
Selamat pagi dari author, moga Kalian sehat yahh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
David harus dirawat inap di rumah sakit, karen lukanya cukup serius.
Kepala sekolah menghubungi orang tua David, Kusuma dan Reani.
" Halo selamat pagi Pak Kusuma, kami dari pihak sekolah mau memberitahu bahwa anak Bapak David Dirga masuk rumah sakit." Telpon Pak Nara.
" Benarkah, ya sudah kami sekarang menyusul." Jawab Pak Kusuma.
" Ada apa mas." Tanya Reani.
" Dirga masuk ruma sakit." Jawab Kusuma.
" Apa mas, David masuk rumah sakit? Ayo mas kita kesana." Panik Reani.
" Iya." Sahut Kusuma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ternyata Denis sudah mengetahui siapa yang membuat adik kembarnya meninggal, dia awalnya tidak percaya tapi saat David mengakuinya dengan jujur disitulah Denis tersulut emosi lalu memukul David dengan brutal.
Denis pergi ke makamnya Divanna, adik kembanya.
Denis sambil menangis membelai batu nisan Divanna.
" Div, gue Kakak yang bodoh Div. Gue gak becus jagain lo." Ucap Denis dengan isak tangisnya.
" Pasti lo dulu kesakitan dan takut kan menghadapi ular itu, maafin gue Div." Ucap Denis dengan rasa bersalahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lili sangat terluka dengan sikap Denis yang berubah tiba-tiba, Lili sangat sedih.
" Lo kenapa sih Den, jadi berubah begitu." Batin Lili.
" Emang gue salah apa sih sama lo, sampai kemarin lo dorong gue." Pikir Lili lagi.
" Gue kesel sama lo Den." Ucap Lili lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku pergi ke rumahku yang dulu, dimana aku pernah tinggal berdua sama Mama Dila.
" Aku harus menyusun rencana, untuk menemui mereka berdua." Pikir Naawa.
Ada telpon.
" Halo." Ucap Naawa.
" Halo Dek, kamu ada waktu gak buat kita." Ucap Zora yang menelpon.
" Memang mau ada acara apa?" Tanya Naawa.
" Acara kumpulan kita-kita aja, malam ini ditempat biasa. Jangan nolak yah Dek, Soalnya para Kakak disini udah siapin semuanya buat kamu." Ucap Zora.
" Ouhh ya." Sahut Naawa, baru saja tadi aku berfikir menolak eh malah keduluan mereka.
" Iya Dek, jangan lupa ya." Zora mengingatkan Naawa.
" Iya Kak, aku bakalan ikut nanti." Sahut Naawa.
" Ahh terimakasih Dek, ya sudah kalau kamu mau istirahat. Kakak matikan telponnya yahh, jangan lupa ya Dek." Ucap Zora di telponnya.
Tut tut ..
" Haishhh, bagaimana caranya aku bisa bagi waktu." Ucap Naawa pusing.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
David sadar dari pingsannya, dia mengingat kembali kenapa dia bisa ada di rumah sakit. David baru ingat, jika ini akibat Denis memukulnya dengan brutal.
" Apa yang sekarang dilakukan Denis." Batin David yang dari tadi sudah sadar.
" Kamu sudah sadar David." Ucap Kusuma yang dari tadi ada di samping David.
David menoleh, dia melihat Papa dan Mamanya.
" Papa Mama." Ucap David dengan Lirih.
" Iya sayang, kamu tidak papa kan nak." Ucap Reani sambil menangis.
" David tidak papa." Ucap David masih kaku.
" Apa yang terjadi sama kamu sebenarnya, David. Lalu siapa yang memulul kamu, tidak biasanya kamu kalah." Seru Kusuma panjang lebar.
Tapi David tidak menjawab, dia hanya ingin sendiri dulu.
" Pa, Ma.. David mau sendiri dulu, apa kalian mau." Pinta David.
Kusuma dan Reani saling pandang.
" Ya sudah kalau itu mau kamu." Ucap Reani yang di anggukkan oleh Kusuma.
Kusuma dan Reani pun keluar sambil melihat David berbaring, mereka kembali melangkah keluar.
Saat diluar, Reani bertanya pada suaminya.
" Pa, sebenarnya apa yang terjadi dengan Davis tidak seperti biasanya." Tanya Reani.
" Entahlah Ma, mungkin dia perlu waktu untuk menenangkan diri." Sahut Kusuma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo gengs, aku promo novel baru nihh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Wahh kesayangan sudah datang." Ucap Kak Sima.
" Apaan sih Kak." Ucap Naawa malu.
" Heheh, biasa Dek kayaknya dia lagi seneng tuh." Sela Feli.
" Benarkah, emang apa yang buat Kak Sima senang." Tanya Naawa heran.
" Ehemmm...ngomong Sim." Ucap Dani.
" Iya ngomong aja." Timpal Kak Eza juga.
" Apaan sih kalian, malu tau gak Simanya." Ucap Kak Hila.
" Tau nihh Kak Hila, mereka semua jahil banget sama selama tiga hari ini." Ucap Sima cemberut.
Naawa yang tidak tahu apa-apa hanya mengerutkan satu alisnya.
" Memang ada apa?" Tanya Naawa.
" Emang kamu beneran gak tau dek." Tanya Dani.
" Emang beneran gak tau." Sahut Naawa.
" Heheh, jadi gini dek Kak Zora sama Kak Sima lagi ada ehemm...ehemmm...lagi mengurus masa depan mereka." Ucap Dani.
" Haaahh." Ucapku melongo tidak percaya.
__ADS_1
" Hehehe." Sima masih terkekeh malu.
" Beneran Kak Sima." Tanya Naawa lagi.
" Iya dek." Jawab Sima.
" Wahh...selamat yah kak, gak nyangka aku kalian ada hubungan." Ucap Naawa bahagia.
" Kamu ngerestuin kan dek." Tanya Sima.
" Ya pastilah, aku bakalan ngerestuin kalian tanpa tanya sama aku." Ucap Naawa lagi.
Mendengar itu semua, Sima sangat senang.
" Makasih ya dek, kamu memang yang terbaik." Puji Sima.
Mereka pun tertawa bersama, dan makan-makan yang enak untuk malam ini. Sesuai janji, mereka semua memberikan hadiah istimewa untuk adik bungsu mereka yang tak lain adalah Naawa sendiri. Bahkan merek berfoto untuk kenang-kenangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sekian lama, akhirnya Awan dan Luna bertemu kembali.
" Aku tidak menyangka, akan bertemu kamu di sini." Ucap Awan sambil makan makanannya.
" Aku juga, tidak percaya rasanya bertemu kamu lagi." Jawab Luna.
" Sejak kapan kamu pindah ke rumah sakit ini." Tanya Awan.
" Yahh beberapa hari yang lalu lah." Ucap Luna.
" Ini jaraknya lumayan jauh lho dari rumah kamu, terus kamu bolak-balik gitu." Tanya Awan lagi.
" Aku tinggal di apartemen Papa yang ada disini, jadi aku gak perlu harus bolak-balik dari rumah kesini." Jelas Luna.
" Ouhh gitu, baguslah." Ucap Awan tanda paham.
" Lalu kenapa kamu ada disini juga, apa ada kerjaan." Balik tanya Luna.
" Kebetulan aku ada proyek sama Direktur rumah sakit ini, kalau aku berhasil bikin rumah sakit ini maju maka 75% dari penghasilan akan jatuh ke tanganku." Ucap Awan.
" Cukup haus juga ya kamu." Ucap Luna.
" Ahahah..namanya juga bisnis." Ucap Awan.
" Ouh ya, kapan-kapan nanti aku ajak kamu ke rumah yah." Ucap Awan.
" Ngapain kamu ajak saya ke rumah kamu." Tanya Luna heran.
" Yahh saling kenal aja kita, biar akrab." Ucap Awan.
Luna hanya diam, dia tau ini pasti akan terjadi.
" Apalagi yang kau inginkan Awan." Batin Luna.
" Jantungku selalu berdetak kencang, kalau duduk bersama kamu Luna." Batin Awan lagi memandang Luna yang tidak menyadari jika dirinya dipandang.
" Udah yuk pulang, ini udah malam juga." Ucap Luna.
" Ouhh iya, kamu benar ayo kita pulang. Tunggu sebentar, aku bayar dulu." Ucap Awan.
Mereka berdua pulang, Awan mengantar Luna ke apartemennya.
" Kalau ada apa-apa, kabarin saya yah." Ucap Awan.
" Iya, tapi kamu tenang aja disini wilayahnya aman kok." Sahut Luna.
" Iya iya, saya percaya kok." Ucap Awan lagi.
" Ya sudah, saya pergi dulu yah." Ucap Awan yang langsung pergi dengan mobilnya.
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan jejakmu