
~SELAMAT PAGI CANTIK~
💓💓💓
**
Siang ini Abila pulang lebih cepat tidak seperti biasanya, karena dia ingin melihat sendiri keadaan Naawa. Saat di tengah jalan, malah bertemu dengan Yato.
" Bu Abila." Panggil Yato.
Abila sangat malas bertemu dengan Yato, sehingga dia lebih memilih belok kanan.
" Lahh.. kok belok kanan, hmm.. sepertinya dia sengaja menghindari saya." Gumam Yato.
" Malas sekali aku bertemu dengannya, malah makan waktu nanti." Batin Abila.
**www a
Awan belum tahu jika Mamanya pergi dari rumah, jadi saat di kantor dia menelpon Mamanya.
Tut tut..
Tut tut..
" Kok gak di angkat." Gumam Awan.
Dia tidak tahu bahwa Rhumi hanya membiarkannya saja.
" Hmm.. ngapain si pecundang ini menelpon." Ucap Rhumi.
Rhumi sangat muak dengan sifat Kakanya yang tidak tegas, menurut Rhumi itu tidak ada bedanya dengan pengecut dan pecundang.
Saat Rhumi ingin mengambil cemilan, dia lupa bahwa perutnya masih sakit.
" Aawww.. aakhh, sial." Umpat Rhumi, dia keluar dari kamar sambil memegang perutnya.
Rhumi membuka lemari makanan dan cemilan, memang Rhumi suka cemilan yang gurih. Rhumi sangat ditentang Mami Abila jika dirinya makan cokelat, karena Rhumi punya alergi dengan cokelat.
" Bawa ini ajalah." Ucap Rhumi yang tangannya sudah penuh dengan cemilan, saat berbalik badan.
" Aahhh.." Rhumi terkejut melihat Mami Abila yang sudah berada di belakangnya dengan posisi tangan mengepal dan mata yang melotot.
" Mami." Ucap Rhumi gugup.
" Banyak sekali cemilan yang kamu bawa." Ucap Abila.
" Ee.. Naawa pengen ngemil Mam, laperr." Ucap Rhumi menunduk, entah kenapa dia sangat patuh dan takut dengan Mami Abila.
" Kalau kamu lapar, makan makanan yang berprotein bukan cemilan yang begini. Oo.. apa begini kelakuan kamu, selama Mami tinggal keluar negeri."
" Enggak kok Mam, mana ada." Ucap Rhumi gugup.
" Kalau gak, kenapa gugup?"
" Gak gugup kok, Rhum.. Naawa gak gugup." Saking gugupnya Rhumi dia hampir saja menyebut nama aslinya.
" Sini cemilannya, kamu makan yang sehat awas di ambil lagi." Ucap Abila yang mengambil cemoohan di tangan Rhumi.
" Galak banget." Gumam Rhumi kesal.
" Bilang apa kamu tadi." Sahut Abila yang berbalik.
" Gak kok Mam."
**
Dila menangis, jadi selama ini cintanya? Tidak dihargai, pantas saja kamu gak berusaha mencari Rhumi mas. Kamu boleh gak cinta sama aku, tapi kenapa kamu juga benci sama Rhumi.
__ADS_1
Dila saat ini sangat marah pada Qaza, dan dia juga bersalah pada Rhumi yang harus melewati ini sendirian.
" Rhumi, maafin Mama sayang. Mama bukan Ibu kamu yang baik, maafin Mama." Ucap Rhumi dengan lirih lalu pingsan.
**
Qaza mencari Dila kemana-mana, bahkan dia menemui beberapa anggota keluarga Dila yang masih berhubungan darah salah satunya adalah Tantenya Dila.
" Tumben kamu datang kesini, ada apa?" Tanya Tantenya Dila yang bernama Asti.
" Maaf Tante, kalau kedatangan saya mengganggu waktu luang Tante."
" Kedatangan kamu memang sangat mengganggu kami." Sahut Asti dengan ketus.
" Tidak usah basa-basi, apa Tante Asti tau dimana Dila?"
" Apa kamu bilang tadi, heyy Qaza? Kamu itu suaminya, kamu yang lebih tahu kemana Dila. Eetshh.. tunggu kamu kesini mencari Dila, kemana Dila Za.. jawab saya." Ucap Tati dengan lantang.
" Jadi mereka juga tidak tahu kemana Dila, kurang ajar sekarang masalah makin runyam." Batin Qaza.
" Jawab saya Qaza, apa yang terjadi kamu sama Dila hah." Desak Tati.
Qaza sama sekali tidak menjawab pertanyaan Tati, dia lebih memilih pergi.
" Qaza.." Teriak Tati yang mengejar mobil Qaza.
" Ahhhh, apa yang terjadi sebenarnya? Dila, apa rumah tangga kamu baik-baik saja." Gumam Tati.
**
Abila mengawasi Rhumi makan siang, dia tidak ingin anaknya berbobot lagi.
" Ayo cepat makan." Ucap Abioa dengan pengawasan yang tajam.
" Mami ngapain sihh, ngawasi Naawa makan malu tau."
" Aduhh buset Mami, emang Naawa makan apaan."
" Udah gak usah banyak debat, abisin sekarang makanannya."
" Emang Mami gak makan."
" Setelah kamu nanti."
" Mami mahh curang, Naawa di awasin makan tapi Mami malah ihh.. gak adil."
" Sini." Abila langsung mengambil sendok yang ada di tangan Rhumi.
" Aaa…"
Rhumi memakan suapan yang ada di sendok itu sambil menatap Maminya, sungguh Maminya ini kayak setan kalau marah.🤣🤣🤣
**
Ranu sangat menyesal, dia ingin sekali menghukum dirinya yang terlalu keras terhadap Lili.
" Lihat sekarang kamu mas, ada hasil sekarang hah? Lili gak ketemu, kamu puas sekarang." Ucap Qila dengan emosi.
Luna hanya menatap nanar pertengkaran kedua orang tuanya.
" Sekarang aku tahu, apa yang dirasakan Lili sebenarnya. Dia hanya ingin didengarkan oleh Papa, bukan di intimidasi seperti penjahat." Batin Lun.
" Kasihan Lili, dia ada dimana? Sekarang tidurnya dimana, dia makan pakai apa, hik hik..hu..hu..Lili.. kamu dimana nak." Lirih Qila di pojokan balkon.
" Maafkan Papa Li." Ucap Ranu dengan pelan.
Ranu kemudian pergi ke arah gudang, dia mengambil sesuatu.
__ADS_1
" Aku harap, aku bisa menemukan sesuatu." Batin Ranu.
**
Di sisi lain, Chloe sangat terobsesi untuk menghancurkan Naawa. Saat dalam kamarnya, dia berusahan mencari biodata tentang Naawa.
" Gue harus cari tahu tentang Naawa, baik sedikitnya gue bisa bayar orang buat cari tau tentangnya." Ucap Chloe dengan senyum jahatnya.
" Kita lihat saja nanti Wa, siapa yang akan jadi ratu di sekolah." Ucap Chloe.
Satu persatu Chloe membaca tulisan biodata Naawa, sangat sedikit informasinya.
" Ahhh.. sial, rupanya informasi tentang Naawa sangat pribadi. Ahh tunggu, inikan hahahaha.. Naawa Naawa sekarang gue tahu kelemahan lo."
**
Sahara dapat kabar bahwa Awan ingin menikah, dia sangat penasaran tapi gengsi.
" Ngapain juga gue cari info tentang pernikahan Awan, bodoh kamu Sahara." Ucap Sahara.
" Oiya, aku kan dah lama gak main ke rumah tante Abila. Hmm.. dah lama juga gak bikin tuh anak nangis, hahah nanti sore gue kesana ahh." Gumam Sahara.
**
Dito makin hari makin lengket dengan Sinta, bahkan saking lengketnya Dito rela menemani Sinta bekerja.
" Kamu tuhh kenapa sihh, bukannya dirumah malah kesini." Ucap Sinta.
" Kan aku ingin jagain kamu."
" Ihh kamu."
" Hehe.. jangan gitu, gini-gini aku ngangenin loh."
" Haha, pede banget kamu."
" Iyalah, seorang Andito keturunan bangsawan harus menerapkan percaya diri yang sempurna."
" Kamu.." Ucap Sinta yang tidak menyangka dengan Ucapan Dito
" Ee… aku.. nanti aku bisa jelasin, yang jelas kita selesaikan dulu ini yahh." Ucap Dito yang langsung mengangkat cucian piring.
" Dito.. apa kamu itu keturunan raja." Batin Sinta.
" Dito Dito.. kamu ini yah bodoh banget, jangan sampai orang tau siapa gue sebenernya termasuk Denis." Batin Dito yang berdebar dengan keceplosannya tadi.
**
" Haaaaa…..hhhh." Teriak Reani yang makin hari semakin parah.
" Nyonya jangan nyonya, saya mohon."
Bugh bugh..
Bugh bugh..
Beberapa kali Reani membenturkan kepalanya ke dinding, itu membuat para pelayan khawatir dan panik.
" Kamu ambil obat nyonya di laci."
" Baik."
" Nyonya saya mohon nyonya, jangan begini." Pelayan itu berusahan menenangkan Reani.
~SELAMAT MEMBACA~
🌹 BERSAMBUNG 🌹
__ADS_1