MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 65


__ADS_3

Aku masih bingung dengan pesan Naawa tadi, apa maksudnya.


Mami pun datang dengan membawa makanan.


"Kamu makan dulu yah, nanti kamu sakit kalau gak makan."Ucap Mami padaku yang sedang berbaring.


"Naawa bisa makan sendiri, Mami mending istirahat biar gak capek."Kataku, karena aku tidak ingin disuapi. Malu aja gitu, heheheh.


"Kamu makannya yang bener,"Kata Mami.


"Iya,"Sahutku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sinta tidak tahu, bahwa dia sedang di awasi oleh anak buah Abila.


"Perasaan ada yang ngikutin deh."Kata Sinta yang merasa dirinya di ikuti seseorang.


"Apa perasaan gue aja yah."Pikir Sinta.


Sinta kembali berjalan, dia baru saja pulang dari pasar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lili sakit hati pada Denis, dirinya sudah berusaha mengerti akan masalah Denis. Tapi Denis tidak pernah mau cerita, selalu saja menutup dengan dirinya. Bahkan whatsapp saja tidak dibalas oleh Denis, Lili memutuskan untuk berhenti berharap.


"Mungkin gue yang terlalu berharap sama lo Den, gue terlalu percaya sama lo tapi lo masih belum percaya sama gue. Buktinya lo gak mau cerita sama gue, gue kecewa sama lo."Batin Lili.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku ingin tahu apa yang dilakukan Mami, aku mencoba keluar dari kamar.


"Nona Muda mau kemana?", Tanya Mika.


"Saya mau keluar, bosan dikamar terus."Sahutku, yang langsung pergi.


Saat aku sampai di ruang tamu, tiba-tiba ada yang mencekal tanganku.


"Siapa?", Kataku sambil berpaling.


"Mami," Aku sedikit terkejut melihat Mami.


"Kamu itu istirahat, tapi kenapa malah jalan-jalan."Kata Mami, dengan nada sedikit datar tapi santai.


"Naawa bosan di kamar Mam, Naawa pengen lihat pemandangan. Naawa izin keluar dulu boleh, bolehin Naawa ya Mam."Kataku pada Mami, karena aku sangat bosan dan boring di kamar.


"Boleh, tapi ditemani Mika yah."Kata Mami.


"Iya Mam,"Sahutku dengan setuju ditemani oleh Mika.


Aku merasa bersalah sama Mami, karena aku sudah melawannya kemarin. Aku mencoba untuk meminta maaf, walaupun sebenarnya aku sangat gengsian orangnya.


"Mami, maafin Naawa yahh."Aku minta maaf sambil menunduk.


Mami hanya memandangku.


"Apa kamu bisa janji sama Mami, untuk tidak mengulangi hal itu lagi."Kata Mami.


Aku mengangguk pelan.


"Iya Mami, Naawa janji gak akan mengulanginya lagi."Janjiku pada Mami.


Mami tersenyum hangat mendengar permintaan maafku, dan memelukku sambil membelai punggungku.

__ADS_1


"Kamu Mami maafin, tapi lain kali kalau kamu mengulanginya lagi. Mami gak akan segan berbuat kasar sama kamu, tapi Mami yakin kamu bukan anak yang seperti itu. Kamu jadilah anak yang penurut, menurut Mami itu sudah cukup buat Mami bahagia."Kata Mami yang begitu hangat memelukku.


"Iya Mami, sekali lagi Naawa minta maaf yah. Naawa dah bikin Mami sedih, maafin Naawa."Kataku lagi membalas pelukan hangat Mami.


"Ya sudah kalau kamu mau berangkat."Kata Mami.


"Iya Mam, Naawa jalan-jalan dulu yah."Kataku.


"Iya tapi jangan capek-capek."Saran Mami.


Aku mengangguk.


"Iya Mam, daachhhh."Aku sambil melambaikan tangan.


"Ayo Mik."Suruhku pada Mika.


Dalam perjalanan, aku membuka handphone untuk memeriksa informasi.


"Jadi Mami menyuruh orang untuk mengawasi Sinta, tapi aneh kenapa Mami bisa tahu kalau aku berteman dengan Sinta. Pasti ada orang yang iseng, mencampuri urusanku. Awas saja nanti, kalau aku tau ada orang yang ikut campur urusanku. Cari mati dia, gak tau dia siapa yang dilawan."Pikiranku terus berkata.


Mika yang dari tadi bingung melihat Nona Mudanya diam, tidak biasanya.


"Non Muda kenapa?", Tanya Mika.


"Gak papa kok,"Sahutku.


Aku menyuruh Pak Dadang pergi ke tepi danau.


"Pak Dadang, saya mau lihat pemandangan di danau."Pintaku.


"Ouh, siap Non."Sahut Pak Dadang.


"Kamu pernah ke tepi danau gak Mik."Tanyaku pada Mika.


"Belum pernah Non."Jawab Mika dengan jujur.


"Kenapa saya yang di ajak Non, saya ngerasa gak pantas aja di ajak kesana."Kata Mika.


"Gak papa, pengen aja ajak kamu. Lagian saya sudah lama gak kesana, pasti banyak yang berubah."Jelasku pada Mika.


Mika hanya tersenyum.


"Sudah sampai Non."Kata Pak Dadang.


"Iya Pak, ayo Mik kita turun."Kataku.


"Wahh Non, bagus banget."Kata Mika kagum melihat pemandangan seindah ini.


"Apa saya bilang, indahkan tempatnya."Aku tersenyum melihat Mika, sepertinya dia sangat bahagia.


Sebenarnya tempat ini, memiliki kenangan pahit untukku. Bagaimana tidak? Semua berawal dari sini hidupku berubah, karena kenal sama Mami.


Aku bahkan sampai lupa mau pulang, karena aku sangat nyaman dengan kasih sayang yang diberikan Mami untukku.


Aku mengajak Mika naik kapal.


"Kita naik kapal yuk Mik."Kataku mengajak Mika.


"Tapi apa tidak bahaya Non, naik kapal."Kata Mika takut.


"Gak papa, saya sering kok naik kapal."Kataku dengan santai.


"Tapi."Kata Mika terpotong.

__ADS_1


"Udah gak ada tapi-tapian, ayo."Ajakku pada Mika.


"Kamu sebelah sini ya Mik."Suruhku pada Mika.


"Iya Non."Jawab Mika.


Kami mendayung dengan santai, karena udara sepoi-sepoi jadi kami menikmati pemandangan ini.


"Coba lihat Non, itu Burung Dara."Tunjuk Mika.


"Ouh iya bener Mik, lucu yahh."Kataku.


Awalnya tidak terjadi apa-apa, tapi kupingku secara tiba-tiba sakit entah apa yang terjadi. Aku mendengar suara bising, dan terbayang oleh ingatan yang dulu lagi.


Bless ...ingatan itu datang sampai kupingku sakit mendengarnya.


"Emmm.."Aku menutup kupingku.


Mika yang melihat Nona Muda menutup kupingnya.


"Non kenapa?,Tanya Mika khawatir.


"Aakhhh, sakit bodoh pergi."Kupingku mulai kesakitan.


Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi sumpah ini sakit banget.


"Non kenapa.?"Tanya Mika sambil memegangi Nona Muda.


"Kuping saya sakit Mika, aakhhh sakit banget aawww."Teriakku tidak tertahankan.


"Pak Dadang."Panggil Mika sambil teriak.


"Ya ampun Non, jangan bikin saya panik Non."Kata Mika.


Pak Dadang yang mendengar teriakan Mika langsung menghampiri ke tepi danau.


"Ya ampun, Nona Muda kenapa?Kata Pak Dadang yang melihat dari kejauhan.


"Mika, dayung kesini."Teriak Pak Dadang.


"Iya Pak."Sahut Mika.


Mika berusaha menenangkan Nona Muda.


"Non tenang dulu, bentar lagi kita sampai."Kata Mika.


"Aduhh Mik, cepat saya gak tahan lagi."Kataku sambil menahan sakit.


"Iya Non, sabar yah sebentar lagi kita sampai."Kata Mika.


Akhirnya Mika sampai juga di tepi danau.


"Mika, Nona Muda kenapa?Tanya Pak Dadang.


"Saya gak tau Pak Dadang, tiba-tiba aja Non Muda kesakitan begini."Jelas Mika.


"Ya sudah, sebaiknya kita bawa Nona Muda ke mobil."Kata Pak Dadang.


"Iya Pak."Sahut Mika.


Mereka pun membawa Nona Muda ke mobil.


***BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAHH, BIAR AUTHOR SEMANGAT LANJUTKAN CERITANYA.


KALIAN SEHAT-SEHAT YAHH, SELAMAT MEMBACA***.


__ADS_2