MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 63


__ADS_3

Aku dirumah sangat suntuk, apalagi kalau sedang di awasi.


"Mika, Mika."Panggilku kepada Mika.


Mika yang mendengar namanya dipanggil, langsung menemui Nona Muda.


"Iya, ada apa Non."Tanya Mika.


"Kamu bisa masak gak."Tanyaku.


"Bisa Non, emang ada apa."Kata Mika lagi.


"Tolong masakin saya dong."Pintaku.


"Memang Nona Muda mau dimasakin apa."Kata Mika lagi.


"Saya lagi pengen ayam kecap, kayaknya saya sudah lama deh gak makan itu."Kataku.


"Ouhh, ayam kecap.Bisa kok Non, ya sudah saya masakin dulu yah."Kata Mika yang langsung pergi ke dapur.


"Iya."Sahutku singkat.


Aku menelpon Kak Dani.


Tut ..tut ..


Dani mengangkat telpon dari Naawa.


📱"Halo Dek, ada apa tumben nelpon."Kata Dani.


📱"Halo juga Kak Dani, ouh ya Kak aku minta tolong temuin keluarga Dirga.Aku ingin beli High School Company, milik keluarga Dirga."Balasku di telpon.


"Loh, kok mendadak Dek.Emang ada apa, kamu punya masalah disekolah."Tanya Dani penasaran.


📱"Ada sedikit, makanya aku mau beli itu sekolah.Tapi Kak Dani dulu yang ngurus, masalah pembayaran gak usah pakai uang kantor cukuo pakai uangku saja."Kataku lagi.


📱"Ouhh gitu, ya sudah nanti Kakak urus yah."Kata Dani.


📱"Iya terimakasih, ya sudah aku gak bisa lama nelpon bye."Sahutku, ku matikan telpon.


Tut ..tut ..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Denis disekolah jadi sedikit pendiam, entah apa yang terjadi padanya.Tapi sejak dia naik perahu dengan David, sikapnya berubah.


"Lo kenapa Den."Tanya Lili.


"Gak, gue gak kenapa-kenapa kok."Kata Denis sedikit tidak semangat.


"Kalau gak papa, kenapa lo diam aja dari tadi.Gue lihat, lo dari tadi kurang semangat deh."Kata Lili.


Denis memandang Lili sebentar, lalu ke arah depan lagi.


"Lo kenapa sih."Tanya Lili lagi.


"Li, gue bisa minta tolong gak."Kata Denis.

__ADS_1


"Minta tolong apa."Sahut Lili.


"Untuk sementara, gue pengen sendiri dulu.Tolong yah, jangan tanya-tanya lagi."Kata Denis sedikit memohon.


Carrrrrtttt...jantung Lili rasa ditembak oleh petir, setelah mendengar kata Denis.Tapi Lili berusaha menutupi rasa takutnya, dengan senyuman.


"Ouh gitu yahh, ya sudah kalau itu mau lo.Gue gak maksa kok."Kata Lili dengan senyum hangat, tapi hatinya tersayat.


"Makasih Li."Kata Denis.


"Gue gak tau, apa yang bikin lo kayak gini.Tapi, hati gue sakit dengar lo ngomong gitu."Batin Lili.


"Ini Non, ayam kecapnya sudah masak."Kata Mika.


"Ouh iya Mik, makasih yah!"Sahutku lagi.


Aku memakan masakan Mika.Mika menanyakan rasa masakannya, padaku.


"Bagiamana Non, rasanya apa ada yang kurang."Tanya Mika sopan.


"Enak kok rasanya Mik, saya suka.Gak terlalu asin dan hambar, pas rasanya."Pujiku pada masakan Mika.


"Syukurlah kalo gitu Non, saya senang."Kata Mika lagi.


"Ouh ya Mik, kok kamu bisa kerja di rumah ini."Tanyaku basa-basi.


"Ehhh, saya butuh uang karena ibu saya lagi sakit.Terus, saya lihat ada pencarian Art ya sudah saya lamar aja eh taunya diterima."Kata Mika cerita sekilas hidupnya.


"Emang ayah kamu kemana."Tanyaku lagi.


"Ayah saya ..saya gak tau Non, kata Ibu dia udah meninggal tapi saya gak pernah ke makamnya."Kata Mika.


"Maaf Non, apa tidak baik seorang Nona Besar bicara pada saya yang hanya seorang Art."Kata Mika sedikit minder.


"Gak tuh, aku tidak memandang ke arah sana selama dia asyik dan dapat dipercaya kenapa gak?"Jawabku enteng.


"Ouhh, tapi saya ngerasa gak pantas Non."Kata Mika lagi.


"Emang apa yang buat kamu merasa gak pantas, bicara sama saya."Tanyaku.


"Emmm..soalnya yang saya tahu orang kaya itu semuanya mandang rendah Non, seperti mantan bos ibu saya dulu."Kata Mika.


"Gak juga, gak semua orang yang berada itu sombong.Tapi kebanyakannya emang sombong, hingga menutup semua orang kaya yang baik.Ehh tunggu, emang mantan bos kamu siapa?"Tanyaku lagi.


"Tuan Yato Aslam."Kata Mika.


"Ouhh, Yato Aslam."Kataku yang belum sadar.


"Aneh, kok Non Muda sering bertanya tentang aku yah."Batin Mika.


"Ouh ya Mik, maaf sebelumnya saya nanya-nanya tentang kamu.Tapi kamu kan tau, Mami saya itu sangat over protective sama saya.Makanya saya itu sedikit susah dapat temen, apalagi soal mengobrol saya sangat jarang.Makanya, saya melampiaskan semua obrolan saya ke semua orang yang ada disini."Kataku untuk menutupi kecurigaan Mika.


"Ouhh gak papa Non, justru saya malah senang.Non Muda mau mengobrol sama saya, saya merasa terhormat."Kata Mika lagi.


"Makasih ya, kamu punya nomor whatsapp gak? Tanyaku lagi.


"Punya Non, emang ada apa."Kata Mika.

__ADS_1


"Saya boleh minta, siapa tau saya butuh bantuan kamu."Kataku lagi.


"Ouhh, ini Non."Kata Mika yang memperlihatkan kontaknya.


"Sudah saya save yah, nanti saya chat."Kataku lagi.


"Iya Non."Kata Mika lagi.


Mika Aulia.



Pelayan baru di rumah keluarga Alastar.Orangnya sederhana, tapi cantik.


Seandainya dia terlahir sebagai anak sulthan, mungkin kecantikannya mengalahkan sang pemeran utama dari cerita ini.


Tapi nasib berkata lain, Author menjadikannya sebagai pelayan saja.Etsss, bukan pelayan sembarangan yah.


Hari semakin hari, Mika dekat dengan Nona Muda.Karena kedekatannya itu membuat semua orang iri, termasuk Chloe.


Chloe punya ibu yang sedang sakit dirumah, makanya dia bekerja di rumah keluarga Alastar hanya paruh waktu.Itu dikarenakan, dia harus merawat ibunya yang sakit.


Kasihan Mika, dia harus menyandang derita hidup seberat itu seorang diri tanpa sosok ayah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abila sangat marah malam ini, karena Naawa.


"Naawa, Mami mau bicara sama kamu."Kata Mami yang sudah duduk tegak di kursi.


Aku heran sama Mami, gak biasanya dia seperti itu.


"Iya Mam, ada apa."Kataku.


"Mami tidak suka kamu berteman dengan Sinta, jauhi dia."Kata Abila yang tiba-tiba begini.


"Hah, Naawa gak ngerti maksud Mami.Apa maksud Mami, menyuruh Naawa buat menjauhi Sinta.Emang salah Sinta apa Mam, dan darimana Mami tau temenku Sinta."Kataku penasaran.


"Mami tau darimana itu tidak penting, yang jelas Mami tidak suka kamu berteman dengan dia.Dan satu lagi yang harus kamu ingat, Mami gak akan segan buat cabut fasilitas kamu kalau masih berteman dengan anak itu."Ancam Mami.


"Mami cabut aja, Naawa gak takut."Kataku melawan Mami.


"Ouhhh, sudah mulai berani yahh sekarang kamu melawan Mami.Siapa yang ngajarin kamu, Mami tanya siapa yang ngajarin kamu."Tanya Mami dengan tajam dan tegas.


Biasanya aku tidak takut dengan sebuah ancaman, bahkan ancaman kematian pun tidak membuatku gentar sama sekali.Tapi kali ini, sungguh berbeda ada rasa takut tapi kenapa?Apa perasaan Naawa yang asli tersalurkan padaku, apa yang sebenarnya terjadi.?


Aku hanya diam, saat Mami mulai meninggikan suaranya.Dan Abila dari tadi tidak berhenti memandang anaknya ini, dia tidak habis pikir dengan sifat anaknya ini yang terlalu polos menurut Abila.


"Mulai sekarang, kamu dalam pengawasan Mami 24 jam.Kamu malam ini tidur sama Mami, biar Mami bisa mengawasi kamu."Kata Mami.


"Naawa dah besar Mam, bukan anak kecil lagi.Jangan perlakukan Naawa kayak anak kecil, Naawa gak suka.Naawa bisa mandiri dan bukan anak manja."Kataku dengan lantang.


"Ok, kalau itu memang mau kamu.Buktikan sama Mami, kalau kamu bisa tanpa Mami."Kata Abila.


Suasana makin panas malam itu, entah apa yang terjadi sama mereka berdua.


***BERSAMBUNG ...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAH MANIS BIAR AUTHOR SEMANGAT UPNYA,DAN KALIAN SEHAT-SEHAT YAHH***.


__ADS_2