
πππ
πSelamat malamπ
πππ
**
Setelah resmi bercerai, Dila memutuskan untuk fokus mengurus perusahaan sampai kedua anaknya nanti menikah. Ya, walaupun Awan dalam masa hukuman yang Dila berikan.
" Semoga saja setelah ini akan muncul yang indah dan bahagia, aku ingin sekali melihat Rhumi nanti menikah setelah umurnya benar-benar cukup." Ucap Dila.
" Oiyah, aku lupa menghubungi Yayan bagaimana keadaannya." Ucap Dila.
**
Foni benar-benar sudah hijrah, karena dia sudah masuk pesantren.
" Alhamdulillah ya allah, setoran hafalanku hari ini lancar." Ucap Foni berterima kasih kepada Allah.
" Hmph, bagaimana yah keadaan Vania sekarang aku dah lama gak nanya kabar." Ucap Foni.
" Foni." Panggil seseorang, Foni pun menoleh.
" Ehh Khadijah, ada apa?" Ucap Foni.
" Iya Fon, hari ini aku sama kamu dan Humaira ada tugas di dapur santri nanti malam setelah sholat Isya." Ucap Khadijah.
" Ouhh, syukran ukhty sudah memberitahu." Sahut Foni.
" Iya, Ana pergi ke aula dulu yahh assalamu'alaikum." Pamit Khadijah.
" Wa'alaikumsalam." Jawab Foni.
**
Naawa dan Rhumi bertemu, kali ini Rhumi meminta maaf karena sudah menyakiti perasaan Naawa.
" Aku minta maaf, sudah melukai perasaanmu." Ucap Rhumi.
" Tidak, anggap saja itu kesalahanku." Sahut Naawa.
" Tidak juga, ini adalah kesalahan dan kesombonganku." Ucap Rhumi.
" Nahh, ngaku juga kamu hahaha..." Sahut Naawa.
" Sialan, kalau aku tau begini tidak akan meminta maaf padamu." Dengus Rhumi.
" Hihihi.. tapi aku senang, akhirnya kau mau menerimaku lagi." Ucap Naawa.
" Yahh, aku hanya kasihan saja padamu tidak lebih." Ucap Rhumi.
" Apa, apa kau bilang tadi." Ucap Naawa mulai kesal.
" Tidak, tidak ada apa-apa." Sahut Rhumi tanpa dosa.
" Apa, dasar curang. Aku membencimu Rhumi, benar-benar membencimu." Ucap Naawa.
" Hahah, terima kasih Naawa." Ucap Rhumi tiba-tiba lalu pergi.
" Ouh, Rhumi." Ucap Naawa memandang Rhumi yang sudah pergi kemudian ia pun juga menghilang.
**
Awan tinggal di sebuah kontrakan kecil, dia menyewa cuma 300 perbulan.
" Aku harus cari kerja kemana lagi, hmph.. ini sungguh menyakitkan. Luna, dia sudah melupakan aku." Batin Awan yang duduk menyimpuhkan kedua kakinya.
" Aku benar-benar hancur sekarang, aku dah habis gak punya apa-apa lagi bahkan Mama aku sendiri tega ngusir aku. Apa segitu besarnya, kesalahan aku. Rhumi, aku memang salah padanya tidak mengakui dirinya mungkin dia marah karena aku lebih memanjakan Sinta dan tidak berusaha mencarinya saat dia menghilang dan malah asyik menikmati harta mama." Batin Awan, tanpa sadar air matanya jatuh tanpa suara.
" Maafin abang Rhum, maafin Awan Ma. Awan sadar, Awan udah banyak salah dan selalu bikin kalian menderita dan malah ikut menyembunyikan kebusukan Papa sekali lagi untuk kalian berdua aku minta maaf." Ucap Awan dengan sedikit isak tangisnya yang pelan-pelan keluar.
" Maafin aku hiks..."
**
" Sekap Chloe, jangan biarkan dia lepas nanti malam aku kesana." Perintah Rhumi dengan mata elangnya.
" Aku tidak akan memaafkan kamu Chloe." Ucap Rhumi dengan wajah yang menyeringai.
**
Dila menelpon Rhumi, karena khawatir dengan anak kesayangannya ini.
Tut tut..
" Halo sayang kamu dimana nak?" Tanya Dila.
" Tidak mungkin aku jawab dengan jujur." Batin Rhumi.
__ADS_1
" Rhumi." Panggil Dila kembali.
" Iya Ma, ada apa?" Sahut Rhumi dengan bertanya kembali.
" Kamu dimana?" Tanya Dila kembali.
" Rhumi lagi di rumah teman Ma, nginap." Sahut Rhumi berbohong.
" Menginap dimana kamu sayang." Tanya Dila lagi.
" Rhumi nginap di bogor, sama teman." Sahut Rhumi yang asal jawab tapi cepat.
" Ouhh, teman kamu cowok apa cewek."
" Ya pastilah cewek, masa cowok."
" Hmm baguslah kalau begitu, jangan lama-lama nginap di rumah teman gak bagus."
" Iya Ma, tenang aja bentar lagi Rhumi pulang kok."
" Ya sudah, jaga diri kamu baik-baik disana."
" Iya Ma."
" Mama tutup dulu telponnya yahh."
" Iya Ma.
" Assalamu' alaikum." Ucap Dila dengan menyebut salam.
" Wa' alaikumsalam." Sahut Rhumi.
Tut tut..
Rhumi memandang ponselnya, dia merasa bersalah.
" Maafin Rhumi, Ma." Batin Rhumi.
**
Dengan jalan yang cepat, Yato memanggil Chloe dengan keras.
" Chloe, kamu dimana?"
" Iya Pa, ada apa?"
" Ada apa, ada apa? Apa ini." Tunjuk Yato dengan emosi karena banyak tagihan di kartu kredit.
" Emang kenapa Pa."
" Masih berani tanya kamu sama Papa, apa kamu tidak tahu apa yang terjadi dengan perusahaan Papa." Bentak Yato dengan keras.
" Chloe sama sekali tidak tahu Pa, memang apa yang terjadi." Ucap Chloe sedikit takut.
" Perusahaan Papa, di liquidasi." Ucap Yato.
" Hah, Pa. Papa yang benar aja, itu gak mungkin pasti Papa bohong kan ini.. ini cuma akal-akalan Papa doang biar Chloe ngerasa bersalah iya kan Pa." Ucap Chloe.
" Kamu pikir ini mainan, kamu pikir ini mainan Hah." Teriak Yato.
" Kyakk..." Teriak Chloe takut.
" Aakhh.." Teriak Yato juga karena kesal dengan kelakuan Chloe.
" Kamu tahu Chloe, kita sekarang tidak punya apa-apa lagi dan kamu..? Ucap Yato berhenti sejenak.
" Selalu saja, buat onar dan masalah." Ucap Yato dengan penuh emosi yang tidak terbendungi.
" Sekali aja kamu tidak merepotkan Papa, sekali aja." Tekan Yato dengan penuh harapan.
" Hiks..." Chloe hanya bisa menangis.
" Hapus saja air mata kamu, itu sudah tidak berlaku lagi. Papa sekarang, sudah hancur." Ucap Yato dengan lemas.
**
Tuan Taufan sedang meeting dengan klien-klien ternama, pada saat presentasi tiba-tiba..?
Brukk...
" Ada apa?" Tanya Taufan sedikit penasaran.
" Pak Adam, hey? Pak Adam, bangun Pak." Panggil yang lainnya.
" Bawa Pak Adam ke rumah sakit, dan meeting hari ini kita tunda dulu." Ucap Tuan Taufan.
Pak Adam di bawa ke rumah sakit, tidak biasanya pingsan pada saat presentasi karena Pak Adam dikenal sebagai pecinta olahraga.
" Ada apa ya sama Tuan Adam, tidak biasanya beliau jatuh pingsan." Ucap Karyawan.
" Sudah kalian ngobrolnya, lanjutkan pekerjaan kalian." Tegur Tuan Taufan.
__ADS_1
" I- iya Pak, maaf." Sahut mereka.
" Benar juga apa yang mereka katakan, tidak biasanya Tuan Adam pingsan." Batin Tuan Taufan.
**
Mika izin pulang, untuk menjenguk Ibunya di rumah.
" Non." Ucap Mika.
" Iya." Sahut Rhumi.
" Saya izin pulang, mau menjenguk Ibu." Ucap Mika.
" Ya sudah, tapi kalau boleh saya ikut yahh." Ucap Rhumi.
" Bukannya gak mau Non, tapi saya gak enak." Sahut Mika.
" Lho, gak enak kenapa?" Heran Rhumi.
" Tempat tinggal saya." Sahut Mika pelan.
" Astaga, saya kira apaan. Sudahlah, itu tidak usah dipikirkan."
" Non."
" Ayo, katanya mau pulang saya yang nganter." Tawar Rhumi.
" I- iya Non, maaf." Mika pun pulang di antar Rhumi, majikannya.
Rumah Mika cukup jauh, ini membuat Rhumi heran pada Mika.
" Rumah kamu lumayan jauh Mik, naik apa kamu biasanya kalau ke rumah saya." Tanya Rhumi.
" Saya hanya naik angkot, kadang-kadang bisa juga jalan kaki." Sahut Mika.
" Hah." Rhumi kaget.
Shiit...
Hampir saja Rhumi menabrak kucing yang mau lewat didepan.
" Astaghfirullah Non, Aw.. Non gak papa." Tanya Mika yang langsung bertanya, walaupun dirinya juga terjeduk.
" Aishhh, saya gak papa. Tadi saya kaget denger kamu jalan kaki, gak capek apa?" Tanya Rhumi, Mika hanya tersenyum.
" Insya allah gak capek Non." Ucap Mika.
" Hebat kamu." Puji Rhumi.
" Ini arah mana lagi." Tanya Rhumi.
" Lurus aja No, nanti ada persimpangan tiga belok kanan."
" Ouh, ok."
Beberapa menit kemudian...
" Nahh, ini rumah saya Non."
" Ouhh, hmm bagus kok."
Mika pun mengucap salam seperti biasa, karena itu memang sudah kewajiban kita sebagai umat muslim.
" Assalamu' alaikum, Bu... Mika dah pulang Bu." Tapi tidak ada sahutan sama sekali.
" Ibu..."
" Ada gak." Tanya Rhumi.
" Ada kok, tapi gak biasanya Ibu bukain pintu lama." Sahut Mika kebingungan.
Rhumi mulai menunjukkan wajah heran, dia mulai curiga.
" Jangan-jangan, Ibunya Mika...?" Batin Rhumi.
#*Jreng...
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar yang baik dan budiman, jangan saling menjatuhkan karena jatuh bangun aku mengejarmu itu sakit.πππ
ππBersambungππ
πππ
πSelamat membacaπ
πππ
**
#Ting-ting*
__ADS_1
Emmuuacchhhhhππππππ