MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 66


__ADS_3

Aku dibawa Pak Dadang dan Mika pulang ke rumah.


Abila sangat terkejut dengan keadaan Naawa.


"Ada apa dengan anak saya,? Apa yang terjadi?Tanya Abila khawatir.


"Saya gak tau Nyonya, tadi Non Muda main ke danau terus naik kapal tapi tiba-tiba dia seperti kesakitan."Jelas Mika.


"Ya ampun sayang, kenapa kamu nekat kesana."Kata Abila sambil menggoyangkan pipi chubby Naawa.


"Kalian tau gak, anak saya trauma sama danau dia pernah tenggelam disana."Bentak Abila.


"Maaf Nyonya."Kata Mika merasa bersalah.


"Sayang, bangun sayang."Panggil Abila dengan lembut.


Aku membuka mataku perlahan, dan ku ingat kembali apa yang terjadi.


"Mami."Ucapku pelan, aku melihat Mami dengan wajah yang khawatir.


"Iya sayang, ada apa nak."Tanya Mami dengan antusias dan lembut.


"Naawa kenapa Mam, akhir-akhir ini badan Naawa lemes gak ada tenaganya."Ucapku dengan jujur.


"Sudah, kamu gak usah mikirin itu yang penting sekarang kamu istirahat yah. Satu lagi, untuk sementara Mami mohon kamu dengarkan apa kata Mami jangan membantah apalagi melawan Mami gak suka."Abila menjelaskan semua yang dia tidak suka dari anaknya ini.


Aku hanya diam mendengar semua keluhan Mami.


"Kenapa jadi begini."Batinku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makin kesini, Dito makin dekat dengan Sinta sampai-sampai Foni dan Vania cemberut karena kedekatan mereka.


Dito mengajak Sinta untuk makan bareng di kantin.


"Kita makan di kantin yuk."Ajak Dito.


"Gak deh Dit, lo aja."Jawab Sinta yang sebenarnya gak enak di ajak makan Dito.


"Aduhh lo kenapa lagi sih Sin, gue ke kantin emang ngajakin lo."Kata Dito lagi.


"Ya lo kan bisa, ngajak Denis atau David."Kata Sinta.


"Gak ah, mereka kayaknya sibuk."Kata David dengan jujur.


"Emang kenapa sama hubungan kalian."Tanya Sinta.


"Ahh udahlah, gak usah bahas mereka ayo cepetan kita ke kantin."Dito langsung menarik tangan Sinta.


"Ehh apa-apaan ini."Kaget Sinta tangannya ditarik.


"Udah ikut aja."Sahut David.

__ADS_1


Mau tidak mau akhirnya Sinta mengikut saja, banyak cibiran yang didapat Sinta. Bahkan saat Sinta duduk bersama Dito pun, ada yang berani menggebrak Sinta.


"Heh, dasar ganjen banget sih jadi orang."Bentak dua orang murid yang namanya Amel dan Clara.


"Maksud lo apaan ngatain gue ganjen."Jawab Sinta.


"Emang lo ganjen kan, deketin cowok-cowok tajir di sekolah ini. Ouhh gue tau, ini pasti akal-akalan lo ajakan buat nutupin kekurangan ekonomi dirumah lo. Apalagi Dito, dia kan anak orag kaya dasar parasit."Omel Amel.


"Ehh jangan sembarangan yah ngomong."Sinta tidak terima dikatakan parasit.


"Emang bener kok, lo itu paras*t."Timpal Clara.


"Lo berdua bisa diam gak sih, bikin ribut aja."Bentak Dito pada Amel dan Clara.


"Dito, kok kamu marahin aku sihh."Kata Amel.


"Karena lo salah."Balas Dito.


"Pasti gara-gara Sinta deh, lo jadi gini Dit."Lanjut oleh Clara.


"Ehh gue gak pernah hasut Dito yahh, jangan sembarangan kalo ngomong. Ngatain orang seenak jidat, gue bukan seperti kalian berdua."Kata Sinta lebih menekan kata kalian berdua.


"Eh lo sot*y banget sih, dasar paras*t lo."Dorong Amel kepada Sinta sampai jatuh.


"Sinta..lo apa-apaan sih Mel, Clara."Plak..satu tamparan untuk Amel dan Clara.


"Aaakhhhhh."Ringis mereka berdua.


"Ayo Sinta, lo gak papa ada yang sakit gak? Tanya Dito tampak khawatir.


"Gak Dit, gue gak papa kok."Kata Sinta yang ingin berdiri lalu dibantu oleh Dito.


"Bisa gak?Tanya Dito.


"Bisa kok, udah gue gak papa kok."Kata Sinta.


"Ya sudah, kita pindah aja makan disini kurang nyaman kita ke taman belakang aja yah."Ajak Dito sambil memapah Sinta yang kakinya keseleo akibat didorong tadi.


Dito mengajak Sinta duduk ditaman belakang sekolah, di taman Sinta menegur Dito atas tindakannya tadi.


"Seharusnya lo jangan kayak gitu, kasihan mereka."Tegur Sinta.


"Sin, lo jangan ngasihanin mereka? Mereka aja gak peduli ama lo, masa lo peduli sama mereka yang ada rugi Sin."Dito beralasan.


"Gue juga dulunya mikir gitu, tapi gue sadar itu hal yang salah."Kata Sinta menjelaskan.


"Maksud lo apa? Gue gak ngerti, salahnya dimana? Tanya Dito.


Sinta tersenyum, dia mungkin bukan orang yang pantas menasehati Dito. Seharusnya, dirinyalah yang dinasehati. Itulah pikir Sinta, meski begitu Sinta tetap berusaha memberitahu yang terbaik.


"Kita gak usah balas semua perbuatan orang lain, karena kejahatan dibalas dengan kejahatan yang tumbuh hanya benci dan dendam dan gue gak mau itu terjadi. Gue yakin, baik Amel atau Clara suatu hari nanti dia akan jadi orang baik."Jelas Sinta sambil makan yang dibeli Dito tadi.


Dito terpana dengan ungkapan dan kata-kata dari Sinta, baru kali ini hatinya tersentuh dengan kata-kata.

__ADS_1


"Makin hari, gue makin kagum sama lo Sin. Gue pikir selama ini lo jahat yang gak bakalan bisa berubah, tapi sekarang lo bak Malaikat yang hadir di hati gue."Batin Dito tersenyum memandang Sinta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Lo ngapain sih kesini, gak ada kerjain apa? Bikin mual tau gak lihat muka lo."Omel Dokter Luna didalam ruangannya.


"Dokter cantik, jangan galak-galak nanti pasiennya pada kabur."Kata seseorang yang sedang bersama Dokter Luna.


"Bodo amat, pengecualian buat lo."Kesal Dokter Luna.


"Ishhh Dokter mahh, jangan marah-marah tambah cantik loh."Kata Seseorang itu lagi.


"Idihh apaan sih, keluar gak sekarang. Saya lagi tugas, banyak pasien yang ngantri mendingan sekarang lo keluar daripada gue suruh Pak Satpam buat seret lo."Ancam Dokter Luna.


"Jangan dong Dokter Cantik, nanti Aa tambah sakit."Rayu orang itu lagi.


Dokter Luna sangat kesal, dia menghubungi security.


"Halo Pak Security, tolong bawa keluar orang gila yang ada di ruangan saya. Dokter Luna Atmaja, segera ya Pak."Telpon Dokter Luna pada Security.


"Dokter Cantik, beneran ngusir saya."Kata orang itu tidak percaya.


Dokter Luna tidak menggubris perkataan orang gila itu.


Pak Satpam pun masuk, dan langsung membawa orang itu keluar.


"Ehh apa-apaan ini, saya lagi periksa sama Dokter Cantik."Kata orang itu memberontak tidak mau ditangkap.


"Lepasin saya."Katanya lagi.


Saat diluar, orang aneh itu tidak sengaja menabrak Awan.


"Aaakh."Awan terkejut.


"Siapa sih, aneh banget tuh orang."Gerutu Awan.


"Lepasin saya Pak, saya mau ketemu Dokter Cantik Pak."Rengek orang aneh itu seperti anak kecil.


"Sudah sudah, pergi kamu."Usir Pak Satpam itu.


Luna memanggil nama pasien.


"Bu Rohimah."Panggil Dokter Sinta.


Awan yang mendengar sedikit terkejut.


"Itu suara kayaknya aku familiar."Pikir Awan yang ada di balik pintu ruangan Dokter Luna Atmaja.


Sebenarnya Dokter Luna dipindahkan tugas oleh Direktur utama rumah sakit yang dulu, makanya Awan tidak tahu jika di rumah sakit yang kunjungi kali ini ada Dokter Luna.


BERSAMBUNG ...


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAHH...

__ADS_1


__ADS_2