
Dokter Nadia memeriksa Abila .
" Bagaimana keadaan adik saya dok." Tanya Taufan .
" Nyonya Abila hanya kelelahan dan sepertinya banyak pikiran." Jelas dokter Nadia .
"Ouhh yaa tuan , kalau bisa nyonya jangan terlalu banyak pikiran dulu." Tambah dokter Nadia lagi .
" Iya dok , terimakasih." Ucap Taufan .
David dibawa anggota ke ruangan yang baik .
" Ini , sebaiknya kau mandi dan itu ada makanan besok akan ku antar kau keluar dari sini." Kata anggota itu , David hanya mengangguk.
" Terimakasih "Sahut David .
Anggota itu pergi dan David bersiap untuk mandi .
" Sebaiknya gue mandi dulu." Ucap David dengan monolognya .
Malam ini acara ulang tahun Sinta . Para tamu undangan pun berdatangan termasuk Qaza dan Dila , tapi mereka tidak tau jika Awan di rumah sakit .
" Terima kasih tuan Qaza dan nyonya Dila sudi datang ke acara ulang tahun anak kami Sinta." Sapa Dea .
Dila hanya tersenyum tipis .
" Iya sama-sama bu Dea , kami juga senang."
" Ouhh ya tuan Qaza , ngomong-ngomong tuan muda Awan kemana yahh." Tanya Agie .
" Ouhh Awan dia lagi dikantor kayaknya , soalnya tadi sore dia bilang ada meeting tapi nanti kalau dia ada waktu dia pasti dateng kesini." Jawab Qaza .
" Ouhh iya." Sahut Agie .
Foni dan Vania datang .
" Hay Sin ." Sapa Foni dan Vania .
" Ehh kalian berdua , akhirnya dateng juga." Ucap Sinta .
" Iya dong kita dateng." Ucap Foni .
" Masa kita ga dateng ke acara lo , temen sendiri ." Celoteh Vania
Sinta hanya tersenyum .
" yang lain mana ."
" Mungkin masih di jalan ."
Dito , Denis , dan Lili juga datang .
" Nahh itu dia ." Tunjuk Foni ke arah Dito
__ADS_1
" Tapi kok Dito sama si Denis dan anak cupu itu ." Ucap Vania
" Iya lo bener Van ." Sahut Foni
Sinta merasa David belum datang .
" Apa David masih belum ketemu yahh." Batin Sinta .
Foni dan Vania mendekati Dito, Denis , dan Lili .
" Kok lo aja tu anak cupu ." Tanya Foni
" Iya kali gue pergi ke acara ini sendiri."
" Maksud gue kan lo bisa ajak Denis aja." Ucap Foni
Lili yang mendengar pun merasa malu . Dan itu di ketahui oleh Denis hanya dengan melihat tingkah Lili , lalu dengan bangganya Denis mengatakan ...
" Ya kali gue pergi sama Dito berduaan gitu di mobil layaknya sepasang kekasih." Ucap Denis
" Whaattt ." Ucap Vania dan Foni tersentak kaget dengan ucapan Denis
Lili yang mendengar ucapan Denis tersipu malu sesekali dia menunduk .Dito menoleh ke arah Denis .
" Lo ga salah ngomong kan ." Ucap Dito
" Ga , gue ga salah ngomong ." Sahut Denis
" Sejak kapan mereka berdua dekat yahh." Batin Dito
Acara ulang tahun Sinta pun dimulai dengan meriah . Bahkan mereka memanggil artis untuk menyanyi dan dance yang disukai anak muda , dansa topeng dan yang lainnya .
Sampai dimana mereka nyanyi
" Happy birthday to you ...."
" Happy birthday to you...."
" Happy birthday Sinta ....." Ucap mereka dengan meriah
" Ayo potong kuenya " Teriak salah satu teman Sinta .
Sinta memotong kuenya dan ia membagi kuenya itu pada Qaza , Dila , Agie , dan Dea .
" Selamat ulang tahun sayang " Ucap Agie dan Dea sambil mencium Sinta
" Makasih papi mami " Sahut Sinta
Kemudian giliran Qaza dan Dila
" Selamat ulang tahun ya Sinta , tetap jadi anak baik yahh " Ucap Qaza lalj mencium dahi Sinta .
Sedangkan Dila dia sedikit enggan tapi dia tetap mengucapkan
__ADS_1
" Selamat ya Sinta , moga jadi anak yang baik yahh untuk selamanya " Ucap Dila menekan kata Selamanya
Mendengar itu Dea tidak suka
" Apa-apaan sih Dila , apa dia menyindir kami." Batin Dea
" Iya ma , makasih ya doanya " Ucap Sinta
" Huuuuuuaaaaaa , enak banget jadi Sinta disayang sama para orang tua yang tanir melintir . " Ucap Vania yang dibarengi Foni mereka sambil pelukan dan akhirnya mereka semua tertawa lepas
Sedangkan Abila terus mengigau memanggil nama Naawa
" Naawa kamu dimana "
" Tanteeee , cepat sembuh yahh " Ucap Sahara yang menjaga
Ditempat Naawa...
Aku menerobos sebuah ruangan dan menghajar satu persatu orang yang berjaga di ruangan itu , lalu ku suruh anggota untuk menghajar yang ada di luar .
" Katakan padaku , dimana kalian menyembunyikan ? Ucapku
" Kami tidak akan memberitahu "
" Kurang ajarrr " Ucapku lalu menghajar mereka sampai mati .
Bughh....Prakkkkkk....takkkkk....drssssass....krakkkkk bunyi suara tulang patah .
Tiba-tiba Naawa yang asli muncul seperti memberi isyarat padaku .
" Jadi disitu , hmmm baiklah ." Aku akan menyuruh anggota untuk mengalahkan semua orang yang berjaga disini kalau perlu bunuh .
" Dengarkan , cari mereka semua dan jangan biarkan satu pun lolos dari mereka ." Ucapku
Mereka pun berpencar layaknya seorang ninja handal di anime Naruto , dengan senjata yang mereka miliki aku yakin mereka skan menang dan aku masuk ke ruangan dimana mayat Naawa disembunyikan .
Aku masuk tapi aku harus waspada , siapa tau mereka membuat jebakan atau ranjau . Aku melihat sebuah ruangan kosong yang tidak ada satu pun benda , aku bingung dimana? Dimana mereka menyembunyikan , aku sangat yakin Naawa ada disini , aku terus mencari saat aku mulai menyerah aku tidak sengaja bersandar pada dinding daaannn ...brukkkkkk aku terjungkal ke belakang .
" Apaaa ini , ruangan rahasiakahh " Gumamku
Tapi aku merasakan hawa yang sangat dingin , saat aku berbalik ternyata ?
" Apaaaaaaa iniii !
Aku melihat banyak tulang belulang manusia serta potongan besi yang enatah apa itu aku tidak tau , dibalik ruangan yang kosong ini . Aku terus memeriksa ke segala sudut dan aku terpana dengan pintu kecil yang ada di dinding ruangan ini , aku ingin membuka pintu itu tapi tidak bisa , bagaimana caranya membuka? Aku mencari alat untuk bisa membuka pintu ini , aku menemukan linggis dan dan membuka pintu itu tapi tetap saja tidak terbuka , bahkan tubuhku sudah kedinginan tapi aku tidak ingin menyerah , di balik putus asa pada malam ini aku memandang pintu kecil itu lagi , aku raba pintu itu sejenak aku berfikir ini bukan pintu yang dibuka dengan anak kunci , ku lihat ada seperti cetakan kecil yang berbentuk serigala kemudian aku kembali menatap ke arah tulang belulang ya , lebih tepatnya potongan besi kecil itu . Apakah itu kuncinya , dengan tenaga yang tersisa , aku mengambil potongan besi itu satu persatu aku pasang supaya bisa membentuk serigala , butuh waktu 7 menita aku menyelasaikannya , karena potongan itu hampir ribuan pintu kecil itu pun bisa ku buka ceklek....ku buka pintu kecil itu saat ku buka betapa aku sangat terkejut dan hampir saja dadaku mau sesak , bagaimana tidak ? Tubuh seorang anak kecil ditusuk empat tongkat besi panjang dan kepalanya di timpuk batu besar , dan perutnya dibelah lalu dijahit lagi aku tidak tau apa isinya . Aku kembali lemas dan tak berdaya dibalik topengku , aku sangat sedihh . Aku menghubungi anggotaku yang diluar untuk masuk beberapa menit kemudian mereka datang dan aku sudah tersungkur .
" Sang Queen , ada apa " Tanya mereka padaku yang sudah tersungkur .
" Saya tidak papa , kalian bawa mayat ini kita pulang "
15 menit aku keluar dengan anggota beserta mayat itu , aku menyuruh anggota yang dimarkas untuk datang .
BERSAMBUNG...
__ADS_1