
~SELAMAT PAGI PEMBACA SETIA~
💮💮
**
David menghilang , orang tuanya panik .
" Pa ini gimana?" Ucap Reani.
" Kamu tenang aja , Papa udah lapor polisi untuk mencari David."
" Pokoknya Mama gak mau tau, David harus ketemu."
" Iya Ma."
Kusuma memerintahkan anak buahnya untuk mencari David.
" Kalian semua cari anak saya sampai ketemu."
" Siap Tuan."
**
Di sekolah Dito dan Denis berdebat masalah David.
" Den, lo kenapa sihh hah."
" Gak papa males aja gue."
" Ini David lo Den hilang di hutan, masa lo gak ada empati sedikit hanya gara-gara masalah kemaren."
" Mendingan lo diam aja deh Dit, kalau lo gak tau apa-apa mendingan diam." Bentak Denis.
" Kok lo bentak gue sihh." Dito terpancing emosi.
" Ya karna lo dari tadi bikin gue gak nyaman tau gak?"
" Gue cuma mau nanya masalah David tapi apa ? Lo ga ada respon sedikit pun."
" Gue dah kasih tau sama lo, gue lagi males sekarang. Udah deh Dit, daripada kita yang berantem hanya gara-gara David mending gue pergi." Denis pun pergi.
" Denn, gue belum selesai Den."
Dan kejadian itu dilihat oleh Lili.
" Kasian Denis sekarang persahabatan mereka mulai hancur." Batin Lili.
Denis pergi ke lapangan basket untuk menenangkan diri.
" Kurang ajar Dito, dia malah belain David. Lihat aja nanti, gue bakalan bikin Dito bungkam sama gue." Batin Denis sambil memainkan bola basket.
Lili melihat Denis main basket, dan dia berniat minta maaf dengan membeli air minum untuk Denis.
" Nihhhh."
Denis menoleh..
" Lili."
" Iya, kenapa?"
" Gak papa."
" Lo mungkin haus, makanya gue beliin ini."
Denis pun mengambil minuman yang diberikan Lili sambil tersenyum.
" Makasih yahh."
" Ouhh ya gue kesini cuam mau minta maaf."
" Minta maaf soal apa?"
" Soal yang dihutan kemaren."
" Kenapa, lo kan gak salah."
" Tapi gara-gara gue, lo sama Dito jadi berantem kan."
" Ouhh itu, gak kok? Ini gak ada hubungannya sama lo, percaya sama gue."
" Tapi tetep aja, gue gak enak."
" Udah kali santai aja, tapi ngomong-ngomong mana temen lo."
" Naawa maksudnya?"
" Iyalah siapa lagi."
" Dia lagi dirumah sakit."
" Hah, kenapa?"
__ADS_1
" Ya gitulah, mungkin sakitnya kambuh baru aja tadi pagi aku jenguk dia."
Karena Denis ingin lebih dekat dengan Lili, dia meminta untuk mengajaknya menjenguk Naawa .
" Kalau lo mau jenguk Naawa, bisa gak gue ikut."
" Emang lo mau ikut."
" Iyalah."
" Bisa sihh, kebetulan gue habis pulang sekolah mau jenguk dia."
" Ouhh ya, ya udah nanti dirumah gue jemput."
" Hah."
" Kenapa?"
" Emang lo tau alamat rumah gue."
" Eeeeeeeee....ouhh iya yahh heheheh, ya udah alamatnya dimana?"
" Di........"
" Ok.."
**
Di hutan Naawa menyembunyikan Wanita itu, ouhh ya wanita itu bernama Marina.
" Sekarang keberadaanku tidak diketahui oleh siapaun kalau aku kembali ke markas, tapi yang aku khawatirkan adalah Mami." Batinku.
" Maaf Mam, Naawa harus sembunyi dulu." Ucap batinku lagi.
Abila menyuruh hampir semua pengawal untuk mencari Naawa.
" Cari anak saya sampai ketemu."
" Baik Nyonya." Jawab mereka serentak.
" Kamu dimana sayang, Mami khawatir." Batin Abila.
**
Denis menjemput Lili dan menuju rumah sakit.
" Wa ni gue bawa buah-buahan buat lo."
" Mana Naawa?" Ucap Denis.
Dokter lewat...
" Dok temen saya yang di rawat di kamar ini kemana yahh."
" Ouhhh tadi pagi ada kejadian, sepertinya dia diculik."
" Apa.." Kaget Lili.
" Kok bisa dok."
" Saya juga tidak tau, tapi sekarang keluarga pasien sedang mencari."
" Makasih ya dok."
Denis melihat ruangan tempat Naawa dilihat dan itu dilihat oleh Lili."
" Lo kenapa Den."
" Gue bingung aja, kok Naawa bisa di rawat diruangan VIP sihh."
" Namanya juga anak tunggal Den, pastilah dilakukan yang terbaik "
" Iya sihh, tapi yang gue denger Naawa itu termasuk anak kurang mampu makanya dia masuk sekolah kita pakai beasiswa kan."
" Lo kayanya belum tahu Den, siapa Naawa itu sebenarnya."
" Emang dia siapa?"
" Naawa Alastar."
" Tunggu. Alastar, bukannya itu marga dari Nyonya Abila yahh."
" Iya, dan sudah Taukan sekarang siapa Naawa."
" Tunggu, masih bingung sama ini semua."
" Ok deh nanti gue jelasin tentang Naawa, untuk sekarang kita ikut cari Naawa yahh. Dia teman gue satu-satunya."
" Ok."
Lili tersenyum karena Denis mau membantunya.
**
__ADS_1
Di rumah Qaza kedatangan sepasang suami istri .
" Ehhh Agiii Dea." Ucap Qaza.
Mereka berdua tersenyum.
" Kenapa kalian gak bilang kalau mau kesini." Tanya Tuan Qaza.
" Gak papa kok Za, sekalian mau kasih kejutan juga sama Sinta ya mas." Ucap Dea.
" Iya Za, tapi ngomong-ngomong gimana Sinta dirumah kamu selama ini apa dia merepotkan kalian." Ucap Agie.
" Ahh gak kok, santai aja justru dia disini mandiri." Sahut Qaza.
" Ouhh bagus dehh." Sahut Agie.
Dea memandang sekeliling.
" Dila kemana Qaza, kok gak keliatan."
" Dila ada di kamar, lagi istirahat."
"Ouhhhh." Ucap Des ber oh ria.
" Oh ya Qaza, kita berdua mau melakukan pesta tentang ulang tahunnya Sinta malam ini."
" Astaga, sumpah Gi aku sama sekali tidak ingat sama ulang tahunnya Sinta."
" Ga papa kok, mungkin kamu sibuk makanya lupa. Tapi untungnya kami berdua sudah menyiapkannya." Senyum Agie dengan santai.
" Sekali lagi aku minta maaf banget, aku benar-benar lupa." Ucap Qaza.
" Iya ga papa, kami berdua kesini cuma mau menyampaikan aja dan sekalian kami juga mau menjemput Sinta untuk nanti malam yahh."
" Iya aku dan keluarga pasti datang."
Sinta pun datang.
" Nahh itu Sinta sudah dateng pah." Ucap Dea.
" Ya sudah, jangan lupa nanti jam 9 malam ya Qaza datang ke rumah." Ucap Agie.
" Malam ini harus menjadi yang terakhir untuk kamu Qaza." Batin jahat Agie.
Qaza mengangguk.
" Ayo Sinta." Ajak Dea, Sinta memandang Qaza.
" Sinta pergi dulu yah Pa."
" Iya." Jawab Qaza.
Sinta dan kedua orang tuanya pun pergi, dan ternyata dari tadi Dila mengintip mereka.
" Mereka lagi, entah kenapa aku tidak suka dengan mereka. Aku menerima Sinta dirumah ini hanya karena Mas Qaza yang minta, kalau tidak dah aku usir anak itu dari rumah." Batin Dila.
**
Marina dikurung di sebuah tempat yang bersebelahan dengan David.
Sedangkan Naawa, memerintahkan Anggotanya untuk mengawasi pesta ulang tahun Sinta nanti malam.
" Maaf Sang Queen dalam pesta nanti, Agie dan Dea menyewa mafia lain untuk membunuh Qaza dan Dila. Apa yang harus kita lakukan?"
" Lindungi Nyonya Dila dan untuk suaminya tidak perlu, tapi kalau dia terluka segera bawa kerumah sakit dan habisi mafia lainnya." Perintah Naawa.
" Baik Sang Queen."
**
Dalam mobil Lili menjelaskan pada Denis.
" Ouhh jadi begitu ceritanya."
" Iya Den, gue juga gak nyangka ternyata Naawa itu anak orang kaya bahkan melebihi kita semua."
" Lo bener, terus sekarang kita mau kemana."
" Kita ke kos Kak Eza dan Kak Hila."
" Mereka siapa?"
" Saudara angkat Naawa "
" Ouhh ya udah."
Denis dan Lili menuju kos Ela .
**
Sedangkan Abila dan pengawalnya menuju rumah Marina .
~SELAMAT MEMBACA WAJAH LEMBUT~
__ADS_1
🌹BERSAMBUNG🌹