
💓 Selamat sore 💓
***
Rhumi dan Naawa bekerja sama untuk membuat perdamaian, mereka tidak ingin lagi ada kejahatan seperti penculikan dan mafia jahat.
Dila ingin menemui Awan, dia ingin anaknya berubah ini adalah jalan terakhir untuknya.
" Semoga Awan berubah." Batin Dila.
Tut Tut Tut .
" Halo, Yayan apa kamu bisa jemput saya." Ucap Dila menelpon Yayan.
" Bisa Bu." Sahut Yayan.
" Terima kasih Yan." Ucap Dila.
Tut Tut Tut..
Dila kembali mematikan telponnya, lalu keluar dari kantor.
***
Dito menyusul Sinta Ke Kalimantan, dirinya tidak tahan harus berpisah dengan Sinta.
" Sin, sebentar lagi Sin aku kesana." Batin Dito saat berada di kapal layar dan memandang foto Sinta.
Sedangkan Denis dia mengetahui bahwa Dito menyusul Sinta Ke Kalimantan, dia juga ingin mencari Lili.
" Dito aja bisa menyusul Sinta, bahkan dia lebih berani dari gue. Gue juga harus cari Lili Sampai ketemu, gue yakin Lili masih cinta sama gue dan dia mau maafin gue." Ucap Denis dengan percaya dirinya.
***
Ilyas dan Luna makin hari makin dekat, mereka juga saling bertukar nomor ponsel.
" Maaf yahh sekali lagi." Ucap Ilyas.
" Ahh, tidak masalah." Sahut Luna.
" Nanti yahh, apa aku boleh main ke rumah kamu dan mengenal orang tua kamu." Tanya Ilyas memberanikan diri.
" Uhukkk..." Luna terbatuk karena kaget dengan ucapan Ilyas
" Kamu kenapa Lun." Ucap Ilyas khawatir.
" Aku gak papa kok, santai aja." Ucap Luna.
" Hah, kenapa tiba-tiba begini." Batin Luna.
" Kamu gak papa kan." Tanya Ilyas lagi.
" Aku gak papa kok." Sahut Luna meyakinkan Ilyas.
" Mungkin pertanyaanku tadi yang membuatnya kaget ." Batin Ilyas.
Ternyata Ilyas dan Luna di buntuti oleh Diva, salah satu yang menyukai Ilyas namun selalu di tolak oleh Ilyas.
" Eaaahhh... dasar genit dedemit, berani banget caper sama Ilyas awas aja nanti habis kamu." Ucap Diva kesal seraya menghentak-hentakkan kakinya.
" Ihhh, au ahh..." Diva pergi.
***
Mika dan Ibunya di suruh oleh Naawa atau Rhumi untuk tinggal di rumah milik Rhumi, salah satu aset yang di miliki Rhumi.
" Ouhh ya Mik, kamu sama ibu kamu tinggal di rumah ku yang satunya yahhh.
" Wehh, gak usah Non itu berlebihan." Sahut Mika.
" Tidak, anggap saja ini hadiah ibu kamu sembuh."
" Tapi Non, ini berlebihan sekali saya hanya pelayan biasa di rumah Non."
" Bisa gak, kamu gak ngomong begitu udah terima aja nanti saya marah kalau kamu menolak." Ancam Rhumi.
" Ehh enggak Non, jangan dong."
" Kalau gitu terima aja."
" Ta-tapi Non."
" Gak usah tapi-tapian, ini kuncinya saya pergi dulu yahh."
" Ta-
" Dachhhh."
" Huhh."
Awalnya Mika dan Ibunya menolak, tapi karena Naawa memaksa akhirnya mereka tinggal di sana.
***
Vano ingin melamar Lili namun Lili masih ragu dan menolaknya, dia berharap tahun ini keluarga tercinta mencarinya.
" Li, apa kamu mau menikah sama aku." Ucap Vano memberanikan diri.
" A-aku.."
" Aduhh gimana nihh, aku belum balik ke rumah." Batin Lili.
" Gimana Li, kalau kamu mau nanti aku bakalan ngelamar kamu ke rumah."
" Ee.. maaf Kak Vanno, nanti aja dulu yahh kasih Lili waktu buat mikirin." Ucap Lili.
" Ouh ya sudah kalau begitu, aku tunggu yahh."
" Iya."
__ADS_1
" Aku pergi dulu."
***
Benar saja Ranu dan Qila mengetahuinya keberadaan Lili lewat bantuan beberapa teman Qila dan Ranu, serta anak buah Ranu yang bekerja keras.
" Mas, gimana kamu dah tau dimana Lili."
" Hmm.. iya sayang, aku sudah tahu malam ini kita akan kesana."
" Benarkah, kalau gitu ayo cepat."
" Sabar dulu."
" Nunggu apalagi mas."
" Kita beritahu Luna dulu."
" Ouhh, ya sudah ayo cepat."
***
Yato dan Chloe akhirnya mengakui kesalahannya kepada Rhumi, dan memilih pindah ke Bali untuk memulai usaha baru.
" Ayo Pa, sebaiknya kita cepat berangkat Chloe ingin melupakan semua kenangan pahit yang ada disini."
" Iya."
Tap tap tap..
Kaki melangkah setapak demi setapak, satu mobil masuk ke rumah Rhumi.
Tok tok tok...
" Iya, tunggu sebentar." Ucap Rhumi sambil membuka pintunya.
" Kau." Ucap Rhumi.
" Hay Naawa." Sapa Chloe sambil tersenyum.
***
Tuan Qaza meminta maaf kepada Dila, dia menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi.
" Maaf, maaf untuk semuanya." Ucap Tuan Qaza.
" Semuanya sudah berlalu mas, lupakan saja." Sahut Dila.
" Sekarang, apa rencanamu." Tanya Qaza.
" Rencana, huh aku tidak punya."
" Huuhh kalau begitu saya permisi dulu, maaf mengganggu waktu anda."
" Tunggu."
" Kau dan Rhumi masih hubungan anak dan ayah, cobalah untuk menjadi ayah yang baik untuknya mungkin kalian bisa berinteraksi lebih akrab."
" Akan ku coba, saya permisi dulu."
Dila hanya menatap punggung mantap suaminya itu, biar bagaimanapun Dila tidak akan melarang Qaza untuk bertemu Rhumi.
" Astaga, aku lupa belum menyiapkan hari ulang tahun Rhumi."
Tut Tut Tut...
" Hallo Yan, kamu bisa handle semua persiapan ulang tahun anak saya gak."
" Ok terimakasih yahh."
" Sepertinya siang ini aku harus menemui Awan." Batin Dila.
***
Awan sangat senang akhirnya dia di terima kembali di kantor milik Mamanya.
" Awan." Panggil Dila kepada Awan anaknya.
" Mama." Awan melihat Mamanya di tempat kerjanya.
" Iya, ini Mama."
Awalnya Awan senang bertemu dengan Mamanya, namun seketika raut wajah senang sebelumnya berubah jadi murung dan itu membuat Dila heran.
" Kamu kenapa? Kamu tidak senang yah, Mama kesini."
" Tidak." Sahut Awan.
" Lalu, kenapa wajah kamu murung."
" Bukannya Mama tidak menginginkan aku lagi." Ucap Awan.
" Kenapa kamu berfikir seperti itu."
" Mama memecat dan mengusirku, bukankah itu Mama tidak menyukaiku."
" Hahaha.. siapa bilang, Mama akan terus sayang sama kamu jadi jangan berfikiran seperti itu lagi." Ucap Dila sambil membelai pipi Awan.
Awan sangat terharus dan langsung memeluk Mamanya dan terus mengatakan maaf.
" Hiks... maaf, maafin Awan. Maaf Ma, maaf." Ucap Awan sambil menangis di pelukan hangat itu.
" Sudah, sebelum kamu minta maaf Mama sudah maafkan." Sahut Dila sambil membelai belakang kepala Awan.
***
Semua orang pernah di tolong oleh Rhumi akan datang di hari pesta ulang tahun Rhumi Ke-18.
" Wahh acaranya sangat besar ya Ma Pa." Ucap Sisil kepada Eza dan Hila.
__ADS_1
" Iya sayang." Ucap Hila, sedangkan Eza hanya tersenyum.
Dani Artaya dan Feli juga hadir.
" Sayang, gak nyangka ya pesta dek Rhumi sangat wahhh." Ucap Feli.
" Hehe, kamu lucu deh sayang dia kan pengusaha terkenal."
" Hehe iya juga, aku lupa."
Kemudian Semua Kaka angkat Rhumi berkumpul termasuk Zora dan istrinya.
" Kalian sudah datang." Ucap Rhumi.
" Iya dek, kami datang." Ucap Zora.
" Hmmm... baguslah."
" Naawa." Panggil seseorang.
Rhumi atau Naawa pun menoleh ke belakang, betapa kagetnya Rhumi melihat sahabatnya Lili.
" Lili."
" Naawa."
Mereka akhirnya berpelukan, dan itu di saksikan semua orang termasuk Dila dan Abila.
Ada dan Taufan juga ada, Tuan Qaza juga datang mereka saling bertepuk tangan.
Inilah saatnya Rhumi memberitahu kepada Mama dan Maminya.
***
Di pesta itulah Rhumi akan mengakui semuanya kepada Mami Abila.
" Pertama-tama, Rhumi mau minta maaf sama semua yang ada disini jika merasa di bohongi. Aku adalah Rhumi anak Nyonya Dila Azaro dan Tuan Qaza Ranoya, dan memiliki seorang Kakak yang bernama Awan Ranoya. Tapi aku kecelakaan di waktu kecil, dan tenggelam di danau. Saat aku sadar, aku berada di rumah sakit dan datanglah seorang wanita cantik yang mengkhawatirkan aku. Aku bingung, dia memanggilku Naawa padahal aku Rhumi."
Abila sangat terkejut dengan cerita Rhumi, begitu juga dengan Dila dan yang lainnya. Kemudian, Rhumi melanjutkan ceritanya.
" Aku ingin memberitahu siapa diriku, tapi aku tidak berdaya karena ada yang mengincar nyawaku. Lima tahun aku ikut bersamanya dan menjadi anaknya, aku akhirnya tau dimana anak kandung Mami Abila. Naawa, telah lama meninggal di tangan tantenya sendiri. Mama Dila aku tetap anakmu, tidak akan kemana dan Mami Abila jadilah Mamiku aku akan terus menganggapmu sebagai Ibuku dan terus menyayangimu aku sayang kalian." Ucap Rhumi.
Semua jadi hening dan cukup lama, lalu Dila dan Abila maju secara bersamaan dan menghampiri Rhumi yang di atas panggung. Dengan hangatnya mereka berkata.
" Kami akan merawatmu dan terus menyayangimu." Ucap Dila dan Abila bersamaan, kemudian mereka berpelukan di iringi dengan tepuk tangan para hadirin.
****
Sudah seminggu, akhirnya pernikahan Ilyas dan Luna dilaksanakan. Mereka akhirnya di restui Mamanya Ilyas, dan mereka memutuskan untuk menikah.
" Selamat ya Lun, kamu akhirnya menikah juga." Ucap para undangan.
Ara juga sudah melepaskan Awan sepenuhnya, bahkan pernikahan Luna dan Ilyas akan di selenggarakan secepat mungkin.
Sedangkan Tuan Taufan masih memilih sendiri dan tidak menikah, begitu juga dengan Abila dan Dila.
***
Oiya pada akhirnya Dila dan Abila akan tinggal bersama untuk bisa berkumpul dengan Rhumi anak mereka.
" Makasih ya, Mama sama Mami mau menerima aku dan kita bisa tinggal bareng disini." Ucap Rhumi, kemudian Dila dan Abila memeluk Rhumi.
" Sama-sama sayang." Ucap Abila.
" Mama juga sayang kamu." Ucap Dila.
***
Di hari pernikahan Luna dan Ilyas semua orang berkumpul, dan Lili menerima lamaran Vano yang membuat Denis hatinya terluka dan memilih pergi Ke London di malam itu juga.
" Kayaknya Lili menerima lamaran Vano." Batin Denis.
Sedangkan Vano dan Lili saling memandang dan Lili pun tersenyum.
" Iya aku mau." Ucap Lili.
Vano sangat terkejut dan juga senang.
" Benarkah." Sahut Vano.
" Cieeeee." Sorak teman-teman Lili.
Vano dan Lili malu-malu dan menundukkan pandangan mereka.
" Aduh romantisnya." Ucap sahabat Lili yang kerja.
***
Denis pergi ke bandara dan duduk, mulai malam ini dia pergi untuk menghilangkan masa lalu yang rumit.
" Lili, maaf yahh aku tidak pamit sama kamu." Batin Denis.
Ternyata kepergian Denis di ketahui oleh Rhumi yang sudah sedari tadi mengawasi Denis.
Orang suruhan Rhumi mengatakan jika Denis pergi ke London.
📱" Benarkah." Ucap Rhumi di telponnya.
📱" Iya."
Tut Tut Tut....
Rhumi mematikan ponselnya dan memandang sahabatnya yaitu Lili dari kejauhan.
" Kalian memang tidak berjodoh, mau bagaimana lagi ini awal kesalahan Denis. Mungkin Lili hatinya terluka, dan Vano lah yang mengobati hati Lili." Batin Rhumi.
SELESAI.
MAAF YAAHH KALAU CERITANYA KURANG MENARIK, KARENA INI KARYA PERTAMA AKU.
__ADS_1