MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 86


__ADS_3

~SELAMAT PAGI MY BABY~


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


**


Rhumi meminta tukang profesional untuk membuat terowongan bawah tanah, yang menghubungkan kamarnya dengan rumah di samping. Dia ingin pembuatan itu tidak diketahui siapapun, dia akan membayar dengan sangat mahal.


" Baiklah, saya akan melakukannya asal yang saya dapat setimpal." Ucap tukang profesional itu.


" Soal uang, tidak perlu kamu khawatirkan."


" Hahah.. saya suka pelanggan seperti ini."


" Ini dp-nya, ingat lakukan yang terbaik."


" Hmm... saya suka ini, anda tenang saja semuanya beres."


" Saya pergi dulu."


Rhumi pergi dari taman, dia hanya naik sepeda. Tukang itu bingung, orang seperti Rhumi bisa memberikan uang muka yang sangat banyak.


" Siapa sebenarnya dia." Gumam tukang profesional itu.


**


Para pengawal yang mengawasi Nona Muda dari kejauhan hanya melihat Rhumi bicara dengan seseorang sedikit santai, mereka tidak terlalu ingin tahu. Mereka hanya ditugaskan untuk mengawasi, bukan ikut campur.


" Nona Muda sekarang mau kemana." Tanya salah satu pengawal.


" Kita main ke danau aja."


Tanpa di sadari Rhumi, dia di ikuti oleh Chloe yang dari tadi menguntit.


" Kali ini.. habis lo Naw." Ucap Chloe dengan nafas yang membara.


Sesampainya di danau, Rhumi langsung pergi ke tepi danau. Dia sangat senang, dan menelpon Mama Dila.


Tut tut..


" Halo sayang, ada apa nak?"


" Halo Ma, Mama dirumah baik-baik aja kan."


" Hehe.. Mama baik-baik aja kok sayang, kalau Rhumi sendiri bagaimana?" Tanya Dila balik.


" Ee.. Rhumi lagi banyak tugas Ma, gak papa kan kalo nanti malam Rhumi baru bisa pulang."


" Gak papa kok sayang, Mama gak papa."


" Ouh ya, nanti malam Mama mau nitip apa biar nanti Rhumi beliin."


" Hehe.. Mama nitip kamu selamat sampai rumah."


" Hm..Mama, makasih yaa.."


" Iya sayang." Ucap Dila sambil menahan tangis.


" Maafin Mama Rhumi, maafin Mama nak." Ucap Dila semakin mendekap ponselnya ke dada.


Rhumi merasa Mamanya sekarang sangat sedih, dirinya menyesal telah membuat Mama kesayangannya bersedih.


" Sangat jelas terdengar, Mama menahan tangisnya." Batin Rhumi.


Rhumi menyudahi lamunan dan pikiran rasa bersalahnya, dia ingin sejenak menghibur diri.


" Hey kalian." Panggil Rhumi kepada para pengawal.


" Ada apa Nona Muda?"


" Tolong belikan saya cemilan dong, saya pengen duduk di tepi itu sambil ngemil."


" Ouhh.. ya sudah Non, saya pergi ke Alfamart dulu yah."


" Ok, saya tunggu yahh."


Pengawal itu pun pergi mencari cemilan untuk Nona Mudanya.


" Pak Dadang istirahat aja, saya mau ke tepi danau dulu."


" Emang gak papa Non."


" Ahh Pak Dadang, emang saya anak kecil apa."

__ADS_1


" Tepi itu dekat danau Non, kan non gak bisa berenang."


" Saya bisa jaga diri kok."


" Ya sudah Non, saya tunggu disini aja.".


" Baiklah."


Rhumi pergi ke tepi danau ingin melihat keindahan danau sebentar.


" Danau ini sangat indah, kapan-kapan aku akan mengajak Mama kesini." Ucap Rhumi sambil menghirup udara.


" Non." Panggil Pak Dadang."


" Iya Pak."


" Perlu kamera kah Non."


" Ouhh iya Pak, saya lupa tolong bawa kesini."


Pak Dadang langsung pergi ke mobil untuk mengambil kamera.


Dengan cepat Chloe mengendap seperti maling ke arah Naawa.


" Kali ini kamu harus mati Naawa." Batin Chloe.


Rhumi masih belum menyadari keberadaan Chloe, dia masih melempar batu-batu kecil ke danau.


Shehh..


Chloe mendorong Naawa ke danau, seketika Rhumi langsung klepek-klepek didalam danau.


" Tolong-tolong, siapapun." Teriak Rhumi.


" Tolong.."


Sedangkan Pak Dadang masih mencari kameranya.


" Mana kameranya, apa di situ yahh ahh ini dia kameranya."


" Tolong.."


Cipuk cipuk..


Suara kepakan tangan Rhumi berbenturan dengan air.


" Lohh.. kok Non Muda gak ada." Pak Dadang melihat Nona Muda sudah tidak ada.


Dia langsung menghampiri tepi danau, dan melihat beberapa bercak air yang mengenai papan.


" Jangan-jangan Nona Mudah, Non..." Pak Dadang langsung masuk ke danau, benar saja yang dilihat Nona Muda tenggelam.


Sedangkan pengawal yang membeli cemilan untuk Nona Mudanya, tampak kebingungan.


" Mana Nona Muda, Pak Dadang juga gak ada kemana gahh."


" Pak Dadang." Kaget pengawal itu, melihat Pak Dadang membopong Nona Muda.


" Ayo cepat bawa Nona Muda ke rumah sakit."


" Baik."


Setelah mereka pergi, Chloe keluar dari persembunyian.


" Gue pastikan, lo nyesel sama gue." Ucap Chloe dengan mata melototnya.


**


Ranu menjadi was-was, karena tidak ada kabar tentang keberadaan Lili. Dia khawatir terjadi sesuatu kepada Lili, tidak ingin terjadi apa-apa? Ranu menyuruh seluruh anak buahnya untuk mencari Lili, kalau perlu seluruh pulau Indonesia didatangi.


" Kalian mengerti." Ucap Ranu.


" Baik Tuan."


Sedangkan Qila yang ada dalam kamarnya dia sangat sedih, makan pun jadi tak nafsu. Luna berusaha membujuk Mamanya untuk makan, karena beberapa hari ini Qila tidak makan.


" Ma.. ini Luna bawakan makanan kesukaan Mama, Luna suapin yahh."


Qila tidak menyahut, menolak atau menerima dia hanya diam dan pandangannya kosong.


Luna memandang Mamanya sangat prihatin, dia takut Mamanya kehilangan kendali.


" Mama, makan yuk." Ajak Luna dengan lembut.

__ADS_1


Luna mulai menyendok nasi dan menyuapkannya ke mulut Mamanya, dengan telaten Luna menyuapi Qila.


" Lili, apa kamu tidak lihat Mama sangat menderita kehilangan kamu. Kakak harap kamu pulang, jangan buat semuanya khawatir." Batin Luna.


**


Awan sudah lama tidak berkomunikasi dengan Luna, tunangannya.


" Semenjak hilangnya adik Luna, aku sudah jarang berkomunikasi dengan Luna. Apa aku yakin ingin bersama Luna ke jenjang yang lebih serius, melihat ini semua membuatku hambar." Batin Awan.


Tut tut..


Tut tut..


Awan mencoba menelpon Luna, namun tidak di angkat. Seketika Awan langsung melempar ponselnya, dia sangat marah dan kecewa.


Prankk..


" Kenapa kamu tidak mengangkat telpon aku Luna." Ucap Awan dengan emosi di kantornya.


**


Sedangkan Qaza, dia masih mencari Dila bahkan dirinya menyuruh orang untuk mencari Dila.


" Saya pasti akan menemukan kamu Dia, pasti kamu tunggu itu." Ucap Qaza.


Ada beberapa orang yang datang, mereka semua anak buah Qaza.


" Bagaimana? Informasi apa yang kalian dapat hari ini, beritahu saya dengan cepat."


" Maaf Tuan, sepertinya ada yang membantu istri Tuan keluar dari rumah ini."


" Maksudmu?"


" Cctv yang Tuan berikan ke saya itu ada orang bertopeng yang membantu Nyonya Dila."


" Bagaimana bisa, saya tidak melihat orang bertopeng itu di cctv layar saya."


" Hmm.. begini-begini, saya juga ahli IT. Jangan meremehkan kemampuan saya, mereka yang membantu istri Tuan bukan orang biasa. Terbukti, saat saya menjajal cctv itu laptop saya diserang balik dengan virus sampai berasap."


" Kira-kira.. apa Tuan Qaza memiliki musuh, sepertinya dia menantang Tuan Qaza lewat cctv itu."


" Musuh yah, saya pikir tidak ada. Musuh saya sudah lama mati, apa ini musuh baru."


" Itu bisa terjadi, karena Tuan Qaza adalah pengusaha sukses."


" Hmmm.. saya harus mencari tikus itu." Ucap Qaza.


" Dila, apa yang kamu rencanakan." Batin Qaza.


**


Andito Wijaya Diningrat Arbeto, salah satu pangeran di Yogyakarta yang masih ada. Biasa di panggil Dito, nama lengkap di sekolah hanya di tulis sebagai Dito Wijaya. Padahal dia adalah pangeran tapi bodoh, makanya dia tidak percaya diri menunjuk dirinya sebagai pangeran. Dia lebih suka menjadi orang biasa, dan tidak ingin latar belakangnya diketahui oleh siapapun.


**


Rhumi dibawa ke rumah sakit, Pak Dadang memberitahu Nyonya Abila. Dengan gugup dan takut, Pak Dadang memberanikan diri untuk menelpon.


Tut tut..


Tut tut..


" Halo Pak Dadang, ada apa?" Ucap Abila di telponnya.


" Anu Nyonya, Nona Muda."


" Kenapa dengan anak saya."


" Nona Muda masuk rumah sakit, karena tenggelam."


Jress...


Bagai ditembak petir hati Abila, mendengar Naawa masuk rumah sakit karena tenggelam.


" Saya kesana sekarang."


Abila langsung menutup ponselnya, dan langsung ke rumah sakit.


~***SELAMAT MEMBACA~


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


🌹BERSAMBUNG🌹***

__ADS_1


__ADS_2