MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 39


__ADS_3

" Brengs*k kamu Agie , lihat saja nanti siapa yang akan memenangkan pertarungan ini." Batinku mengutuk tuan Agie .


Aku menatap wajah bu Dila dan membelainya " Ma maafkan Rhumi, sudah membuat mama dalam situasi yang berbahaya ini tapi Rhumi janji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat."


Seketika aku mendengar langkah kaki yang mendekat , aku memeriksa disekelilingnya dan ternyata..." Si*l mereka lagi." Aku mengumpat kedatangan mereka , dengan sigap aku membopong bu Dila agar bisa menjauh dari mereka .


Mereka yang datang tadi adalah anak buah tuan Agie untuk memeriksa sekeliling mobil yang terbakar tadi " Kalian semua periksa mobil ini."


Mereka semua memeriksa tapi tidak ada tanda-tanda ada mayat " Bos kayaknya ga ada mayat deh ."


" Apa yang dikatakan tuan Agie benar , mereka selamat dan kemungkinan..." Ucap bos preman sewaan itu.


Sedangkan aku terus mencari tempat persembunyian yang baik untuk kami berdua " Maa bertahan ."


Bos preman sewaan itu sedang menyuruh anak buahnya berpencar " Kalian bertiga ke arah sana dan kamu ikut saya ."


" Baik bos." Ucap mereka lalu pergi.


Setelah agak lama berjalan akhirnya aku menemukan sebuah gubuk tua ditengah hutan " Itu dia...mungkin aku dan mama ( nyonya Dila ) bisa istirahat disana ."


Aku masuk ke gubuk itu , tempatnya sangat berdebu " Uhukkkk ehhhh tempatnya sangat kotor dan berdebu huk...uhuk...aku harus membersihkannya ." ...Aku meletakkan mama sebentar dan mencari alat untuk bisa membersihkan lantai " Nahh ini dia ,harusnya sih bisa " Aku memakai daun-daun yang banyak untuk menyapu lantai yang kotor itu .


Setelah lantai itu bersih aku angkat mama dan memeriksa luka ditubuhnya " Luka mama cukup parah , aku harus cari obat-obatan " Aku pun pergi keluar untuk mencari daun yang bisa dibuat menjadi obat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abila dengan yang lainnya pun memasuki hutan " Naawa mama akan cari kamu sayang " Batin Abila .


" Ouh ya kita jangan misah yah ,ini hutan jangan gegabah dan masing-masing sudah memasang alat pelacak " Ucap Taufan untuk mengingatkan yang lain agar tetap waspada.


" Iya pah , Ara sudah masang kok " Sahut Ara kepada ayahnya .


" Baguslah Ra ." Sahut lagi Taufan .


" Kalau tante udah belum" Tanya Ara .


" Udah kok Ra , udah dipasang." Jawab Abila.


Ternyata Abila dan yang lainnya di ikuti oleh Denis dan Lili diam-diam " Lo yakin Li , aku ikutin mereka " Ucap Denis kepada Lili yang lagi sembunyi dibelakang pohon besar .


" Iyalah Den , Naawa itu sahabat gue iya kali gue biarin dia sendirian dihutan ini ,apalagi kan keluarga Naawa udah pada cari segerombolan begini " Ucap Lili .


" Iya gue tau ,tapi gimana kalo ketahuan." Ucap Denis cemas .

__ADS_1


" Ga bakalan ketahuan Den , kalau kita hati-hati ikutin mereka" Ucap Lili dengan yakin.


Denis hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Lili " Ya sudah kalau itu mau lu , tapi harus tetap hati-hati yahh." Ucap Denis dengan nada yang sedikit khawatir " Gue itu khawatirin lo Li..." Ucap batin Denis .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuan Qaza benar-benar frustasi karena tidak tahu arah jalan " Si*l , saya tidak tau jalannya lagi " Ucap tuan Qaza dengan nafas yang tidak beraturan " Apa yang harus saya lakukan sekarang, dari tadi saya belum makan " Ucap tuan Qaza dengan lesu sambil duduk dan melempar sesuatu benda yang kecil , tanpa di sengaja benda kecil yang dilempar oleh tuan Qaza tadi ternyata mengenai aku yang sedang mencari obat untuk mama alias nyonya Dila .


" Aakhhhh " Ucapku sambil memegang yang tadi kena suatu benda kecil " Siapa sih yang lempar woy" Ucapku dengan berteriak.


" Suara siapa itu , seperti dekat" Ucap tuan Qaza yang sambil mendengarkan suara itu .


" Kalau aku teriak ...jangan-jangan yang lempar tadi ..." Tanpa menunggu lama aku langsung mengambil obat lalu pergi sambil berlari dengan arah yang sama dengan tuan Qaza , dan tabrakan pun tak terelakkan lagi.


" Awwwww " Ucapku yang terjatuh .


" Aduhhhh " Ucap tuan Qaza yang juga terjatuh .


Dengan sakit yang sama dan belum melihat wajah satu sama lain , akhirnya mengeluarkan satu kata yang sama .


" Siapa sihh hah " Ucapku dengan tuan Qaza bersamaan.


Kami saling bertatapan dengan tajam " Dia " Batinku .


" Kamuu...." Ucap tuan Qaza yang kemudian berdiri .


" Kamu siapa ? Tanya tuan Qaza " Kenapa wajah kamu dan ngapain disini ?


" Saya disini cari obat buat menyembuhkan seseorang , om sendiri ngapain disini " Sahutku .


" Saya ...ehmmm...saya kesasar " Ucap tuan Qaza .


Tiba-tiba terdengar suara teriakan " Aaahhhhhhh" Suara itu terdengar dari arah nyonya Dila.


" Itu kan suara mama" batinku yang kemudian langsung pergi


" Ehh tungguuu..." Ucap tuan Qaza yang juga mengikuti Rhumi .


Aku melihat mama alias nyonya Dila sedang ketakutan karena ada ular piton " Ibu tenang dulu , rileks yahhhh" Ucapku untuk menenangkan bu Dila .


Dari arah belakang tiba-tiba tuan Qaza datang " Dilaaaa ....." Dengan tatapan tidak percaya bertemu istrinya.Begitu juga dengan Dila " Mas Qaza " Ucap nyonya Dila dengan mata yang berbinar .


Aku kemudian memotong pandangan romantis itu dengan datar "Daripada saling pandang memakan waktu , bantu saya mengusir ular itu " Ucapku .

__ADS_1


" Ahh ouhh iya Rhumi benar mas , ayo mas bantu dia mengusir ular itu aku sangat takut"Ucap Dila.


" Hahh Rhumiii ,nama anak ini Rhumi " Ucap batin tuan Qaza sambil menatapku


" Anda kenapa melihat saya seperti itu ,ayooo " Ucapku dengan emosi sambil mengusir ular piton itu .


"Iya " Sahut tuan Qaza .


Aku dan tuan Qaza berusaha mengusir ular piton itu , kayu yang ku pegang di lilit " Si*l kuat sekali seperti biasa " Ucapku .


" Nak Rhumi hati-hati itu dia melilit kayu yang kamu pegang" Ucap nyonya Dila .


" Dila sepertinya sudah sangat akrab dengan anak ini" Batin tuan Qaza kembali berucap.


" Om sebenarnya niat gak sih bantuin" Ucapku dengan emosi .


" Ya saya niatlah , apalagi istri saya dalam bahaya " Ucap tuan Qaza .


" Ya kalau niat jangan bengong seenggaknya" Ucapku dengan sinis .


" Udah-udah mas nak Rhumi , kalau kalian bertengkar gimana bisa berhasil usir ularnya ,tuh ularnya udah mau deket sama aku kalian malah sibuk bertengkar " Ucap Dila dengan sedikit emosi .


" Iya sayang maaf yahh" Ucap tuan Qaza yang membuatku mau muntah


Dengan cepat aku menekan kepala ular itu dan memegang bagian tengah badannya lalu membawa keluar .


Tuan Qaza yang melihat aksiku tepuk jidat ,kagum ,dan heran " Gila anak ini ,berani sekali dia dengan ular piton " Ucap tuan Qaza .


" Ga usah kagum begitu , ini hanya sebagian kecil yang saya lakuin " Ucapku dengan nada yang sedikit sombong.


" Heh dasar bocah ingusan ya kamu " Ucap tuan Qaza yang tidak terima .


Aku hanya memandang malas tuan Qaza lalu menghampiri bu Dila " Ibu ga papa , apa ada yang terluka "Ucapku


" Dari tadi saya juga sudah terluka nak Rhumi cuma ditahan aja tadi " Ucap bu Dila


" Sayang kenapa kamu bisa begini" Tanya tuan Qaza cemas .


" Ini semua karena ........tuan Agie dan nyonya Dea " Ucap Dila.


" Apaaaa , Agie yang sudah melakukan ini ke kamu " Ucap tuan Qaza tampak kaget.


" Mas , banyak hal yang terjadi dan untuk sekarang kita benar-benar dalam bahaya " Ucap Dila yang menahan sakit .

__ADS_1


" Cerita ke mas sekarang " Ucap tuan Qaza .


Dila pun menceritakan semuanya dari kecelakaan mereka, lalu penyitaan rumah , hingga di usirnya Awan, dan kini dia sendiri dikejar Agie sampai ke hutan " Untungnya aku ditolong sama dia mas " Tunjuk Dila ke arahku .


__ADS_2