MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 28


__ADS_3

Awan di rumah sakit sudah sadar .


" Bapak sudah sadar ." Tanya suster yang sudah menjaganya tadi .


" Akhhhhhh ." Bapak jangan gerak dulu kata suster itu lagi .


" Maaf sus , siapa yang bawa saya kesini ." Tanya Awan .


" Seorang laki-laki pak , tapi saya tidak tau namanya ." Kata suster itu lagi .


" Bolehkah saya bertemu dengannya sus ." Ucap Awan .


" Maaf pak , tapi laki-laki itu sudah pergi." Jelas suster itu .


Awan terdiam sejenak sambil menahan tubuhnya yang masih sakit , Awan mencari jam tangannya tapi tidak ad sudah pasti di ambil oleh para begal itu , Awan menanyakan pada suster jam berapa sekarang .


" Maaf sus saya boleh tanya ."


" Tanya apa ya pak." Sahut suster itu .


" Sekarang itu jam berapa."


Suster itu pun mengambil hape lalu mengatakan .


" Jam lewat 30 menit pak ."


" Astaga ." Kaget Awan , Awan ingat kalau malam ini adalah ulang tahunnya Sinta .


" Maaf sus saya harus pulang , saya urus administrasi dulu yahh ." Ucap Awan tergesa-gesa yang tidak memperdulikan keadaan tubuhnya .


" Tapi pak , bapak masih sa-


Belum selesai suster itu bicara Awan sudah menghilang dari pandangannya . Awan mengurus administrasi, lalu pergi .


Di acara Sinta semua sudah selesai para undanga satu-persatu pulang .


" Yaudah Sin , kami pulang dulu yahh . " Pamit Vania dan Foni .


" Ya udah makasih yahh kalian sudah datang ." Ucap Sinta yang kemudian cipika-cipiki sama dua temannya .


Denis dan Lili pulang dan berpamitan .


" Kami berdua juga pulang ya Sin ." Ucap Denis


" I-iya " Ucap Sinta yang terpana dengan sikap tangan Denis yang memegang tangan Lili .


Sedangkan Dito dari tadi menggerutu karena melihat kelakuan Denis dan Lili .


" Huh dasar bucin ." Ucap Dito yang juga pamit pada Sinta .


" Ya udah Sin , gue juga pulang yahh ."


" Iya Dit "


Karena teman-teman Sinta sudah pulang , dia kembali bergabung bersama keluarga besarnya .


" Ehh papa sama mama mau pulang ." Ucap Sinta pada Qaza dan Dila .

__ADS_1


" Iya Dil kita berdua mau pulang " Sahut Qaza .


" Makasih ya Qaz , sudah mau datang " Ucap Agie yang pura-pura baik didepan Qaza .


" Ya udah pa ma , Sinta anter sampai depan rumah " Tawar Sinta


" Iya ." Sahut Qaza


Sinta pun mengantarkan mama dan papanya ke depan sambil melambaikan tangan .


" Hati-hati pahhh ." Ucap Sinta


Agie dan Dea langsung menyuruh preman sewaannya .


" Lakukan tugas kalian ." Telpon Agie


Dalam perjalanan Qaza melihat ada dua mobil yang sedang memepet mobilnya yang membuat Dila kaget .


" Mas ini ada apa yahh , kok dua mobil ini...."


Belum selesai Dila bicara tiba-tiba mobil yang disamping kanan menyenggol .


" Astaghfirullah mas , ini ada apa . ? Tanya Dila.


" Aku juga ga tau tapi mereka dari tadi ngikutin kita ." Ucap Qaza .


" Mas aku takut ." Ucap Dila


Anggota mafia yang mengawasi Qaza dan Dila terus mengikuti ke arah mana para preman itu memancing .


" Mas awaaas " Teriak Dila


Qaza dan Dila pingsan .


" Pekerjaan kita beres ." Ucap bos preman itu .


" Ayo cepat pergi sebelum ada yang lewat." Ajak mereka .


Tapi mereka tidak tau bahwa anggota mafia turun ke jurang .


" Kau bawa laki-laki itu ke markas ." Ucap Anggota 1 .


" Biar aku yang bawa nyonya ini ." Ucap anggota 2 .


" Baik ." mereka pun mengeluarkan Qaza dan Dila dari mobil.


" Bawa mobil mereka ke tempat yang aman ,dan jangan sampai polisi bisa melacaknya ." Ucap anggota 3 .


Mereka pun melakukan apa yang sudah disuruh sang Qween .


Sedangkan Awan didalam taxi merasakan perasaan yang tidak enak .


" Ada apa ini , kenapa hatiku sangat gelisah ." Batin Awan .


Saat ini aku sudah sampai di markas , aku mencoba untuk mengganti pakaian.


" Kalian disini mandikan mayat itu lalu makamkan dengan layak. Ucapku pada anggota .

__ADS_1


Kedatangan Zora dan Sima .


" Marina sama sekali tidak mau mengakui kebusukannya , sang Qween ." Ucap Zora .


" Lalu ." Sahutku .


" Kami sudah menyiksanya , tapi siksaan yang kami berikan sama sekali tidak bisa membuatnya bicara " Ucap Sima .


Aku tidak menjawab mereka , tapi langsung menemui Marina .


" Pimpinan ya sudah datang ternyata " Sinis Marina .


Aku tidak menjawab tapi mendekat ke arah Marina , ku buka mulutnya dengan paksa walaupun dia melawan . Ku masukkan pistol ke arah mulutnya daaannn....dorr satu kali tembakan di mulutnya dan dorrrr tepat di jantungnya dan dorrrrr dibagian ari-ari wanita itu . Aku tidak suka menyiksa tapi langsung menyikat , Zora dan Sima mematung melihat apa yang ku lakukan .


" Urus mayatnya , dan jangan sampai ada yang tersisa ." Ucapku dingin .


Malam ini pukul 00.00 , aku ke kamar pribadiku di markas . Ku lepas topeng , lalu mandi dengan air hangat yang menyegarkan .


Qaza dibawa ke sebuah markas Gakaxi yang ada di hutan , dia di rawat disana dengan dokter yang didatangkan oleh Galaxi , sedangkan Dila dibawa ke rumah mewah Yang dimiliki oleh Rhumi saat ini , Dila di rawat dengan baik di rumah itu .


Awan tidak menemukan siapa-siapa dirumah orang tua Sinta .


" Apakah mereka sudah selesai acaranya hingga lampu dirumah sudah mati , mungkin aku terlambat tapi mama sama papa belum sampai dirumah tadi ." Gumam Awan .


Awan sebenarnya ingin masuk tapi dia urungkan .


" Mungkin mereka istirahat , tidak enak jika aku mengganggu semalam ini ." Gumam Awan .


Tapi Awan terus memikirkan kemana orang tuanya .


" Sebaiknya aku pulang dulu , kalau sampai besok mama sama papa belum pulang , aku harus bertanya pada mereka atau mungkin mama dan papa nginep dirumah meeeka mereka ." Ucap Awan .


Skip besok pagi .


" Apaaaaa , bagaimana bisa kalian cari mereka "? Ucap Agie dengan kesal ditelponnya .


" Ada apa mas ." Tanya Dea yang masih memakai handuk karena habis mandi .


" Qaza , Dila , dan mobilnya tidak ada dijurang." Ucap Agie .


" Kok bisa mas ." Ucap Dea heran .


" Itu yang aku bingung , jelas-jelas aku lihat dari rekaman Qaza dan Dila pingsan dimobil itu ." Ucap Agie .


" Tunggu mas , rekaman kamu bilang kamu yakin para preman itu memberi rekaman yang akurat ." Ucap Dila .


" Aku yakin sayang , soalnya tadi malam mereka langsung vc aku saat melakukannya ." Ucap Agie .


" Kok bisa , apa ada orang yang mengetahui rencana kita mas ." Khawatir Dea.


" Aku ga tau , tapi aku harus cari tau siapa yang berani mencari masalah denganku ." Marah Agie yang begitu membara .


Ternyata perbincangan Agie dan Dea sudah dilihat oleh Rhumi , karena Rhumi menyuruh anak buahnya diam-diam memberikan cctv mini dirumah Agie diberbagai ruangan .


Rhumi tersenyum tipis sambil menikmati kopi yang dia buat sendiri .


" Permainan baru dimulai ." Ucap Rhumi .

__ADS_1


Rhumi atau Naawa adalah satu orang yang sama untuk saat ini . Tapi karena Naawa anak kandung dari Abila sudah ditemukan mayatnya , maka dimarkas Rhumi tidak akan memakai nama Naawa lagi tapi Rhumi , El-Rhumi .


Bersambung


__ADS_2