
***Dia adalah Chloe Aslam dari keluarga Aslam,anak dari Yato Aslam.
Keluarga Aslam salah satu pengusaha yang juga berpengaruh Di Indonesia,tepatnya urutan ke-8.
Mereka terkenal dengan kemewahan yang dinampakkan,apalagi Yato Aslam sangat menyukai arti kesuksesan.
Yato Aslam ada orang tua tunggal Chloe,istrinya sudah meninggal sejak Chloe umur 9 th.
Yato Aslam***.
***Gagah dan tampan,masih perkasa.Sangat profeksionis,tidak suka hal yang kotor.Menyukai wanita pekerja keras,dibandingkan kecantikannya.
Yato sangat menyukai pekerjaan,saking sukanya dia bisa betah berlama-lama ada dikantor.Berhubung,dia juga sudah tidak memiliki istri lagi.
Yato sangat penasaran dengan PT.Abila,karena dia belum pernah bertemu secara langsung dengan Abila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chloe sangat ingin mendekati David,jadi dia berupaya keras ingin mendapatkan David dengan cara apapun.
Berbeda dengan Sinta,dia sudah melapangkan hatinya untuk tidak mencintai atau berharap kepada David lagi.
Saat ini aku sedang makan di kantin,banyak murid lain yang menggoda.
"Hay Naawa, apa kabar."Sapa mereka.
Aku hanya mengangguk, karena risih dengan sikap murid laki-laki yang aneh.
"Aduhhhh, mana aku lagi sendirian lagi duduk disini kalau aku tau dari awal gak bakalan aku ke kantin."Batinku, aku sangat kesal pada Lili.Dia yang mengajakku makan di kantin,ehh dianya malah makan berdua sama Denis.
Kali ini ada cowok yang berusaha menggoda aku.
"Ehh Naawa, kok lo makin cantik aja padahal waktu lo masuk burik banget yah.Tapi benaran sumpah lo cantik banget, mau gak jadi pacar gue."Kata dia dengan percaya dirinya.
Aku hanya menatap murid itu, lalu pergi.
"Ahahahahahahah,"Murid itu ditertawakan dikantin sama yang lainnya.
Sinta sebenarnya ingin ke kantin, tapi dia malu.Dia lebih memilih untuk pergi ke belakang sekolah saja, daripada jadi bahan cemohan di kantin nanti.
"Sebaiknya gue disini aja, daripada nanti mereka malah bikin malu aku."Batin Sinta yang duduk di kantin.
Bukan Chloe Aslam namanya, kalau tidak mencari ribut dengan Sinta.Chloe melihat Sinta duduk dikursi belakang sekolah, dia berniat ingin memberi pelajaran.
"Hmmmmm, momen yang pas nihh buat dia jera."Kata Chloe tersenyum iblis.
Chloe memberitahu pada murid lainnya, kalau Sinta berada di belakang sekolah.
"Halo guys, anak pembunuh sekarang lagi santai tuhh dibelakang sekolah.
"Benarkah," Kata mereka menyahut.
Mereka pun berhamburan pergi ke belakang sekolah, sebagian ada yang bertanya mau kemana?
"Ehh pada kemana.?Tanya Salah satu murid.
"Itu si anak pembunuh, lagi santai dibelakang sekolah."Jawab yang lagi lewat kemudian pergi.
"Wahhh, seru nihh kita kesana yuk."Kata murid itu lagi mengajak kawannya.
__ADS_1
Sinta sangat terkejut dengan kedatangan murid lainnya.
"Apa-apaan ini, kalian mau ngapain."Kata Sinta sambil menatap mereka yang sudah mengelilingi dirinya.
"Ehh Sinta, lo masih punya muka buat sekolah disini."Tanya salah satu dari mereka.
"Iya nih masih punya muka, padahal keluarga pembunuh."Sahut mereka bergantian.
Sinta tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa diam.
Mereka semua melempari Sinta dengan sampah, lalu tepung dan telur.
"Udah dehh pergi aja lo, jangan sekolah disini lagi."
"Dasar anak pembunuh lo, gak pantes sekolah disini."
"Pergi lo anak pembunuh,"
Sinta jongkok, dan menyembunyikan wajahnya.
"Hiks ...hiks ...hiks."Sinta menangis.
Dito yang melihat gerombolan siswa dan siswi,sedang melempari seseorang.
"Siapa yang mereka lempar."Batin Dito.
Dito mendekati,dan melihat bahwa Sintalah yang mereka lempar.
"Sinta."Kata Dito yang terkejut.
"Minggir kalian."Teriak Dito.
Dito lalu melepaskan jaznya,dan memakaikan pada Sinta.
"Eh Dito minggir lo, jangan belaan si anak pembunuh itu."Kata mereka dengan lantang.
"Kalian semua diam, diam."Teriak Dito memuncak karena emosi.
"Siapa yang nyuruh kalian melakukan ini semua hah."Kata Dito lagi dengan teriakan emosi yang meluap-luap,dan mata yang merah lagi melotot.
Mereka yang melempari Sinta pun diam.
"Kalian seenaknya melempari anak orang,tanpa kalian tau penyebabnya apa."Kata Dito dengan emosi yang sambil melindungi Sinta,Mata Dito benar-benar kaya Sharingan Uchiha yang siap menggenjutsu mereka semua.
"Dito, kenapa lo lindungin gue sihh.Dari awal,gue tau lo suka sama gue.Tapi gue, terus nolak lo apa lo gak sakit hati yang selalu gue tolak setiap hari Dit."Batin Sinta dalam tangisnya.
Dito sangat iba melihat Sinta, dia membawa Sinta menerobos kerumunan murid-murid laknat itu.
"Minggir."Kata Dito dengan kasar pundaknya bersentuhan dengan murid lainnya.
Bugh ...
Chloe memukul tembok, dia sangat kesal melihat Sinta yang terus dilindungi oleh Dito.
"Sialan lo Sin, lagi-lagi lo lolos."Kata Chloe yang tidak suka melihat kedekatan Sinta dengan Dito.
Dari kejauhan,aku melihat itu semua termasuk Chloe.
"Sinta,biar bagaimanapun dia tidak salah yang salah adalah Papanya.Aku yang membunuh Papanya, karena kesalahannya sendiri.Sinta pun tau, kenapa Papanya dibunuh.Tapi sebagai seorang anak, tentu juga akan merindukan sosok seorang Ayah."Batinku iba melihat Sinta.
Dan aku juga melihat Chloe yang berdiri di pojokan sana.
"Chloe Aslam, dari penampilannya elegan tapi sangat berbahaya.Aku harus bikin anak itu jera, supaya tidak membully orang lagi."Batinku lagi sedang memandang Chloe.
__ADS_1
Dito membawa Sinta ke tempat yang aman.
"Lo gak papa kan, ada yang luka gak."Tanya Dito dengan cemas.
Sinta hanya menggeleng saja.
"Sinta, kenapa lo jadi begini?Kenapa lo jadi lemah begini, Sinta yang gue kenal kuat."Batin Dito.
Sinta membersihkan wajahnya, dengan tisu yang diberikan Dito.
***Dito sebenarnya lagi ada latihan basket dilapangan,tapi dia juga tidak tega meninggalkan Sinta sendiri disini.
"Dit, ayo latihan."Panggil teman basket Dito.
"Eeee, tunggu sebentar yahh kalian duluan aja dulu."Kata Dito.
"Ya udah, tapi cepet yahh soalnya waktu kita singkat."Kata mereka.
"Oke."Kata Dito lagi.
Mereka semua pun pergi, Sinta yang mendengar pembicaraan mereka pun menyruh Dito untuk segera menyusul.
"Dit, mendingan lo susul mereka sayangkan waktu latihannya."Kata Sinta.
"Tapi lo bagaimana, nanti ada yang jahatin lo gimana."Kata Dito.
"Udah gak papa, gue bisa jaga diri kok."Kata Sinta meyakinkan Dito.
"Ya udah, gue pergi latihan dulu yah.Tapi ingat, kalau ada apa-apa panggil gue aja."Kata Dito mengingatkan Sinta.
"Iya."Sahut Sinta.
"Gue pergi dulu yahh, daachhh."Dito pun pergi.
Baru aja selesai Sinta membersihkannya pakaiannya, Chloe sudah datang.Chloe menyiram Sinta pakai Es Teh, yang dia beli di kantin.
"Aaaaahhh."Kata Sinta yang tiba-tiba pakaiannya diguyur oleh Chloe dengan minuman.
"Chloe, lo apa-apaan sih maksudnya apa."Kata Sinta kesal.
"Sorry, gue pikir tadi bak samp*h."Kata Chloe judes.
"Lo tuh kenapa sih, suka banget jahilin orang."Kata Sinta.
"Yaaa, mungkin itu sudah jadi belahan jiwa gue buat jahilin orang terutama sama lo.Dan lo juga harus ingat, jangan mimpi deh buat deket sama most wakted kayak Dito.Gak pantes tau gak, Dito orang terpandang sedangkan lo samp*h."Kata Chloe tanpa perasaan.
"Lo, sekali lagi lo cari masalah sama gue.Gue gak akan segan buat lo.
"Buat apa, hah."Sambung Chloe melotot.
"Asal lo tau yah Sin, sekarang lo itu bukan primadona lagi disekolah ini.Karena apa, karena kasus Papa lo.Lo gak pantes, jadi primadona disekolah ini lagi.Dan gue pastikan, lo disekolah ini akan menderita."Kata Chloe dengan lantang.
Byurrrr....
"Ahhhhhhhh."Teriak Chloe yang tubuhnya sudah disiram oleh seseorang.
"Siapa sih yang nyiram gue."Kata Chloe.
"Saya."Kataku datar.
"Naawa."Kata Sinta yang sedikit terkejut.
"Lo."Kata Chloe.
__ADS_1
Bersambung***.