
Ternyata itu adalah suara pertarungan anak buah tuan Agie dengan anggota mafia.
"Habisi mereka semua."Teriak anggota.
Mereka semua pun menghabisi anak buah Agie dengan beringas tanpa ampun.
"Aaaakhhhh,ampun."
Duar...duarrr suara tembakan itu menggema dihalaman markas.
"Siapa mereka."Kata Lili.
"Yang pasti mereka orang jahat."Sahut Ara.
"Sialan,kenapa malah terjebak disini."Batin tuan Taufan.
"Saya harus pergi dari sini,Naawa adalah yang utama untukku."Batin Abila.
Abila pergi perlahan untuk tidak menimbulkan kegelisahan dan keributan,dia mengambil kesempatan untuk mencari Naawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disamping itu tuan Agie sudah berhasil menemukan Dea.
"Lepaskan istri saya."Kata tuan Agie yang sudah siap menodongkan tembakannya ke arah anggota.
"Mereka bukan lawanmu."Kata seseorang.
"Sang Queen."Kata para anggota.
Tuan Agie membalikkan badannya.
"Ouhhh,jadi kau biang kerok dari ini semua."Kata tuan Agie.
"Hahaha,sesama biang kerok tidak perlu saling mengejek tuan."Kataku dengan datar dan santai.
"Wah wah wah aku sangat terhormat langsung mendengar suara dari mafia Galaxi."Kata tuan Agie.
"Heheh,anda salah satu orang yang beruntung tuan,karena sudah berhasil mengajak saya berbicara."Sahutku dengan menahan emosi.
"Ada apakah gerangan sehingga kau menggangguku."Kata tuan Agie.
"Apa saya tidak salah dengar tuan,bukankah tuan duluan yang mengganggu saya."Kataku dengan jelas.
"Hahahahaha,siapa kau sebenarnya."Tanya tuan Agie yang tertawa lepas,seketika berubah menjadi datar.
"Saya yakin,takkan tuan lupa dengan saya."Kataku sekali lagi.
"Sepertinya kau ingin mati."Kata tuan Agie sambil tersenyum.
"Benarkah,saya sangat takut sekali mendengarnya tuan."Sahutku mengejek.
"Tidak usah bertele-tele,kita akhiri saja ini semua."Kata tuan Agie.
"Itu yang saya tunggu."Kataku yang sudah siap.
"Kurang ajar."Kata tuan Agie yang sudah siap ingin menyerangku.
Hiaaaaaaaaat...tembakan satu tembakan mengarah padaku,namun tak gentar aku menghindar.Sseeet,hampir saja peluru itu mengenai kakiku.
"Tangkas juga tuan tua bangka ini."Batinku menggerutu.
"Bagus nak,teruslah menghindar sampai kau mati."Kata tuan Agie.
Aku memakai pedangku yang bermata dua,untuk ku perlihatkan padanya jurus pedang.
"Sekarang giliranku tua bangka."Kataku pada tua bangka itu.
__ADS_1
Dengan beberapa langkah ku buat dia terpojok dan blessss twinggg...pistol yang dia gunakan sudah jatuh.
"Aakkhhh sial."Katanya kesal.
"Bagaimana tuan,saya rasa tuan pasti ingat senjata yang saya pakai ini bukan."Kataku dengan nada yang datar.
Tuan Agie berusaha mengingat maksud perkataan sang Queen mafia Galaxi.
"Tidak mungkin dia,tidak mungkin anak itu."Batin tuan Agie.
"Ahh baiklah akan ku ingatkan lagi tuan."Kataku pada tuan Agie lalu menyerang.
Twing ...blesss...bugh...wussss...dengan membabi buta aku menyerang tuan Agie, hingga tuan Agie kabur lalu masuk markas yang sudah ku persiapkan.
"Dasar bodoh,masuk ke kandang singa."Batinku menyeringai.
Anggota yang melihat tuan Agie kabur kedalam bangunan.
"Bodoh sekali laki-laki tua bangka itu,malah kabur ke kandang singa."Batin anggota.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tuan Taufan panik,karena Abila tidak ada.
"Apa kalian melihat Abila."Tanya tuan Taufan.
"Bukannya tadi bersama tuan sendiri."Kata tuan Qaza.
"Iya tadi ada bersama saya,tapi sekarang tidak ada."Kata tuan Taufan panik.
"Ya udah mending sekarang kita berpencar,kalau bertemu musuh jangan melawan sendiri.Jangan ceroboh,minta bantuan atau cari pertolongan."Kata tuan Qaza.
"Ayo Dila."Ajak tuan Qaza.
"Ya udah Li,ayo kita juga harus cari."Kata Denis.
Mereka semua mencari di setiap ruangantuan Taufan dan Ara masuk di ruangan pribadi sang Queen.
"Pa,coba papa lihat."Kata Ara sambil menunjuk banyak alat senjata.
"Sepertinya ini kamar pemimpin mereka,papa pernah mendengar mafia Galaxi.Mafia ini berbeda dari mafia lain,tidak ada yang tau nama mereka."Kata tuan Taufan.
"Papa benar,beberapa bulan yang lalu mafia ini juga sudah membantu para pengusaha untuk membebaskan anak mereka yang diculik oleh mafia BC."Jelas Ara yang tahu rumor mafia Galaxi.
Tuan Taufan tertuju pada sebuah buku yang tebal.
"Buku apa ini."Kata tuan Taufan.
"Coba papa buka."Pinta Ara.
Tuan Taufan pun membuka buku itu,dibuku itu banyak daftar deretan kasus yang mereka tangani.
"Mereka ini."Kata tuan Taufan.
"Ara tidak menyangka,mereka ternyata juga terlibat dalam kasus kepolisian dalam pemerintah.Pantas saja tidak ada yang berani demgan mereka,karna mereka sering membantu para polisi."Kata Ara panjang lebar.
"Ini sangat mengejutkan,papa tidak berkata apa-apa lagi."Kata tuan Taufan.
Denis dan Lili menelusuri ruangan itu satu persatu.
"Disini juga tidak ada Li."Kata Denis.
"Ada berapa banyak pintu bangunan ini."Kata Lili.
"Bangunan seluas ini ada didalam hutan."Kata Denis yang terlihat kagum.
Denis dan Lili pun melanjutkan penelusuran mereka,hingaa mereka berhenti pada satu ruangan yang pintunya agak sedikit berbeda dari pintu lain.
__ADS_1
"Li lo lihat pintu ini agak sedikit berbeda."Kata Denis.
"Lo benar Den,kita cek yuk."Kata Lili.
"Ok,tapi tetap harus hati-hati."Kata Denis.
Mereka pun membuka pintu itu ceklek...ruangan ini cukup luas.
"Wow,sepertinya ruangan ini tempat berkumpul mereka."Kata Lili yang melongo melihat ukiran bangunan ini.
Denis memandang satu persatu foto di dinding.
"Ahhhh,mereka semua memakai topeng gue jadi gak bisa tau wajah mereka."Batin Denis.
Ada banyak berbagai komputer,Denis yang sudah lama jatuh cinta dengan IT pun membuka komputer itu satu persatu.
"Lo ngapain Den."Tanya Lili.
"Ada yang ingin gue buka."Kata Denis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain tuan Qaza dan nyonya Dila,masuk ke dalam ruangan.
"Mas kenalkan sama mobil ini."Kata Dila,yang pipinya sudah basah karena air mata.
Tuan Qaza ingat mobil itu.
"Mobil ini."Kata tuan Qaza yang mengingat mobil ini,mobil ini adalah mobil anak mereka yang bernama Rhumi.
"Kenapa mobil ini ada disini mas."Kata Dila.
"Aku tidak tahu sayang."Kata tuan Qaza.
"Apa ini sungguhan."Kata Dila,"Kalau ini sungguhan itu artinya Rhumi,masih hidup."Kata Dila penuh harap.
"Kalau dia masih hidup,kenapa tidak pulang."Kata tuan Qaza.
"Bagaimana dia pulang,kalau dia dituduh membunuh kakeknya sendiri."Kata seseorang dibalik kursi sebelah yang memakai topeng.
Dengan sigap tuan Qaza menarik Dila ke belakang badannya.
"Siapa kalian.? Kata tuan Qaza
"Siapa kami itu tidak penting."Kata orang bertopeng yang satunya lagi.
"Ada 4 orang bertopeng,topeng mereka berbeda dari anggota mafia Galaxi lainnya.Tapi kenapa mereka ada disini,dan apa yang mereka lakukan dan rencanakan."Batin tuan Qaza.
"Apa maksud kalian."Kata Dila yang memberanikan diri bertanya.
"Orang tua seperti kalian,tidak pantas memiliki anak sebaik Rhumi."Kata yang satunya lagi.
Tuan Qaza dan Dila membelalakkan matanya.
"Orang ini tahu akan masalah keluargaku,siapa mereka."Batin tuan Qaza.
"Dari suaranya,orang ini adalah perempuan."Batin Dila.
"Apa yang kalian tahu tentang anak saya Rhumi,apa benar anak saya masih Rhumi masih hidup."Kata tuan Qaza.
Mereka hanya diam.
***BERSAMBUNG...
Jangan lupa juga add fb saya yahh...
Https://www.facebook.com/profile.php?id\=100080270890957
__ADS_1
Dan akun ig saya sri121212***