
Qaza siuman...
" Ini dimana yahhh " ? Ucap batin Qaza
Qaza berusaha mengingat kejadian...
" Malam itu aku bersama Dila pulang dari ulang tahunnya Sinta , tapi ada dua mobil yang memepet , sehingga aku dan Dila iya Dila dimana "
Dila tida ada, Qaza berusaha bangun ...
" Saya harus cari istri saya " mencoba bangun .
Tapi ditahan oleh anggota...
"Stop"
" Kalian siapa ?
" Itu tidak penting "
" Dimana istri saya "?
Anggota itu hanya tersenyum tipis lalu pergi dan tak lupa mengunci kamar Qaza .
Awan curiga tentang orang tuanya yang tidak pulang .
" Anehhh , kenapa papa dan mama sama sekali tidak memberitahu aku kalau mereka mau ke luar negeri " Ucap Awan yang merenung di kamarnya .
Aku kembali memakai pakaian kebesaranku, yaitu jubah dan topeng untuk menemui preman yang di sewa Agie dan Dea , tentu saja bersama 15 anggota .
" Itu markas mereka sang Queen " Ucap anggota satu
" Kalian masuk dan habisi lalu sekap di markas " Ucapku
" Baik Queen " Dengan semangat mereka memasuki markas karena itu sebagian kesenangan mereka .
Para preman terkejut ...
" Siapa kalian berani sekali masuk ke markas kami " Ucap bos mereka
Salah satu dari preman mengenali topeng mereka .
" Bos hati-hati mereka memakai topeng yang paling ditakuti "
" Ahh sudahlah, serahkan saja padaku " Ucap bos preman itu dengan bangga
" Tapi bos "
Belum selesai ngomong , bos preman itu langsung menyerang .
" Hiyaaaaa....bughhh..." Tamparannya ditahan oleh anggota satu kemudian anggota itu memelintir tangan bos preman lalu menendang belakang kaki preman , hingga preman itu jatuh .
Melihat bos mereka dikalahkan ...
" Seraaaaaangggg" Ucap mereka ramai-ramai , perkelahian pun tak terelakkan .
Hiyaaaa....Bughhhhh....sreeeeet ...brakkk
" Aaaakhhhh " Sakit ucap preman yang tangannya di pelintir
Bahkan para preman itu pun menggunakan pisau .
" Whussssaas " Suara ayunan pisau begitu renyah hingga membuat anggota sangat marah dan anggota pun mengeluarkan senjata mereka .
Sudah 15 menit , aku menunggu anggota itu menghajar para preman .
__ADS_1
Tiba-tiba ...
" Sang Queen " Ucap anggota yang sudah selesai
Aku menoleh " ya ada apa ?
" Semuanya beres "
" Bagus , kita lanjutkan di markas "
Para preman itu kalah setelah anggota memakai senjata api.
Agie dan Dea ...
" Bodoh sekali anak itu mas " Ucap Dea
" Iya kamu benar , dia itu sangat bodoh saking bodohnya alasan yang tidak kuat pun dipercaya " Ucap Agie sambil tertawa
" Hahahahahahah" Mereka tertawa lepas .
Ternyata Sinta mendengar pembicaraan mereka .
" Siapa yang papi dan mami maksud yahh " Pikir Sinta
Denis mengantar Lili pulang ...
" Udah ya Li ,aku ga mampir karena setelah ini aku ada jam latihan basket " Ucap Denis
" Ga papa kok Den , sebelumnya makasih yahh udah bantuin aku cari Naawa " Ucap Lili
" Iya sama-sama, yaudah aku pergi dulu " Senyum Lili sangat merekah , walau baginya hari ini lelah tapi disisi lain dia sangat senang bisa dekat dengan Denis .
Aku mengawasi mami dari jauh ...
" Mami masuk rumah sakit gara-gara aku maafin Naawa ma " Ucapku yang sedang mengawasi mami dari kejauhan .
" Tapi bu , ibu masih sakit " Ucap suster itu
" Saya bisa sendiri sus , udah tenang aja " Ucap Abila dengan yakin
Abila memaksa suster itu dan akhirnya di izinkan sedangkan Ara dia sakit perut makanya tidak ada .
Aku melihat mami keluar dari rumah sakit secara diam-diam, aku tidak mau terjadi apa-apa sama mami . Aku memerintahkan anggota untuk mengikutinya .
Sebenarnya aku ingin menemani tapi resikonya sangat besar .
" Aku ingiin sekali ada di samping mami "Batinku
David ingin mengatakan yang sebenarnya pada Kusuma dan Reani .
" Maa paa ...ada yang ingin David bicarakan "
" Kamu mau bicara apa sayang " Sahut Reani
" Ini masalah rahasia David "
" Rahasia kamuuu , maksudnya " Ucap Reani heran.
" Iya David ,masalah dan rahasia apa.? Ucap Kusuma
" Mama sama papa ingat ga kejadian adeknya Denis 5 tahun yang lalu "
" Maksud kamu Divanna " Ucap Reani
" Iyaahh maaa , Divanna " Ucap David yang gugup
__ADS_1
" Iya papa ingat , Divanna anak dari Praja Maulana kan tapi sayangnya Divanna meninggal karena di lilit dimakan ular Piton " Sahut Kusuma yang sambil bergidik ketakutan mengingat 5 tahun yang lalu , karena menemukan ular Piton yang besar perutnya .
"Emang ada apa David " Tanya Reani heran .
" Apa mama sama papa mau menerima fakta tentang kematian Divanna dan tidak marah sama David " Ucap David hati-hati
Kusuma dan Reani mulai serius .
"Maksud kamu,"Tanya Kusuma.
David menghela nafas pelan.
"Mungkin ini saatnya aku mengatakan yang sejujurnya,pada mama dan papa."Batin David.
"Apa David,"Tanya Reani yang penasaran.
" Sebenarnya.........yang buat Divanna dililit ular itu..............."Berhenti sejenak.
"David maaahhhhh,"Kata David yang ketakutan.
Reani dan Kusuma seketika membulatkan matanya tajam dan lebar.
"Kamu bicara apa tadi,"Tanya Reani sekali lagi.
"Iya David,bisa ulangi sekali lagi."Ucap Kusuma.
"David yang bikin Divanna dililit ular maa paa, sampai Divanna dimakan."Ucap David menahan rasa takut.
"Kamuuu....."Ucap Reani yang akhirnya menangis.
"Kamu kenapa David hiks...hiks...hiks....,"Kata Reani.
"Kurang ajarrr bughh...."Kusuma menampar David hingga David tersungkur.
"Davidd hiks...hiks ..kenapa bisa begitu cepat katakan bagaimana itu bisa terjadi, cepat katakan." Reani penuh emosi menepuk-nepuk badan David.
"Papa tidak punya anak pembunuh seperti kamu Daviddd."Ucap Kusuma penuh emosi.
"Kamu kann tau,Divanna itu siapa anak hah teman baik papah!Anak Praja Maulana." Ucap Kusuma lagi.
David hanya diam,dan dia sudah hilang dan kosong karena kejujuran ini.
"Kamu anak yang selama ini mama banggakan David,kenapa kamu lakukan itu."Kata Reani sambil menangis.
"Maafin David ma,pa,seandainya waktu itu Divanna tidak menolong David.Pasti Divanna tidak akan dililit ular,Divanna menolong David yang hampir dililit ular.Tapi sayang Divanna sudah digigit ular,aku kabur karena takut dan membiarkan Divanna berjuang sendirian melawan ular itu."Jelasku dengan sendu.
Kusuma kali ini benar-benar marah ,dia tidak menyangka David sepengecut ini.Kusuma mendorong David keluar dari rumah.
"Pergi kamu,pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi.Saya tidak punya anak seperti kamu yang pengecut," Teriak Kusuma.
Lalu memanggil pak satpam.
" Pak satpam,usir anak ini dan jangan pernah membuka pintu kalau dia datang."Emosi Kusuma sudah pada puncaknya.
Hancur sudah hati David yang ingin mencoba jujur,kini dia di usir oleh orangtuanya sendiri.Tapi David juga menerimanya dengan ikhlas,apa yang selama ini ia sembunyikan itu sebuah kesalahan.
"Maafin David ma,pa,"Ucap David lalu pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Kusuma dan Reani menatap David yang pergi.
"Mas kamu usir David,anak kita."Ucap Reani.
"Iya biar dia bertanggung jawab."Ucap Kusuma.
Sebesar apapun kesalahan David,yang namanya seorang ibu pasti tidak rela anaknya di usir.Tapi Reani tidak berani melawan Kusuma yang tegas.
__ADS_1
Bersambung ...