MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 92


__ADS_3

~SELAMAT SORE PACARNYA ORANG~


💓💓💓


**


Sudah 2 hari ini sejak pindahnya Sinta dan Mamanya, Qaza sama sekali tidak mengetahui tentang kepindahan mereka.


Pada saat Qaza mencoba bertamu, rumah mereka sudah kosong. Qaza bingung, lalu menanyakan kepada para tetangga.


Ada bapak-bapak lewat sambil menggendong anaknya.


" Pak.. Pak, Bapak tahu kemana mereka yang tinggal disini."


" Ouhh... Ibu Dea, ini mereka baru aja pindah."


" A..apah, mereka pindah."


" Iya Pak, memang ada apa?"


" Ouh, gak papa terimakasih ya Pak."


" Iya sama-sama, saya pergi dulu yahh."


Qaza benar-benar kaget mendengar bahwa Dea dan Sinta pindah, dia gak habis pikir dengan kepindahan mereka.


Qaza mencoba menelpon Dea, tapi tidak tersambung.


Tut tut..( Nomor yang anda tuju tidak aktif)


" Aakhh, sial." Umpat Qaza.


" Aku harus cari mereka." Ucap Qaza.


Saat Qaza ingin masuk mobil, tiba-tiba ada yang menyentuh pundaknya.


Qaza yang merasa pundaknya di sentuh, dia pun menoleh.


Bughh..


Satu tonjokan mendarat di wajah Qaza sampai dia pingsan, orang yang menonjok Qaza membawa mobil Qaza beserta Qaza juga.


**


Sinta dan Dea pindah ke kota Kalimantan, mereka disana memulai hidup baru dengan membeli rumah kecil lalu membuka jualan kecil-kecilan untuk bertahan hidup. Sedangkan Sinta, untuk mengurangi beban Mamanya dia lebih memilih bekerja di laundry untuk biaya sekolahnya sendiri.


" Sinta maafin Mama yahh, gara-gara Mama kamu hidup menderita." Ucap Dea.


" Sudah.. Mama gak usah pikirin tentang Sinta, yang penting kan sekarang kita punya rumah disini gak kelaparan juga." Sahut Sinta yang pemikirannya makin dewasa.


" Makasih ya sayang." Ucap Dea kemudian memeluk Sinta, anak semata wayangnya.


**


Selama dua hari ini juga, Chloe terus makin di celakai oleh anggota suruhan Rhumi. Awalnya hanya mawar hitam berdarah, lama-lama menjadi nyawa.


Dua hari ini Chloe banyak mendapat ancaman bahkan celaka, entah kapan itu Chloe tidak tahu.


Terakhir yang Chloe ingat, dirinya digantung diatas balkon oleh orang yang tidak dikenal. Untungnya ada Yato yang sigap menolong Chloe, kalau tidak mungkin Chloe sudah mati.


" Hiks hiks.. Pa, Chloe takut ada yang ancam Chloe."


" Ini namanya bukan ancaman lagi, tapi percobaan pembunuhan Chloe."


" Chloe takut Pa.. hiks hiks.. huu... huu."


" Kamu tenang Chloe, Papa janji akan mencari orang yang sudah mengancam Chloe." Janji Yato.


Saat Yato mengucap janji pada Chloe, tiba-tiba ada suara yang pecah dari arah luar.

__ADS_1


Prankkk...


" Suara apa itu Pa?" Tanya Chloe.


" Papa juga tidak tahu, kamu tunggu disini biar Papa cek."


Yato pun keluar untuk memeriksa suara pecahan tadi, saat dia ke ruang tamu dia sungguh terkejut.


" Apa-apaan ini." Ucap Yato yang terkejut melihat lampu di ruang tamu jatuh dan pecah.


" Ada apa Pa." Tanya Chloe yang juga baru sampai karena penasaran juga.


" Astaga, kok bisa Pa? Bukannya kemaren baru diganti yahh, kok bisa jatuh."


" Papa juga gak tau." Jawab Yato bingung.


Saat kebingungan itu melanda pikiran Yato, tiba-tiba ada sebuah panah menancap di dinding.


" Aahh." Teriak Chloe.


" Chloe ada apa."


" Papa, coba lihat." Tunjuk Chloe.


Yato langsung mengambil panah itu, dan membuka kertas yang terbalut di panah.


Yato membuka kertas itu, lalu membacanya terkejut adalah ekspresi Yato saat pertama kali membuka kertas itu.


" Ajari anakmu untuk tidak berusahan menenggelamkan orang didanau." Tulis dikertas itu.


" Apa ini." Ucap Yato.


" Ada apa Pa?"


" Chloe, apa maksud dari isi kertas ini, apa dia kenal denganmu."


" Ini, jangan-jangan?"


" Siapa orang ini."


" Chloe tidak tahu Pa."


" Bener kamu tidak tahu, tapi kenapa seolah-olah dia tahu perbuatan kamu. Memangnya, apa yang kamu lakukan disekolah." Tanya Yato beruntun.


" Gak ada Pa, gak ada?"


" Ya sudah."


Yato langsung pergi begitu saja, sebelumnya dia menyuruh pelayan untuk membersihkan ruang tamu.


**


Byurrr...


Satu ember air kotor mengenai Qaza yang masih pingsan, tiba-tiba terbangun.


" Aahh hah, apa-apaan ini." Ucap Qaza, dia melihat seluruh ruangan sangat gelap bahkan tercium bau.


" Sudah bangun kau." Ucap orang bertopeng.


" Cihh, siapa kamu? Berani sekali menyekap saya seperti ini, kalau berani satu lawan satu." Ucap Qaza dengan lantang.


Orang bertopeng itu tidak menjawab, dia hanya mengambil sebuah map dan menyuruh Qaza untuk tandatangan.


Pakkk... orang bertopeng itu menaruh map tepat didepan Qaza.


" Tandatangan." Ucap orang bertopeng itu.


" Apa ini." Ucap Qaza yang bingung, lalu dia mengambil map itu dan membacanya.

__ADS_1


Suessss.. Qaza membanting map itu ke sembarang arah.


" Apa-apaan ini, jangan pernah memerintahkan saya untuk menceraikan istri saya kalian gak berhak." Ucap Qaza dengan emosi.


" Heh." Orang itu hanya ber eh pelan.


Ada tiga orang bertopeng lagi yang memungut map itu, lalu mengembalikan lagi kepada orang yang ada dihadapan Qaza.


Brakk..


Orang bertopeng yang dihadapannya tadi sesudah menerima map, langsung menendang Qaza dengan bengis.


Mendekati Qaza yang tersungkur, lalu memegang kerah bajunya dengan kuat. dan memaksa kepala Qaza menuju sebuah foto, dan Qaza hanya pasrah karena fotonya dengan Dea ada disini.


" Masih mengaku lelaki yang terhormat, apa ini laki-laki yang terhormat." Ucap orang bertopeng itu.


" Akhh.. dari suaranya, dia ini laki-laki siapa mereka." Batin Qaza sambil menahan sakit.


" Aku rasa kau adalah... lelaki laknat, yang tidak pantas bersanding dengan Nyonya Dila."


" Diam kalian semua, eeaakh." Qaza berusaha menyerang, tapi dengan mudah dihindari oleh mereka.


Salah satu orang bertopeng itu, telah memegang cambuk.


" Mau apa kalian." Tanya Qaza yang mulai panik, meskipun Qaza jago bertarung akan tetapi melawan orang bertopeng sekelas Mafia Galaxi bukanlah hal yang bagus.


" Nyonya Dila atau Nyonya Dea." Ucap orang bertopeng itu singkat.


" Apah, apa maksud kalian hah? Dila istri saya, kalian tidak ada hak untuk menyuruh saya menceraikannya."


" Ouhh begitu yahh, bagaimana dengan video ini."


Mereka memutar video panas Qaza dan Dea, mereka bukan orang bodoh makanya berani menyekap Qaza.


" Apa-apaan ini, ekhhh." Batin Qaza mulai kesal.


" Lihatlah, wajah siapa itu?" Tanya orang Berto yang memegang cambuk.


" Mungkin kembaran orang bodoh didepan kita ini." Sahut orang bertopeng yang satunya lagi.


" Heyy, apa kita perlu menyebarkan video mesum itu ke internet." Ucap orang bertopeng yang lagi duduk santai menikmati drama didepannya.


" Aahhh, itu hanya akan menyakiti Nyonya Dila dan Putrinya. Apa kau tidak tahu hah, perasaan mereka pasti hancur sekarang." Sahut Yang memegang cambuk.


" Aahhh.. aku juga lupa, bukankan pria brengsek ini juga punya anak lelaki." Tanya orang bertopeng yang dari tadi sudah menghajarnya.


Qaza mulai jengah dengan pembicaraan mereka, dirinya berfikir sedang dipermainkan.


* Cukup, cukup permainan kalian. Saya.. saya akan menghajar kalian satu-persatu, kalau tidak melepaskan saya." Ucap Qaza penuh penekanan dan emosi.


Brakkkk...


Qaza langsung membanting apapun yang ada di dekatnya, saat ini dirinya sedang kalut dan emosi yang tidak stabil.


" Cukup kalian semua, tunjukkan kepada saya. Siapa bos kalian, biar saya ajarkan bos kalian menghormati privasi orang lain." Teriak Qaza menggila.


Toss...


Qaza ditembak obat bius, karena mereka tidak ingin markas mereka berantakan.


" Nahh.. gini kan aman, iya gak?" Ucap pria bertopeng lalu membuka topengnya, yang tak lain adalah Zora dan Mafioso lainnya.


**


~SELAMAT MEMBACA~


💓💓💓


🌹 BERSAMBUNG 🌹

__ADS_1


__ADS_2