MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 95


__ADS_3

~SELAMAT SIANG ORANG TAK SETIA~


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


**


" Bukannya kamu sudah kembali ke alammu hah, dasar hantu pea mau ngapain kamu."


" Tenang, aku tidak akan membebanimu lagi justru aku akan membantumu selalu."


" Hmm, membantuku aku sudah tidak mempercayaimu lagi jadi lupakanlah."


" Apa kamu sungguh tidak percaya lagi padaku, Rhumi aku tahu aku salah tapi tolong jangan seperti ini."


" Kau itu memang selalu menggangguku, seenaknya cari masalah dan mengatur tubuhku kau pikir kau siapa hah. Kau selalu mengatur yang terbaik untukmu, tapi kau tidak mengerti perasaanku." Ucap Rhumi kepada Naawa.


" Maafkan aku, tapi aku kembali ke alam ini karena dirimu masih menyimpan rasa tidak suka denganku." Sahut Naawa asli.


" Iya, aku memang tidak suka denganmu yang egois."


" Kalau gitu aku minta maaf, tapi izinkan aku untuk membantumu.


" Tidak usah, orang sepertimu aku sangat ragu untuk percaya."


" Selamanya aku akan tertahan didunia ini, kalau tidak ada yang percaya denganku." Ucapnya lirih.


Rhumi berhenti setelah mendengar itu semua, kemudia dia menoleh kebelakang.


" Aku tidak bisa mempercayainya."


" Maaf Naaw, untuk kali ini aku memang tidak bisa mempercayaimu pergilah."


Naawa menatap Nanar Rhumi, dia sangat sedih.


Akhirnya Rhumi sampai juga ke rumah Mama Dila.


" Assalamu'alaikum." Rhumi mengucap salam.


" Wa'alaikumsalam, Rhumi.. kamu kenapa? Kok matanya sembab begini, heyy kamu kenapa sayang." Tanya Dila heran dan aneh.


" Ayo duduk dulu, kamu cerita ada apa."


" Mama..." Ucap Rhumi memulai aktingnya dengan memeluk Dila.


" Astaga.. ya ampun kamu kenapa sihh hah, ada apa?"


" Tadi Rhumi ketemu sama mas Awan, dia marah-marah sama Rhumi katanya gara-gara Rhumi Mama sama Papa hubungannya gak baik. Gara-gara Rhumi Juga katanya Kakek meninggal, Rhumi gak tau harus ngapain." Ucap Rhumi sesegukan dalam pelukan Mamanya.


" Us us... sudah-sudah, itu gak bener bukan kamu kok pembunuhnya yahh."


" Awan kenapa sihh anak itu, aku harus memperingatinya." Batin Dila.


**


Anggota Mafia Galaxi benar-benar membuat Chloe dan Papanya berantakan, bagaimana tidak? Chloe di ikat dalam kamarnya, dan tidak ada yang masuk karena Chloe marah jika ada yang masuk ke kamarnya.


Sedangkan Yato Aslam sedang berhadapan di rumahnya karena dia berani mengatakan jika Galaxi hanya sekumpulan sampah.


Bugh krakk jrass...


Brak...


Crattt taq taq..


Krikkk...


Banyak tonjokan yang diterima Yato di wajahnya, karena kesombongan dan kekejamannya pada keluarga Mika dulu.


" Ayo pergi." Ucap salah satu anggota.


" Papa.. Pa tolong Chloe Pa." Teriak Chloe dari dalam kamar.


" Chloe." Ucap Yato lalu pergi ke kamar Chloe.


Ceklek..


" Chloe." Ucap Yato yang melihat Chloe di ikat terbalik lagi.

__ADS_1


" Tunggu sebentar." Yato berusaha menyelamatkan Chloe.


" Papa." Chloe langsung memeluk Papanya.


" Apa saja yang kamu lakukan di sekolah, Chloe." Bentak Yato.


" Ti.. tidak ada Pa, tidak ada yang Chloe lakuin."


" Yakin kamu, gak mungkin mereka salah alamat Chloe."


" Maafin Chloe Pa, sebenarnya....?"


**


Sahara hampir saja tertabrak mobil, kalau bukan mobil itu rem mendadak.


" Aaaaa.." Teriak Sahara.


Tit tit tit..


Dughh..


Mobil itu berhenti tiba-tiba, dan turunlah seorang laki-laki yang gagah dan tampan.


" Mbak." Panggilnya, tapi sahara masih dalam ketakutannya.


" Mbak, heyy kamu baik-baik saja." Panggilnya sekali lagi.


" Hah.. jangan, jangan sakiti saya." Ucap Sahara menutupi telinga dengan tangannya.


" Orang ini sepertinya memiliki sedikit trauma." Pikir lelaki itu.


" Mbak.. tolong buka matanya dulu, tidak.ada yang menyakiti mbak disini."


" Hah." Sahara membuka matanya dan dia melihat ada laki-laki didepannya.


" Kamu siapa?" Tanya Sahara.


" Saya orang yang lewat tadi."


" Maaf mas, saya sudah mengganggu saya permisi." Ucap Ara yang langasung pergi.


**


Awan terkejut karena dirinya dikeluarkan secara sepihak dari kantor.


" Apa-apaan ini, kok aku dikeluarkan." Ucapya Awan yang melihat beberapa lembar yang dikirim dari kantor.


" Pokoknya besok aku aku mau tanya sama Papa di kantor, apa maksudnya mengeluarkan aku." Gumam Awan.


**


Dibalik ini semua, Rhumi memikirkan kedepannya tidak mungkin dirinya terus menerus menjadi dua itu sangat melelahkan.


Apa yang harus dilakukan, kenapa sangat buntu seperti ini apakah dirinya harus jujur dan tinggal bertiga Mama Dila dan Mami Abila.


" Aaahh, saya bingung tuhan." Teriak Rhumi karena frustasi.


" Apa yang harus saya lakuin, disisi lain aku sayang Mami tapi aku juga sayang Mama haduhhhh pusing pala gue mikirin ini semua..." Ucap Rhumi.


" Ok ok, kita pikirin nanti setelah bikin beberapa makhluk lenyap atau berubah. Ok saya harus tenang, dan pikirkan semuanya."


Rhumi memutuskan untuk menyelesaikan masalah dulu, baru dia jujur pada Mami Abila.


**


Rhumi mendatangi para Kakak angkatnya, dan minta solusi untuk masalah ini.


" Kak Zora, Kak Sima gimana? Aku bingung, ahhh rasanya kepala mau pecah tau gak? Apa yang harus aku lakukan, aku gak mau menyakiti mereka berdua." Curhat Rhumi dirumah mereka.


" Kakak kasih tau kamu, selesaikan dulu masalah yang ada satu-persatu jangan dibuka pada saat masalah masih panas-panasnya itu akan menjadi masalah baru." Ucap Zora.


" Terus apa yang harus aku lakukan sekarang, aku terlalu pusing untuk memikirkannya."


" Sudah, masalah Papa kamu serahin Ke Kakak dan untuk masalah Chloe dan Papanya kan sudah di urus sama Kak Dani dan Kak Feli." Ucap Zora lagi.


Rhumi termenung, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

__ADS_1


Tut tut tut..


" Mama." Ucapnya.


" Halo."


" Kamu kemana, ini sudah malam sayang."


" Rhumi lagi dirumah teman Ma, sebentar lagi pulang."


" Ya sudah jangan lama-lama yahh, bahaya diluar sana."


" Iya."


Tut tut tut..


" Kak aku pulang dulu yahh, makasih sarannya."


" Iya sama-sama, perlu di kawal."


" Gak usah, masih bisa sendiri lagian gak terlalu malam juga kok."


" Ya sudah hati-hati yahh." Ucap Zora dan Sima bersamaan.


" Ok Kak, aku pulanga Kak Zora Kak Sima."


Bremmm...


Ngengg...


" Masuk yuk sayang." Ajak Zora pada Sima, mereka berdua pun masuk.


Di tengah jalan tidak sengaja Rhumi melihat laki-laki tengah dibegal di jalan, Rhumi menolong karena tidak suka kejahatan di tengah jalan.


" Serahin kunci mobil lo." Ucap begal itu.


" Saya gak mau, ini bukan milik kalian." Ucap pemuda itu.


" Hohh, berani lo yahh serahin sekarang." Ucap begal itu sambil menyodorkan beberapa kali benda tajam seperti pisau.


" Jangan bang itu berbahaya, saya mohon bang jangan." Mohon pemuda itu.


" Bodo amat." Sahut begal itu.


Brakk..


Begal itu terpental karena tendangan dari Rhumi, setelah di tendang Rhumi langsung menghajar begal itu tanpa ampun.


Bughh bugh..


Krak krak..


Cresss...


Dughh Jrakk..


" Aakhhh..." Ringis begal itu kalah.


" Masih berani kamu hah, cari masalah dijalan ini." Ucap Rhumi dibalik helm-nya.


" Ampun, saya janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap begal itu.


" Hmm, saya rasa kamu bukan tipe orang yang benar-benar berubah. Tapi tidak papa, malam ini kamu saya bebaskan tapi jika saya melihat kamu lagi melakukan pembegalan tidak hanya tapi keluarga kamu akan jadi mangsa anggota saya." Ucap Rhumi dengan mengancam begal itu.


" Terimakasih." Ucap begal itu lari terbirit-birit.


Pemuda itu merasa senang karena sudah dibantu.


" Makasih yahh, sudah bantu saya." Ucapnya.


" Hmm.. pergilah sebelum teman-temannya datang." Ucap Rhumi cuek lalu pergi.


Pemuda itu langsung masuk ke mobilnya, dan cepat-cepat tancap gas.


" Aduhh.. aku tadi kenapa gak nanya namanya yahh dan minta nomornya, hahh kan gini jadinya kelewat takut sihh." Gumam pemuda itu dalam mobilnya.


~SELAMAT MEMBACA~

__ADS_1


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


🌹BERSAMBUNG🌹


__ADS_2