MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 90


__ADS_3

~SELAMAT PAGI MUSIM YANG INDAH ~


💓💓💓


**


Anggota Mafia Galaxi, sudah mengawasi Chloe bahkan saat ini rumahnya dipenuhi oleh cctv yang disambungkan dengan laptop Rhumi.


" Apa semuanya sudah terpasang."


" Semuanya sudah terpasang."


" Baiklah kalau begitu, kita awasi terus pergerakannya."


" Apa menurutmu gadis itu akan selamat."


" Kau pikir Sang Queen seperti apa, apa dia pernah meloloskan mangsanya."


" Benar juga, contohnya David walaupun bukan kita yang membunuhnya tapi tetap saja Sang Queen lahh yang sudah membuatnya bunuh diri."


" Biar bagaimanapun Sang Queen itu sangat ahli dalam memanipulasi pikiran orang, jangan sampai kita berniat untuk mengkhianatinya."


" Ouhhh, kau tenang saja itu tidak terlintas sedikitpun di otakku."


" Hmm.. baguslah."


**


Mama Dila sudah selesai memasak untuk dimakan, dia memanggil Rhumi.


" Rhumi, ayo makan sayang ini sudah masak."


" Iya Ma." Sahut Rhumi dari dalam kamar, kemudian keluar.


" Wahh pasti ini enak." Ucap Rhumi menarik kursinya lalu duduk.


" Iya dong, ini Mama masak khusus buat kamu."


" Uhuk huk.." Tiba-tiba Rhumi terbatuk.


" Sayang pelan-pelan, itu kamu tersedak." Kata Mama Dila yang langsung mengambil air putih.


" Ini minum." Mama Dila menyuruh anaknya untuk minum.


" Ehm.. ahh.." Rhumi berdehem.


" Hati-hati dong sayang makannya, kan jadi tersedak udah mendingan sekarang."


" Udah kok Ma, mungkin tadi Rhumi keenakan terus secara tidak sengaja malah meneguk makanan dengan sembrono."


" Ya sudah lain kali hati-hati."


" Iya."


" Lanjutkan makannya."


**





***


Sinta menemui Dito ruang kepala sekolah untuk pamit karena mau pindah, sekalian juga mau pamit sama Dito karena hari ini adalah terakhir dia sekolah disini.


" Makasih ya pak, sekali lagi saya terimakasih."


" Sama-sama Sinta, maafkan kami semua sebagai guru khususnya saya tidak bisa melindungi murid seperti kamu di pembullian."


" Tidak papa pak, itu sudah resiko yang dilakukan orang tua saya."


" Tapi tetap saja, kamu berbeda dari orang tua kamu."


" Haha, sebelumnya terimakasih sudah mau menerima saya dengan baik disini. Waktunya udah tiba pak, saya permisi."


" Hati-hati yah, di sekolah baru jadi anak yang rajin."


Sinta hanya mengangguk lalu pergi, tidak dia berpamitan dengan guru lainnya.


**


Dito memanggil Sinta, karena dia melihat Sinta keluar dari kantor kepala sekolah.

__ADS_1


" Sinta." Panggil Dito dari kejauhan.


Sinta pun menoleh, dia sedikit gugup karena yang memanggilnya adalah Dito.


" Dito." Ucap Sinta.


Dito berlari kecil, untuk menghampiri Sinta kekasihnya ini.


" Kamu ngapai keluar dari kantor kepala sekolah." Tanya Dito.


" A.. ak..aku ada urusan." Jawab Sinta gugup, Dito yang melihat sedikit curiga.


" Kamu kok gugup." Tanya Dito lagi.


" Enggak, siapa yang gugup sihh perasaan kamu aja."


" Ikut aku." Dito menarik tangan Sinta untuk bicara berdua di taman.


" Ehh Dito kamu mau ngapain." Tanya Sinta.


Saat Dito menarik tangan Sinta, secara tidak sengaja Vania melihat moment itu karena penasaran Vania mengikuti mereka.


" Kamu mau bawa aku kemana Dit." Tanya Sinta, setelah sampai di taman Dito menyuruh Sinta untuk duduk.


" Duduk dulu." Suruh Dito, akhirnya Sinta duduk.


" Kamu cerita sama aku, kenapa?" Tanya Dito.


" Aku.. aku gak papa kok."


" Sin, jangan bohong aku tau kok kamu mau pindah kan."


" Kamu.." Ucap Sinta kemudian terdiam.


" Darimana kamu tahu." Tanya Sinta.


" Aku tahu darimana, itu gak penting."


" Maaf ya Dit."


" Kenapa kamu minta maaf."


" Aku senang kok di repotin sama kamu."


" Aneh kamu ini."


" Haha, kalo sudah cinta pindah bareng kamu juga aku mau tapi karena ujian udah dekat aku jadi gak bisa pindah."


" Jangan coba-coba mau pindah yah kamu." Ancam Sinta.


" Ya gak lahh, ujian kan dah dekat kecuali kalo kuliah mungkin bisa." Sahut Dito serius.


" Kamu kuliah ngikutin aku."


" Iyalah, nanti kalau kamu sudah pindah kasih tahu aku aja di kota mana. Aku bakalan kuliah di situ, janji."


" Etss jangan, kamu kan cita-citany mau jadi dokter harus cari universitas kedokteran terbaik di luar negeri." Saran Sinta.


" Hahahah..."


" Kok kamu ketawa sihh."


" Gak, kamu lucu aja pacarnya pengen dekat malah di usir pacar aneh kamu."


" Aku tuhh gak anehh, tapi aku gak mau ngekang kamu. Meskipun kita punya hubungan dan selama itu masih belum terikat, rasanya gak pantas aku larangan-larang kamu."


Dito terdiam mendengar penuturan Sinta, dia tidak menyangka Sinta pemikirannya sangat dewasa.


" Ya ampun Sinta, pemikiran kamu dewasa banget jadi tambah bucin aku sama kamu." Ucap batin Dito sambil senyum-senyum.


Sinta yang melihat Dito senyum-senyum jadi heran dan bingung, dia mikirnya kesurupan apa nihh anak.


" Dito lagi kesurupan pocong bucin Sin." Ucap Author gabut.


" Bisa aja kamu Thor." Jawab Sinta.


" Ehh beneran tahu." Sahut Author lagi.


" Ini mau di lanjut atau gak ceritanya Thor, itu kasihan Si Vania bisa mati berdiri dia kelamaan ngintip."


" Eh eh.. sembarangan, ok lanjut." Ucap Athor gabut sekali lagi.

__ADS_1


💓💓💓


" Dito." Panggil Sinta sambil melambaikan tangannya di depan wajah Dito.


" Heyy." Panggil Sinta lagi, namun masih tidak di hiraukan Dito.


Sinta pun menepuk pundaknya Dito, dan kembali memanggilnya.


" Dito..." Panggil Sinta sedikit keras.


" Ahh.. iya sayang cintaku my love swety." Ucap Dito kaget tapi mulutnya berkata dengan lancar.


" Hmm.. kamu bayangin apa, jangan membayangkan macam-macam kamu." Ucap Sinta sambil menunjuk Dito.


" Enggak kok, gak bayangin macam-macam."


" Bener yahh, awas aja kalo bayangin macam-macam aku gantung kamu di tiang listrik."


" Ihh seremnya.." Ucap Dito pura-pura takut.


" Alah kamu lebay." Ucap Sinta, kemudian mereka tertawa hangat.


" Hahahha." Tertawa mereka bersamaan.


**


Vania sedikit kaget mendengar obrolan Dito dan Sinta, apalagi hubungannya dengan sedikit renggang.


" Sinta mau pindah, aduh gimana nihh mana hubungan gue sama dia lagi kurang baik. Apa yang harus gue lakuin, apa gue ajak Sinta ketemu yahh biar bisa saling memaafkan. Tapi kan gue malu, gue harus ungkapin perasaan maaf gue. Gak papa deh minta maaf dulu, daripada gue gagal jadi orang baik." Batin Vania lalu pergi meninggalkan taman.


**



**


Qaza dihadang oleh beberapa orang di tengah jalan, sepertinya mereka begal jalanan.


" Serahin mobil lo sekarang." Ucap begal itu yang masih duduk di jok sepeda motornya.


" Kalian mau ngapain, jangan cari masalah sama saya." Ucap Qaza dengan emosi.


" Wahh.. kayanya mangsa kita ini jagoan ya bro." Ucap begal itu kepada temannya.


" Iya bro, sudah sikat aja." Ucap teman begal itu lalu memaksa membuka pintu mobil Qaza.


Brakk..


Dengan cepat Qaza menendang begal itu saat mau di buka paksa.


Hia.. plukk plakk..


Bugh.. krakk..


Jress...


Dengan cepat Qaza mengalahkan begal itu, karena saat ini dia lagi emosi karena istrinya tidak ada di rumah.


" Bangun kalian." Pegang Qaza dikerah baju begal itu.


" Ampun bang, jangan laporin kita ke polisi yahh." Ucap begal itu dengan wajah yang sedikit takut.


" Enak aja." Sahut Qaza dengan gaya sombongnya lalu membanting begal itu, sedangkan temannya terkapar pingsan.


Tut tut..


Qaza menelpon polisi, dan mengatakan ada pembegalan dijalan Mawar Indah.


" Halo Pak, disini ada pembegalan di jalan Mawar Indah."


" Baik kami kesana."


Cis...


Tiba-tiba Qaza merasakan ada yang mengawasi dirinya, tapi setelah ditengok tidak ada siapapun.


~SELAMAT MEMBACA~


💓💓💓


**

__ADS_1


__ADS_2