
" Brengs*k kamu Agie , lihat saja nanti siapa yang akan memenangkan pertarungan ini." Batinku mengutuk tuan Agie .
Aku menatap wajah bu Dila dan membelainya " Ma maafkan Rhumi, sudah membuat mama dalam situasi yang berbahaya ini tapi Rhumi janji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat."
Seketika aku mendengar langkah kaki yang mendekat , aku memeriksa disekelilingnya dan ternyata..." Si*l mereka lagi." Aku mengumpat kedatangan mereka , dengan sigap aku membopong bu Dila agar bisa menjauh dari mereka .
Mereka yang datang tadi adalah anak buah tuan Agie untuk memeriksa sekeliling mobil yang terbakar tadi " Kalian semua periksa mobil ini."
Mereka semua memeriksa tapi tidak ada tanda-tanda ada mayat " Bos kayaknya ga ada mayat deh ."
" Apa yang dikatakan tuan Agie benar , mereka selamat dan kemungkinan..." Ucap bos preman sewaan itu.
Sedangkan aku terus mencari tempat persembunyian yang baik untuk kami berdua " Maa bertahan ."
Bos preman sewaan itu sedang menyuruh anak buahnya berpencar " Kalian bertiga ke arah sana dan kamu ikut saya ."
" Baik bos." Ucap mereka lalu pergi.
Setelah agak lama berjalan akhirnya aku menemukan sebuah gubuk tua ditengah hutan " Itu dia...mungkin aku dan mama ( nyonya Dila ) bisa istirahat disana ."
Aku masuk ke gubuk itu , tempatnya sangat berdebu " Uhukkkk ehhhh tempatnya sangat kotor dan berdebu huk...uhuk...aku harus membersihkannya ." ...Aku meletakkan mama sebentar dan mencari alat untuk bisa membersihkan lantai " Nahh ini dia ,harusnya sih bisa " Aku memakai daun-daun yang banyak untuk menyapu lantai yang kotor itu .
Setelah lantai itu bersih aku angkat mama dan memeriksa luka ditubuhnya " Luka mama cukup parah , aku harus cari obat-obatan " Aku pun pergi keluar untuk mencari daun yang bisa dibuat menjadi obat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abila dengan yang lainnya pun memasuki hutan " Naawa mama akan cari kamu sayang " Batin Abila .
" Ouh ya kita jangan misah yah ,ini hutan jangan gegabah dan masing-masing sudah memasang alat pelacak " Ucap Taufan untuk mengingatkan yang lain agar tetap waspada.
" Iya pah , Ara sudah masang kok " Sahut Ara kepada ayahnya .
" Baguslah Ra ." Sahut lagi Taufan .
" Kalau tante udah belum" Tanya Ara .
" Udah kok Ra , udah dipasang." Jawab Abila.
Ternyata Abila dan yang lainnya di ikuti oleh Denis dan Lili diam-diam " Lo yakin Li , aku ikutin mereka " Ucap Denis kepada Lili yang lagi sembunyi dibelakang pohon besar .
" Iyalah Den , Naawa itu sahabat gue iya kali gue biarin dia sendirian dihutan ini ,apalagi kan keluarga Naawa udah pada cari segerombolan begini " Ucap Lili .
" Iya gue tau ,tapi gimana kalo ketahuan." Ucap Denis cemas .
__ADS_1
" Ga bakalan ketahuan Den , kalau kita hati-hati ikutin mereka" Ucap Lili dengan yakin.
Denis hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Lili " Ya sudah kalau itu mau lu , tapi harus tetap hati-hati yahh." Ucap Denis dengan nada yang sedikit khawatir " Gue itu khawatirin lo Li..." Ucap batin Denis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tuan Qaza benar-benar frustasi karena tidak tahu arah jalan " Si*l , saya tidak tau jalannya lagi " Ucap tuan Qaza dengan nafas yang tidak beraturan " Apa yang harus saya lakukan sekarang, dari tadi saya belum makan " Ucap tuan Qaza dengan lesu sambil duduk dan melempar sesuatu benda yang kecil , tanpa di sengaja benda kecil yang dilempar oleh tuan Qaza tadi ternyata mengenai aku yang sedang mencari obat untuk mama alias nyonya Dila .
" Aakhhhh " Ucapku sambil memegang yang tadi kena suatu benda kecil " Siapa sih yang lempar woy" Ucapku dengan berteriak.
" Suara siapa itu , seperti dekat" Ucap tuan Qaza yang sambil mendengarkan suara itu .
" Kalau aku teriak ...jangan-jangan yang lempar tadi ..." Tanpa menunggu lama aku langsung mengambil obat lalu pergi sambil berlari dengan arah yang sama dengan tuan Qaza , dan tabrakan pun tak terelakkan lagi.
" Awwwww " Ucapku yang terjatuh .
" Aduhhhh " Ucap tuan Qaza yang juga terjatuh .
Dengan sakit yang sama dan belum melihat wajah satu sama lain , akhirnya mengeluarkan satu kata yang sama .
" Siapa sihh hah " Ucapku dengan tuan Qaza bersamaan.
Kami saling bertatapan dengan tajam " Dia " Batinku .
" Kamuu...." Ucap tuan Qaza yang kemudian berdiri .
" Kamu siapa ? Tanya tuan Qaza " Kenapa wajah kamu dan ngapain disini ?
" Saya disini cari obat buat menyembuhkan seseorang , om sendiri ngapain disini " Sahutku .
" Saya ...ehmmm...saya kesasar " Ucap tuan Qaza .
Tiba-tiba terdengar suara teriakan " Aaahhhhhhh" Suara itu terdengar dari arah nyonya Dila.
" Itu kan suara mama" batinku yang kemudian langsung pergi
" Ehh tungguuu..." Ucap tuan Qaza yang juga mengikuti Rhumi .
Aku melihat mama alias nyonya Dila sedang ketakutan karena ada ular piton " Ibu tenang dulu , rileks yahhhh" Ucapku untuk menenangkan bu Dila .
Dari arah belakang tiba-tiba tuan Qaza datang " Dilaaaa ....." Dengan tatapan tidak percaya bertemu istrinya.Begitu juga dengan Dila " Mas Qaza " Ucap nyonya Dila dengan mata yang berbinar .
Aku kemudian memotong pandangan romantis itu dengan datar "Daripada saling pandang memakan waktu , bantu saya mengusir ular itu " Ucapku .
__ADS_1
" Ahh ouhh iya Rhumi benar mas , ayo mas bantu dia mengusir ular itu aku sangat takut"Ucap Dila.
" Hahh Rhumiii ,nama anak ini Rhumi " Ucap batin tuan Qaza sambil menatapku
" Anda kenapa melihat saya seperti itu ,ayooo " Ucapku dengan emosi sambil mengusir ular piton itu .
"Iya " Sahut tuan Qaza .
Aku dan tuan Qaza berusaha mengusir ular piton itu , kayu yang ku pegang di lilit " Si*l kuat sekali seperti biasa " Ucapku .
" Nak Rhumi hati-hati itu dia melilit kayu yang kamu pegang" Ucap nyonya Dila .
" Dila sepertinya sudah sangat akrab dengan anak ini" Batin tuan Qaza kembali berucap.
" Om sebenarnya niat gak sih bantuin" Ucapku dengan emosi .
" Ya saya niatlah , apalagi istri saya dalam bahaya " Ucap tuan Qaza .
" Ya kalau niat jangan bengong seenggaknya" Ucapku dengan sinis .
" Udah-udah mas nak Rhumi , kalau kalian bertengkar gimana bisa berhasil usir ularnya ,tuh ularnya udah mau deket sama aku kalian malah sibuk bertengkar " Ucap Dila dengan sedikit emosi .
" Iya sayang maaf yahh" Ucap tuan Qaza yang membuatku mau muntah
Dengan cepat aku menekan kepala ular itu dan memegang bagian tengah badannya lalu membawa keluar .
Tuan Qaza yang melihat aksiku tepuk jidat ,kagum ,dan heran " Gila anak ini ,berani sekali dia dengan ular piton " Ucap tuan Qaza .
" Ga usah kagum begitu , ini hanya sebagian kecil yang saya lakuin " Ucapku dengan nada yang sedikit sombong.
" Heh dasar bocah ingusan ya kamu " Ucap tuan Qaza yang tidak terima .
Aku hanya memandang malas tuan Qaza lalu menghampiri bu Dila " Ibu ga papa , apa ada yang terluka "Ucapku
" Dari tadi saya juga sudah terluka nak Rhumi cuma ditahan aja tadi " Ucap bu Dila
" Sayang kenapa kamu bisa begini" Tanya tuan Qaza cemas .
" Ini semua karena ........tuan Agie dan nyonya Dea " Ucap Dila.
" Apaaaa , Agie yang sudah melakukan ini ke kamu " Ucap tuan Qaza tampak kaget.
" Mas , banyak hal yang terjadi dan untuk sekarang kita benar-benar dalam bahaya " Ucap Dila yang menahan sakit .
__ADS_1
" Cerita ke mas sekarang " Ucap tuan Qaza .
Dila pun menceritakan semuanya dari kecelakaan mereka, lalu penyitaan rumah , hingga di usirnya Awan, dan kini dia sendiri dikejar Agie sampai ke hutan " Untungnya aku ditolong sama dia mas " Tunjuk Dila ke arahku .