MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
73


__ADS_3

" Kamu siapa." Ucap Qaza.


" Berani anda masuk ke rumah kita." Ucap Awan.


" Kenapa saya harus takut, bukankah ini rumah saya juga." Ucap Rhumi dengan santai.


" Kamu jangan membodohi kami, apa maksud kamu." Ucap Awan.


Brakkk..


Qaza membanting barang yang ada di dekatnya.


" Jangan mempermainkan kami, buka topeng kamu." Ucap Qaza dengan emosi.


" Baiklah, aku harap kalian mengenaliku." Sahut Rhumi.


Rhumi menurunkan topengnya sedikit ke bawah, hanya memperlihat bagian matanya saja yang berwarna biru.


Qaza dan lainnya membelalakkan matanya, karena terkejut.


" Mata itu." Batin Mama Dila.


" Apa, matanya berwarna biru." Batin Awan.


" Anak ini, matanya." Batin Qaza dengan nafas bergemuruh.


Cukup lama Rhumi memperlihatkan matanya, dia memilih kembali memakai topeng.


" Tuan Qaza, jangan sampai kau bernasib sama dengan Tuan Agie. " Ancam Rhumi lalu pergi begitu saja.


" Tunggu.." Ucap Mama Dila yang ingin mengejar namun di cegah oleh Qaza dan Awan.


" Aaaa.. Dila, sudah jangan di kejar." Ucap Qaza.


" Iya Ma, jangan di kejar." Sambung Awan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku sangat puas dengan kedatanganku tadi di rumah Ranoya.


" Maafin Naawa Mi, sudah bohong sama Mami." Batin Rhumi.


" Aku telpon Lili aja deh, dah lama juga aku gak telponan." Ucap Rhumi yang ada di kamar.


Tut tut..


Tut tut..


" Tumben nihh anak gak aktif, biasanya cepet ngangkat telpon dari aku." Ucap Rhumi.


" Ahh sudahlah, mungkin dia lagi istirahat." Pikir Rhumi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam rumah keluarga Atmaja, Qila menangis karena Lili tidak ada kabarnya.


" Hiks..hik.. Lili kamu dimana sayang, Mama mohon pulang nak." Ucap Qila terbata-bata karena menangis.

__ADS_1


" Qila, sudah. Ayo istirahat, nanti kita cari Lili yah." Bukuk Ranu.


" Pergi kamu mas, aku kecewa sama kamu." Usir Qila pada Ranu.


" Tapi Qi.." Ucap Ranu terhenti setelah Qila mengusirnya.


" Pergi!" Sambung Qila dengan cepat.


Ranu kemudian pergi, sebagai seorang Ayah sudah pasti juga khawatir dengan anaknya sendiri.


" Apa keputusan aku benar, sebenarnya aku juga khawatir tapi aku ingin Lili bisa jadi lebih baik. Tapi ternyata Lili, dia melawan dengan kabur seperti ini." Batin Ranu.


Luna melihat Mamanya terus menangis dan memegang baju Lili yang tersisa di lemari.


" Kasihan Mama, dia pasti khawatir. Pulang Li, kita semua disini khawatirin kamu." Batin Luna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya Kusuma mengetahui alasan David bunuh diri, Kusuma sangat terpukul dia adalah Ayah yang jahat bagi David.


" Seharusnya aku merangkul David, dan memberi dia semangat dalam menyelesaikan masalah yang dia hadapi." Batin Kusuma setelah menerima telpon dari anak buahnya.


Di samping itu, Dito pergi ke makam David.


" Vid, apa kabar lo hah. Sebenarnya lo punya masalaj apa sih, sampai lo lakuin jalan pintas begini. Lo anggap gue sebagai sahabat lo gak sih, kenapa lo gak pernah cerita sama gue. Apa permasalahan lo yang sebenarnya, kenapa lo Vid? Kenapa lo.. harus.. memilih mengakhiri hidup kaya gini, gak lucu tau gak." Ucap Dito yang air matanya sudah seperti air terjun, tidak bersuara tapi air mata yang jadi saksi kepergian David.


Sinta melihat Dito ada di pemakaman, Sinta ingin menghibur Dito.


Sinta menyentuh pundak Dito dengan lembut dan perasaan.


" Apapun yang di lakukan David, kita sebagai teman sekaligus sahabatnya harus mendoakan David biar dia tenang disana. Jangan sampai kejadian David, terulang kembali kepada kita. Kita harus mendoakan David, itu bukti kita menyayangi David." Ucap Sinta.


" Makasih ya Sin, lo dah buat gue tenang." Ucap Dito.


" Sama-sama." Sahut Sinta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Foni dan Vania berniat ingin berubah jadi lebih baik lagi, mereka berdua mencari kajian untuk hijrah.


" Kamu yakin Fon, kita melakukan ini." Ucap Vania.


" Alhamdulillah aku yakin, selama di jalan Allah." Ucap Foni yang mulai berubah dalam berucap.


" Aku ngikutin kamu aja yah." Ucap Vania.


" Boleh tapi kamu juga harus ingat, mengikuti aku dalam hijrah ini harus pakai hati juga biar gak capek." Ucap Foni sambil mengambil hijab untuk menutup tubuhnya.


" Ouhh pakain kamu atau kita yang terbuka itu bagaiman?" Tanya Vania.


" Kita simpan ajalah di tempat lain, sekalian hari ini aku mau beli baju muslimah kamu mau ikut gak." Ucap Foni.


" Ya sudah kalau gitu, aku ikut deh." Ucap Vania.


Ada banyak kejadian yang membuat Foni dan Vania hijrah, salah satunya kematian David terutama Foni dia sudah sangat mantap untuk berubah.


Foni juga berniat mau minta maaf kepada teman sekelasnya, rencananya dia mau pindah ke sekolah keagamaan.

__ADS_1


Sedangkan Vania, dia masih ragu-ragu. Tapi bagi dirinya, Foni adalah sahabat satu-satunya yang dia punya. Akankah Vania sanggup berpisah dengan Foni yang ingin mondok, atau Vania malah mengikuti langkah Foni yang mondok.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kusuma menyuruh pelayannya untuk memberikan obat kepada Reani.


" Tolong kamu suruh nyonya minum obat." Perintah Kusuma.


" Baik Tuan." Jawab pelayan itu.


Tidak lama pelayan itu masuk ke kamar Nyonya Reani, terdengar suara pecah dari dalam kamar Reani.


Prankkkkk...


Kusuma terkejut, dia mendatangi kamar Reani.


" Ada apa ini." Tanya Kusuma yang melihat obatnya sudah di lantai.


" Ada apa ini Reani, kenapa obatnya di buang." Tanya Kusuma.


" Hiks..hiks.. David." Ucap Reani sambil terisak dalam tangisnya.


" Keadaan Reani semakin memburuk." Batin Kusuma yang tidak tega melihat Reani.


Reani terus memanggil nama David, dia seperti kehilangan akalnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kamila terus menanyakan kepada Ilham, dimana Denis?


" Bagaiman kabarnya mas, aku khawatir sama Denis." Ucap Kamila.


" Belum ada perkembangan, anak buah mas masih mencari." Ucap Ilham.


" Kenapa mas gak cek cctv di rumah aja, biar kita tau Denis kemana." Ucap Kamila.


" Sudah Mil, tidak ada jejak Denis meninggalkan rumah." Sahut Ilham pusing dengan semua pertanyaan istrinya, Ilham memijat alisnya yang tampak lelah.


" Gimana sihh, Denis kamu dimana nak. Jangan bikin khawatir dong, Mama sama Papa jadi kepikiran." Ucap Kamila dalam kegelisahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan Denis sama sekali belum bisa sembuh karena demamnya, dia masih terbaring lemah karena tidak mau makan.


" Bisakah kau makan, nanti sakit." Ucap anggota.


" Saya tidak lapar." Jawab Denis dengan tatapan kosong.


" Kalau begitu? Kamu tidak usah hidup saja, hanya menjadi beban bagi orang tuamu Tuan Ilham dan Nyonya Kamila." Ucap Rhumi dibalik tirai yang gelap lalu maju sedikit yang hanya terlihat topeng.


Denis sekilas melirik.


" Mau apa anda? Jangan mengganggu saya." Ucap Denis.


" Mereka hanya menyuruhmu untuk makan, bukan menyiksamu. Kalau kau tidak ingin makan, itu artinya kau ingin mati bukan. Kalau begitu matilah tanpa harus membuat orang lain menderita, apalagi menangis setiap hari layaknya orang gila." Ucap Rhumi di balik topengnya.


" Kurang ajar kau." Ucap Denis di keterbatasan dirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2