
Awan di rumah sakit sudah sadar .
" Bapak sudah sadar ." Tanya suster yang sudah menjaganya tadi .
" Akhhhhhh ." Bapak jangan gerak dulu kata suster itu lagi .
" Maaf sus , siapa yang bawa saya kesini ." Tanya Awan .
" Seorang laki-laki pak , tapi saya tidak tau namanya ." Kata suster itu lagi .
" Bolehkah saya bertemu dengannya sus ." Ucap Awan .
" Maaf pak , tapi laki-laki itu sudah pergi." Jelas suster itu .
Awan terdiam sejenak sambil menahan tubuhnya yang masih sakit , Awan mencari jam tangannya tapi tidak ad sudah pasti di ambil oleh para begal itu , Awan menanyakan pada suster jam berapa sekarang .
" Maaf sus saya boleh tanya ."
" Tanya apa ya pak." Sahut suster itu .
" Sekarang itu jam berapa."
Suster itu pun mengambil hape lalu mengatakan .
" Jam lewat 30 menit pak ."
" Astaga ." Kaget Awan , Awan ingat kalau malam ini adalah ulang tahunnya Sinta .
" Maaf sus saya harus pulang , saya urus administrasi dulu yahh ." Ucap Awan tergesa-gesa yang tidak memperdulikan keadaan tubuhnya .
" Tapi pak , bapak masih sa-
Belum selesai suster itu bicara Awan sudah menghilang dari pandangannya . Awan mengurus administrasi, lalu pergi .
Di acara Sinta semua sudah selesai para undanga satu-persatu pulang .
" Yaudah Sin , kami pulang dulu yahh . " Pamit Vania dan Foni .
" Ya udah makasih yahh kalian sudah datang ." Ucap Sinta yang kemudian cipika-cipiki sama dua temannya .
Denis dan Lili pulang dan berpamitan .
" Kami berdua juga pulang ya Sin ." Ucap Denis
" I-iya " Ucap Sinta yang terpana dengan sikap tangan Denis yang memegang tangan Lili .
Sedangkan Dito dari tadi menggerutu karena melihat kelakuan Denis dan Lili .
" Huh dasar bucin ." Ucap Dito yang juga pamit pada Sinta .
" Ya udah Sin , gue juga pulang yahh ."
" Iya Dit "
Karena teman-teman Sinta sudah pulang , dia kembali bergabung bersama keluarga besarnya .
" Ehh papa sama mama mau pulang ." Ucap Sinta pada Qaza dan Dila .
__ADS_1
" Iya Dil kita berdua mau pulang " Sahut Qaza .
" Makasih ya Qaz , sudah mau datang " Ucap Agie yang pura-pura baik didepan Qaza .
" Ya udah pa ma , Sinta anter sampai depan rumah " Tawar Sinta
" Iya ." Sahut Qaza
Sinta pun mengantarkan mama dan papanya ke depan sambil melambaikan tangan .
" Hati-hati pahhh ." Ucap Sinta
Agie dan Dea langsung menyuruh preman sewaannya .
" Lakukan tugas kalian ." Telpon Agie
Dalam perjalanan Qaza melihat ada dua mobil yang sedang memepet mobilnya yang membuat Dila kaget .
" Mas ini ada apa yahh , kok dua mobil ini...."
Belum selesai Dila bicara tiba-tiba mobil yang disamping kanan menyenggol .
" Astaghfirullah mas , ini ada apa . ? Tanya Dila.
" Aku juga ga tau tapi mereka dari tadi ngikutin kita ." Ucap Qaza .
" Mas aku takut ." Ucap Dila
Anggota mafia yang mengawasi Qaza dan Dila terus mengikuti ke arah mana para preman itu memancing .
" Mas awaaas " Teriak Dila
Qaza dan Dila pingsan .
" Pekerjaan kita beres ." Ucap bos preman itu .
" Ayo cepat pergi sebelum ada yang lewat." Ajak mereka .
Tapi mereka tidak tau bahwa anggota mafia turun ke jurang .
" Kau bawa laki-laki itu ke markas ." Ucap Anggota 1 .
" Biar aku yang bawa nyonya ini ." Ucap anggota 2 .
" Baik ." mereka pun mengeluarkan Qaza dan Dila dari mobil.
" Bawa mobil mereka ke tempat yang aman ,dan jangan sampai polisi bisa melacaknya ." Ucap anggota 3 .
Mereka pun melakukan apa yang sudah disuruh sang Qween .
Sedangkan Awan didalam taxi merasakan perasaan yang tidak enak .
" Ada apa ini , kenapa hatiku sangat gelisah ." Batin Awan .
Saat ini aku sudah sampai di markas , aku mencoba untuk mengganti pakaian.
" Kalian disini mandikan mayat itu lalu makamkan dengan layak. Ucapku pada anggota .
__ADS_1
Kedatangan Zora dan Sima .
" Marina sama sekali tidak mau mengakui kebusukannya , sang Qween ." Ucap Zora .
" Lalu ." Sahutku .
" Kami sudah menyiksanya , tapi siksaan yang kami berikan sama sekali tidak bisa membuatnya bicara " Ucap Sima .
Aku tidak menjawab mereka , tapi langsung menemui Marina .
" Pimpinan ya sudah datang ternyata " Sinis Marina .
Aku tidak menjawab tapi mendekat ke arah Marina , ku buka mulutnya dengan paksa walaupun dia melawan . Ku masukkan pistol ke arah mulutnya daaannn....dorr satu kali tembakan di mulutnya dan dorrrr tepat di jantungnya dan dorrrrr dibagian ari-ari wanita itu . Aku tidak suka menyiksa tapi langsung menyikat , Zora dan Sima mematung melihat apa yang ku lakukan .
" Urus mayatnya , dan jangan sampai ada yang tersisa ." Ucapku dingin .
Malam ini pukul 00.00 , aku ke kamar pribadiku di markas . Ku lepas topeng , lalu mandi dengan air hangat yang menyegarkan .
Qaza dibawa ke sebuah markas Gakaxi yang ada di hutan , dia di rawat disana dengan dokter yang didatangkan oleh Galaxi , sedangkan Dila dibawa ke rumah mewah Yang dimiliki oleh Rhumi saat ini , Dila di rawat dengan baik di rumah itu .
Awan tidak menemukan siapa-siapa dirumah orang tua Sinta .
" Apakah mereka sudah selesai acaranya hingga lampu dirumah sudah mati , mungkin aku terlambat tapi mama sama papa belum sampai dirumah tadi ." Gumam Awan .
Awan sebenarnya ingin masuk tapi dia urungkan .
" Mungkin mereka istirahat , tidak enak jika aku mengganggu semalam ini ." Gumam Awan .
Tapi Awan terus memikirkan kemana orang tuanya .
" Sebaiknya aku pulang dulu , kalau sampai besok mama sama papa belum pulang , aku harus bertanya pada mereka atau mungkin mama dan papa nginep dirumah meeeka mereka ." Ucap Awan .
Skip besok pagi .
" Apaaaaa , bagaimana bisa kalian cari mereka "? Ucap Agie dengan kesal ditelponnya .
" Ada apa mas ." Tanya Dea yang masih memakai handuk karena habis mandi .
" Qaza , Dila , dan mobilnya tidak ada dijurang." Ucap Agie .
" Kok bisa mas ." Ucap Dea heran .
" Itu yang aku bingung , jelas-jelas aku lihat dari rekaman Qaza dan Dila pingsan dimobil itu ." Ucap Agie .
" Tunggu mas , rekaman kamu bilang kamu yakin para preman itu memberi rekaman yang akurat ." Ucap Dila .
" Aku yakin sayang , soalnya tadi malam mereka langsung vc aku saat melakukannya ." Ucap Agie .
" Kok bisa , apa ada orang yang mengetahui rencana kita mas ." Khawatir Dea.
" Aku ga tau , tapi aku harus cari tau siapa yang berani mencari masalah denganku ." Marah Agie yang begitu membara .
Ternyata perbincangan Agie dan Dea sudah dilihat oleh Rhumi , karena Rhumi menyuruh anak buahnya diam-diam memberikan cctv mini dirumah Agie diberbagai ruangan .
Rhumi tersenyum tipis sambil menikmati kopi yang dia buat sendiri .
" Permainan baru dimulai ." Ucap Rhumi .
__ADS_1
Rhumi atau Naawa adalah satu orang yang sama untuk saat ini . Tapi karena Naawa anak kandung dari Abila sudah ditemukan mayatnya , maka dimarkas Rhumi tidak akan memakai nama Naawa lagi tapi Rhumi , El-Rhumi .
Bersambung