MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 45


__ADS_3

Belum selesai bicara mereka semua sudah pingsan karena ditembak obat bius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuan Taufan dan yang lainnya berhasil mengumpulkan buah-buahan.


" Ya ampun Lili dah lapar banget."Kata Lili.


"Sabar Li."Sahut Denis.


Mereka semua makan buah dengan lahap,tapi tiba-tiba terdengar suara tembakan duarrrr...


"Ayam penyet kuntilanak suara apa itu."Ucap Lili spontan karena kaget.


Taufan dan Qaza saling mengangguk.


"Kalian tunggu disini."Ucap Taufan yang berdiri.


Taufan dan Qaza mencari sumber suara tembakan itu,benar saja yang dilihat mereka bukan orang sembarangan.Mereka pun menguping pembicaraan mereka,karena ingin tau.


"Sang Queen menyuruh kita untuk membunuh mereka semua."Ucap anggota yang semuanya memakai topeng.


"Lalu bagaimana dengan orang yang ada di hutan ini,aku lihat mereka masih berkeliaran dihutan.Sahut yang satunya lagi.


"Biarkan saja,mereka bukan bagian musuh kita."Ucapnya lagi.


Karena penasaran Abila pun mengikuti Taufan dan Qaza.


"Tante mau kemana."Tanya Ara.


"Tante ingin tau,mereka ngapain."Sahut Abila.


"Tapi kata papa disini aja tante."Kata Ara lagi.


"Tapi tante penasaran."Sahut Abila.


"Sebenarnya saya juga dari tadi penasaran."Kata Dila.


"Ya sudah kalau penasaran,kita ikutin aja yuk Ajak Lili.


"Lili apaan sih kamu."Ucap Ara kesal.


"Ya kan penasaran kak."Sahut Lili tanpa beban.


"Kamu yahh."Tunjuk Ara.


"Ahh lama."Kata Abila yang pergi.


"Tante tunggu dulu."Kata Ara.


"Lili juga ikut tan."


"Tunggu Abila,saya ikut."Ucap Dila.


"Ehh Lili,buset ni anak."Ucap Denis.


"Ehh kalian...ahhh sudah ahh ikut saja."Ucap Ara yang pasrah dan memilih ikut juga.


Akhirnya mereka juga ikut mengintip,yang membuat Taufan terkejut.


"Kalian."Ucap Taufan dengan kesal.


"Dila kamu ini."Kata Qaza.


"Aku juga ingin lihat mas."Ucap Dila.


Karena tidak ingin ribut dan ketahuan,akhirnya mereka semua mengintip dan menguping pembicaraan anggota.


"Markas kita yang ada dibelakang bagaimana."Ucap anggota.


"Aman seperti biasa,hanya saja mayat wanita itu masih ada di markas."


"Kenapa mayatnya tidak dibasmi seperti Marina."


"Sang Queen bilang tidak perlu,karena kesalahan wanita itu hanya pembocor informasi saja jadi mayatnya hanya dibiarkan."


"Ouhhh."

__ADS_1


Lalu ada yang datang satu orang yang juga memakai topeng.


"Hey kalian berdua."Ucapnya.


"Ada apa."


"Sang Queen menyuruh kita untuk menggempur anak buah Agie,sekarang juga."


"Wahh benarkah,ini yang aku tunggu."Ucapnya lagi.


"Dasar kau ini."


Taufan sangat terkejut dengan pembicaraan mereka.


"Apa Marina sudah tewas."Batin tuan Taufan.


"Marina tewas."Batin Abila.


"Apa yang mereka bicarakan."Batin tuan Qaza.


"Gue gak paham Den,sama omongan mereka."Kata Lili.


"Gue juga gak paham,tapi coba lo lihat deh ekspresi wajah om Taufan sama tante Abila.Mereka kayaknya shok banget,seperti mengetahui sesuatu."Kata Denis.


"Iya sih,dari tadi gue juga lihat."Kata Lili membenarkan kata Denis.


"Tante Marina yang menculik Naawa sudah tewas,lalu Naawa dimana? dan siapa yang membunuh tante Marina? mereka juga siapa.?Batin Ara.


Tuan Taufan dan tuan Qaza memberi kode melalui tangan untuk pergi dari sini,mereka semua mengerti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuan Agie dan Dea terkejut mendengar kabar bahwa anak buah mereka banyak yang mati.


"Bagaimana bisa."Marah tuan Agie.


"Maaf tuan sepertinya musuh kita bukan orang sembarangan."


"Iya saya tahu,tapi bagaimana kalian bisa kalah hah."Teriak tuan Agie.


"Mas tenang dulu."Bujuk Dea


"Eee...maaf tuan."


"Apa.?Sahut tuan Agie.


"Saya tidak tahu siapa yang menyerang,tapi kata mereka sebelum tewas.Mereka diserang oleh orang yang memakai topeng,ilmu beladiri mereka sangat hebat sampai mereka tidak bisa mengimbanginya."


"Memakai topeng,tapi siapa."Kata tuan Agie.


...****************...


Banyak yang tewas,karena dihajar oleh anggota.


"Kita kembali."


"Baik."


"Laporkan pada sang Queen keadaan disini."


"Baik."


...****************...


"Sedikit lagi,aku akan menghancurkanmu Agie."Batinku dengan sangat memburu karena dendam.


Ada yang mengetuk pintu.


"Tok...tok ...tok..."


"Masuk."Kataku.


"Maaf sang Queen mengganggu waktu anda."


"Ada apa."


"Sebagian anggota kita sudah mengalahkan musuh, sekarang apa yang harus kita lakukan. "

__ADS_1


"Suruh mereka untuk mengintai aktivitas Agie dan istrinya."Ucapku dengan senyum devil yang menakutkan,tidak terlihat karena memakai topeng.


...****************...


"Gimana apa ada kabar."Tanya Qila.


"Belum ma,tapi papa usahain buat cari Lili."Sahut Ranu.


"Bagaimana ini pa,Luna takut Lili kenapa-kenapa."Ucap Luna sedih.


"Kalian berdua doakan saja yah,semoga Lili selamat dimanapun Lili berada."Kata Ranu menenangkan istri dan anak sulungnya.


"Iya mas,semoga aja karena aku takut banget dia kenapa-kenapa."Kata Qila.


"Dek,kemana aja sih kenapa kamu sering sekali pergi tanpa pamit begini.Kakak khawatir sama kamu dek,tolong pulang ke rumah."Batin Luna.


...****************...


Dito sangat penasaran dengan keberadaan David,sehingga dia nekat pergi ke rumah David.


"Teng ...teng...teng...teng..."Suara bel yang di tekan David dari luar.


"Siapa yah mas diluar."Kata Reani.


"Tidak tahu,biar papa lihat yah."Kata Kusuma.


"Tidak usah mas,biar aku aja."Ucap Reani.


"Ya sudah."Sahut Kusuma.


Reani pun membuka pintu.


"Iya ...siapa yang dicari."Kata Reani,"Dito."Kata Reani lagi.


"Assalamualaikum tante."Ucap Dito memberi salam lalu salim dan mencium punggung tangan Reani.


"Wa alaikumsalam."Jawab Reani,"Silahkan masuk Dito."Ucap Reani mempersilahkan Dito untuk masuk ke rumahnya,lalu menyuruh Dito untuk duduk.


"Bi minah."Panggil Reani.


Bi minah pun datang.


"Iya nya ada apa.?


"Bi, tolong buatkan minum untuk den Dito yah." Suruh Reani pada bi Minah.


"Baik nya."Sahut bi Minah.


"Ada apa nak Dito,tumben kesini."Kata Reani.


"Iya nih tante,dah lama Dito gak main kesini emmm... Dito kesini pengen nanyak aja.David kemana ya tante,disekolah Dito gak pernah lagi lihat."Tanya Dito.


"Degg..."Jantung Reani.


"Tante."Panggil Dito sekali lagi.


"Eee...anuuu...David Dia...dia..."


"David lagi pergi."Sahut Kusuma dari jauh.


"Om."Dito menoleh.


"Mas."Kata Reani.


"Pergi kemana om."Tanya Dito lagi.


"Dia pergi untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya,jadi tidak usah kamu cari ya nanti kalau sudah selesai dia akan kembali."Kata Kusuma tegas pada Dito.


"Kok gue merasa ada yang gak beres yahh,ya sudahlah mending pulang aja dulu."Batin Dito


Dito yang mendengar rasa tidak enak,dia pun meminta untuk pamit pulang.


"Ouhh gitu ya om tante, ya udah Dito izin pamit dulu yah."Kata Dito yang mencium tangan Reani dan Kusuma.


"Iya hati-hati."Sahut Kusuma.


"Assalamualaikum om tante."Ucap Dito.

__ADS_1


"Wa alaikumsalam."Sahut Kusuma dan Reani bersamaan.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2