang juga mendengarnya.
"Ayo kesana."Ucap Lili.
Mereka mengintip dari kejauhan.
"Kita harus mundur sekarang."Ucap anak buah tuan Agie.
"Kita memang menang jumlah,tapi kita kalah taktik dan juga beladiri."
"Suruh yang lainnya mundur "
Duarrr ...mereka berdua ditembak langsung.Lili yang melihat itu benar-benar takut,rasanya dia juga ikut tertembak saking shoknya.
Lili diam dan ternganga.
"Lili."Panggil Denis pelan untuk tetap berhati-hati.
"Saya tidak menyangka,dihutan ini tempat para mafia bertarung."Batin Taufan,"Ini berbahaya."Ucap Taufan lalu mengajak mereka semua menjauh dari sini.
__ADS_1
"Kita harus pergi dari sini."Ucap Taufan.
Saat mereka berbalik ingin pergi,tiba-tiba anak buah Agie sudah dibelakang untuk menyerang Abila dan Ara.
"Abila...Ara..."Teriak Taufan.
Abila dan Ara sudah tidak sempat untuk menghindar.Akan tetapi,saat itu juga.
"Happ."Ada yang menahan serangan,mereka semua yang melihat terkejut.
"Siapa orang ini."Batin Taufan.
Orang yang menahan serangan, adalah anggota yang diperintahkan untuk mengawasi mereka semua.
"Pergilah,ini bukan tempat kalian."Ucapnya.
"Jangan halangi gue brengs*k."Ucap musuhnya itu.
"Kurang ajar,bugh ...."Satu tamparan yang dilayangkan anggota.
"Hiyaaaaa ...."
"Si*l,kalau begini gue bisa kalah."
"Ayo pah."Kata Ara.
" Aduhhhh,capekkk."Keluh Lili.
"Ah..ah ..lo capek."Tanya Denis.
"Iyalah Capek masa gak."Sahut Lili ketus.
Saat Abila berlari tiba-tiba bertabrakan dengan seseorang.
"Aaaaaaaaaakhhh."Mereka berdua jatuh.
"Abila kamu gak papa."Kata Taufan sambil membantu Abila lalu menatap ke arah depan.
"Aawwwww."Ucap wanita itu.
"Siapa dia.?Ucap Abila.
"Itu tante Abila kenapa yah Li."Ucap Denis.
"Iya Den, kesana yuk."Ajak Lili.
"Ya udah,yuk."Sahut Denis, mereka berdua pun kesana.
"Tante."Ucap Ara yang melihat juga kesana.
"Maaf yah,saya tadi gak lihat."Ucap Wanita itu.
"Iya gak papa."Sahut Abila.
"Aneh makin hari ada aja yang ditemui selama dihutan ini."Batin Abila.
"Sayang kamu sudah ambil air belum."Ucap lelaki yang datang dari belakang wanita itu.
Tuafan terkejut.
"Tuan Qaza."Ucap tuan Taufan.
"Tuan Taufan."Sahut tuan Qaza.
"Kok anda bisa ada disini."Ucap mereka berdua bersamaan,yang membuat lainnya merasa bingung.
"Sebaiknya tuan Taufan dulu yang bicara."Ucap tuan Qaza.
"Tuan Qaza,kenapa anda disini dan terakhir yang saya dengar perusahaan anda bergabung dengan perusahaan partner anda."Ucap tuan Taufan.
"Ceritanya panjang tuan Taufan,saya sedang dikhianati oleh sahabat saya sendiri."Ucap tuan Qaza.
"Maksud anda,tuan Agie."
Tuan Qaza mengangguk.
__ADS_1
BERSAMBUNG...