MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 60


__ADS_3

Aku mengantar Sinta pulang, dan mengatakan kepada Pak Dadang untuk memberikan semua barang yang ku beli tadi.


"Pak Dadang tolong turunkan semua barang yah, terus masukin semuanya je rumah Sinta."Kataku.


"Iya Non."Kata Pak Dadang.


"Lho, Naawa itukan kamu yang beli."Kata Sinta kaget.


"Sengaja kok, itu aku beliin buat kamu."Kataku.


"Tapi ini semua."


"Udah gak usah ditolak, terima aja yah.Pak Dadang udah selesai."


"Udah Non."Jawab Pak Dadang.


"Ya udah kita pulang Pak."Kataku kepada Pak Dadang.


Aku dan Pak Dadang pun pulang, Sinta masuk ke rumahnya.


"Banyak sekali yang dia beli, Naawa aku gak tau kalo kamu bisa sebaik ini sama aku."Batin Sinta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku sampai di rumah, saat pulang banyak pelayan yang datang hanya sekedar memberiku makanan atau minuman.Aku memutuskan untuk masuk kamar, karena mau ganti baju.


Selesai ganti baju, aku pergi ke bawah dan ke belakang mau stay sebentar di kolam.


"Bikinin saya Jus Apel yahh."Kataku pada pelayan.


"Baik Nona Muda."Jawab Pelayan itu.


Aku tidak berenang, ku buka handphone untuk menghubungi Kak Dani.


📱"Halo Kak Dani, bagaimana situasi aman."Kataku ditelpon.


📱"Aman Dek, emang kenapa?Kata Dani.


📱"Gak papa, ngecek aja."Sahutku, dan kumatikan telpon.


Tut ...tut...


"Haishhhhh nihh anak, main matikan telpon sepihak aja."Gerutu Dani.


Tapi tiba-tiba aku merasakan perutku yang tidak enak, entah apa yang terjadi rasanya aku ingin sekali tidur.


Aku memutuskan kembali naik ke atas.


"Heyy."Panggilku pada salah satu pelayan yang masih berjaga stay di situ.


"Nanti, kalau ada minuman saya yang datang bilangin ke dia yahh antar minumannya ke kamar saya."Kataku padanya.


Aku masuk ke kamar, rebahan karena badan rasa tidak nyaman.


"Semoga badan aku kembali normal, sebelum Mami datang."Batinku.


Pelayan yang membuatkan juz tadi datang, dia bingung karena Nona Muda tidak ada.Pelayan yang berjaga tadi memberitahunya, kemana aku pergi.


"Nona Muda pergi ke kamarnya, sebaiknya antarlah minuman itu ke kamarnya."Kata pelayan itu lagi.


"Benarkah, kalau begitu terimakasih atas informasinya."Katanya dengan sopan dan ramah.


Tok...tok...pelayan itu mengetuk pintu.


"Masuk."Perintahku.


Pelayan itu masuk.


"Nona Muda, minumannya sudah jadi silahkan diminum."Katanya.

__ADS_1


"Iya."Sahutku.


Saat pelayan itu berbalik badan, aku memanggilnya.


"Hey kau."Panggilku.


"Iya Nona Muda, ada apa."Katanya.


"Apa kau pelayan baru."Tanyaku tanpa menoleh, dan masih setia dengan selimut.


"Iya Nona, saya pelayan baru."Jawabnya.


"Siapa namamu."Tanyaku.


"Nama saya Mika, Nona Muda."Katanya pelan.


"Baiklah, akan saya ingat nama kamu."Kataku.


"Silahkan lanjutkan aktivitasmu."Kataku lagi.


"Baik, saya permisi dulu Nona Muda."Kata Mika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Denis mau pergi bertemu dengan David, sesuai janjian.


"Tempat ini, kenapa dia malah memilih tempat ini."Kata Denis.


Denis melihat David, sedang duduk di atas batang pohon.


"Lo sudah datang."Kata David.


"Hmmmm."Sahut Denis.


"Lo masih ingat gak, tempat ini? Tempat ini penuh kenangan masa kecil kita, gue jadi kangen masa kecil kita."Kata David seraya memandang keindahan danau.


"Ya mungkin bisa, tapi hati gue lebih nyaman dengan tempat ini."Jawab David.


"Tapi gara-gara lo, gue jadi ingat masa lalu Vid.Lo gak ngerti gak sih, posisi gue gimana? Lo ngajakin gue ketemuan, terus tempatnya bikin gue ingat sama seseorang tau gak."Bentak Denis.


David memandang Denis.


"Sesuai dugaanku, Denis bakalan marah kalau dia di ajak kesini."Batin David.


"Ya gue minta maaf sekali lagi, tapi gue gak ada niat buat bikin lo ingat sama dia."Kata David.


"Ya terus, ngapain lo ajakin gue ketemuan disini."Kata Denis yang makin panas.


"Gue cuma pengen, kita baikan dan berteman seperti dulu lagi."Kata David.


"Emang kenapa? Baikan untuk apa ? Apa lo punya rasa salah sama gue."Kata Denis ceplas-ceplos.


Deggg ...jantung Davis berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Daripada lo marah-marah, mending kita naik perahu dulu."Kata David yang langsung menarik tangan Denis, tanpa persetujuan Denis lebih dulu.


Kini mereka naik kapal perahu, menelusuri pinggir danau yang cantik nan indah.Mereka disana saling berbagi dan bercerita, terlihat mereka tertawa lepas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pelayan sedikit khawatir dengan Nona Muda, soalnya dari tadi siang Nona Muda belum keluar kamar sampai malam.


"Kenapa dengan Nona Muda, kenapa dia tidak keluar apa yang terjadi."Tanya ketua pelayan.


"Saya tidak tahu ketua, tadi siang sebentar aja duduk di belakang lalu Nona Muda langsung ke kamar."Jawab salah satu pelayan.


"Mika, bukankah tadi kamu membuatkan Jus untuk Nona Muda."Tanya Ketua Pelayan.


"Iya, tapi kenapa?Tanya Mika bingung.

__ADS_1


"Bagiamana keadaan Nona Muda."Kata Ketua Pelayan.


"Saya hanya melihat Nona muda rebahan saja."Jawab Mika.


Mendengar jawaban Mika, Ketua Pelayan itu langsung pergi.


"Ada apa dengan Ketua."Tanya Mika bingung dengan salah satu temannya yang pelayan.


Tok...tok Ketua Pelayan itu mengetuk pintu Nona muda.


"Non Muda, waktunya makan malam Non muda."Kata Ketua Pelayan itu.


Tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar, Ketua Pelayan memberanikan diri untuk masuk khawatir terjadi sesuatu dengan Nona Muda.


"Saya masuk Nona Muda."Kata Ketua Pelayan.


Ceklek...pintu dibuka, terlihat Nona Muda sedang tidur.Tapi, ini aneh tidak biasanya Nona Muda tidur selama ini.


"Nona Muda."Panggil Ketua Pelayan, karena tidak ada sahutan ketua pelayan itu membuka selimut Nona Muda.Disentuhnya badan Nona Muda, ouhh tidak ternyata Naawa sakit dan kini badannya panas.Ketua pelayan khawatir dan terkejut.


"Astaga badan Nona Muda panas, kenapa bisa begini Nona Muda."Kata Ketua Pelayan itu.


"Hmmmm."Sahutku yang masih mendengar suara Ketua Pelayan itu walaupun remang-remang sayup.


"Kenapa bisa begini, Nona Muda apa yang terjadi."Tanyanya lagi.


"Aku baik-baik saja, aku hanya kelelahan."Jawabku pelan.


Ketua pelayan itu langsung mengambil pengukur suhu.


"Ya ampun 40°c."Kata Ketua Pelayan terkejut.


Abila yang baru kembali dari kantor, langsung ke kamar Naawa.Karena mendengar dari pelayan, kalau Naawa dari tadi siang tidak keluar kamar sama sekali.


"Naawa sayang kamu lagi apa."Kata Abila sambil membuka pintu.


Abila terkejut, karena ada ketua pelayan yang sedang mengompres.


"Sayang kamu kenapa."Kata Mami yang memeriksa tubuhku.


"Ya ampun sayang badan kamu panas banget."Kata Mami panik.


"Ratna ini kenapa."Tanya Abila.


"Saya tidak tau nyonya, dari tadi siang Non Muda tidak keluar kamar.


"Astaga..Naawa kamu."Kata Abila yang langsung mengganti pakaian anaknya itu.


Abila kesal, baru saja di kasih tau Naawa sakit lagi.Setelah selesai membersihkan badanku, Mami langsung menyuruhku untuk makan.


"Sayang, ini makan dulu buburnya."Kata Mami.


"Naawa baik-baik aja Mam, cuma perlu istirahat aja kok."Kataku dengan pelan.


"Baik-baik apanya, dari tadi siang loh kamu gak makan."Kata Mami.


"Tadi siang Naawa udah makan Mam, Di Resto."Kataku.


"Nahh ini nihh, kamu tuh keras kepala gak mau dengerin kata Mami selalu aja di langgar.Sudah tahu perut kamu itu sensitif, masih aja makan diluar."Ceramah Mami.


Karena Mami tahu aku makan diluar, ya pastilah aku bakalan diceramahi 24 jam nonstop.


Aku hanya diam, saat Mami ceramah.


***BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN,SHARE, VOTE,DAN HADIAH YAHH


EEEEE ...ADD JUGA FACEBOOK #WAHYUNI***

__ADS_1


__ADS_2