MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 42


__ADS_3

Tuan Qaza pun berhenti lalu menoleh , menarik tangan Dila untuk bersembunyi .


Harimau itu adalah Haero,peliharaan kesayanganku saat ini dia menjilati wajahku.


"ahahaha apa kau begitu merindukanku sobat." Ucapku.


"Arrrghhhh." Sahut Haero yang begitu senang bertemu denganku.


Tuan Qaza dan nyonya Dila mengintip.


"Mas apa yang terjadi mas." Tanya Dila.


"Harimau itu...,menjilat dia."Ucap tuan Qaza.


"Kita harus menyelamatkannya mas." Ucap Dila.


"Itu tidak mungkin Dila." Ucap Qaza.


"Mas,anak itu sudah baik sama aku terlebih lagi dia mengingatkan aku sama di..." Belum selesai Dila bicara.


" Cukup Dil cukup,kamu sudah lihat sendiri kan."Sahut Qaza.


"Kamu kenapa sih mas."Ucap Dila menahan emosi.


Aku dan Haero sebenarnya sedang melepas rindu,karena sudah lama tidak bertemu.


"Sepertinya mereka berdua sudah pergi." Batinku.


Aku mengajak Haero pergi ke markas dihutan itu,15 menit kemudian aku sampai dimarkas.Aku masuk bersama Haero lewat pintu utama , banyak anggota yang menatapku kagum atau terpana karena aku tidak memakai topeng.


"Selamat datang sang Queen." Sambut mafioso Eru dengan hormat.


Eru adalah mafioso tampan dan kuat fisik serta menguasai 3 ilmu beladiri yang telah bersumpah setia padaku 2 tahun yang lalu, dia adalah mantan atlet yang tidak dihargai di negeri sendiri memang cukup miris nasibnya itu.


"Eru,suruh anggota berkumpul di lapangan utama."Titahku.


"Baik sang Queen."Sahut Eru.


Aku menoleh kekanan.


"Dan kalian siapkan makanan untuk Haero." Perintahku pada mereka berdua.


"Baik."Mereka menunduk sedikit tanda hormat.


Aku menuju ruangan pribadi lalu mandi sebentar,aku menyiapkan semua alat mafiaku.Aku memakai jubah kebanggaan sang Queen mafia Galaxi,serta dengan topeng lalu senjata yang menjadi ciri khas pemimpin.


"Mulai sekarang aku harus menyelesaikan ini dengan cepat."Batinku.


Aku keluar untuk melihat Haero,sangat nampak sekali Haero lapar hampir 20 kilo dia memakan daging ayam itu.Aku tidak pernah mengizinkan Haero memakan daging manusia,tapi aku melatihnya untuk bertarung dengan musuh.Haero selesai makan lalu mendekatiku dengan manja,dan bersuara arrghhhhhh ... seakan-akan dia sudah kenyang.


"Apa kau sudah kenyang." Tanyaku pada Haero,sambil mengelus kepalanya.


"Arrrghhhhhh."Sahutnya .


"Hahaha."Aku tertawa kecil .

__ADS_1


Saat aku asyik mengelus kepala Haero, tiba-tiba anggota datang.


"Ada apa?"Tanyaku tanpa menoleh ke belakang.


"Anggota kita yang menangkap tuan Agie dan istrinya sudah dikalahkan."Ucapnya dengan gugup.


"Ouhhh,kenapa bisa dikalahkan."Tanyaku lagi.


"Ternyata selama ini, tuan Agie memiliki anak buah tersembunyi dan setia." Jelasnya lagi.


"Jadi begitu." Ucapku yang masih mengelus lembut kepala Haero.


Aku pergi ke lapangan utama.


"Kalian di kumpulkan disini berarti sudah tahukan artinya."Ucapku dengan nada dingin.


Mereka semua mengangguk.


"Aku ingin kalian berjaga disetiap perbatasan hutan ini."Ucapku lagi.


"Dihutan ini ada beberapa musuh,aku ingin kalian semua memancing mereka berdua (Agie dan Dea).Datang ke markas kita yang sekarang,dan beberapa orang dari kalian bertugas memindahkan Haero ke tempat yang aman.Lalu pasang semua ranjau di markas ini,dan untuk nyonya Abila dan yang lainnya pancing mereka ke markas dimana Marina dibinas*kan.Lalu tuan Qaza dan nyonya Dila,awasi mereka jangan sampai dilukai oleh anak buah Agie.Kalian hanya perlu mengalahkan semua anak buah Agie, karena disini aku sendiri yang akan mengalahkan Agie."Ucapku tanpa ragu.


"Maaf sang Queen tapi itu berbahaya,saya tahu sang Queen memang memiliki ilmu beladiri yang tinggi.Tapi tetap saja,Agie itu sangat licik saya hanya khawatir pada keselamatan sang Queen."Ucap Eru dengan tampak jelas suaranya sedang mengkhawatirkan sang Queennya ini .


"Aku sudah menyiapkan semuanya dan memperhitungkan apa yang terjadi "Ucapku.


" Tapi..."Ucapnya ragu-ragu.


"Sudahlah Eru,aku membangun mafia bukan berarti aku harus membuat semuanya celaka.Biar aku yang melawannya,kalian cukup melawan anak buah Agie.Karena aku ingin tanganku sendiri,yang menghabisinya." Ucapku sambil mengangkat tangan ke depan lalu mengepalnya.


Tuan Taufan dalam bahaya,karena dia kalah bertarung dengan Araf.


"Ini akibatnya kau menantangku." Ucap Araf.


"Aaaakhhh."Rintih tuan Taufan kesakitan.


Denis,Lili,Abila,dan Ara mengendap dari belakang bersamaan.


"Buughhhhh."Mereka semua kompak memukul Araf,dengan kayu yang besar.


Araf pun pingsan .


"Papa."Panggil Ara,seraya berusaha membantu papanya.


Mereka semua membantu tuan Taufan, sekarang tuan Taufan sudah stabil.


"Kalian."Ucap tuan Taufan,menatap mereka satu-persatu.


"Kita kesini menolong mas." Ucap Abila.


"Tapi ini berbahaya bagi kalian dan mereka ini ..."Ucap tuan Taufan,sambil menunjuk ke arah Denis dan Lili.


"Iya yahh,aku juga bingung kok kalian bisa ada disini."Tanya Ara.


"Iya bukannya kalian ini,sudah kami larang untuk ikut."Ucap Abila lagi.

__ADS_1


"He ...maaf tante Lili yang ngajak Denis,buat ikutin tante diam-diam."Ucap Lili sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Ya ampun Lili kamu."Ucap Abila.


"Kenapa kalian bisa senekat ini." Ucap Taufan.


"Ya kan kita temennya Naawa om,makanya kita niat bantuin."Ucap Denis yang tidak ingin hanya Lili yang disalahkan.


"Ya saya tahu,tapi ini gak ada hubungannya dengan kalian.Terus bagaimana nanti dengan keluarga kalian,pasti mereka khawatir."Ucap tuan Taufan.


"Tapi kita berdua sudah mantap om,mau menyelamatkan Naawa.Karena bagi Lili, Naawa adalah sahabat pertama yang Lili punya saat ini."Ucap Lili sedih.


Denis menatap Lili.


"Lili lo."Batin Denis.


"Anak ini sangat tulus menyayangi Naawa, aku jadi terharu.Naawa sayang anak mami kamu balik sayang,jangan bikin mami stres seperti ini bertahan sayang."Batin Abila.


"Ternyata Naawa juga punya sahabat." Batin Ara.


"Sepertinya dia tulus."Batin tuan Taufan.


Tiba-tiba tuan Taufan.


"Aaakhhh." Merintih sakit.


"Papa kenapa?Tanya Ara.


"Iya mas,mas kenapa?Ada yang luka?Tanya Abila.


"Iya om apa ada yang luka."Ucap Lili.


Denis melihat ke sekeliling dan melihat gubuk tua.


"Om kita kesana dulu yuk,biar om bisa istirahat."Ucap Denis,sambil menunjuk kearah gubuk itu.


"Ahhh gak usah,kita harus mencari Naawa." Ucap tuan Taufan.


"Kita gak bisa lanjut mencari Naawa,kalau om sakit."Ucap Denis.


"Apa yang dikatakan Denis itu benar mas." Ucap Abila.


"Abila,apa kamu tidak khawatir dengan Naawa."Ucap Taufan.


"Aku sangat khawatir sama Naawa mas,tapi aku juga gak mau mas kenapa-kenapa." Ucap Abila.


"Iya pa,istirahat dulu sebentar baru nanti kita lanjutin."Ucap Ara.


"Iya om mending istirahat deh."Ucap Lili juga.


"Dasar kalian ini ya sudahlah."Ucap Taufan pasrah.


Mereka pun membawa tuan Taufan ke gubuk tua itu,dan istirahat bersama karena hari sudah malam.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2