
"Hmmmm,bagaimana yahh.?Kata orang bertopeng itu.
"Cepat katakan,apa yang kalian tahu tentang keluarga saya."Kata tuan Qaza.
"Hahahah,kenapa anda begitu ingin tahu tuan.Apakah anda sekarang otaknya sudah tumpul,hingga tidak bisa berfikir jernih.Apa yang sudah terjadi, dalam keluarga anda sendiri."Kata orang bertopeng itu.
"Kurang ajar kalian,berani kalian menghina saya."Kata tuan Qaza dengan emosi.
"Tolong katakan pada kami,apa yang sebenarnya terjadi?Apa kalian tahu dimana anak kami.?dan dia sekarang ada dimana?Tanya Dila yang sedang menangis,karena sedih.
"Apa kau masih tidak merasa kehadiran anakmu sendiri,nyonya Dila."Kata orang bertopeng itu.
Yang tadi Dila menangis seketika berhenti.
"Kehadiran anakku."Kata Dila.
"Apa nyonya tidak merasakan sama sekali."Kata orang itu lagi.
"Maksudmu dia."Kata Dila.
"Sebaiknya anda ingat-ingat kembali,siapa anak anda."
Dila termenung mengingat kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abila berlari mencari anaknya.
"Naawa,kamu dimana.?Teriak Abila sambil menangis.
"Mami kangen sama kamu sayang."Isak tangis Abila makin menjadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pertarunganku dengan tuan Agie berlangsung cukup lama.
Duarrr...aku menembak kaki tuan Agie lalu ku tendang tuan Agie bugh ...tuan Agie pun kesakitan.
"Akhhhhhh,sialan."Kata tuan Agie sedikit menahan sakit.
Brakkk...aku menghempaskan benda berat ke tubuh tuan Agie.
"Ini untuk kau yang sudah membunuh tuan Zaki Ranoya."Kataku dengan emosi,hiattt tessss sttttt...aku memotong lidah tuan Agie."Ini untuk yang sudah memfitnahku."Kataku yang menyiksa dengan membabi buta.
"Aaakhhhh."Teriak tuan Agie.
"Kenapa kau melakukan itu bajingan."Kataku dengan gemuruh luapan emosi yang tidak terkendali.
"Apa kau tau,aku sangat tersiksa dengan semua yang kau sandiwarakan.Kau memasukkan anakmu itu dalam keluarga Ranoya,sebagai anak bungsu dan bersandiwara dengan rapi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Cukup semua kejahatanmu pecundang brengsek,aku akan membunuhmu."Kataku dengan menggelegar tanpa henti.
Rupanya Dea sudah sadar dan mendengar semua yang aku katakan.
"Jadi dia...Rhumi anak Qaza."Kata Dea.
"Kau sudah sadar nenek lampir."Kata anggota.
"Saya mohon,lepaskan saya dan suami kami berjanji tidak akan mengulanginya."Kata Dea lemah dan pelan dalam memohon.
"Hmmmm,masalah itu kami tidak bisa memutuskan karena yang berhak hanya pemimpin kami."Jawab anggota itu.
"Anda iri pada tuan Qaza,karena dia lahir dari nyonya rumah.Sedangkan anda,terlahir dari rahim pembantu.Ambisi anda yang ingin menguasai semuanya,sudah merusak persahabatan kalian yang suci.
Krakkkk...aku mematahkan tangan tuan Agie,lalu melempar tubuh tuan Agie ke tembok.
"Anda tidak pantas dipanggil sahabat."Teriak ku.
__ADS_1
Aku sangat kesal dan mencekik leher tuan Agie,dengan semua yang ku katakan.
"Anda membuat saya celaka,dan tidak bisa hidup dengan tenang.Apa anda tahu,saya sangat menderita."Kataku dengan menggebu.
Wusssss...bayangan itu seketika muncul,bayangan dan jeritan suara yang menyakitkan.
"Cukup Rhumi."Kata seseorang yang dibelakangku.
Entah kenapa,semua yang ada di sekelilingku berubah jadi putih.
"Kau...kenapa kau ada disini,Naawa."Kataku yang ada di alam berbeda.
"Balas dendam bukanlah hal yang terbaik Rhumi."Kata Naawa.
"Tahu apa kau tentang aku."Kataku yang tidak suka dengan ucapan Naawa.
"Rhumi,untuk saat ini suruh para anggota untuk mundur karena ini sudah selesai.Mami sedang mencarimu,takkan kau mau dia melihatmu dengan pakaian seperti ini.Dan kedua orang tua kandungmu,juga ada disini mereka sangat terpukul setelah tahu bahwa kau masih hidup.Mulai sekarang,hidupmu menjadi dua bagian jadi Rhumi dan juga Naawa.Aku peringatkan sekali lagi,cepat kembali dan temui mami.Tapi ingat, pertemuan kau dan mami akan menjadi sakit.Karena rasa sakit dan rindu mami Abila yang tak tertahankan akan berpindah ke tubuhmu,dan masalah kedua orang tuamu biar aku yang mengurus."Jelas Naawa yang asli.
Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya.
"Rhumi kenapa kau diam."Tanyanya heran.
"Aku merasa aneh dan bingung,aku sudah menemukan mayatmu dan juga menguburnya dengan baik.Kenapa kau masih gentayangan,kenapa kau tidak kembali ke alammu apa yang terjadi."Tanyaku padanya.
"Sepertinya jiwa kita saling mengikat,aku juga tidak tahu.Aku masih bisa berpijak dibumi,mungkin ini takdirku denganmu.Aku akan selalu mengawasimu untuk tidak menyakiti mami,jadilah anak yang baik."Kata Naawa lalu menghilang.
Semua kembali normal.
"Aakhhh."Kataku,"Sialan lagi dan lagi."Batinku .
Aku memberi kode pada para anggota untuk pergi.
"Sang Queen menyuruh kita pergi."Kata anggota.
"Ya sudah kita pergi,lalu bagaimana dengan dia."Kata anggota itu menunjuk Dea.
Mereka akhirnya pergi,Dea yang melihat anggota pergi seketika berusaha membebaskan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sang Queen menyuruh kita pergi."Kata orang bertopeng itu.
"Ya sudah kita pergi."Kata yang satunya lagi.
Mereka berempat pun langsung membalikkan badan bersiap untuk pergi.
"Tunggu,tolong jangan pergi!Pertemukan kami dengan anak kami saya mohon."Kata Dila.
"Itu urusan anda,kami hanya boleh sampai disini.Ayo kita pergi."Kata mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kalian semua tugasnya sudah selesai."Kataku diruangan rahasi.
"Apa sang Queen sudah membalaskan dendam sang Queen."Tanya mereka.
"Iya."Jawabku.
"Lalu sekarang apa yang harus kami lakukan."Tanya anggota.
"Kalian berempat buka topeng kalian."Perintahku.
Mereka pun membuka topeng dan ternyata mereka adalah Zora,Sima,Dani,dan Feli.
"Ada apa sang Queen."Tanya Zora.
__ADS_1
"Aku...ingin kalian memanggilku dengan santai."Kataku pada mereka,mereka semua menajamkan pandangannya.
"Apa yang terjadi sang Queen."Tanya Dani.
"Untuk saat ini aku akan kembali menjadi Naawa,dan kalian harus tahu sesuatu tentang aku yang menjadi Naawa.Aku akan menjadi Naawa yang lemah karena aku sudah terikat jiwa dengan Naawa yang asli."Kataku.
Tapi sepertinya mereka masih belum paham,dengan apa yang kukatakan.
"Maksud sang Queen."Tanya Feli.
"Tubuhku berubah secara otomatis menjadi lemah dan tak berdaya jika disamping mami Abila,dan sewaktu-waktu kalian harus bantu saya menjadi Rhumi Ranoya.Untuk saat ini,mami Abila sepertinya sudah mulai dekat dari sini karena sangat terasa sekali serangan rindu ini."Kataku dengan jelas.
"Lalu apa yang sang Queen lakukan."Tanya Sima.
"Mana baju rawat inapku,akan kukenakan cepat."Kataku.
Kak Zora pun mengambil bajuku.
"Ini."Kata kak zora sambil memberikan baju itu.
Aku masuk ke ruang ganti.
"Kalian sebaiknya pergi dan pulang,pasti keluarga kalian sangat rindu."Kataku yang sudah siap dengan baju rawat inap.
"Kapan sang Queen kembali ke markas."Tanya anggota.
"Kalian bersenang-senang dulu dengan keluarga,nanti ada saatnya saya panggil kalian."Kataku.
Anggota pun pergi dengan jalan pintas yang sudah disediakan oleh kelompok mereka.
"Tunggu kalian."Kataku pada mereka yang berempat.
"Ada apa sang Queen."Kata Kak zora.
"Ada yang ingin aku katakan,aku ingin kalian tidak perlu lagi bersikat formal padaku.Aku ingin kalian memanggilku..."Aku terhenti seketika karena malu harus mengatakannya.
"Aku ingin kalian memanggilku...emmm memanggilku."
"Dek ..."Kata mereka bersamaan.
Aku terdiam dengan perkataan mereka.
"Kalian..."Kataku yang menahan air mata.
"Kami semua sudah tahu jika sang Queen kami ini ternyata sangat manja."Goda kak Zora sambil tersenyum.
"Kami juga sebenarnya sudah lama menginginkan Panggilan dek untukmu."Kata kak Sima.
"Iya...tapi kami lihat waktunya saja yang tidak memungkinkan."Kata Feli.
"Kalian ..."Kataku dan mereka semua memelukku dengan sangat erat.
"Hemmmm uluhhh adek yang paling cantik sedunia."Kata mereka semua tertawa lepas.
Pelukan pun berakhir,aku menyuruh mereka pulang.
"Apa tidak papa dek,kamu disini apa perlu kita awasi."Kata kak Zora.
"Gak perlu kak,kayaknya mami juga sudah mulai dekat."Kataku yang sangat senang dengan pelukan tadi.
"Ya sudah kita pergi dulu,kamu harus hati-hati yah."Kata kak Dani yang sudah mulai kelihatan protektifnya.
"Iya kak,tenang aja semua sudah aman terkendali."Kataku meyakinkan mereka.
Akhirnya mereka pergi,aku keluar dari ruangan rahasia.
__ADS_1
BERSAMBUNG...